
Seminggu kemudian
Hari ini adalah hari di mana penyerangan yang Viktor rencanakan akan dilaksanakan. Mereka semua sudah ada di negara K dan sudah siap di posisi mereka masing-masing untuk melancarkan serangan
Para target sudah mulai berdatangan di lokasi,Viktor memantau situasi dari kejauhan dan anggota yang lain bersiap untuk menerima perintah
"Bagaimana penampilan kami?"
"Kalian terlihat sempurna,tidak akan ada yang menyadari kalau kalian adalah yang palsu" puji Viktor saat melihat penampilan Laura dan sang dokter malam ini
"Tentu saja,karena yang asli sudah kami bunuh. Kau siap Laura?" Tanya sang dokter kepada Laura yang sudah rapi dengan setelan jas hitam dan bertugas sebagai asistennya malam ini
"Siap dokter"
"Baiklah,saatnya beraksi"
Laura dan sang dokter pun masuk ke dalam markas musuh,melalui pemeriksaan dengan lancar dan berhasil membaur dengan target mereka yang lain. Kimmy dan Viktor yang melihat itu malah tertawa getir karena sang dokter terlihat sangat menjiwai perannya kali ini
"Pak—ayah,aku serahkan para penjaga di luar kepadamu"
Masih belum terbiasa tapi Viktor berusaha memanggil Roy dengan sebutan ayah karena Roy memanglah ayah angkatnya secara resmi. Roy yang dipanggil ayah oleh Viktor menjadi gemas sendiri dan tentu saja sangat senang dengan itu
"Serahkan saja kepada ayah,tidak akan ada yang mengganggu kalian saat di dalam nanti"
"Emm. Semuanya..tunggu aba-aba dariku"
Para rekan Viktor dan beberap seniornya yang ikut mengangguk secara bersamaan, penyerangan malam ini akan menjadi penentuan apakah mereka akan berhasil atau akan meninggalkan nama saja hari ini. Ini semua..bergantung dengan rencana dan kekompakan mereka yang akan terjadi sebentar lagi
Sementara itu di tempat lain,agak jauh dari tempat rombongan Viktor bersembunyi,Doni menghampiri Lin yang kini sedang menghisap rokoknya sambil memandangi bulan purnama malam ini
"Kenapa kau kesini Doni?kau seharusnya di dalam"
"Aku hanya ingin memastikan kalau semua persiapan kalian sudah siap,sekaligus memeriksa keadaan Viktor"
"Kau masih saja perhatian kepadanya ya. Kapan kau akan memberitahunya kalau kau adalah teman masa kecilnya?" Tanya Lin sambil membuang puntung rokoknya kemudian menginjaknya sampai padam supaya tidak ada api yang menyebar
"Setelah ini berakhir aku akan mengatakannya. Baiklah,karena aku sudah mengetahui situasinya jadi aku akan kembali dulu. Aku akan membantu kalian sebisa ku"
"Baiklah,kami serahkan kepadamu Doni"
Doni pun pergi dari sana dan kembali menjalankan tugasnya. Lin pun melihat kearah di mana Viktor sedang menjelaskan rencananya sekali lagi dan itu membuatnya menjadi murung secara tiba-tiba 'yah..aku juga harus mempersiapkan diriku setelah ini dan kali ini Viktor pasti akan mengetahui kebenarannya. Aku akan menyerahkan nyawaku padanya setelah ini'
.....
