Who Am I

Who Am I
Kembalinya Ingatan Viktor


__ADS_3

Tok!Tok!suara pintu depan diketuk terdengar,sang pemilik rumah langsung saja membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang "Viktor?!" Pria itu terkejut saat melihat Viktor yang datang ke rumahnya dengan baju yang kotor dan seseorang yang dia gendong. Wajah Viktor terlihat sangat murung dan pria itupun mengizinkan Viktor masuk tanpa bertanya apapun. Viktor tidak melangkah masuk ke dalam rumah,dia hanya berdiri saja kemudian melihat wajah Alan yang sudah tertidur sangat lelap itu


"Paman,aku kehilangan orang yang berharga bagiku lagi. Aku...tidak bisa melindunginya,aku gagal lagi" suara Viktor terdengar sangat datar namun pria itu tau kalau Viktor sangat sedih sekarang ini "tolong buatkan pemakaman untuknya,buatkan tempat istirahat terakhir untuknya"


"Tentu Viktor"


Alan pun dimakamkan dengan layak di pemakaman umum negara K. Semenjak dari pemakaman,Viktor terus saja diam dan menolak untuk makan ataupun melakukan hal lainnya. Viktor sangat terpukul dengan kematian sahabatnya itu. Keinginannya untuk hidup seakan sudah sirna,karena lagi-lagi dia tidak bisa melindungi siapapun 'aku benar-benar tidak berguna'


"Aku akan kembali ke Negera D,kau sebaiknya ikut denganku Viktor. Tidak ada lagi tempat untukmu kembali disini" ucap pria tadi kepada Viktor yang sepertinya tidak mendengarkan ucapannya sama sekali


'selamat tinggal mama, papa,dan juga.. Alan, terimakasih untuk semuanya'


.....


Viktor ikut dengan Pria bernama Alex yang merupakan rekan kerja orangtuanya dulu,dia ikut ke negara D dan bergabung kedalam organisasi yang pria itu pimpin. Organisasi itu tidak jauh berbeda dengan organisasinya yang sebelumnya,dia masih berhubungan dengan kegiatan membunuh. Tapi disini dia hanya membunuh orang-orang yang sudah melakukan kejahatan saja


"Bagaimana menurutmu kelompok ini?" Tanya Alex kepada Viktor yang sedang melihat anggota-anggota lain yang sedang berlatih


"Mereka semua baik,mereka terus berusaha menghiburku. Paman,tolong jangan membahas tentang organisasi ku yang dulu,itu bukanlah sesuatu yang ingin aku dengar dari orang lain"


"Baiklah kalau begitu"


Saat sedang melihat orang berlatih,perhatian Viktor tiba-tiba saja teralih keujung lorong dimana ada seseorang yang sedang lewat disana. Mata Viktor tiba-tiba saja membola dan langsung segera berlari menghampiri orang tadi,Alex yang melihatnya hanya menoleh kepada orang yang dilihat Viktor tadi "hehehe,dia sangat mirip kan,Viktor?"


....


10 Tahun Kemudian


'ah aku mengingat semuanya,tidak akan ku maafkan siapapun yang membuatku teringat kejadian suram ini!'


Dagu Viktor tiba-tiba dicengkram kuat membuatnya meringis kesakitan. Tidak lama kemudian diapun tidak sadarkan diri


.....


Viktor membuka matanya perlahan dan merasakan kepalanya yang sangat pusing karena benturan barusan. Dia menyadari kalau pakaiannya sudah diganti dan dia sedang tidur di atas kasur sekarang. Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka dan memperlihatkan sesosok gadis yang sudah lama tidak Viktor lihat. Gadis itu tersenyum manis kemudian berjalan kearah Viktor sambil membawa semangkuk makanan. Gadis itupun duduk di samping Viktor dan bersiap-siap untuk menyuapinya


"Buka mulutmu" ucap gadis itu sambil mengacungkan sesendok makanan kearah Viktor


"Kenapa kau bisa ada disini, Reni?" Tanya Viktor dengan sangat datar kepada gadis yang sudah lama tidak dia temui sejak dia menolak perasaan gadis itu. Reni hanya tersenyum kemudian meletakkan makanan tadi ke pinggir tempat tidur

