
Keesokan harinya Seijuro Shin sudah kembali ke Tokyo dan tiba di kediaman Yagami saat siang. Namun betapa terkejutnya dia ketika dia memasuki kamarnya dan melihat Yuuri yang sedang menonton sebuah drama.
Ada rada terkejut dan ada rasa bersalah karena dia sama sekali tidak pulang semalaman dan tidak memberikan kabar untuk Yuuri.
"Yuuri, kamu tidak berangkat kuliah?" ucap Seijuro Shin berkata dengan entengnya seolah-olah tak terjadi apapun.
"Tidak." jawab Yuuri datar dan hanya melirik sekilas Seijuro Shin dengan ekor matanya.
"Kenapa? Apakah kamu sedang tidak enak badan?" ucap Seijuro Shin terlihat cukup mengkhawatirkan Yuuri dan segera menghampirinya lalu duduk di dekatnya.
Yuuri masih menatap televisi dan menggeleng dengan ekspresi malas. Hal ini tentu saja membuat Seijuro Shin cukup keheranan. Karena biasanya Yuuri tak akan secuek ini kepada dirinya. Dan ini adalah pertama kalinya terjadi. Tentu saja Seijuro Shin merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Kamu sedang marah padaku?" ucap Seijuro Shin menerka-nerka.
"Tidak ..."
Seijuro Shin meraih jemari Yuuri dan berkata, "Yuuri, aku sudah cukup baik mengenalmu. Katakan padaku, ada apa?"
"Ada apa?! Hah?! Ternyata Korudokira tetap saja memang sangat dingin dan tidak peka." sahut Yuuri mendengus dan tertawa singkat.
"Yuuri, maafkan aku. Ponselku kehabisan baterai dan mati. Jadi aku tidak bisa menghubungimu."
"Hanya itu? Kamu pergi kemana hingga semalaman tidak pulang ke rumah, Shin?"
"Aku ... ada sesuatu yang sangat penting dan tak bisa aku tinggalkan saat itu, Yuuri." ucap Seijuro Shin yang sebenarnya tak ingin Yuuri mengetahui tentang Dark Dragon.
Mendengar ucapan Seijuro Shin, membuat Yuuri tersenyum kecut.
"Beberapa pekerja di kantor kepolisian juga mengatakan jika mereka melihatmu makan siang dengan seorang wanita. Dan kamu juga tidak pulang semalaman. Ponselmu juga sengaja bukan kamu matikan? Agar aku tidak mengganggu kalian?" sindir Yuuri memojokkan Seijuro Shin.
"Yuuri, apa yang kamu katakan? Wanita itu adalah nona Claire. Dia datang untuk mengunjungiku dan meminta alasan padaku mengapa aku mengundurkan diri dari perusahaannya secara tiba-tiba. Dan aku sama sekali tidak bepergian bersama dengan dia." ucap Seijuro Shin berusaha untuk menjelaskan.
"Lalu? Kemana kamu pergi malam itu?"
"Aku ... sebenarnya aku ..." ucap Seijuro Shin terlihat sangat ragu-ragu untuk menceritakan.
Seijuro Shin semakin erat menggenggam jemari Yuuri dan menatapnya lekat.
__ADS_1
"Aku pergi ke Osaka. Saat aku berniat untuk segera pulang, tiba-tiba aku ..."
"Shin ..." tatapan Yuuri kini terfokuskan pada pelipis Seijuro Shin yang sedikit tertutup poninya.
Yuuri menyibaknya dan melihat ada darah pada pelipis Seijuro Shin.
"Kening kamu berdarah ..." ucap Yuuri mulai terlihat cukup khawatir.
Namun Seijuro Shin menghentikan tangan Yuuri untuk menyentunya.
"Ini bukan darahku. Aku baik-baik saja, Yuuri." ucapnya lirih dan masih menatap dalam sang istri.
"Katakan padaku sebenarnya apa yang sudah terjadi? Apa kamu menjadi Korudokira lagi? Dan mengapa hingga sampai ke Osaka? Shin, katakan padaku ..." ucap Yuuri semakin mengkhawatirkan Seijuro Shin.
"Aku hanya menyesaikan dendam lama untuk mereka para pembunuh keluargaku. Dan semua sudah berakhir. Aku akan merasa lebih tenang karema mereka juga sudah menerima hukumannya." sahut Seijuro Shin merasa lebih tenang.
Karena selama hidup 20 tahun dia masih saja belum tenang sebelum membalaskan perbuatan mereka.
