Who Am I

Who Am I
Murid Baru


__ADS_3

"Emmhh.."


"Jadi bagaimana kondisinya profesor Nay?"


Profesor Nay pun berdiri setelah memeriksa keadaan Viktor,dia hendak menyalakan rokoknya tapi langsung di potong oleh Hyuga dengan pisaunya "disini dilarang merokok" ucap Hyuga tajam dan membuat profesor Nay tertawa getir "baiklah aku mengerti. Dia akan sadar sebentar lagi,tidak perlu khawatir. Ini terjadi karena dia sudah lama tidak meminum obat yang aku berikan. Meski kepribadian gandanya sudah lama tidak muncul, kepribadiannya itu belum hilang,Jangan lupakan itu Hyuga. Baiklah..aku mau makan dulu,bye bye"


Dengan tanpa beban sang profesor pergi keluar kamar dan turun ke bawah untuk sarapan. Sena,Feby,dan juga Paman Kim yang tidak mengerti hanya bertanya-tanya dalam benak mereka,mereka tidak punya hak untuk tau akan hal ini lebih jauh lagi


"Sebaiknya kita menunggu sampai Viktor siuman saja, sekarang ayo kita keluar dulu" ucap sang dokter dan langsung diangguki oleh yang lainnya. Lili tidak memaksa untuk menemani Viktor kali ini


★dalam mimpi


"Dimana..aku?"


"Bagaimana perasaan mu setelah mendapatkan semua ingatan yang selama ini ingin sekali ku lupakan?"


Viktor berbalik dan mendapati sosok yang sama seperti dirinya tapi dengan mata merah seperti darah. Tatapan nya kosong dan sama sekali tidak ada semangat disana,berbeda dengan dirinya yang sekarang "kuroo.."


"Kau lah yang kuroo,kau lah kepribadian ku yang muncul karena keinginan terpendam ku yang selama ini selalu ku harapkan dan itu aku dapatkan setelah kehilangan semua ingatanku, Kau lah kepribadian gandanya. Tapi itu berbeda sekarang,aku sama sekali tidak berniat untuk mengambil kendali lagi,aku tidak kuat untuk menahan semua kenangan ku yang dulu. Kau lah yang menggantikan ku,Viktor.."


"Tu—"


"Hah!!" Viktor terbangun dari mimpinya,keringat dingin Langsung membanjiri tubuhnya jadi dia memutuskan untuk mandi lalu turun ke bawah. Tidak ada untungnya juga dia terus tidur-tidur an di kasurnya


.....


"Pa–siang semuanya"


"Viktor..!!"


Semua mata langsung tertuju kepada Viktor dan Lili yang merasa sangat senang pun langsung berlari menghampiri lalu memeluk Viktor seraya menangis. Viktor pun langsung mengelus pucuk kepala Lili dan berusaha menenangkannya meskipun dia tidak terlalu mengerti apa yang sudah terjadi


"Kenapa ya?dan..kenapa kau disini profesor Nay?!" Tanya Viktor jengkel saat melihat profesor Nay dengan entengnya memakan coklat simpanannya tanpa izin


Bukannya menjawab profesor Nay malah menunjuk Hyuga dan orang yang ditunjuk pun langsung menjelaskan apa yang sudah terjadi


.....


"Ah begitu ya?maaf sudah membuat kalian semua cemas,aku tidak akan mengulanginya lagi"


"Tentu saja harus! ngomong-ngomong,bukankah ada yang berbeda dari ketua kita ini?" Ucap Kimmy yang langsung membuat semua orang disana menatap kearah Viktor secara bersamaan


"A-apanya yang berbeda?"


"Kedua matanya berwarna biru" ucap Laura yang langsung membuat semuanya sadar. Viktor langsung saja membuka kamera hp nya untuk melihat apakah itu benar


'apakah..kur-Viktor.. benar-benar hilang?'


"Apa kuroo mengatakan sesuatu padamu?" Tanya Hyuga khawatir


"Akulah kepribadian gandanya Hyuga dan Viktor bilang kalau dia tidak mau keluar lagi,dia menyerahkan semuanya kepadaku"


Semuanya terkejut bukan main, Lili langsung saja memeluk Viktor takut kalau dia akan kehilangan Viktor lagi dan Viktor pun langsung menenangkannya


"Terserah siapa yang asli di antara kalian,tapi yang pasti aku akan selalu mengikuti apa yang kau perintahkan Viktor" ucap Kimmy yang langsung menyingkirkan suasana canggung tadi,ternyata ada gunanya juga nih orang


"Ya kau benar,Viktor tetaplah Viktor"


"Iya"


'terimakasih, semuanya'


.....