__ADS_1


"Karena ini adalah rumahku,aku mengatakan soal aku yang mencintaimu dan kau menolakku. Ayahku sangat baik sampai-sampai dia membawamu kesini untukku" Reni kemudian memegang pipi Viktor dan memperhatikan wajah Viktor dengan seksama,Viktor hanya diam tanpa ekspresi apapun "kau sekarang sudah menjadi milikku Viktor,kita akan selalu bersama selamanya"


Tsekk!!sebuah pisau menancap tepat diperut Reni dan dia langsung meninggal saat itu juga. Viktor memperhatikan wajah Reni itu sekilas kemudian turun dari tempat tidur "maaf,aku sama sekali tidak berniat untuk terus terkurung disini bersamamu"


Viktor membuka pintu kamar dan keluar darisana. Dia menuruni tangga rumah satu persatu dan mencari jalan keluar karena disana banyak sekali pintu. Viktor mencoba masuk kesebuah ruangan,mungkin saja itu pintu keluar. Saat masuk Viktor melihat banyak sekali mayat yang diawetkan, benar-benar seperti sebuah patung,semuanya adalah laki-laki yang dikabarkan menghilang secara tiba-tiba "jadi disini ya mereka semua berada?" Karena tidak penting Viktor langsung menutup pintu itu lagi dan lanjut mencari jalan keluar


Di sebuah ruangan terdengar suara TV sehingga Viktor langsung saja memeriksanya. Saat dibuka terlihat sesosok pria paruh baya yang sedang asyik menonton dan memakan berondong jagung. Viktor simpulkan kalau pria itu adalah pemilik rumah sekaligus orang yang sudah menyiksanya. Viktor berjalan mendekat tanpa menimbulkan suara sedikitpun,pria paruh baya itu sama sekali tidak menyadari kedatangan Viktor dibelakangnya


Tsekk!!sebuah pisau langsung mengiris urat nadi yang ada di leher pria itu,diapun langsung mati seketika. Viktor sungguh tidak mau membuang-buang waktu. Di atas meja terlihat sebuah hp,Viktor langsung saja mengambilnya untuk menghubungi Hyuga,untung saja HP itu tidak memakai sandi


"Halo" ucap Hyuga dari seberang telepon


"Hyuga cepat jemput aku,kenapa kau lama sekali datangnya" Viktor meletakkan HP di antara pipi dan bahunya sedangkan kedua tangannya sibuk mengutak-atik sesuatu,itu adalah tabung gas yang ada di dapur


"Kami sedang dalam perjalanan,sebentar lagi sampai"


"Ok" telepon pun dimatikan dan Viktor juga sudah selesai dengan kegiatannya. Viktor membuang HP tadi dan berjalan menuju pintu keluar,aroma gas mulai tersebar ke seluruh rumah


"Reni!!" Pria yang menyukai Reni sekaligus yang sudah menyiksa Viktor menerobos masuk ke dalam rumah dan mencari-cari sosok yang dia cintai itu. Dia tidak mempedulikan aroma gas yang bisa membuat pusing,dia terus berlari menuju kamar Reni berada


Bomm!!rumah itu meledak dan puing-puing langsung berterbangan kemana-mana. Si jago merah langsung memperlihatkan kekuatannya dan Viktor yang menjadi pelaku hanya berjalan santai sambil meninggalkan lokasi kejadian


"Kami sudah sangat buru-buru Viktor. Tapi syukurlah kau selamat"


"Kenapa dengan kepalamu Viktor?" Tanya pria yang duduk di samping Viktor. Viktor tidak menoleh kearah pria itu,dia tetap menyenderkan kepalanya karena masih lumayan pusing "kepalaku terbentur dan aku mendapatkan kembali semua ingatanku,aku pulang...papa"


Hyuga dan Lin terkejut secara bersamaan,tapi tidak lama kemudian Lin pun tersenyum dan menarik Viktor kedalam pelukannya "selamat datang kembali Viktor"


.....


Keesokan harinya,Viktor sudah berpakaian sangat rapi dengan sebuah koper di sampingnya sedangkan Hyuga terus saja berusaha untuk menghentikan Viktor "Viktor kenapa kau kembali lagi ke negara K?kau hampir saja mati disana!"


