Who Am I

Who Am I
Kematian Alan


__ADS_3

Setelah sampai di ruangan sang ketua,Alan mulai kembali mengamuk tapi itu ditahan oleh Viktor. Lim yang menjadi pelaku hanya menatap datar kearah kedua remaja itu


"Kenapa kau menyingkirkan semua yang ada di panti?apa maksudnya itu?!!"


"Ini perintah langsung dari ketua yang sebelumnya,dia bilang ingin membangun resort disana. Semua yang ada disana sudah diperintahkan untuk pindah,tapi mereka sama sekali tidak mau dan malah melakukan perlawanan. Kami terpaksa membunuh mereka semua" ucap Lim dengan entengnya seakan itu bukanlah masalah yang besar


Alan sungguh kesal,Viktor bahkan tidak bisa lagi menahannya. Alan langsung melesat kearah Lim hendak menghajarnya. Tapi tidak semudah itu,Lim tidak akan membiarkan siapapun memukulnya. Karena sudah bertahun-tahun lamanya dilatih oleh Lim secara langsung,kedua belah pihak sama-sama mengetahui bagaimana pola serangan mereka sehingga pertarungan berjalan lumayan sengit. Alan bertarung dengan emosi jadi pikirannya tidak jernih dan sering mendapat pukulan. Tapi meskipun begitu dia sama sekali tidak menyerah dan terus menyerang Lim


Bugh!!!Alan berhasil mendaratkan sebuah pukulan di wajah Lim dan langsung memberikan pukulan secara bertubi-tubi,Viktor ingin ikut membantu tapi Alan melarangnya. Saat sedang memukul,Lim tiba-tiba saja menendang perut Alan sehingga terpental lumayan jauh. Lim bangkit dari posisi tidurnya dan langsung mendekat kearah Alan sambil berdecak kesal


Bugh! Bugh!!Lim memukul perut Alan menggunakan lututnya,Lim benar-benar kesal,baru kali ini ada yang memukulnya seperti itu. Serangan terus diberikan oleh Lim,Alan sama sekali tidak bisa membalas dan akhirnya meringkuk kesakitan di lantai. Alan pun muntah darah dan langsung membuat Viktor menghampirinya,tidak lama kemudian dia pun pingsan


"Cepat bawa dia pergi sebelum aku benar-benar membunuhnya!" Tegas Lim sambil menatap tajam kearah Alan


Tidak kalah tajamnya,Viktor juga menatap benci kearah Lim dan aura membunuh saling mereka keluarkan. Viktor pun membawa Alan keluar darisana dan membawanya kerumah sakit untuk di obati


'mereka semakin berbahaya'


.....


"Ayah,menurutku keberadaan Viktor dan Alan sangatlah membahayakan untuk kita ke depannya,aku rasa mereka harus disingkirkan"


Saat ini Lim sedang berbicara empat mata dengan ayahnya, ayahnya yang mendengar itupun mengangguk setuju atas perkataan putra sulungnya itu "kau benar,tapi kita tidak bisa menyingkirkan keduanya,kau harus memilih salah satu dari mereka"


"Kalau begitu aku akan menyingkirkan Alan,dia membawa dampak buruk kepada Viktor. Viktor yang seperti mesin pembunuh dulu lebih baik dari ini"


"Semuanya kuserahkan kepadamu"


"Baik"


Tanpa Lim dan sang ketua ketahui,ternyata perbincangan mereka sudah didengar oleh seseorang yang tidak sengaja lewat. Entah apa yang akan dia lakukan nantinya


.....