Rapat para tetua di markas kelompok Darah Naga pun di mulai. Semuanya berjumlah 7 orang dan di pimpin langsung oleh Lim dengan Ezil dan Doni yang berjaga di sampingnya
"Tuan Lim, bagaimana dengan anak-anak yang sedang kau kembangkan itu?apa mereka sudah bisa digunakan?" Tanya seorang pria gendut dan memiliki banyak sekali cincin di tangannya
"Masih belum tuan Mu,mereka harus melewati beberapa tahap lagi sebelum mereka menjadi senjata yang berguna untuk kita semua. Saya sangat berterimakasih karena kalian sudah mau menjadi donatur untuk proyek ini"
"Bukan masalah tuan Lim,kami juga tidak sabar melihat hasil dari eksperimen mu ini mengingat dulu kalian pernah berhasil menciptakan senjata pembunuh yang namanya dikenal dengan The Nightmare sekarang ini"
Mendengar julukan untuk ketua mereka,Dokter langsung menoleh kearah Laura takutnya gadis itu kehilangan kendali mengingat orang yang sudah menyelamatkan nyawanya kini sedang dibicarakan. Tapi untunglah Laura masih bisa tetap tenang
"Yah dia subjek percobaan yang luar biasa dan kami juga sedang berusaha untuk mendapatkannya kembali. Jika dia berhasil ditangkap,kami bisa menghapus semua ingatannya dan menjadikannya sebagai senjata pembunuh lagi"
Semua di ruangan itu berdecak kagum dengan rencana Lim,tapi tidak dengan Laura dan Doni yang hampir saja hilang kendali. Tapi untunglah Viktor di seberang sana langsung menenangkan Laura sehingga dia tidak jadi mengeluarkan pistol dari balik jas nya itu
Rapat berjalan lancar selama 1 jam lebih, kebanyakan membahas tentang rencana dan hasil dari ekperimen yang Lim lakukan. Laura sudah benar-benar panas mendengar perkataan dari orang-orang yang ada disana yang sama sekali tidak memiliki rasa kasihan terhadap anak-anak yang menjadi subjek ekperimen
Brak!!
Pintu ruangan itu dibuka dengan sangat kencang dan membuat semua perhatian orang di dalam tertuju kearah pintu. Terlihat seorang penjaga berlari kearah sang ketua dengan tubuh yang penuh darah. Beberapa orang langsung panik melihat penampilan pria itu
Dorr!!
Satu peluru membuat pria tadi jatuh dan meninggal di tempat. Wanita paruh baya yang ada di ruangan itu langsung berteriak histeris dan membuat semua orang panik. Sedangkan Lim langsung di lindungi oleh Ezil dan juga Doni
Sang pelaku penembakan langsung memasuki ruangan dan diikuti oleh rekan-rekannya yang lain. Tentu saja,itu adalah Viktor dengan rekan-rekannya
__ADS_1
"Woii apa yang kalian lakukan sampai-sampai mereka bisa masuk?!woii!!" Ezil terus berusaha untuk terhubung dengan dengan anggotanya yang berjaga di luar,tapi sama sekali tidak ada jawaban sehingga dia langsung menoleh kearah Viktor yang kini sedang menatap kearahnya
"Rekan-rekan mu sedang sibuk di luar Ezil,semoga kau tidak keberatan" ucap Viktor datar. Ono yang berada paling belakang langsung menutup pintu supaya tidak ada yang bisa keluar dari sana
"Oii tuan Lim,kenapa bisa begini?!kau bilang tidak akan ada yang bisa masuk sembarangan ke markas mu?!" Marah salah satu rekan bisnisnya Lim dan membuat yang lainnya juga ikut-ikutan menyalahkan Lim yang kini masih duduk anteng di kursinya
"Viktor,apa yang akan kau lakukan dengan Ezil?papa tau kalau kau tidak mau membunuhnya" bisik Lin saat melihat tatapan ragu-ragu Viktor
"Aku memang tidak ingin membunuhnya, bagaimanapun ini salahku karena sudah meninggalkannya waktu itu. Tapi,aku juga tidak boleh membuat keraguanku menjadi penyebab teman-teman ku terbunuh. Jangan khawatir papa,aku akan mengatasinya"
Lin tersenyum, sepertinya dia tidak perlu lagi khawatir dengan Viktor kedepannya,Viktor sudah besar dan dia tau apa yang harus dia lakukan. Kini beralih menatap kearah Lim,di mana saudara kembarnya itu sedang menatap kearah dirinya,tidak disangka kalau hari ini akan tiba,hari di mana Lin melawan kakaknya sendiri
"Jadi ini keputusan mu Lin?"
