
Viktor saat ini sedang beristirahat dikamarnya,dia menolak untuk beristirahat diruang perawatan karena dia merasa tidak nyaman disana
"Bagaimana lukamu?"
Karena ada yang masuk tanpa izin,Viktor langsung saja melempar pisaunya kearah pintu dan tentu saja orang yang menjadi target bisa menghindari nya dengan mudah
"Jangan masuk kamarku seenaknya sialan!"
"Apa kau bertengkar dengan tuan Lin?"
Viktor yang awalnya sedang membaca buku kini mulai kesal dengan Alan yang sok perhatian dengannya. Viktor berdecak kesal dan menatap tajam kearah Alan "Itu bukan urusanmu!"
"Ya memang bukan sih..perlu kukatakan,kau benar-benar membuatku takut" ucap Alan dengan serius
Viktor tidak mengatakan apapun dan menunggu Alan untuk melanjutkan perkataannya
"Itu pertama kalinya aku ketakutan saat melihat pembunuhan. Kau benar-benar seperti mimpi buruk untuk lawan-lawan mu"
"The nightmare?itu julukan yang bagus"
Lin tiba-tiba saja datang dan bergabung kedalam pembicaraan Viktor dan juga Alan. Viktor masih kesal kepada Lin,sehingga dia menatapnya tajam
"Jangan memberi orang julukan seenaknya,dan juga..kenapa kau kesini pak tua?!"
"Sudah kuduga kalau kau masih marah. Jadi..ini.."
Lin maju kemudian memberikan sesuatu kepada Viktor,itu ditutup oleh nampan jadi Viktor tidak tau apa itu tapi dia tetap menerimanya karena terpaksa
Viktor pun membuka nampan itu dan melihat kalau isinya adalah kue coklat kesukaannya,Viktor langsung saja memakannya tanpa berterimakasih ataupun menghilangkan ekspresi kesal di wajahnya. Lin yang melihat Viktor memakan kue buatan nya hanya tersenyum kikuk sedangkan Alan hanya menatap datar
"Viktor sepertinya kau kebal dengan obat-obatan" ucap Lin saat Viktor sudah hampir menghabiskan kuenya
Viktor tidak menjawab,dia hanya mendongakan kepalanya dan melihat kearah Lin yang masih berdiri di dekat pintu
"Aku memasukkan obat tidur didalam kue itu,supaya kau bisa istirahat"
"Jangan memasukkan hal-hal aneh kedalam makanan pak tua sialan!" Ucap Viktor melemparkan sebuah pisau kearah Lin Dan bisa dengan mudah ditangkap
"Kau itu kan manic kerja, jadi aku sengaja melakukannya. Tanganmu patah jadi jangan coba-coba untuk melakukan misi. Bersantailah dan pergi ketempat yang ingin kau kunjungi"
"Tempat seperti itu...tidak ada" Wajah Viktor seketika murung kemudian berjalan untuk mengembalikan piring kue tadi. Setelah itu diapun berjalan keluar untuk mencari angin segar
"Anak itu..baru saja aku bilang untuk beristirahat!"
"Kenapa wajahnya tiba-tiba murung begitu?" Tanya Alan yang penasaran
Lin hanya menoleh sejenak kearah Alan kemudian ikut pergi dari sana. Alan sama sekali tidak mengerti dan dia hanya memandangi punggung Lin yang semakin menjauh
.....
Saat ini Viktor sedang ada di taman,letaknya lumayan dekat dengan markas. Disana hanya ada anak-anak yang sedang sibuk bermain,Viktor sudah lupa bagaimana masa kecilnya dulu saat ayah dan ibunya masih hidup
Viktor duduk di ayunan,memakan ice cream yang dia beli barusan dan menikmati cuaca cerah hari ini. Saat sedang bersantai,seorang gadis kecil tiba-tiba saja duduk di ayunan sebelah Viktor dan mulai mengayunkan nya. Viktor tidak peduli sama sekali. Merasa diacuhkan,gadis itu mulai angkat bicara
"Kenapa kakak penuh luka?" Tanya gadis kecil itu
Viktor pun melirik kan matanya sejenak,hanya sekedar untuk melihat wajah gadis kecil itu "bukan urusanmu"
"Apa kau pernah membunuh?"