Keesokan harinya


"Viktor bangun!!woii bangun!!"


"Emm 5 menit lagi" ucap Viktor seraya menyelimuti dirinya dengan selimut lagi. Febi yang dipinta Hyuga untuk membangunkan Viktor pun menjadi kehilangan kesabaran dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air


Byuurr!!


"Wah hujan!!" Teriak Viktor seketika saat tubuhnya disiram dengan air oleh Febi. Setelah mendapat kesadarannya dan memahami situasi yang terjadi, Viktor langsung saja menatap kesal kearah Febi yang menjadi pelaku "apa maksudmu sialan?!"


"Makanya bangun dasar kebo!kita masih harus sekolah hari ini,kalau tidak ku siram pakai air maka kau tidak akan bangun tau!!"


"Menyebalkan..!!"


Tidak menghiraukan kemarahan Viktor,Febi langsung saja turun ke bawah dan meninggalkan Viktor yang sedang menyumpahi dirinya

__ADS_1


.....


Beberapa menit kemudian Viktor sudah siap dan turun ke bawah dimana semua orang sudah berkumpul disana,tentu saja dengan muka masam karena dia masih kesal dengan kejadian tadi pagi


"Hyuga,kenapa malah nenek lampir ini yang membangunkan ku?!" Tanya Viktor tidak terima sambil menunjuk Febi


"Ha?!siapa yang kau panggil nenek lampir dasar kebo!!"


"Siapa lagi kalau bukan kau?!dasar nenek lampir!!"


Pertengkaran seperti kucing dan tikus pun terjadi lagi di antara Viktor dan Febi,Hyuga dan Sena yang sudah lama tidak menyaksikan itu hanya bisa menghela napas lelah dan tersenyum getir


"Aku sibuk mengurus surat kepindahan mereka Viktor,aku tidak punya waktu untuk membangunkan mu. Lagipula kau jadi lebih cepat bangun kan?" Ucap Hyuga seraya menyeringai


"Cepat sih cepat,tapi aku mandi di tempat tidur kalau kau mau tau!!"


"Rasain!"


"Kau...!!"


"Apa?!"


Meninggalkan kedua orang itu,kini Laura,Kimmy,dan Lili sudah rapi dengan seragam baru mereka. Meskipun mereka masih tidak tau kenapa mereka juga harus ikut bersekolah


"Kenapa kami juga harus bersekolah?" Tanya Laura sambil memasangkan dasinya


"Daripada kalian tinggal di rumah dan membuat rumah berantakan karena pertengkaran kalian,lebih baik kalian ikut bersekolah saja" jelas Viktor karena itu memanglah idenya dari awal


"Apa ini cocok untukku?" Tanya Lili yang langsung diangguki cepat oleh Viktor dan itu membuat Lili melompat kegirangan


"Sudah,sudah,cepat berangkat sana atau kalian akan terlambat"~Lin


"Baik"


Viktor dan yang lainnya pun langsung mengambil tas mereka dan masuk ke mobil untuk pergi ke sekolah. Viktor baru saja menyuruh Hyuga untuk membeli sebuah mobil supaya mereka mudah jika ingin pergi kemana-mana. Jarak rumah mereka memang dekat,tapi karena kebanyakan dari mereka malas untuk berjalan, jadi mereka memutuskan untuk naik mobil saja


Hanya perlu beberapa menit saja sampai mereka tiba di sekolah. Setelah memarkirkan mobil mereka langsung pergi ke kelas. Tapi baru saja keluar dari parkiran,Viktor dan yang lainnya langsung diserbu oleh para siswi-siswi yang memang sudah merindukan kedua pangeran sekolah itu


"Viktor kau sudah sembuh?"