Saat ini di rumah sakit,Alan baru saja sadarkan diri. Dia berusaha untuk bangun dan duduk,tapi dia tidak bisa karena semua badannya terasa sangat sakit "kau sebaiknya jangan terlalu banyak bergerak,dokter bilang beberapa tulang rusuk mu ada yang patah"


Alan pun menoleh kearah samping dimana terdapat Viktor yang sedang sibuk dengan laptopnya. Alan pun memilih menurut dan kembali berbaring sambil menatap langit-langit"aku kalah" ucapnya sambil menutup wajahnya dengan punggung tangan


"Kau hanya tidak bisa berpikir jernih karena emosi,jika tidak,mungkin kau sudah menang"


"Apa kau menungguiku?"


"Tidak,aku baru saja sampai disini" ucap Viktor sambil menutup laptopnya dan berjalan menuju pintu keluar

__ADS_1


"Aku titip soda ya" teriak Alan kepada Viktor yang kini berada diambang pintu. Viktor yang dititipi pun menatap tajam kearah Alan yang kini tersenyum canggung "memangnya sejak kapan orang sakit minum minuman bersoda?apa kau mau ku patahkan lagi tulang-tulang mu itu?!"


"Hehehe,maaf..."


Viktor pun menutup pintu ruangan Alan dan pergi membeli sesuatu. Alan yang ditinggal sendiri hanya berdecak kesal kemudian mengambil HP nya yang ada disamping ranjang


.....


Setelah 3 hari akhirnya Alan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Alan sudah bisa bergerak dengan lincah seperti sebelumnya. Saat perjalanan menuju markas,mereka berdua bertemu dengan Ezil yang sepertinya sengaja menunggu mereka


"Ada apa Ezil?"


"Alan,pergilah yang jauh supaya kau bisa selamat. Ketua ingin membunuhmu!" Ucap Ezil langsung tanpa berbasa-basi lagi


"Jangan berkata omong kosong Ezil, meskipun Alan melakukan kesalahan sebesar apapun,ketua tidak pernah berniat untuk menyingkirkan nya karena kekuatan Alan dia perlukan!" Ucap Viktor yang membuat Ezil sedikit tersentak, terlihat sekali kalau Viktor menganggap Ezil sedang memiliki maksud tertentu


"Aku tidak bohong!aku mendengar percakapannya dengan ketua,dia benar-benar ingin membunuh Alan dan menjadikanmu senjata pembunuh seperti dulu lagi"


Bugh!!Viktor secara refleks memukul Ezil tepat di wajahnya. Viktor Sama sekali tidak berniat untuk melakukannya,tapi mendengar ada yang mengungkit-ungkit soal dirinya yang dulu membuat Viktor lepas kendali "tidak akan ku biarkan siapapun menjadikan ku seperti yang dulu lagi dan jangan katakatan itu lagi atau aku tidak akan segan untuk membunuh mu!"


Ezil memegangi wajahnya yang sakit kemudian berdiri,raut wajahnya tiba-tiba saja berubah dan itu membuat Viktor terkejut, sepertinya dia sudah keterlaluan "Ezil maaf,aku lepas kendali tadi" ucap Viktor berusaha meminta maaf kepada Ezil yang menunjukkan ekspresi yang sulit diartikan


"Begitu ya. Sepertinya kau sudah tidak mempercayai ku lagi. Semenjak kau dekat dengan Alan,kau tidak lagi berbicara denganku lagi,tentu saja kan karena kau hanya suka bergaul dengan orang yang kuat. Tidak seperti ku,aku hanya menjadi beban untukmu"


"Ezil itu tidak benar,kau—"


Ezil membalikkan tubuhnya dan pergi menjauhi Alan dan juga Viktor. Viktor ingin mengejarnya tapi Alan menghentikannya "biarkan dia menenangkan diri dulu"


.....


Saat ini Viktor sedang menghadap sang ketua karena mereka memiliki misi. Alan memilih untuk menunggu di luar karena dia pasti akan lepas kendali lagi jika melihat wajah Lim


"Misi kalian hari ini adalah menyingkirkan orang ini" ucap Lim sambil menyerahkan sebuah foto. Viktor pun berjalan mendekat dan mengambil foto itu


"Dia adalah orang penting di negara D,kehadirannya membahayakan untuk kita. Bunuh dia dan aku akan mengabulkan apapun yang kalian inginkan"


.....


