
Malam harinya sesuai waktu yang ditetapkan,semua anggota basket berkumpul di lembah bukit dekat sekolah tempat mereka akan mengadakan uji nyali. Semuanya tampak antusias,meskipun beberapa ada yang berdoa sejak tadi karena takut
Mereka semua memakai jaket karena udara dingin,dan tentu saja mereka membawa senter ataupun hp mereka untuk penerangan
"apa semuanya sudah berkumpul?"
"Sudah"
Leo sang kapten pun memeriksa para anggotanya,dan dirasa sudah lengkap,dia langsung saja menyuruh mereka semua berbaris supaya lebih mudah mendengar apa yang akan dia katakan
"kalau begitu ayo kita mulai saja uji nyalinya. Aku akan menjelaskan nya terlebih dahulu. Kita akan pergi satu-satu secara beriringan namun diselingi beberapa waktu,diujung nanti ada nama kalian,ambil dan berikan kepada manager kita,mengerti?"
"Mengerti"
"Kalau begitu ayo kita tentukan urutannya dulu"
Leo pun menyodorkan banyak stik kepada mereka semua dan mereka semua pun mengambil stiknya satu persatu untuk melihat urutan keberapakah yang mereka dapat
'aku yang pertama'
Viktor sedikit lesu saat mengetahui kalau dirinya lah yang pertama,dia sebenarnya tidak takut atau apa,tapi dia hanya sedang malas saja sekarang ini
"Wah Viktor yang pertama,semangat ya"
"apa kau sudah siap Viktor?"
Viktor pun mengangguk sebagai jawaban kemudian melihat kearah jalan yang akan dititinya itu,tentu saja yang terlihat hanyalah hutan yang gelap dan lebat
"Tidak usah takut,jika nanti ada bahaya maka para senior mu ini akan datang menyelematkanmu"
"Iya itu benar"
"wah aku jadi senang mendengar nya"
Viktor tertawa getir mendengar perkataan para seniornya itu,semoga saja bukan para seniornya yang akan ketakutan nantinya
"aku pergi dulu"
Viktor pun mulai melangkahkan kakinya kedalam hutan,dan hanya senter hp lah yang memberinya penerangan. Para anggota yang lain memberi semangat kepada Viktor,sedangkan yang diberi semangat hanya tertawa getir sambil melambai
Saat Viktor sudah tidak terlihat lagi,giliran orang selanjutnya pun dimulai
"baiklah, selanjutnya"
.
.
'cuma segini sih belum bisa disebut uji nyali'
Viktor kecewa dengan kegiatan uji nyali ini,dia sama sekali tidak merasakan ketegangan ataupun ketakutan sama sekali. Awalnya dia pikir kalau para seniornya akan memasang perangkap atau sesuatu yang akan menakuti para anggota,ternyata hanya berjalan menuju puncak..Viktor kecewa sekali dengan ini
Viktor sudah hampir sampai ditempat tujuan,berbeda dengan para anggota yang ada dibelakang,mereka semua sangat lambat berjalannya
"Wah gelap sekali,aku takut"
Para junior kelas satu berjalan sambil gemetaran,mereka takut dan merinding dengan situasi sekarang ini
"Jangan khawatir kami akan melindungi kalian"
Ucap para senior berusaha terlihat tangguh di depan para junior mereka padahal mereka juga tidak kalah ketakutannya dengan para junior mereka itu
Mereka seharusnya tidak berkelompok seperti ini,mereka seharusnya sendiri-sendiri. Hal ini terjadi karena salah satu anggota takut dan memutuskan untuk menunggu anggota lainnya,dan karena anggota yang lain juga takut jadi pada akhirnya mereka semua berkumpul dan menjadi kelompok
"cemaskan diri kalian masing-masing dulu atau—"
Leo hendak menasehati lagi,namun itu terhenti karena dia tiba-tiba saja ditarik dari belakang oleh seseorang. Tidak ada yang menyadari kalau Leo mmenghilang dari barisan karena Leo berada diposisi paling belakang
Leo mengusap pantatnya yang sakit karena terjatuh ketanah lumayan keras dan dia juga hendak memukul orang yang sudah menariknya itu,namun dia terhenti karena orang yang menariknya itu bisa membaca apa yang akan dia lakukan
"kak Leo,bisakah kau membantuku?"