Itu bukan pertanyaan yang seharusnya dikatakan oleh gadis sekecil itu dan oleh karena Viktor sedikit terkejut "Kenapa kau ingin tau?"
"Aku..ingin menyingkirkan seseorang,apa kau bisa membantuku?"
Karena ice cremnya sudah habis dan tidak suka berbicara dengan gadis kecil itu,Viktor pun beranjak pergi dari sana
"Tunggu!aku mohon,bisa kau beritahu aku caranya?"
"Itu bukan pemikiran seorang gadis kecil"
Viktor pun semakin menjauh dari taman bermain itu,tapi sang gadis kecil tetap saja mengikuti dan menanyakan hal yang sama. Karena kesal,Viktor terpaksa berhenti dan mendengarkan perkataannya "Kenapa kau ingin melakukannya?"
__ADS_1
"Karena dia..sudah membunuh adikku!"
Viktor terdiam sejenak mendengar nya dan karena Viktor sepertinya akan mendengarkan,gadis kecil itupun menceritakan semuanya kepada Viktor
"Dia sudah membunuh adikku,aku sudah melaporkan nya tapi dia dibebaskan karena dianggap ketidaksengajaan oleh anak di bawah umur. Aku tau dia sengaja melakukannya,dan dia bilang kalau dia akan membunuh ibuku juga. Aku melihat wajahmu yang penuh luka dan kau sepertinya juga terlatih,oleh karena itu aku memberanikan diri untuk bertanya. Aku mohon,aku tidak mau kehilangan ibuku juga"
Viktor masih diam dan sang gadis pun menunggu jawaban hingga akhirnya Viktor membalikkan badan seluruh nya. Gadis itupun hendak menangis karena Viktor sama sekali tidak peduli dengan urusannya
"Buat semua orang disekitarnya membencinya" ucap Viktor saat gadis itu mulai meneteskan air matanya. Gadis kecil itu terkejut dengan apa yang dikatakan Viktor barusan,dia melihat kearah Viktor dan langsung menanyakan apalagi yang harus dilakukan setelah itu
"Lakukan satu persatu dulu,jika kau tidak bisa melakukan nya,maka lupakan saja soal balas dendam mu"
Setelah mengatakan itu Viktor langsung pergi kesuatu tempat. Sang gadis tidak lagi mengejar,dia mengusap air matanya seraya mengangguk kemudian pergi kearah yang berlawanan dengan Viktor
.....
Keesokan harinya ditempat yang sama,sang gadis kecil sudah menunggu kedatangan Viktor. Viktor sebenarnya malas untuk kesana tapi dia tidak tau lagi mau kemana
"Kenapa kau yakin sekali kalau aku akan kesini lagi?" Tanya Viktor kepada gadis kecil itu
"Hanya firasatku saja. Aku sudah berhasil membuat semua orang membencinya,aku hebat kan?" Gadis keci itupun mulai menyombongkan dirinya,Viktor hanya ber oh saja sebagai reaksi
"Jadi,apa yang harus aku lakukan setelah ini?"
"Jadilah teman dan orang kepercayaannya"
"Ha?!jadi temannya?apa kakak pikir aku akan berteman dengan orang yang sudah membunuh adikku?!itu tidak akan pernah terjadi!tidak akan pernah!"
Gadis itu menjadi kesal kepada Viktor,Viktor yang sedang malas menjelaskan hanya bisa menghela napas pasrah "Kau ingin balas dendam bukan?kalau begitu ikuti saja apa yang ku katakan. Kau membuatku ikutan kesal,jadi aku pergi dulu sebelum kau yang kubunuh duluan"
Setelah mengatakan itu,Viktor langsung pergi dan menuju tempat lain. Gadis kecil tadi sedikit gemetaran dikarenakan tatapan dingin yang Viktor berikan barusan
'ah merepotkan'
.....
