Who Am I

Who Am I
Teman


__ADS_3

"Hyuga,berapa lama efek obat bius yang kau berikan?"


"Dua jam,dia akan sadar sebentar lagi"


Mereka semua saat ini sedang ada di kediaman Roy yang ada di negara K,banyak yang berjaga di luar jadi mereka bisa beristirahat dengan tenang. Viktor sudah di letakkan di kamarnya sedangkan yang lain beristirahat di kamar mereka masing-masing,mereka terlalu lelah setelah pertarungan tadi


Sementara itu Lin Dan Ezil di kurung di ruangan bawah tanah dan di awasi dengan ketat supaya mereka tidak bisa melarikan diri


"Kau tadi menelpon kakeknya Viktor bukan?apa yang dia katakan?" Tanya Roy sambil menghisap rokoknya


"Dia bilang akan sampai ke Negera K besok,dia sangat mengkhawatirkan cucunya itu"


"Oh begitu ya. Kau harus beristirahat juga Hyuga"


"Emm,aku akan memeriksa Viktor dulu"


Hyuga pun berdiri dan pergi ke kamar Viktor,mungkin saja Viktor sudah bangun. Saat sampai Hyuga langsung saja masuk dan Viktor ternyata juga sudah bangun


"Bagaimana keadaan mu Viktor?" Tanya nya sambil mendekat kearah Viktor yang kini sedang duduk di ujung tempat tidur. Viktor tidak menjawab dan hanya diam, tatapannya juga sangat kosong membuat Hyuga kebingungan harus mengatakan apa


"Terimakasih Hyuga,tapi tolong tinggalkan aku sendiri,aku masih harus menenangkan diri dulu"


"Emm baiklah,panggil saja jika kau perlu sesuatu"


Hyuga pun pergi dari sana,Viktor tetap dalam posisinya dan tidak lama kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan diri. Dia tidak langsung mandi,dia hanya berendam dan mencelupkan kepalanya hanya sekedar untuk menghentikan air matanya yang hampir saja keluar 'aku ingin mati..'


.....


"Laura apa itu makanan untuk Viktor?"


Laura dengan nampan makanan di tangannya terhenti sejenak karena Hyuga memanggilnya "iya,ketua tidak keluar dari kamarnya sedari tadi jadi aku ingin membawakannya makanan. Aku tau dia perlu menenangkan diri tapi dia bisa sakit jika tidak makan"


"Ouh,ini.. berikan padanya,mungkin saja dia mau memakannya nanti" ucap Hyuga seraya memberikan kue cokelat yang baru saja dia buat


"Aku menghargai perhatian mu Hyuga,tapi kau juga perlu beristirahat"


"Tidak apa-apa,aku sudah cukup beristirahat"


"Baiklah, sebaiknya aku cepat memberikan ini sebelum keburu dingin"


Hyuga mengangguk dan Laura pun naik ke lantai atas untuk memberikan makanan yang dia bawa itu. Sesampainya di kamar Viktor, ternyata sang empu tidak ada di tempat tidur dan terdengar suara keran dari kamar mandi jadi Laura memeriksanya setelah mengetuk pintu terlebih dahulu


"Ketua kau di dalam" ucap Laura sambil membuka pintu karena Viktor tidak menjawab panggilannya tadi. Setelah masuk Laura di buat panik dengan Viktor yang pingsan di dalam bak mandi,jadi dia langsung saja turun ke bawah dan memanggil Hyuga


.....


"Astaga anak ini.. bagaimana keadaannya dokter?"

__ADS_1


"Dia hanya terlalu lama berendam dan membuatnya demam,aku sudah memberikan obat jadi dia akan baikan sebentar lagi" jelas sang dokter kepada semua orang yang ada di ruangan itu


"Tidak ku sangka kalau aku akan melihat ketua dalam keadaan seperti ini" ucap Kimmy sedih karena ini pertama kalinya dia melihat Viktor yang sangat menyedihkan seperti ini


"Ya wajar saja,dia baru saja mengalami hal yang sangat menyakitkan baginya"


Disaat mereka sedang sibuk dengan urusan mereka,Viktor perlahan-lahan membuka matanya dan membuat semua perhatian tertuju kepada "Viktor apa kau baik-baik saja?"


"Maaf,tapi tolong tinggalkan aku sendiri" ucap Viktor dengan lemas kemudian memiringkan tubuhnya kearah samping. Hal itu membuat Hyuga kesal dan langsung menarik kerah baju Viktor "berhenti bersikap seperti ini Viktor!kami semua mencemaskan mu,kau jangan membuat kami khawatir terus-terusan!!"


Viktor diam dan menolehkan kepalanya kearah lain,tidak mau menatap wajah Hyuga. Hyuga pasrah,dia langsung melepaskan cengkramannya lalu keluar dari sana untuk menenangkan diri. Roy pun langsung meminta semuanya untuk keluar supaya Viktor bisa beristirahat


"Ayah.."