"Kali ini kami pasti bisa mengakhirinya dan kau akan berakhir disini,kakak!" Ucap Lin sambil memanggil Lim kakak,untuk yang terakhir kalinya
Penyerangan pun di mulai,para petinggi disana langsung menyuruh bawahan mereka untuk melindungi mereka,namun itu tidak bertahan lama,para anggota Viktor terlalu kuat untuk mereka hadapi. Sang Dokter dan Laura yang tadinya menyamar kini ikut dalam penyerangan. Laura langsung menyeringai mengingat dia bisa membunuh orang-orang yang sudah membuatnya kesal sedari tadi,Kimmy pun dibuat ketakutan dengan seringaian yang dibuat oleh Laura 'dia sedang PMS ya?seram sekali..aku jadi tidak berani lagi bertengkar dengannya'
Teriakan terdengar dimana-mana,lantai sudah dihiasi dengan warna merah darah dan banyak mayat yang tergeletak di mana-mana. Beberapa senior Viktor tewas akibat perlawanan dari pihak musuh
"Viktor bagaimana keadaan disana?kami sedang unggul disini" ucap Roy melalui intercom dan masih bertarung di luar sana
"Hanya tinggal mengalahkan bos utama,ayah"
"Berhati-hatilah Viktor,ayah tidak akan memaafkan mu jika kau terluka lagi seperti yang terakhir kali"
"Ok"
Panggilan diputus,Viktor pun melihat kearah Lim yang sedari awal tidak bergerak dari kursinya. Kimmy dibuat kesal karena bos mafia itu terlihat sangat meremehkan mereka
Doni masih menjalankan perannya,dia berdiri di depan Lim dan melindunginya bersamaan dengan Ezil. Dia sedang menunggu momen yang tepat untuk berbalik menyerang orang yang ada di belakangnya itu
"Doni..menyingkir dari sana,kau menghalangi pandanganku" ucap Viktor sambil mengarahkan pistolnya kearah Doni meskipun dia tau kalau Doni itu berada di pihaknya "tidak perlu menunggu momennya,kau..boleh pergi"
Dorr!!
Viktor menembak kearah kaki Doni dan membuatnya langsung melompat ke tempat yang aman. Doni pun langsung melihat kearah Lim,tidak disangka kalau Lim ternyata sudah bersiap untuk menyerang dirinya sedari tadi. Dia tidak menyadarinya dan untunglah Viktor menyelamatkannya
"Ketahuan ya?!" Doni menyeringai lalu berdiri di samping Lin,dia tidak perlu lagi berpura-pura sekarang ini
Kini tinggal Lim dan Ezil di depan mereka,Viktor dan Lin langsung maju dan mengeluarkan senjata mereka "mari kita akhiri semua ini,kali ini kau pasti akan mati di tanganku. Aku akan membalaskan dendam orangtua ku dan juga Alan yang sudah mati karena ulahmu!"
Lim berdiri dari kursinya,menyingkirkan jas yang menempel di pundaknya lalu menyeringai kearah Lin dan juga Viktor. Viktor langsung menyuruh semuanya untuk mundur,tidak ada yang boleh mengganggu pertarungan mereka. Viktor akan melawan lim langsung sedangkan Ezil dia serahkan kepada Lin
Pertarungan pun terjadi,tembakan secara cepat dan beruntun langsung terjadi di antara kedua belah pihak. Bisa dilihat kalau mereka imbang di awal-awal. Meski kesal Viktor tetap tenang saat bertarung,dia menerapkan semua yang sudah dia pelajari dari kakeknya, dia tidak lagi gegabah seperti waktu itu
'cepat sekali!!'
Lim kewalahan menghadapi Viktor yang kini lebih cepat dari sebelumnya,dia bahkan tidak bisa menghindari beberapa serangan yang Viktor berikan
.....
Sudah 20 menit lebih tapi belum ada yang mengalah sama sekali,keduanya imbang dan kini sedang kehabisan tenaga
'tuam Lin sungguh hebat,aku bahkan perlu menghabiskan tenagaku untuk dapat mengimbanginya'
Perbedaan kekuatan terlihat sangat mencolok di antara Ezil dan Lin,mereka masih bertarung sampai sekarang karena Lin menahan diri dan berusaha untuk membujuk Ezil supaya berpindah ke kelompok mereka
"Berhenti membujuk ku tuan Lin,aku tidak akan pindah ke kelompok di mana ada orang yang sudah membuatku seperti ini!!"