Tahap demi tahap telah Viktor beritahukan tentang apa yang harus dilakukan oleh sang gadis kecil. Semenjak diberikan tatapan yang dingin oleh Viktor,gadis kecil itu tidak lagi membantah dan menuruti semua instruksi dari Viktor. Hingga akhirnya gadis kecil itu berhasil membunuh musuhnya
"Terimakasih karena sudah membantuku" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum
"Itu..tidak mungkin,karena dia sangatlah cantik"
Karena sudah seminggu Viktor disuruh beristirahat, akhirnya Viktor bisa pulih secara total dan bisa menjalankan misi kembali seperti dulu
"Selamat datang kembali, bagaimana istirahat mu?" Tanya Alan perhatian tapi hanya mendapatkan tatapan yang dingin dari Viktor
"Kau membuatku ingin muntah"
"Wah tidak berubah sama sekali ya" ucap Alan sambil tersenyum
Tidak mau berlama-lama melihat Alan,Viktor pun langsung pergi untuk menemui Lin yang sepertinya sedang ada di kamarnya
.....
Klekk!
Viktor langsung membuka pintu kamar Lin yang tidak dikunci,ini sudah kebiasaan Viktor sejak dulu,masuk tanpa permisi. Lin yang sedang mengerjakan tugasnya pun hanya menghela napas lelah karena tidak tau lagi bagaimana dia harus memperingatkan Viktor untuk mengetuk pintu sebelum masuk
"Viktor!bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk? bagaimana kalau aku sedang melakukan hal yang aneh-aneh tadi?!" Ucap Lin sambil menunjuk-nunjuk kearah Viktor yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali
"Memangnya hal aneh apa yang akan kau lakukan?" Tanya Viktor yang tidak mau ambil pusing dengan maksud dari perkataan Lin barusan
"Ah sudahlah. Jadi,kenapa kau kesini?"
"Berikan aku misi. Sendiri,aku tidak mau bekerjasama dengan pria itu" ucap Viktor sambil melirik kearah belakang dimana Alan berdiri. Sepertinya Alan mengikuti Viktor sejak tadi
Lin mengernyitkan alisnya sebentar kemudian membalikkan lagi kursinya "minta kepada orang lain,aku sedang sibuk sekarang. Pergi sana.."
Viktor diam sejenak,melihat apa yang sedang Lin lakukan,ternyata menjadi mahasiswa itu memang sulit. Karena tidak mau mengganggu,Viktor pun memutuskan untuk pergi dari sana dan pergi menemui sang ketua untuk meminta misi. Karena Alan terus saja mengiringi layaknya anak itik,Viktor menjadi kesal dan akhirnya perkelahian kecil diantara keduanya pun terjadi
"Pergi sana!aku sedang tidak ingin melihat wajahmu!"
__ADS_1
"Wah kasar sekali,tapi aku ingin mengajakmu menjalankan misi. Ini misi yang cocok dan ku rasa kau mau membantu"
Viktor pun menegakkan badannya dan menatap lurus kearah Alan. Alan menyeringai setelah nya
"Misi apa?"
"Emm..kalau dibilang misi sih kurang tepat,soalnya ini adalah keinginan ku sendiri. Bantu aku menyingkirkan para pejabat yang hendak mencelakai anak-anak di panti asuhan"
Viktor diam,menunggu perkataan Alan selanjutnya dan Karena Viktor mulai tertarik,Alan pun menceritakan semuanya kepada Viktor
.....
Saat ini Viktor dan Alan sedang berkunjung kesebuah panti asuhan. Panti itu tidak terlalu besar dan bentuknya juga lumayan kumuh. Banyak anak-anak disepanjang mata memandang dan semua anak-anak itu kini sedang mengerumuni Alan dan juga Viktor
"Halo semuanya..apa kalian berperilaku baik hari ini?" Tanya Alan kepada anak-anak kecil itu
"Iya.."