Orang yang menarik Leo tadi adalah Viktor. Viktor sengaja bersembunyi dan menunggu dibelakang,dia ingin membuat kegiatan ini menjadi lebih seru dan dia merasa kalau sang kapten lah yang paling bisa membantunya
"Viktor?!bukankah kau seharusnya ada didepan?"
Tanya Leo sambil marah-marah kepada Viktor. Viktor yang dimarahi hanya bisa tertawa kikuk sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"ini terlalu biasa untuk uji nyali,jadi aku ingin membuatnya menjadi lebih menarik. Bisa membantuku?"
"yah kau benar juga,ini terlalu biasa. Baiklah ku bantu"
Leo sepertinya juga kecewa dengan kegiatan ini jadi dia setuju saja dengan pemikiran Viktor. Ini salah satu sifat Leo yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja termasuk Viktor,yaitu sifatnya yang kekanak-kanakan serta jahil yang bisa dikatakan sebelas duabelas dengan sifat Viktor dalam hal menjahili
"sip!"
Ucap Viktor seraya menunjukkan jempolnya sambil tersenyum
.
.
"Kenapa disini sangat gelap"
"Bodoh,namanya juga bukit"
Para anggota yang lain sangat lambat berjalannya dikarenakan mereka yang ketakutan serta mereka yang saling menempel satu sama lain
Tiba-tiba saja terdengar suara dari balik semak-semak dan itu membuat anggota yang lain menjadi terkejut sekaligus ketakutan
"Suara apa itu?"
"Mungkin hanya kelinci"
"Aku rasa kau benar"
Para senior pun pura-pura tenang untuk menjaga image mereka didepan para junior mereka,padahal mereka sebenarnya ingin sekali lari karena mereka sangat takut saat ini
Mereka awalnya masih tenang,namun suara dari semak-semak kembali terdengar dan jaraknya juga dekat dengan mereka
"Suaranya masih terdengar. Cepat periksa!"
Ucapnya seraya mendorong siapa saja yang ada disampingnya untuk memeriksa suara apa itu
"Kenapa aku?"
"Karena kau kan yang paling ingin mendapat perhatian dari para junior?"
Ucapnya seraya terus mendorong temannya itu kedepan,dan setelah dia selesai dia langsung bersembunyi kebelakang temannya yang lain
"Itu memang benar sih tapi.."
"Sudah cepat sana!"
"Baiklah baiklah"
Orang itupun memberanikan diri untuk memeriksa suara apakah itu,dia meneguk ludahnya kasar dan mendekat secara perlahan-lahan
Suara dari balik semak-semak semakin keras dan orang-orang yang masih memperhatikan pun menjadi semakin ketakutan. Suaranya tiba-tiba saja berhenti dan suasana mendadak hening
"Gwahh!!"
Dua sosok makhluk hitam muncul didepan mereka dan itu membuat semuanya berteriak ketakutan secara bersamaan
"AAAAA....!!Hantu!!"
Mereka semua lari kocar-kacir tidak tentu arah,mereka semua berpencar dan tidak peduli lagi dimana mereka sekarang ini,mereka hanya ingin lari
Dua sosok itupun keluar dari tempat mereka,bisa dipastikan kalau itu tadi adalah ulah Viktor dan juga Leo. Kedua orang itu pun tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi anggota yang lain tadi,itu lucu menurut mereka
"kak apa kau lihat wajah mereka tadi?"
Tanya Viktor sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa
"lucu..hahaha"
"eh?kak keil pingsan!pftt!!!hahaha,maaf senior.."
Tawa Viktor kembali pecah saat melihat salah satu seniornya tergeletak di tanah tidak sadarkan diri,sedangkan Leo hanya geleng-geleng kepala melihat temannya yang pingsan itu
"padahal tadi dia yang paling semangat,astaga"
Viktor dan Leo pun mendekat kearah Keil yang tidak sadarkan diri kemudian berusaha untuk membangunkannya
Gsek!!!