"Itu hanya anggapan mu saja Ezil,Viktor tidak pernah berniat untuk meninggalkan mu. Dia hanya terlalu sedih dengan kematian Alan waktu itu"
"Berisik!!"
"Baiklah sepertinya ini tidak akan berhasil. Aku akan membuatmu mendengar penjelasan Viktor secara paksa kalau begitu"
Lin mulai serius,dia memasang kuda-kuda yang belum pernah Ezil lihat dan itu membuatnya sedikit gugup lalu menyiagakan diri. Sedetik kemudian Lin langsung maju menyerang dengan sekuat tenaganya,tidak memberi celah bagi Ezil untuk membalas ataupun menghindar
Bughh!!
__ADS_1
"Uhuk!!" Ezil memuntahkan darah dari mulutnya dan dia terjatuh ke lantai sambil memegangi perutnya yang sakit karena pukulan keras yang diberikan Lin
Lim yang melihat Ezil terkapar lalu menatap remeh kearah Ezil "dasar tidak berguna"
Mendengar ucapan Lim barusan,Viktor menjadi naik darah dan menyerang Lim dengan lebih cepat lagi dari sebelumnya "beraninya kau menghina temanku!!"
"Kau masih menganggapnya teman?bahkan setelah dia hampir membunuhmu waktu itu?"
"Aku pantas mendapatkannya dan dia juga tidak akan seperti sekarang ini jika saja waktu itu aku mengajaknya pergi dari markas sialan ini!aku akan membunuhmu dan membawanya pergi dari sini!!"
Ezil mendengar setiap perkataan yang diucapkan Viktor,wajahnya menjadi murung seketika. Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis,dia sudah berhasil mengalahkan Ezil kini giliran Viktor yang menyelesaikan pekerjaannya
Bugh!!
Viktor menendang perut Lim dan membuatnya terpental cukup jauh,tidak membuang waktu sedikitpun,Viktor langsung menembak tangan serta kaki Lim supaya dia tidak bisa bergerak lagi. Viktor tidak langsung membunuhnya karena ada yang harus dia katakan terlebih dahulu
"Selamat tinggal tuan Lim,ku harap kau mau meminta maaf kepada kedua orangtuaku di alam sana" sinis Viktor sambil mengarahkan pistolnya kearah kepala Lim. Lim yang mendengar itupun mengangkat kepalanya lalu menyeringai,membuat Viktor semakin marah dengan wajah menyebalkannya itu
"Apa kau pikir akulah yang sudah membunuh kedua orangtuamu?" Lim menjeda kalimatnya untuk mendengar jawaban Viktor tapi lawan bicaranya itu hanya diam dan menunggunya melanjutkan perkataannya "bagaimana kalau ku bilang bukan aku pembunuhnya?"
"Kalau bukan kau lalu siapa?!aku sudah menyelidiki semuanya tentang kasus kematian kedua orangtuaku dan namamu terlibat!"
"Kau melupakan satu orang...orang disana juga terlibat" tunjuk Lim kepada Lin yang kini sedang menundukkan kepalanya
"Berhenti omong kosong,aku tidak akan tertipu olehmu!!"
"Kau bisa membedakan orang jujur dan bohong kan?apa aku terlihat sedang berbohong sekarang ini?" Lim menyeringai,Viktor semakin marah dan hendak menarik pelatuk pistolnya jika saja Ono tidak menghentikannya
"Kau belum mendapat jawaban yang paling kau cari Viktor. Jangan sampai kau dihantui rasa penasaran setelah ini"
Lim semakin menyeringai meski wajahnya kini perlahan memucat karena kehilangan terlalu banyak darah. Viktor menurunkan senjatanya lalu berbalik kearah Lin untuk memastikan apa yang dikatakan Lim barusan
Viktor hanya berbalik tanpa mengatakan apapun,dia menunggu Lin untuk menjelaskan. Karena Lin tidak menjawab,Kimmy,Laura,dan yang ada di ruangan itu terkejut tidak percaya
"Papa.."
