
Keesokan paginya
Brakk!!
Suara pintu depan terbuka kencang terdengar dan menarik perhatian semua orang yang sedang berkumpul di ruang tengah,yang datang ternyata adalah kakeknya Viktor dengan wajah yang khawatir dan langsung berlari kearah Viktor kemudian memeluknya
"Ka..kakek..aku tidak bisa bernafas.." ucap Viktor tersengal karena kakeknya memeluk dirinya terlalu kuat. Sang kakek yang menyadari hal itupun langsung melonggarkan pelukan tanpa melepaskan pelukannya itu. Viktor pun membalas pelukan sang kakek
"Kau baik-baik saja kan?"
"Iya..kakek tidak perlu khawatir"
Alan pun melepaskan pelukannya lalu mengelus pucuk kepala cucunya itu seraya tersenyum. Karena lelah dari perjalanan jauh diapun duduk di sofa dan meminum minuman yang baru saja diberikan oleh Laura
"Jadi dimana pembunuh putriku itu?" Tanya Alan sesaat setelah meminum habis minumannya
"Dia dikurung di penjara bawah tanah"
"Lalu apa yang akan kau lakukan Viktor?meski kakek benci karena dia sudah membunuh ibumu yang merupakan anak kakek satu-satunya tapi di sisi lain dialah yang sudah menjagamu di markas itu selama bertahun-tahun. Semua keputusan ada di tanganmu Viktor,kaulah yang merasakan semua itu secara langsung,kakek akan mengikuti apa yang menjadi keputusan mu"
Semua mata langsung tertuju kepada Viktor yang kini diam,dia hendak mengatakan sesuatu tapi mulutnya langsung tertutup rapat kembali,dia ragu untuk mengatakannya
"Katakan saja Viktor,tidak akan ada yang menentangmu disini" ucap Hyuga sambil memegang kepala Viktor dan membuat sang empu mendongak kearahnya seraya tersenyum
"Aku...ingin memaafkannya" ucap Viktor serius dan menjeda kalimatnya sejenak "meski dia yang sudah membunuh kedua orangtuaku,tapi dia yang sudah menjaga dan menyayangiku selama aku ada di markas itu. Dia menjagaku layaknya seorang ayah,dia memasakkan makanan kesukaanku dan mengajariku cara bertarung,aku benar-benar sudah menganggapnya seperti seorang ayah meski umur kami hanya beda 7 tahun. Aku sudah bilang kalau aku tidak mau kehilangan siapapun lagi dan jika aku memilih untuk membunuhnya maka aku akan kehilangan lagi,aku tidak mau. Jadi...aku akan memaafkannya..itu keputusan ku... semuanya"
Diam..tidak ada yang membuka suara,Viktor pun gugup dengan apa yang akan diucapkan oleh teman-temannya itu
Plukk!
Alan,sang kakek menepuk kepala Viktor lalu mengacak-acak rambutnya pelan,yang lainnya pun perlahan tersenyum dan itu membuat Viktor bingung
"Tidak usah gugup begitu,sudah kakek bilang kan kalau semua keputusan ada di tanganmu"
"Terimakasih kakek" ucap Viktor seraya memeluk kakeknya itu lalu beralih memeluk Roy yang juga ada di sampingnya karena wajahnya yang sedari tadi cemberut,mungkin cemburu karena Viktor lebih menyayangi Lin daripada dirinya "tenang ayah,kau tetaplah ayahku secara resmi dan aku juga menyangimu"
"Kau ini.."
Viktor tertawa dan yang lainnya pun ikut tertawa, syukurlah Viktor yang mereka kenal sudah kembali seperti biasanya
.....
Cklekk!!
Pintu jeruji dibuka,Lin langsung menoleh kearah pintu dimana hanya terdapat Viktor,Ezil,dan juga Hyuga. Lin langsung berdiri dan hendak memeluk Viktor,tapi langsung dia urungkan karena teringat dengan apa yang sudah dia lakukan jadi dia langsung duduk kembali. Karena gelap Lin juga tidak bisa melihat bagaimana ekspresi Viktor, apalagi dengan Viktor yang datang tanpa mengatakan apapun itu
"Kau kemari untuk membunuhku ya?tidak apa Viktor..jika memang harus mati maka aku ingin mati di tanganmu,karena bagaimanapun juga akulah yang sudah membuatmu memasuki dunia bawah tanah ini"
Viktor berjalan mendekat,Lin pun menunduk dan menutup matanya,pasrah jika Viktor akan membunuhnya
Plukk!