"Wah!!"
Sesosok bayangan mengejutkan Viktor dan Leo dari belakang. Karena gelap jadi tidak kelihatan siapa itu,tapi yang pasti Viktor dan Leo terkejut serta sedikit takut karena itu. Viktor dengan refleks memukul perut orang itu dan membuatnya terpental jauh ke belakang
'ah gawat!aku tidak menahan kekuatan ku dalam pukulan tadi'
"hey apa kau tidak apa-apa?"
Viktor pun segera menghampiri orang yang dipukulnya tadi dan berharap semoga orang itu baik-baik saja. Leo pun mengiringi Viktor dari belakang dan ikut memeriksa orang itu
"apa kau baik-baik saja?"
Orang yang dipukul tidak menjawab sama sekali,dia hanya meringkuk sambil memegangi perutnya yang sakit dan itu membuat Viktor semakin khawatir
'ah semoga tulangnya tidak ada yang patah!'
__ADS_1
Ucap Viktor dalam hatinya. Orang itupun perlahan mengangkat wajahnya dan melihat kearah Viktor dan juga Leo yang berdiri di dekatnya
"aku.. baik-baik saja"
Ucapnya terbata-bata karena perutnya yang masih sangat sakit
'tch!jika aku tau itu kau,seharusnya aku lebih kencang lagi memukul tadi'
Ucap Viktor dalam hatinya. Dia tidak merasa khawatir ataupun bersalah lagi sekarang,dia hanya kesal,coba saja kalau pukulannya tadi bisa lebih keras,mungkin saja dia tidak akan bertemu dengan orang ini lagi
"kau kejam seperti biasanya Viktor"
Ucapnya seakan bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Viktor,dan Viktor pun kembali mendecih karena hal itu. Orang yang dibuat seperti itu oleh Viktor hanyalah satu orang,yaitu Doni
"apa kau benar baik-baik saja?"
Leo masih khawatir dengan keadaan Doni karena Leo tau kalau Viktor tadi sama sekali tidak menahan pukulannya. Doni yang ditanya pun tersenyum kemudian berusaha berdiri dari posisi duduknya
"kau tenang saja senior,aku baik-baik saja"
"kenapa kau tiba-tiba muncul seperti tadi?"
Tanya Viktor kesal karena dikejutkan seperti tadi,untung saja dia tidak jantungan gara-gara itu
"karena tidak adil jika hanya kalian yang menakuti"
Doni tertawa saat mengatakan itu, sebenarnya dia sudah sedari awal ingin mengejutkan Viktor dan yang lainnya,tapi tidak dia sangka kalau Viktor dan sang kapten punya pemikiran yang sama sepertinya
"memangnya dia tadi ikut ya?"
Viktor pun menunjuk Doni kesal kemudian menoleh kearah Leo yang ada disampingnya untuk meminta jawaban,karena dia sama sekali tidak melihat Doni saat dibarisan tadi
"kau tidak memperhatikan ya?"
'jadi dia memang ikut ya'
Aura mencekam tiba-tiba saja muncul dari belakang mereka. Aura itu bukan berasal dari Viktor maupun Doni,itu berasal dari orang lain,mereka semua menjadi merinding secara bersamaan akibat aura itu
Plak!!
"Aduh!!"
Viktor,Doni,dan Leo secara bersamaan meringis kesakitan karena kepala mereka dipukul oleh sesuatu. Mereka awalnya ingin menghajar orang yang memukul mereka,namun itu tidak mereka lakukan saat melihat siapa sebenarnya sang pelaku
"Kalian ini...!!kenapa lama sekali?!apa kalian tidak punya perasaan membiarkan seorang wanita menunggu sendirian ditempat yang gelap dan dingin ha?!!"