Roy yang dipanggil pun berhenti dan menoleh kearah Viktor, mungkin saja anak angkatnya itu memerlukan sesuatu "ada apa Viktor?"


"Bisakah kau menyuruh Ezil kesini?ada yang harus aku bicarakan padanya"


"Apa kau yakin?dia bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuhmu"


"Ezil..bukanlah orang yang seperti itu"


"Baiklah,aku akan memanggilnya"


Roy pun keluar dari kamar Viktor dan pergi menuju ruang bawah tanah untuk menemui Ezil. Sesampainya di sana ternyata Ezil sedang menghajar Lin dan Roy tidak berniat untuk menghentikannya sampai Ezil sendiri yang memilih untuk berhenti


"Maaf jika aku mengganggu kalian,tapi..Ezil,Viktor ingin bicara denganmu"


Ezil terkejut,tidak dia sangka kalau Viktor masih saja mempercayainya setelah apa yang sudah terjadi "dia masih saja naif"


Setelah pintu terbuka,Ezil langsung saja berjalan keluar dan pergi keruangan Viktor,Roy bilang dia bisa meminta Hyuga menunjukkan dimana kamar Viktor nantinya. Roy hendak naik lagi ke lantai atas,tapi Lin tiba-tiba saja memanggilnya


"Tuan Roy.. bagaimana keadaan Viktor?"


"Mentalnya tidak baik-baik saja,dia tidak mau makan dan menyakiti dirinya sendiri,itu semua karena kau tuan Lin. Jujur aku iri kepadamu,karena sebagai ayah angkatnya seharusnya dia lebih menyayangiku daripada kau tapi itu tidak terjadi,dia lebih senang saat bersamamu daripada aku. Melihat orang yang dia percayai ternyata adalah pembunuh orangtuanya, tentu saja dia akan seperti itu. Semoga saja Viktor segera membaik"


Setelah mengatakan itu Roy pun segera naik ke atas dan meninggalkan Lin. Lin pun hanya diam dan meratapi apa yang sudah terjadi,semua kenangannya bersama Viktor muncul dalam ingatannya


'Maaf..Viktor,aku seharusnya jujur padamu sedari awal. Aku awalnya hanya iseng dan menganggap kalau aku bisa mengendalikan mu maka itu akan menarik, tapi setelah melihat sikapmu yang sangat perduli dengan teman-teman mu itu mengingatkanku pada diriku dulu sehingga aku perlahan-lahan mulai menganggap mu sebagai adik. Kau selalu berdebat denganku padahal yang lainnya takut kepadaku,itu membuatku serasa seperti memiliki seorang teman. Kau bisa kejam,jahil,dan juga manja disaat bersamaan. Kau juga ceroboh jadi itu membuatku seperti sedang mengurus seorang anak dan saat kakakku memimpin kau memanggilku papa,itu benar-benar seperti aku adalah papa mu. Aku senang saat kau bergantung kepadaku dan memanggilku papa,tapi di satu sisi aku juga takut untuk semakin dekat denganmu mengingat kalau akulah yang menghabisi orangtua mu. Aku menutupinya,tidak mau kau sampai tau dan membenciku,tapi ternyata itu adalah ide yang sangat buruk. Maaf Viktor,aku rela memberikan nyawaku asal kau mau memaafkan ku,maaf..'


.....


Tok!!Tok!!


Ezil mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk,tapi karena tidak ada jawaban jadi dia langsung saja masuk ke dalam dan mendapati Viktor yang sedang duduk di tempat tidurnya


"Kalau kau bangun jawab bodoh!!" Ucap Ezil ngegas sesaat setelah memasuki kamar. Dia berniat mengomeli Viktor tapi dia mengurungkan niatnya setelah melihat tatapan mata Viktor yang kosong itu

__ADS_1


"Ezil,maaf karena sudah meninggalkanmu hari itu,kau berhak marah kepadaku. Aku sudah memikirkannya,kau boleh pergi dari sini dan tidak perlu lagi terkurung di sel bawah tanah itu,kau bebas"


Viktor mengatakannya tanpa ekpresi dan tanpa melihat kearah Ezil sedikitpun,hal itu membuatnya kesal jadi dia langsung saja menarik kerah baju Viktor dan menatapnya tajam


"berhenti bersikap seperti ini Viktor!ini bukanlah Viktor yang aku kenal,dimana Viktor yang selalu membuatku iri itu?!sadar dan hadapi kenyataan Viktor,apa kau pikir dengan bertingkah seperti ini masalahmu akan selesai?!kau membuat ayah dan teman-teman mu khawatir kau tau?!"


"Apa gunanya aku melanjutkan hidup?sudah tidak ada alasan lagi bagiku untuk hidup di dunia ini"


Bughh!!