"Bagaimana menurutmu dengan misi kali ini?" Tanya Alan kepada Viktor yang sedang mengawasi sang target. Sekarang mereka berdua sedang bersembunyi di atas pohon di dekat rumah sang target


"Ini terlalu mudah,orang itu sama sekali tidak dijaga"


"Emm aku akan memeriksanya dulu" ucap Alan sambil turun dari pohon dan pergi untuk mengamati lingkungan sekitar. Viktor pun kembali melihat sang target yang kini sedang berjalan menuju jendela

__ADS_1


'apa yang pak tua ini pikirkan?'


"Keluarlah,aku tau kalau kau ada disana" ucap pria paruh baya itu kearah pohon dimana Viktor bersembunyi. Viktor terkejut pria itu bisa menyadari keberadaannya, padahal dia sudah menyembunyikan hawa keberadaannya. Karena sudah ketahuan,Viktor pun keluar dari persembunyiannya dan mendarat tepat di balkon tempat pria tadi berdiri "apa yang sedang kau pikirkan pak tua?bukankah kau tau kalau aku datang kesini untuk membunuhmu?" Ucap Viktor seraya mengacungkan pistolnya


Bukannya takut pria itu malah dengan santai menyingkirkan pistol Viktor dari kepalanya"kau memang mirip dengan Elizabeth"


Viktor tersentak saat pria itu menyebut nama ibunya dan pria itu tetap saja memperhatikan Viktor dengan seksama"tapi sepertinya kau lebih mirip dengan ayahmu,kalau sifatmu sih mirip sekali dengan Eli"


"Kenapa kau bisa mengenal ayah dan ibuku?" Tanya Viktor sambil meletakkan lagi pistolnya di depan kepala pria itu. Pria itupun menjawab dengan santai dan duduk di samping Viktor "karena aku rekan mereka dulunya. Mereka sangat luar biasa,baik,dan juga sangat ramah,aku terkejut saat mendengar kabar tentang kematian mereka"


Viktor pun menurunkan pistolnya dan menatap pria itu lekat,dia penasaran dengan cerita yang akan pria itu sampaikan


"Ada kabar yang bilang kalau mayat dari anak Eli dan Joe tidak ditemukan,jadi aku menyimpulkan kalau kau masih hidup. Syukurlah" pria itupun tersenyum dan membuat Viktor mengernyit tidak mengerti "apa kau mengenalku?" Tanya Viktor singkat


"Tentu,kau sangat imut dulu. Aku suka saat kau memanggilku paman dulu. Tapi sekarang kau sudah bukan yang dulu lagi Viktor,kau adalah the nightmare yang ditakuti oleh semua orang. Tapi...Viktor,bergabunglah dengan kami,ketempat dimana orangtua mu dulu bekerja. Aku yakin kalau kedua orangtua mu juga menginginkan hal yang sama"


Viktor tersenyum miring mendengar ajakan pria itu,dia tiba-tiba saja merasa kesal dan muak dengan perkataan pria itu "jangan bicara seolah-olah kau tau apa yang terbaik untukku!kedua orangtua ku sudah meninggal!"


Viktor turun dari balkon dan pergi darisana,dia tidak berniat untuk membunuh pria itu sekarang ini. Pria itupun tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya menatap kepergian anak rekan kerjanya itu


.....


"Kenapa kau tidak membunuhnya Viktor?" Tanya Alan sambil memberikan sebotol minuman kepada Viktor. Viktor pun menerima minuman itu dan tidak menjawab pertanyaan Alan barusan. Alan yang diabaikan hanya mengembuskan napas kesal kemudian duduk di samping Viktor yang sedang melamunkan sesuatu


"Aku mau ke toilet dulu" ucap Viktor sambil beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi bergitu saja. Alan hanya mengangguk singkat kemudian menghabiskan minumannya


.....