"Tuan Hyuga lama tidak bertemu"


Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan kepada Hyuga dan Viktor,Sena dan yang lainnya langsung tersingkirkan oleh kerumunan itu


"Kimmy,aku tau kalau kau bisa mengatasi ini,aku serahkan kepada mu" ucap Viktor sambil menepuk bahu Kimmy. Kimmy yang tau apa maksudnya pun langsung menyibak poninya ke belakang "serahkan saja padaku. Halo gadis-gadis~" dengan sangat ahli Kimmy mengambil alih pandangan semua siswi yang ada disana,Hyuga,Viktor,dan yang lainnya langsung memanfaatkan momen itu untuk kabur dan pergi dari kerumunan itu


'aku rasanya mau muntah' gumam Laura saat melihat Kimmy yang mulai menggoda gadis-gadis tadi


"Sepertinya kalian populer sekali di sekolah"


"Yah begitulah,tapi untunglah Kimmy bisa mengatasi mereka" ucap Hyuga seraya merapikan pakaiannya


"Yo ketua, sepertinya kalian sudah membuat keributan di pagi hari ini"


Semua orang dibuat terkejut dengan sosok yang muncul di depan mereka. Apalagi dengan gerombolan siswa yang mengikuti orang itu


"OMG dokter!!kenapa kau ada disini?!dan juga...bisakah kau berpakaian yang lebih sopan saat ada di sekolah?!" Kesal Viktor karena sang dokter menggunakan pakaian yang sedikit terbuka dan tidak pantas dipakai saat di lingkungan sekolah


"Wah ketua,kau tidak bisa menyalakan ku karena memiliki tubuh yang bagus seperti ini" jawab sang dokter dengan sangat enteng dan langsung membuat Viktor kesal lalu menghubungi seseorang "papa,kenapa dokter ada di sekolah?!ini kenapa bisa?!" Tanya Viktor kepada Lin di seberang telepon


"Kau tanyakan sendiri kepadanya Viktor,papa masih banyak urusan sekarang. Dah, belajar lah yang rajin"


Belum sempat mengatakan apapun lagi,Lin langsung menutup teleponnya. Viktor pun hanya bisa pasrah dan kembali menatap sang dokter "kalau begitu bisa kau urus para buaya itu?mata mereka seperti mau keluar" ucap Viktor seraya menunjuk kearah sekumpulan siswa yang berdiri di belakang sang dokter


"Mengatakan diri sendiri ya?" Sindir Febi yang langsung membuat membuat Viktor menjadi kesal


"Siapa yang kau bilang buaya nenek lampir?!"


"Berhenti memanggilku nenek lampir!!"


Keduanya pun kembali berdebat namun langsung dihentikan oleh Hyuga karena mereka masih di lingkungan sekolah saat ini dan tidak sopan jika mereka membuat keributan


"Sepertinya aku terlalu menggoda disini, sampai-sampai semua teman-teman mu terpesona kepadaku ketua. Yah beginilah kalau memiliki tubuh yang bagus"


"Kau membuat seseorang iri loh dokter" ucap Kimmy yang tiba-tiba saja datang dan berdiri di samping Hyuga sambil melirik Laura. Laura yang merasa dirinya lah yang dimaksud pun langsung menarik kerah seragam Kimmy dan mulai bertengkar lagi


"Viktor,bisa kau mengajakku berkeliling nanti?" Tanya Lili sambil menggandeng tangan Viktor. Viktor pun melihat kearah jam tangannya untuk melihat jam berapa sekarang "sudah hampir bel masuk,aku akan mengajak mu berkeliling saat jam istirahat nanti saja. Apa kalian juga mau ikut?"


Baru saja Kimmy mau menjawab namun mulutnya langsung dibekap oleh Laura dan membuat sang empu menjadi marah

__ADS_1


"Tidak perlu,aku akan meminta Febi dan Sena saja untuk berkeliling nanti" jawab Laura saat melihat kode dari Lili bahwa dia ingin berduaan dengan Viktor


"Dan aku ada janji untuk makan di kantin dengan gadis-gadis tadi,jadi aku tidak bisa. Aku mendapat banyak sekali nomor mereka" jelas Kimmy seraya tersenyum bangga


"Oh baiklah. Lili Kau tunggu saja di kelas,aku akan menjemputmu nanti"


"Yeay"


Kring!!kring!!


Bel masuk berbunyi, semua siswa-siswi langsung masuk ke kelas mereka masing-masing. Hyuga dan Viktor mengantarkan semuanya ke kelas dan baru setelah itu mereka ke kelasnya sendiri


.....