"maaf Rika,kami butuh waktu untuk sampai kesana"
Aura mencekam tadi ternyata berasal dari Rika sang manager klub basket. Dia menunggu di titik akhir sebagai pengawas,namun dia turun bukit karena tidak ada anggota yang kunjung datang dan itu membuatnya kesal
"manager,kepala ku sakit"
Keluh Viktor kepada sang manager
"tidak peduli. Dimana yang lain?"
Rika pun berkacak pinggang kemudian menoleh kesana-sini untuk mencari anggotanya yang lain,namun dia tidak melihatnya. Rika pun menepuk-nepuk kan kakinya ketanah pertanda meminta penjelasan
"seperti nya terpencar"
Ucap Leo seraya tersenyum kikuk kearah Rika yang kini melipat tangannya karena kesal
"kenapa bisa berpencar?inikan bukit,kalau bertemu hewan buas atau penculik bagaimana?!"
"salahkan mereka manager"
Ucap Doni seraya menujuk Viktor dan Leo kemudian diam-diam tertawa
"Doni kau penghianat!"
"tukang ngadu"
Ucap Leo dan Viktor berurutan,sedangkan Doni tidak peduli dan tetap tertawa diam-diam
"sekarang cepat cari mereka!"
"bagaimana denganmu?apa kau akan kembali ketempat tujuan?"
Tanya Leo kepada Rika, bagaimanapun Rika adalah teman masa kecil Leo,jadi dia harus menjaganya supaya Rika tidak terluka ataupun dalam bahaya
"memangnya siapa yang mau kesana lagi. Aku akan menunggu ditempat pertemuan tadi,jadi cepat cari mereka!!"
"Baik bos"
Viktor dan Leo hormat tanda mereka akan melaksanakan apa yang dikatakan oleh Rika dengan sebaik mungkin
"selamat berjuang"
"kau juga!"
"tapi ini bukan salahku manager!"
Ucap Doni tidak terima dengan keputusan sang manager
"tidak peduli,cepat bantu cari sana"
Rika sedikit menekankan perkataannya sehingga Doni pun pasrah dan ikut membantu. Viktor dan Leo yang melihat itu langsung tertawa puas
"sebaiknya kita berpencar. Tempat berkumpulnya dibawah bukit,mengerti?"
Viktor dan Doni pun mengangguk bersamaan,mengerti dengan apa yang dikatakan oleh sang kapten. Sedangkan Rika,dia memilih untuk turun bukit sendiri dan akan menunggu dibawah
"baiklah ayo berpencar, hati-hati ya"
Mereka bertiga pun berpencar dan mulai mencari-cari anggota yang lain. Hutan yang lebat dan gelap membuat hawa disana menjadi dingin,namun itu tidak membuat ketiga orang itu ketakutan sama sekali,mereka menelusuri hutan seperti menelusuri tempat biasa
'dimana mereka?'
Viktor memutuskan untuk mencari diarah Selatan karena tadi dia sempat melihat seniornya berlari kearah sana. Viktor mengarahkan hp nya untuk melihat sekeliling,meski matanya tajam dan sudah terbiasa dengan gelap,Viktor lebih memilih menggunakan hpnya supaya seniornya bisa melihat kedatangan dirinya
"A...hantu,hantu.."
Akhirnya orang yang dicari-cari terlihat,namun orang itu tidak sedang dalam mode diam,melainkan sedang lari-lari tidak jelas arah
"senior..!"
Viktor memanggil-manggil seniornya itu,namun itu tidak didengar karena orang yang dipanggil sedang dalam mode panik
"a..tolong!!"
"senior..."
Viktor terus memanggil seniornya itu sambil terus mendekat,namun seniornya itu sama sekali tidak menoleh kearahnya dan sibuk berlari kesana-sini
Karena berisik dan panggilannya tidak kunjung dijawab,Viktor menjadi kesal dan memutuskan untuk menghentikan lari sang seniornya itu
"se-ni-or!! berhenti berteriak dan diamlah!!"