Viktor membasuh wajahnya untuk menjernihkan pikiran nya,dia menatap pantulan dirinya di depan cermin,itu seperti bukan dirinya. Menurutnya yang dia lihat di cermin adalah pembunuh kejam,bukan bocah polos seperti 7 tahun yang silam


Setelah selesai Viktor langsung kembali untuk menemui Alan. Saat keluar dia tidak sengaja berpapasan dengan salah satu anggota kelompoknya yang jarang sekali terlihat disana. Viktor mengabaikannya karena mungkin saja orang itu hanya sedang ingin jalan-jalan saja


"Alan dimana?" Saat sampai di bangku taman tadi,Alan tidak terlihat dimanapun sehingga Viktor melacak keberadaannya melalui GPS. Saat sudah ketemu Viktor langsung saja mencarinya


Tsekk!! Kejadian di depan Viktor membuatnya sangat terkejut,dia melihat perut Alan yang tertusuk sebuah pisau dan langsung tumbang ke tanah. Sang pelaku juga sangat dia kenal,itu adalah satu anggota kelompoknya. Alan tergeletak di tanah dan darah mengalir deras dari perutnya,sang pelaku hanya tersenyum miring dan bersiap untuk menusuk Alan dengan pisau lagi


Dorr!!Viktor menembakkan pistolnya tepat ke kepala pria tadi,membuat darahnya muncrat kemana-mana. Alan yang masih memiliki sedikit kesadaran menoleh kearah Viktor dan melihat wajah Viktor yang menggelap "kalian akan ku bunuh!!"


Semua yang ada disana langsung menyerang Viktor secara bersamaan, meskipun begitu mereka sama sekali tidak bisa menyentuh Viktor dikarenakan Viktor sedang dalam mode serius sekarang. Viktor sadar kalau dia harus menghabisi semua musuhnya dengan cepat supaya bisa segera menolong Alan. Tapi orang-orang itu terus saja menghambat Viktor "jangan menghalangiku!"


Karena disana sepi jadi mereka semua tidak perlu khawatir akan apapun. Setelah beberapa menit akhirnya semuanya sudah dibunuh oleh Viktor dan diapun langsung menghampiri Alan "Alan bertahanlah,aku akan membawamu kerumah sakit" ucap Viktor seraya memopong tubuh Alan dan segera membawanya kerumah sakit


"Percuma saja Viktor,pisau itu sudah dilapisi dengan racun,aku tidak mungkin selamat" ucap Alan dengan segenap tenaganya dan napas yang memburu karena dirasa udara di sekitar semakin menipis. Viktor merasakan kalau tubuh Alan semakin mendingin dan wajahnya yang mulai pucat,Viktor langsung tersentak dan berusaha mengangkat Alan. Tidak akan dia biarkan orang terdekatnya mati lagi "bertahanlah Alan,kumohon!" Air mata perlahan membasahi wajah Viktor,sudah lama Viktor tidak menangis seperti ini

__ADS_1


"Ini pertama kalinya aku melihatmu menangis,kau tidak keren kalau begini. Hiduplah dengan bahagia Viktor,aku akan selalu mengawasimu" ucap Alan sambil tersenyum kemudian darah keluar melalui mulutnya. Viktor semakin panik melihat kondisi sahabatnya itu. Mata Alan perlahan-lahan mulai menutup


"Alan,Alan,ku mohon bertahanlah!" Viktor terus menggoyang-goyangkan tubuh Alan,Alan tersenyum kecil kemudian menutup matanya sepenuhnya dan tidak bergerak lagi. Viktor terdiam, lagi-lagi dia kehilangan orang terdekatnya. Viktor pun menangis dalam diam dan memeluk tubuh sahabatnya itu dengan erat 'Alan..'


__ADS_2