Yuuri terdiam cukup lama dan sepasang matanya sudah berkaca-kaca dengan pupil yang bergetar menatap Seijuro Shin.
"Maaf jika aku telah membuatmu khawatir. Maaf ..."
"Yu-Yuuri. Aku sudah menjelaskan semuanya. Jadi tolong jangan menangis lagi. A-aku berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi. Lain kali aku akan menghubungimu jika aku tidak pulang. Maaf ..." ucap Seijuro Shin merasa sangat bersalah dan mulai meraih tubuh Yuuri dan memeluknya.
"Maaf ..."
"Apa kamu tau? Aku sangat mengkhawatirkan kamu, Shin ... hiks ..." ucap Yuuri di dalam isak tangisnya.
"Maaf, Yuuri. Maaf ..."
Yuuri masih saja menangis, hingga akhirnya setelah beberapa saat dia malah tertidur di dalam pelukan Seijuro Shin. Karena semalaman dia tidak bisa tidur hanya untuk menunggu suaminya pulang.
Seijuro Shin segera memindahkannya di atas pembaringan dan menyelimutinya. Dia masih sangat merasa bersalah akan hal ini dan menatap lekat Yuuri yang sudah tertidur pulas.
...🍁🍁🍁...
Berita kematian bos utama dari Dark Dragon mulai tersebar. Namun tidak ada satupun bukti yang tertinggal siapa pelaku tersebut. Mereka hanya melihat sosok pria bertopi dan bermasker hitam yang cukup mencurigakan, namun mereka tak bisa menemukan siapa sebenarnya pria tersebut.
__ADS_1
Begitulah Seijuro Shin yang sudah terbiasa memerankan sosok Korudokira, begitu terampil dan apik dalam aksi-aksinya serta tak meninggalkan secuil bukti dan jejak apapun setelah semua apa yang telah dia lakukan.
...🍁🍁🍁...
8 bulan kemudian ...
Kehidupan Seijuro Shin dan Yuuri kini juga semakin harmonis dan hangat. Hingga Yuuri memberikan sepasang anak kembar yang begitu cantik, tampan dan menggemaskan untuk Seijuro Shin.
Hari kelahiran kedua buah hatinya membuat keluarga besar Yagami semakin sempurna dan lengkap.
"Shirin sangat cantik seperti mamanya Yuuri, sedangkan Yuru sangat tampan seperti papanya Seijuro Shin. Kalian benar-benar cucuku yang tampan dan cantik!" ucap mama Yuuri begitu berbinar saat menggendong baby Shirin yang begitu cantik dan menggemaskan.
"Tentu saja. Kakek dan neneknya saja juga tampan dan cantik ketika muda. Pasti cucunya juga cantik dan tampan." sahut Hyuga terkekeh sambil menggendong baby Yuru yang tampan dan menggemaskan.
Semua yang berada di dalam ruangan rawat terkekeh mendengar ucapan Hyuga. Termasuk Yuki dan Takeru Yamato yang kebetulan menjenguk mereka.
Seijuro Shin masih terduduk di samping brankar dan menemani Yuuri yang masih terbaring lemah di atas brankar. Beberapa saat yang lalu Seijuro Shin juga selalu menjadi suami siaga dan menemani Yuuri saat proses melahirkan si kembar.
Bahkan dia sampai tidak tertidur dan tidak makan karena menemani sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan kedua buah hatinya. Melihat Yuuri berjuang mempertaruhkan hiduonya, tentu saja membuat Seijuro Shin tak tega melihat semua itu.
Bahkan dia berharap untuk bisa menanggung semua rasa sakit itu jika semua itu bisa dilakukan. Karena bagaimanapun Seijuro Shin sudah terbiasa menahan rasa sakit apapun.
Rasa sakit, lelah, mengantuk, kecemasan, semuanya seakan sirna dan lenyap begitu saja saar melihat baby Shirin dan baby Yuru yang begitu menggemaskan.
...🍁🍁🍁...
THE END
Makasih banyak yang selama ini sudah mengikuti kisah Seijuro Shin dan Yuuri yang penuh lika-liku hingga akhirnya mereka bisa bersatu dan hidup bahagia bersama.
Lophe-lophe sekebon NT untuk kalian. Dan sampai jumpa di nupel lainku yak. Jaa matte ne, Minna san. 😘
Oya aku kasih bonus visual baby Shirin dan baby Yuru yah.
__ADS_1
Dan satu lagi si papa baru yang baru belajar menggendong seorang baby. 🤭