"Maaf Viktor..akulah pembunuh kedua orangtuamu"
"Su—"
Dorr!!
Sebelum sempat Lim mengatakan apa-apa lagi,Viktor langsung menembak kepalanya. Viktor diam seribu bahasa,dia menundukkan kepalanya sambil memegangi kuat pistolnya. Lin hanya pasrah dan ikhlas jika Viktor ingin mengambil nyawanya
"Ketua.."~Kimmy
Brakk!!
Tanpa aba-aba Viktor langsung menendang Lin dengan sekuat tenaga sampai membentur dinding. Tidak sampai disitu saja,dia menarik kerah baju Lin lalu memukulinya berulang-ulang,tatapannya sungguh kosong saat ini,sungguh sosok yang tidak pernah dilihat oleh siapapun
Bugh!!bugh!bughh!!
Pukulan demi pukulan Viktor berikan dan Lin sama sekali tidak memberikan perlawanan. Kimmy yang berusaha untuk menenangkan Viktor langsung ciut setelah mendapatkan tatapan membunuh dari ketuanya itu
"Kenapa?!kenapa kau melakukan ini?!kau yang membunuh orangtuaku dan kau malah berbuat baik seperti aku adalah anakmu. Kenapa?!apa menurutmu ini lucu?kau menyembunyikan kebenarannya selama ini dan orang yang paling ku cari ternyata adalah orang yang paling ku percayai!!—" ucapan Viktor terhenti sejenak,air mata mengalir deras dan membasahi wajahnya,Lin terdiam tidak bisa mengatakan apapun melihat wajah Viktor yang seperti itu "—kau seharusnya membunuhku saja setelah kita bertemu di markas waktu itu,dengan begitu aku tidak perlu mengalami hal seperti ini..kenapa?..jawab aku..papa!!"
"Egh?!!"
Brukk!!
Semuanya terkejut,Viktor tiba-tiba saja pingsan dan pelakunya adalah Hyuga. Hyuga menembakkan obat bius kepada Viktor untuk menenangkannya "maaf Viktor,kau akan melukai dirimu sendiri jika kau terus melanjutkannya"
Hyuga pun mengangkat tubuh Viktor, menjauhkannya dari Lin yang kini hanya terduduk dengan banyak luka di tubuhnya "tidak ku sangka kalau kaulah pelakunya tuan Lin, padahal Viktor sangat mempercayaimu"
Hyuga berjalan kearah Roy yang ada di samping Ono,dia sudah datang kesana saat pertarungan Viktor dengan Lim tadi jadi dia sudah tau apa yang sedang terjadi. Hyuga menyerahkan Viktor kepada ayah angkatnya itu lalu menenangkannya "tenanglah ketua,dia sudah dihajar habis-habisan oleh Viktor. Aku tau kalau kau ingin membunuhnya,tapi Viktor lah yang berhak memutuskan itu"
Doni berjalan mendekat kearah Lin lalu berdiri di depannya. Lin pun mengangkat wajahnya untuk melihat bagaimana ekspresi orang itu "kau membuatku kecewa pa- tuan Lin,aku pikir kau benar-benar tulus untuk membantu Viktor membalaskan dendamnya,tapi ternyata aku salah. Maaf,dan...terimakasih untuk semuanya,tapi aku tidak akan memaafkan orang yang sudah membunuh paman dan Tante ku"
"Ikat dan bawa dia..aku yang akan mengawasinya langsung dan memutuskan bagaimana nasibnya untuk ke depannya" perintah Roy kepada bawahannya lalu langsung keluar dari sana sambil membawa Viktor. Semua orang dibuat terkejut malam ini,tidak mereka sangka ternyata musuh mereka ada di depan mata mereka sendiri selama ini
__ADS_1
Semuanya pun meninggalkan markas itu lalu membakarnya tanpa sisa setelah selesai menyelamatkan anak-anak yang terjebak di sana. Sekarang saatnya mereka untuk pergi ke tempat aman dan menenangkan diri,kejadian malam ini terlalu menguras tenaga mereka semua..mereka harus beristirahat untuk kejadian besok hari