"Ada seseorang yang harus aku temui,kau bisa ikut kalau kau mau Hyuga" tawar Viktor sambil menenteng tas nya. Hyuga pun menghela napas pasrah karena dia tidak bisa menghentikan keinginan Viktor kali ini "baiklah aku akan ikut dan mengawasimu,boleh kan tuan Lin?" Tanya Hyuga kepada Lin yang sedang menelepon seseorang "tentu"


Setelah mendapat jawaban dari Lin,Hyuga langsung saja pergi ke kamarnya dan bersiap-siap


"Mirip" ucap Lin sambil sedikit tertawa dan hanya mendapat anggukan singkat dari Viktor. Tidak lama kemudian Hyuga pun sudah siap dan mereka pun langsung menaiki mobil untuk pergi ke bandara


.....

__ADS_1


"Rasanya sudah lama sekali aku tidak kesini"


Saat ini Viktor,Hyuga,dan juga Lin tengah berada di depan markas mafia kelompok darah naga, kelompok mafia Viktor yang dulu


"Apa kau yakin ingin masuk Viktor?" Tanya Lin kemudian


"Ya,aku harus menyelesaikan ini atau tidak akan pernah selesai. Hyuga,tolong berhati-hatilah,aku tidak ingin kehilangan lagi" setelah mengatakan itu Viktor pun langsung masuk ke dalam markas. Hyuga yang tidak mengerti dengan perkataan Viktor barusan hanya menolehkan kepalanya kearah Lin "apa maksudnya?"


"Entahlah"


Lin Dan Hyuga pun menyusul masuk ke dalam markas. Saat sampai di dalam beberapa anggota berusaha untuk menghalangi Viktor,tapi Lin mengatasi semuanya sehingga mereka bisa masuk dengan mudah


"Lama tidak bertemu papa" sapa Viktor kepada Lim yang sedang duduk santai di kursinya. Lim yang di sapa pun tersenyum kearah para tamunya itu "apa kau merindukanku Viktor?"


"Tidak" ucap Viktor seraya berjalan mendekati seseorang "lama tidak bertemu Ezil,dan.." Bugh!!Viktor seketika menendang perut Ezil dengan sangat kuat. Ezil langsung tumbang dan memegangi perutnya yang sakit


"Itu balasan karena hampir membuatku terbunuh waktu itu. Jadi,apa kabarmu?"


Ezil pun berdiri dan menatap kesal kearah Viktor "apa yang kau inginkan Viktor?!"


"Tidak ada,aku hanya ingin menyapa teman lama"


Mendengar hal itu Ezil langsung tersenyum miring kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan dada "teman?aku sudah tidak menganggap mu teman lagi setelah kejadian hari itu. Apa karena Alan sudah meninggal makanya kau mau berteman dengan ku lagi?hahaha"


Plakk!sebuah tamparan diberikan Viktor kepada Ezil dan orang yang ditamparpun berusaha untuk menyerang Viktor namun tidak kena sama sekali "Ezil yang aku kenal dulu tidak akan berkata seperti itu,apa yang sudah terjadi Ezil?"


"Diam,itu bukan urusanmu!!"


Perkelahian kecil di antara keduanya pun terjadi,Hyuga yang tidak mengerti hanya melihat saja dari jauh dan memperhatikan ketua dari kelompok itu


"Viktor,sekilas dia mirip dengannya" ucap Lim kemudian yang membuat Ezil dan Viktor berhenti berkelahi sejenak. Hyuga yang merasa dirinya lah yang dimaksud hanya bisa mengernyitkan keningnya dan menoleh kearah Lin yang ada di sampingnya


"Apa kau mau kehilangannya lagi?" Lim kini tersenyum miring seraya memangku dagunya dan bersender di kursi. Viktor yang mendengarnya langsung saja kesal dan menembak kearah Lim yang sedang santai menatap kearah Hyuga


Dor!Dor!! tembakan beruntun Viktor berikan,tapi tidak ada yang kena,tentu saja karena Ezil dengan sigap membelokkan laju peluru Viktor


"Jangan menggangguku Ezil!"


"Tidak akan ku biarkan kau menyakiti papa!"

__ADS_1


__ADS_2