Karena ada yang menahan kerah belakang jaketnya,orang itu berhenti berlari kemudian menoleh kebelakang
"ah Viktor,kau rupanya?aku pikir hantu tadi"
Ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menoleh kearah lain karena malu. Viktor memijit pelipisnya karena pusing dengan tingkah seniornya yang satu ini
"maafkan aku..hey jangan beritahu siapa-siapa soal ini ya"
Ucapnya seraya berbisik kepada Viktor yang masih kesal disertai pusing,namun seniornya itu tidak mempedulikan sama sekali
"tidak ada yang akan tertarik dengan cerita ini. Ayo bantu aku mencari yang lain"
"Jahat sekali.."
Viktor serta seniornya itupun bersama-sama mencari anggota yang lain,dan itu ternyata malah menghambat Viktor. Awalnya Viktor pikir kalau seniornya ini akan dapat membantunya dan membuat pencarian menjadi lebih cepat,tapi ternyata kebalikannya. Disepanjang pencarian, seniornya itu sibuk memegang tangan Viktor karena ketakutan serta sering tiba-tiba berteriak tepat ditelinga Viktor karena mendengar sesuatu yang ternyata hanyalah kelinci atau hal-hal tidak berbahaya lainnya
'seharusnya aku meninggalkannya saja tadi'
.
.
★Keesokan harinya
"Huah.."
Viktor sering menguap pagi ini,entah sudah yang keberapa kali ini. Dia mengantuk karena uji nyali semalam yang dia habiskan untuk mencari para anggota yang terpencar,itu sangat menguras waktu dan juga energi
"apa tuan Viktor masih mengantuk karena uji nyali semalam?"
"yah begitulah.."
'aku kelelahan karena mencari para anggota klub yang berpencar digunung..astaga..aku lelah sekali'
Rika sang manager datang dan lewat didepan Viktor dan juga Sena. Viktor pun menyapa seniornya yang sedang lewat itu disertai dengan senyuman meskipun wajah mengantuk masih dia tunjukkan
"selamat pagi manager"
Rika hanya mengangguk kemudian melewati Viktor dan juga Sena. Mereka berdua pun hendak melanjutkan langkah mereka,namun kerah belakang seragam Viktor ditarik oleh Rika yang dia pikir sudah lewat tadi
"manager kau mau menarikku kemana?"
Tanya Viktor kepada Rika yang menariknya seperti sedang menarik koper
__ADS_1
"jangan banyak tanya,ikut saja"
"manager aku bisa jalan sendiri,lepaskan"
Rika sama sekali tidak peduli,dia terus menarik Viktor menuju suatu tempat dan Viktor sama sekali tidak bisa melepaskan tarikan seniornya itu
Sena hanya tertawa kecil meilhat kejadian itu,dia sama sekali tidak berniat untuk membantu Viktor karena Sena tau kalau hal ini tidak ada hubungannya dengan dirinya. Sena pun memutuskan untuk pergi menuju kelasnya
★Diklub
Rika ternyata menarik Viktor ke klub basket,disana ternyata sudah ada para anggota lain yang sudah berkumpul
Viktor disuruh untuk duduk dibawah dan berbaris rapi. Rika menyuruh Viktor dengan tegas sehingga Viktor tidak banyak tanya dan langsung berbaris. Saat dia sudah berbaris,Viktor dipandang sinis oleh sang manager yang berdiri didepannya
"kak Leo..apa yang sedang terjadi disini?"
Bisik Viktor kepada Leo yang juga ikut berbaris tepat disampingnya
"aku juga tidak tau"
"apa kalian tau apa kesalahan kalian?"
Viktor dan Leo pun menggeleng bersamaan,sedangkan Rika hanya memandang sinis kedua orang itu sambil melipat tangannya didepan dada
"kalian menakuti anggota tim sehingga mereka berpencar dan menghilang digunung it—"
"tapi manager,bukankah mereka semua sudah kami temukan?"
Viktor pun menyela perkataan Rika karena dia merasakan feeling tidak enak saat ini
"ya itu memang benar,tapi itu tidak mengubah kenyataan kalau aku..tidak,kami pulang terlambat gara-gara ulah kalian!"
"Rika,tolong jangan masukkan urusan pribadi dalam hal ini"
Leo pun berusaha berbicara dengan Rika dengan sangat hati-hati supaya Rika tidak marah ataupun menyinggung perasaannya
"urusan pribadi kau bilang?!!"