"Jadi?kau mau kemana dulu?" Tanya Viktor kepada Lili yang sudah menunggu dirinya di depan pintu kelas


"Terserah kau saja,ayo ke tempat yang bagus"


"Ok,ayo ikuti aku"


Viktor pun mulai mengajak Lili untuk berkeliling. Sena yang sekelas dengan Lili dan melihat hal itu hanya bisa tersenyum sedih dan itu di sadari oleh Febi dan juga Laura "apa kau menyukai ketua?" Tanya Laura yang memang sudah lama menyadari hal itu


"Eh tidak,aku tidak menyukai Viktor. Kalian salah lihat,aku tidak pantas untuknya" ucap Sena dengan nada rendah namun masih bisa di dengar oleh Laura dan Febi. Tidak mau memperburuk suasana,Febi dan Laura memilih untuk tidak bertanya lagi


.....


"Ini tempat favorit ku di sekolah"


Viktor mengajak Lili ke aula basket,tempat itu sungguh luas dan tentu saja banyak anggota basket yang sedang berlatih. Viktor langsung mengajak Lili untuk berkenalan dengan anggota klub basketnya itu


"Viktor....!!"


Bughh!!


Sebuah tendangan tepat di perut langsung diberikan oleh Rika sang manager kepada Viktor dan langsung membuatnya terjengkal ke belakang. Lili yang tidak paham hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali pertanda bingung


"Berani-beraninya kau bolos latihan selama dua Minggu!apa kau tidak ingat kalau kita ada turnamen antar sekolah sebentar lagi?!kau membuat kerja sama tim terganggu Viktor!!" Marah Rika sambil mencengkram kerah baju Viktor dan mengguncang kuat tubuh Viktor


'astaga seram sekali,semoga kau selamat viktor' ucap Leo yang melihat kejadian itu dan tidak berani untuk mendekat dikarenakan Rika sudah seperti singa yang marah


"Aku sakit dan harus dirawat di rumah sakit,manager. Bukankah tidak lucu jika aku pingsan saat latihan?"


"Alasan...!!"


Rika terus mengguncangkan tubuh Viktor dan membuat sang empu pusing dan dia baru berhenti saat menyadari kalau Lili ada disana. Dia pun langsung berhenti kemudian melempar Viktor ke sembarang arah dan menghampiri Lili yang sedari tadi memperhatikan mereka


"Halo,apa kau murid baru disini?" Tanya Rika dengan sangat ramah dan berbeda 180° dari dirinya yang tadi


"I-iya,aku baru pindah hari ini"


"Ini pertama kalinya Viktor berjalan berduaan dengan seorang gadis,apa kau pacarnya?"


"Sedang diusahakan" jawab Lili seraya tersenyum dan dengan sedikit rona merah di wajahnya


"Kenapa kau mau kepadanya?dia kan jelek" ejek Rika dengan sangat terang-terangan dan di dengar oleh anggota basket yang lain


"Sepertinya manager kita perlu ke dokter mata"


"Iya kau benar, bisa-bisanya pangeran sekolah seperti Viktor yang bahkan diperebutkan oleh siswi dari sekolah lain dibilang jelek?kalau Viktor jelek lalu kita ini apa?" Ucapnya sedih seraya menitikkan air mata frustasi karena perkataan managernya barusan


"Perlu kacamata juga sepertinya"


"Iya kau benar"


"Hah?!kalian bilang apa tadi?!" Tanya Rika sambil tersenyum mengancam kearah kedua anggota basketnya itu. Yang ditatap pun langsung bergidik ngeri dan kabur dari sana sebelum mereka kena amukan sang manager


"Ketua,apa manager sedang PMS?" Tanya Viktor kepada Leo yang sedang ada di sampingnya


"Sepertinya begitu,aku bahkan mendapatkan pukulan darinya tadi" ucapnya seraya memperlihatkan benjolan di kepalanya dan langsung membuat Viktor tertawa terbahak-bahak "berhenti tertawa! bagaimana kalau kita menguji kemampuan mu Viktor,apa kau masih bisa melakukan dunk atau tidak?" Remeh Leo kepada Viktor hanya untuk sekedar menguji


"Heh,apa kau menantang ku ketua?!" Balas Viktor seraya menyeringai


"Anggap saja begitu"


"Baiklah,tapi yang kalah haru menghadapi amukan manager selama seminggu"


Mendengar tantangan dari Viktor barusan, Leo langsung bergidik ngeri dan sweetdrop,itu membuat Viktor tersenyum puas


"Itu taruhan yang sungguh menantang dan berbahaya,tapi baiklah,ayo kita bertanding"

__ADS_1


"Jangan sampai menangis nantinya ya,ketua.."


__ADS_2