"?!!"
Berbeda dengan yang Lin pikirkan,Viktor malah memeluknya dengan erat dan itu membuatnya bingung. Tubuh Viktor juga bergetar dan isakan tangisan juga mulai terdengar di telinganya,Viktor..menangis
"Viktor..?"
"Kau jahat sekali....papa.."
Tidak perlu berkata apa-apa lagi,hanya dengan Viktor memanggilnya papa,Lin sudah tau apa yang terjadi jadi dia membalas pelukan Viktor dan ikut menangis. Ezil yang menunggu di depan sel langsung mengajak Hyuga untuk pergi ke atas dan memberikan waktu untuk kedua orang itu
.....
"Akh!a-aduh.. pelan-pelan Viktor"
"Iya,iya,kenapa papa jadi cengeng begini sih?" ejek Viktor disela-sela mengobati luka papanya itu yang merupakan ulah darinya kemarin,tidak dia sangka kalau serangan yang dia berikan itu ternyata lumayan parah
"Laura sudah mengobati papa kemarin..kau tidak perlu melakukannya lagi"
"Itu kemarin..jika tidak rajin diobati maka lukanya akan lama untuk sembuh"
__ADS_1
Lin tersenyum dan memandangi wajah Viktor dan membuat orang yang dipandangi itu menjadi risih jadi dia sengaja menekan kapas yang dia gunakan untuk mengobati itu "akh!!"
"Sudah selesai,ayo ke atas" ucap Viktor sesaat setelah membereskan kotak p3k nya dan berjalan keluar dari sel itu
"Bagaimana dengan teman-teman mu yang lain?aku rasa mereka tidak akan memaafkanku,Terutama tuan Roy"
"Temui saja dulu, daripada terus terkurung disini"
Benar apa yang dikatakan oleh Viktor,diam disini tidak akan mengubah apa-apa jadi dia pun berjalan keluar dan mengikuti Viktor ke atas. Sesampainya di atas ternyata semuanya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing,hanya Roy dan paman Arvin saja yang melihat kearah Lin
"Aku kakeknya Viktor" ucap Arvin memperkenalkan dirinya secara singkat dan itu membuat Lin terkejut dan merasa tidak enak jadi dia menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf
"Maaf karena sudah membunuh anak dan menantumu"
Lin sudah sangat siap jika saja Arvin akan memukul ataupun meninjunya,tapi hal itu tidak terjadi jadi dia mengangkat kepalanya
"Aku tidak sepenuhnya memaafkanmu,tapi aku menghargai keputusan cucu ku. Jika kau berani menyakiti cucuku,akan ku pastikan tidak akan ada tempat yang aman bagimu!" Ucap Arvin tajam dan membuat semua orang di rumah itu merinding seketika
"Baik tuan. Dan.." Lin perlahan-lahan menoleh kearah Roy,orang ini sedari tadi tidak mau melihat kearahnya "maaf tuan Roy"
"Bantu aku menjaga anak ini,dia bilang kalau dia sangat menyangimu"
Lin menahan tawanya, ekspresi yang dibuat Roy lucu menurutnya dan itu membuat sang empu menjadi malu "jangan tertawa!"
"Maaf tuan Roy, ekspresi cemburumu itu lumayan lucu. Tenanglah tuan Roy,Viktor tetaplah anakmu secara sah,tidak akan ada yang bisa merubah itu"
"Ayah kau seperti anak kecil" ejek Viktor kepada Roy dan membuat ayahnya itu menutup wajahnya karena malu, beberapa orang di sana pun menahan tawa mereka
.....