"ah tidak lupakan"
Leo seketika menjadi takut dan memilih untuk tidak bicara lagi, Leo tau kalau Rika sangat menakutkan saat dia sedang marah
"sebagai hukumannya kalian harus membersihkan lapangan selama seminggu"
"Baik"
Viktor dan Leo pasrah,mereka tidak melakukan penolakan ataupun penawaran lagi. Mereka hanya bisa menerima hukaman dari sang manager dengan lapang dada
"baiklah semuanya,ayo kembali latihan"
Para anggota yang lain pun bubar dan melanjutkan kembali latihan mereka. Sedangkan Leo dan Viktor masih duduk ditempat mereka semula
"senior..kenapa manager buas sekali?"
"mungkin lagi ada tamunya"
"ouh mungkin saja"
Viktor dan Leo menghela napas berat bersamaan,mereka tidak akan mau lagi membuat masalah untuk Rika setelah ini
.
.
★Istirahat
"kak Meila,bisa minta tolong sebentar?"
Viktor meluangkan waktu istirahat nya hari ini untuk menemui Meila sang ketua dari klub penggemar Viktor yang ada disekolah. Meila yang dipanggil pun langsung menghampiri Viktor dengan wajah yang berseri-seri dan senyum yang tidak luntur
Saat Meila sudah dekat dengannya,Viktor langsung membisikkan sesuatu ketelinga Meila. Setelah mengatakan keperluannya,Viktor langsung mengucapkan salam kemudian kembali ke kelasnya
.
.
'berani sekali wanita ini menggoda tuan Viktor!!tidak bisa dimaafkan!!'
Saat ini Meila sedang mengintip Dona dari balik tembok,dia menatap Dona dengan kesal dan ingin sekali menghajar wanita yang sedang dia lihat itu
"Ketua,apa yang harus kita lakukan?"
"lakukan sesuai rencana,jangan beri ampun siapa saja yang mengganggu pangeran kita"
"Siap!"
Meila tidak sendiri dalam mengawasi Dona melainkan bersama dengan beberapa anggota lain yang dengan sukarela nya mengikuti Meila karena ini adalah keinginan sang pangeran mereka
Mereka semua pun bertindak sesuai rencana yang telah mereka buat
'awas saja kau wanita sialan!'
"aww!!kalau jalan lihat-lihat dong!"
Dona dibuat kesal oleh salah seorang siswi yang sengaja menabrak dirinya. siswi itu adalah bagian dari klub penggemar Viktor. Ini adalah salah satu dari rencana mereka. Dona yang ditabrak tidak henti-hentinya mengomel sambil membersihkan bajunya yang bersentuhan dengan siswa tadi
Siswi yang menabrak hanya diam saja sambil terus memperhatikan Dona dengan tatapan menghina. Dona yang melihat siswi itu tidak merasa bersalah sama sekali pun menjadi kesal
Puas memandangi Dona yang kesal,siswi itu pun pergi dengan tersenyum dan membuat Dona benar-benar ingin membunuhnya
'sialan!!'
Dona pun melanjutkan langkahnya menuju toilet yang sempat terhenti tadi. Sesampainya ditoilet,Dona langsung membasuh mukanya untuk meredakan amarahnya kemudian mengeringkan wajahnya dengan sapu tangan yang selalu dia bawa
'sialan!!aku akan mengadukan hal ini pada papa pulang nanti'
Dona hendak bercermin dan menghias dirinya dengan make up yang selalu dia bawa. Namun dia terkejut saat melihat segerumbulan gadis berdiri dibelakangnya dan menatap tajam kearahnya
Dona langsung kesal dan berniat marah-marah,namun salah seorang dari gadis itu tiba-tiba menarik rambut Dona dan membuatnya meringis kesakitan
"Cepat lepaskan aku wanita sialan!!"