Ezil sudah benar-benar kesal dan memukul wajah Viktor sampai terpental turun dari tempat tidur. Viktor tentu terkejut dan memegangi pipinya yang sakit karena Ezil tidak menahan kekuatannya


"Jangan bercanda!!apa kau berniat meninggalkan semua teman-teman dan keluargamu?!apa kau ingin menyia-nyiakan nyawa yang sudah hilang supaya kau bisa hidup?!Alan dan orangtuamu mengorbankan nyawa mereka supaya kau tetap hidup Viktor!apa kau akan menyia-nyiakan itu?!jika memang benar,kau sangat memuakkan!!"


Ezil berhenti sejenak untuk mengambil napas kemudian kembali menatap Viktor tajam "apa ini karena tuan Lin?!asal kau tau,sejak kau pergi dari markas dia tidak pernah lagi serius dalam menjalankan misi dan dia selalu bertengkar dengan ayahnya. Selama bertahun-tahun dia mencari mu kemana-mana dan baru tahun lalu dia menemukan mu,tapi dia tidak langsung menemuimu,dia tidak berani. Dia selalu mengawasi mu dari kejauhan Viktor!!aku tidak peduli kau benci atau apa kepadanya,keputusan ada di tanganmu. Tapi..aku tidak akan membiarkan kau membuang-buang hidup yang telah orang berikan padamu!!"


Ezil terus memukul wajah Viktor dan Viktor sama sekali tidak melakukan perlawanan,dia bagaikan samsak tinju dan itu membuat Ezil lelah


"Lalu apa yang akan kau lakukan pada tuan Lin?"


"Entahlah,mungkin aku akan menyuruh ayahku untuk membunuhnya" jawab Viktor dengan lesu


"Apa itu memang yang kau inginkan?" Tanya Ezil yang langsung membuat Viktor tersentak dan melebarkan bola matanya


"Apa memang itu yang kau inginkan?!apa kau memang mau membunuhnya?!apa kau tidak akan menyesal nantinya?apa kau tidak akan merasa kehilangan nantinya?"


Banyak pertanyaan yang Ezil lontarkan,tapi Viktor tetap saja diam dan membuat Ezil ingin memukul wajahnya kembali,namun tangannya langsung ditangkap oleh Viktor "hentikan itu,pukulanmu sakit Ezil" ucap Viktor dengan tatapan yang sudah tidak kosong lagi seraya tersenyum. Ezil pun langsung melepaskan cengkramannya kemudian menjulurkan tangannya untuk membantu Viktor berdiri "salahmu sendiri kenapa membuatku kesal"


"Hahaha kau masih saja cerewet seperti biasanya"


"Berisik!ini memang sifatku"


Viktor tertawa dan itu membuat Ezil lega,sudah lama dia tidak melihat Viktor tertawa apalagi bercengkrama seperti ini dengannya. Ezil senang karena Viktor masih mengakuinya sebagai temannya "terimakasih Viktor,karena masih menganggap ku temanmu. Aku pikir kau akan membenciku setelah aku hampir membunuh mu waktu itu"


"Bukan masalah, lagipula aku pernah mengalami hal yang lebih buruk dari itu"


Viktor kembali ke kasurnya dan berniat untuk tidur lagi,entah mengapa dia merasa sangat mengantuk. Ezil yang melihat itu langsung menarik selimut Viktor sebelum dia benar-benar tertidur "turun dan makan dulu,kau tidak akan sembuh dari demammu jika kau tidak makan. Sekarang..turun!" Perintah Ezil dengan tatapan tajam dan membuat Viktor menelan ludahnya kasar karena takut,diapun lalu mengangguk dan turun ke bawah. Ezil yang melihat itu langsung membusungkan dadanya bangga


Saat sampai di bawah ternyata semuanya sedang berkumpul di meja makan,mereka hendak makan malam bersama. Sesaat setelah melihat Viktor turun,semua perhatian langsung tertuju kepadanya dan Roy juga langsung memeluknya "hehehe maaf membuat kalian khawatir"


"Apa kau lapar?"


"Ya kurasa begitu"


Roy pun menarik salah satu kursi di sampingnya dan menyuruh Viktor duduk dan mempersilahkan Ezil untuk ikut makan bersama mereka juga. Beberapa rekan Viktor tentu saja masih siaga dengan Ezil,tapi Ezil sama sekali tidak memperdulikannya


"Terimakasih Ezil,kau sudah berhasil membuat Viktor mau keluar dari kamarnya"

__ADS_1


"Bukan masalah,memang harus cara kasar menghadapi orang ini" ucap Ezil seraya menunjuk Viktor dengan sendok. Yang ditunjuk pun hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal


Mereka pun makan bersama dan memutuskan untuk tidak membicarakan apapun dulu,mereka perlu menikmati momen yang sedang terjadi saat ini. Terutama untuk Roy yang sangat bersemangat meletakkan semua lauk di piring Viktor,sungguh ayah yang terlalu perhatian


__ADS_2