"Kak Alan,hari ini aku menemukan kucing yang imut Lo,tapi dia kabur"
"Hari ini aku membantu suster di dapur"
"Aku membantu Eli menyiram tanaman"
"Wah kalian sudah berbuat baik ya hari ini. Sebagai balasannya...,tada..kakak punya hadiah untuk kalian"
Alan pun memperlihatkan dua kantong belanja besar kepada anak-anak itu,tentu saja itu membuat semua anak-anak menjadi kegirangan. Sang pengurus panti hanya tersenyum melihat wajah bahagia anak-anak itu
"Semuanya kebagian,jadi tidak perlu rebutan ya"
"Kalian harus bilang apa?" Tanya sang biarawati kepada anak-anak yang masih sibuk memilih hadiah mereka
"Terimakasih" ucap mereka semua bersamaan
"Sama-sama"
Viktor dan Alan pun lanjut mengelilingi panti dan menyapa biarawati yang ada di sana. Alan tampak berbeda,dia terasa lebih santai dan itu membuat Viktor sedikit kebingungan
"Sepertinya kau akrab sekali dengan semua orang yang ada disini"
Alan yang diajak Viktor bicara pun menoleh dan senyum-senyum sendiri tidak lama kemudian
"Kenapa kau senyum-senyum begitu? menyebalkan kau tau"
"Kau pasti mengira kalau aku yang sekarang seperti orang lain kan?kenapa bisa seorang pembunuh hebat seperti Alan malah begitu baik kepada anak-anak yatim?sungguh mengejutkan"
Alan mulai memuji-muji dirinya sendiri dan Viktor memilih untuk mengabaikannya 'dia lebih parah dari aku'
"Aku tumbuh di kota yang keras..."
Karena Alan mulai serius dan berbicara,Viktor pun menoleh dan mendengarkan cerita Alan secara seksama
"...disana yang kuatlah yang akan bertahan. Setiap hari bagaikan neraka bagi ku,aku selalu mencuri makanan untuk bisa bertahan hidup. Mendapat luka dari setiap orang-orang yang makanannya ku curi,mencaci maki diriku,dan bahkan tidak segan untuk membunuhku..."
'tidak ku sangka kalau kehidupan nya seperti itu'
"Aku marah dan ingin membunuh semua orang yang sudah jahat padaku. Hingga akhirnya aku benar-benar melakukannya,aku membunuh orang-orang itu. Bukannya takut aku malah tertawa lepas melihat darah para sialan itu,aku aneh bukan?" Tanya Alan kepada Viktor yang hanya sekedar mengistirahatkan ceritanya,Viktor tidak menjawab
"Hingga suatu hari tuan Lim muncul dihadapan ku dan mengajak ku untuk bergabung dengan kelompoknya. Dia bilang aku bisa mendapatkan apapun yang ku mau jika aku ikut,jadi akupun mengikutinya..."
"Tunggu,aku dengar kau bergabung dengan cara yang sama sepertiku"
"Emm..itu untuk menguji kemampuan ku,jadi aku mengikuti tes yang sama seperti mu. Kau hebat sekali saat dipermainan menembak Lo.. semuanya mati..hebat!"
Viktor mengernyitkan alisnya,seingat Viktor dia tidak melihat Alan sewaktu tes dulu
"Aku melihat dari ruang kontrol sih. kau tau?semua yang kau bunuh itu manusia sungguhan Lo..mereka semua anggota kelompok kita yang sudah tidak dibutuhkan lagi,makanya mereka dibunuh. Dan kau menghabisi setengah dari mereka,itu benar-benar hebat. Dan sejak itulah aku dan tuan Lim tertarik padamu" ucap Alan sambil tersenyum
Viktor tertegun,tidak dia sangka kalau para NPC itu adalah orang sungguhan. Alan menyadari keterkejutan Viktor,dia hanya menatap datar kemudian menepuk punggung Viktor agak keras
"Kenapa kau terkejut begitu?bukankah kau sudah banyak sekali membunuh?itu bukanlah hal yang seharusnya kau pikirkan"
__ADS_1
"Ah kau benar juga" ucap Viktor seraya berjalan mendahului Alan
'dia linglung'