Wanita itu pun melepaskan cengkraman nya dengan menghempaskan nya. Dona yang sudah lepas pun langsung berbalik dan bersiap ingin menampar wanita yang sudah kurang ajar kepadanya tadi,namun dia keduluan,dialah yang ditampar lebih dulu oleh wanita tadi
"kau pikir apa yang kau lakukan wanita sialan?!"
Dona pun memegangi pipinya yang sakit karena ditampar dan marah-marah kepada para wanita yang ada didepannya. Para wanita itu tidak peduli sama sekali,mereka hanya menutupi telinga mereka yang sakit karena mendengar setiap ocehan dari Dona
"Ini akibat yang kau dapat karena mengganggu tuan Viktor!"
"Viktor?tidak mungkin aku mengganggunya"
Wanita yang sama pun menampar Dona kembali,kali ini ditempat yang berbeda namun lebih keras dari yang sebelumnya
"tidak sadar diri"
Dona tidak tahan lagi. Perkelahian Dona dan beberapa siswi itupun terjadi,bisa ditebak kalau Dona kalah telak karena kalah dalam jumlah
"awas saja kalian,aku akan melaporkan ini kejalur hukum!!"
Dona pun mengancam para siswi itu,namun para siswi itu sama sekali tidak memperlihatkan wajah ketakutan sedikitpun. Setelah selesai dengan urusan mereka,para wanita itu langsung keluar dan pergi dari toilet
Kini Dona hanya sendiri didalam toilet,terduduk dilantai yang dingin serta rambutnya yang berantakan akibat perkelahian tadi
Dona pun mengeluarkan hp nya,berniat untuk menghubungi ayahnya yang selalu bisa diandalkan dalam situasi apapun,namun telepon nya tidak diangkat oleh ayahnya,ini pertama kalinya ayahnya tidak mengangkat telepon darinya
'kenapa tidak di angkat sih?!!'
Dona membersihkan seragamnya dan merapikan rambutnya. Setelah selesai dia langsung kembali ke kelas
Sesampainya dikelas ternyata sudah ada guru yang mengajar dan sedang menjelaskan pelajaran. Dona hanya melihat sekilas kemudian langsung pergi duduk ketempatnya
"Dona kau darimana saja?"
"dari toilet Bu"
Ucap Dona cuek sambil terus berjalan ketempat duduknya
"Mungkin menguntit Viktor lagi Bu"
"Mungkin,dia kan stalker akut"
Para siswi-siswi dikelas itupun mulai mengejek serta mentertawakan Dona. Segala cibiran serta hal-hal yang dapat membuat Dona kesal dikatakan oleh mereka
Dona yang sudah kesal pun langsung pergi ketempat duduk orang yang pertama kali menghinanya tadi kemudian menarik kerah seragamnya
"tarik kembali ucapan mu itu!!"
"Maaf ya,aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan"
"kau..!!"
Dona hendak menampar wanita itu namun dia terhenti karena sang guru mengancam akan menghukumnya. Dona terpaksa mengurungkan niatnya kemudian duduk kembali ketempat nya
Siswi-siswi tadi pun kembali lagi menghina Dona,namun kali ini mereka melakukan nya secara bisik-bisik meskipun hal itu masih bisa di dengar oleh Dona
'seharusnya tidak begini!mereka seharusnya menghormati ku karena aku primadona sekolah!!ini tidak benar,ini tidak benar!'
Sementara itu Di kelas 1-5,Viktor melihat keluar jendela yang ada disampingnya,dia sama sekali tidak memperhatikan penjelasan dari gurunya yang ada didepan
Yang dilihat Viktor hanyalah lintasan lari untuk marathon,tidak ada apa-apa disana karena hari ini tidak ada kelas yang berolahraga. Namun Viktor sedari tadi tidak henti-hentinya tersenyum dan memainkan penanya pertanda senang. Doni yang tidak paham dengan Viktor saat ini hanya bisa melihat sekilas kemudian kembali fokus ke pelajaran
__ADS_1
'sepertinya dia salah mengartikan perkataan ku. Ya sudahlah, hasilnya bahkan lebih baik dari yang ku harapkan,ya.. meskipun aku tau kalau memang ini yang akan terjadi sih'