Tidak terasa sudah seminggu lebih Viktor dan yang lainnya tinggal di negara K,mereka belum kembali ke negara D karena masih ada beberapa urusan yang harus di selesaikan,salah satunya adalah membangun rumah lama Viktor untuk tempat tinggal dia dan kakeknya. Ini adalah permintaan dari sang kakek,dia bilang kalau dia ingin tinggal di negara itu dan menghabiskan hari tuanya disana. Viktor awalnya menolak,karena negara K bukanlah negara damai seperti negara D,banyak penjahat berkeliaran disini,dia takut kalau kakeknya itu akan dalam bahaya. Tapi setelah berusaha meyakinkan Beberapa kali dan tetap gagal,Viktor pun akhirnya menyerah dan mengizinkan kakeknya untuk tinggal di negara itu,tentu saja dengan sistem keamanan super canggih yang dia pasang di seluruh penjuru rumah
"Aku kagum denganmu ketua,kau bisa membuat semua ini dalam waktu singkat" puji Kimmy yang masih saja kagum dengan kecepatan ketuanya itu dalam membuat sistem keamanan meski dia sudah sering melihatnya
"Keamanan kakek harus selalu terjaga,karena aku akan tinggal di negara D. Jadi aku tidak perlu khawatir saat aku pergi nanti"
"Lalu apa rencana untuk selanjutnya ketua?kau sudah menyelesaikan dendammu,jadi tidak ada gunanya lagi kami disini" ucap sang dokter sambil menghisap rokoknya. Laura, Ono,dan Kimmy pun menoleh kearah ketua mereka itu,mereka ingin tau apa rencana Viktor selanjutnya
Viktor tersenyum lebar dan anggotanya yang lain pun ikut tersenyum "Kamilah yang seharusnya berterimakasih kepadamu ketua,jika bukan kau,maka kami pasti akan terus hidup dalam kegelapan dan tanpa tujuan yang jelas,kaulah yang sudah memberikan kami kehidupan yang kedua. Jika bukan karena kau,aku pasti masih bekerja sebagai rentenir yang kejam dan hidup layaknya anjing untuk tuanku,tapi kau menolong ku Viktor,aku sungguh berterimakasih untuk itu" ucap Ono seraya membungkuk dan memberi hormat kepada Viktor
"Jika bukan karena kau,maka aku pasti masih menjadi alat pemuas para buaya-buaya itu dan aku pastinya bisa gila. Tapi kau menyelamatkan ku ketua,kau menarik ku keluar dari dunia itu"
Anggota kelompok Viktor satu persatu mengatakan tentang bagaimana kisah kehidupan mereka sebelum mereka bertemu dengan Viktor,sungguh kisah yang memilukan dan sulit untuk dipercaya melihat bagaimana kondisi mereka sekarang
"Terimakasih karena sudah menghentikan ku untuk bunuh diri waktu itu ketua,dan terimakasih karena sudah menunjukkan kalau di dunia ini masih terdapat orang-orang baik" ~Laura
"Aku juga sangat berterimakasih kepada mu ketua,jika saja saat itu kau tidak datang maka aku pasti masih bekerja di lab kecil yang penuh dengan tekanan dan pelecehan. Terimakasih karena sudah menunjukkan kalau kemampuan ku masih bisa bermanfaat untuk banyak orang"
"Sama-sama semuanya,syukurlah aku bisa bertemu dengan kalian. Oh iya, ngomong-ngomong...Hyuga,apa Lili menelpon?" Tanya Viktor sambil berbalik kearah Hyuga yang hendak memainkan laptopnya
"Tidak..aku pikir dia menghubungimu"
"Ini aneh,Lili biasanya akan menghubungi ku setiap 5 menit sekali. Hyuga..dimana laptopku?"
"Di dekat TV " tunjuk Hyuga dengan dagunya,Viktor pun segera mengambil laptop nya itu lalu memeriksa keadaan rumah melalui Cctv yang dia pasang
"....."
"Hyuga...siapkan kepulangan ke negara D dalam 10 menit" ucap Viktor dengan suara rendah,Hyuga tidak banyak tanya dan langsung menyiapkan semuanya,dia tau apa yang sedang terjadi jika Viktor sudah bersikap seperti itu
"Ketu..."
"Semuanya...ada sampah yang harus dibersihkan!"
.....
Di negara D
"Hahahaha,bos wanita ini cantik sekali,apa aku boleh bermain dengannya?" Ucap pria botak dengan tubuh besar sambil memegangi dagu Sena yang kini terikat di sebuah kursi,bukan dia saja,Lili dan Febi juga ikut terikat
"Jangan bodoh!apa kau mau bos besar membunuh kita. Tunggu perintah nya dulu"
__ADS_1
"Sialan!!cepat lepaskan kami!!apa mau kalian hah?!!"
Lili lah yang paling berani disana,tanpa takut sedikitpun dia menatap tajam kearah 5 preman yang ada di ruangan itu
"Gadis kecil,jangan seenaknya saja kau!!jika saja kau bukan bagian dari rencana bos besar kami,maka kau pasti sudah mati. Kalau dilihat-lihat...kau cantik juga"
Cuihh!!
Lili meludahi wajah preman itu lalu menatapnya jijik
Plakk!!
"Lili!!"
Preman itu menampar Lili dengan sangat kuat dan membuatnya jatuh ke lantai,pipi Lili memerah dan mulutnya mengeluarkan darah
"Sialan kau!!kubunuh kau,kubunuh kau!!"
"Hentikan!jangan sakiti dia!!hentikan sialan!!"
Preman itu tidak mengindahkan perkataan Sena dan Febi,dia terus menendangi Lili seraya melampiaskan kekesalannya
"Sudah hentikan,akan gawat jika kau membunuhnya"
"Tchh!!"
Preman itu berhenti,Lili sudah babak belur karenanya. Sena dan Febi tidak kuasa untuk tidak menangis melihat keadaan teman mereka yang seperti itu
"Viktor..."
Boomm!!
"Suara apa itu?cepat periksa"
"Baik"
Boom!!Boom!!
"Ketua ada penyerangan di semua tempat, bagaimana sekarang?"
Crazz!!
Kaca jendela gedung pecah dan terlihat 3 orang masuk secara bersamaan dengan pakaian yang serba hitam. Lili,Febi dan Sena melihat kearah mereka dan senyuman perlahan terukir di wajahnya Lili sebelum dia kehilangan kesadarannya"akhirnya kau datang... Viktor"
"Lili!!" Dengan cepat Viktor langsung berlari kearah Lili yang sudah pingsan dan dua lainnya membebaskan Sena dan Febi
"Sialan siapa kalian?apa kalian tidak tau apa akibat dari perbuatan kalian ini?!" Tantang salah satu dari preman itu
"Apa kalian baik-baik saja?"
"Ya kami baik-baik saja,tapi Lili..."
Dorr!!
Peluru langsung menembus kepala pria itu,Sena dan Febi yang baru pertama kali melihatnya langsung ketakutan dan serasa ingin muntah
"Oii Viktor,disini masih ada..."
"Ku bunuh...akan ku bunuh siapapun yang berani melukainya!!"
Viktor berdiri dan berjalan mendekat kearah kawanan preman itu. Suara derap langkah terdengar dari balik pintu lalu berdatanganlah preman-preman dalam jumlah banyak. Tapi mereka semua langsung merinding dan gemetar sesaat setelah melewati pintu
"Serang dia!"
Tidak ada yang berani mendekat,mereka gemetar "aku bilang Serang!!" Ucap sang ketua sambil menendang salah satu bawahannya,mereka semua pun terpaksa maju dan melawan Viktor
Bagai seorang iblis yang baru terbangun,Viktor membunuh semua yang berani mendekat kearahnya bahkan yang hendak kabur pun disikat habis olehnya. Tidak ingin Sena dan Febi mengalami trauma,Hyuga dan Ezil langsung saja menutupi mata kedua gadis itu,tidak disangka kalau mereka harus melihat sisi Viktor yang seperti ini
"Hyuga...cepat bawa Lili dan yang lainnya keluar dari tempat sampah ini,aku akan menghabisi dalangnya secara langsung" ucap Viktor sesaat setelah selesai membantai semua musuhnya itu
"Baiklah"
__ADS_1
"Tu-Tunggu" Febi menyingkirkan tangan Hyuga yang menutupi matanya dan seketika langsung terbelalak melihat penampilan Viktor yang bermandikan darah dan dengan mata merahnya yang seakan menyala dan terasa seperti tidak memiliki perasaan. Febi takut namun dia berusaha untuk berani "aku ikut!karena musuh yang akan kau hadapi itu..adalah pamanku sendiri!"