Who Am I

Who Am I
Sena


__ADS_3

Makan malam sudah siap,semua orang sudah ada dimeja makan, bersiap-siap untuk menyantap hidangan yang disajikan


"ayo kita makan malam"


Mereka pun makan malam bersama,saling bersenda gurau dan bercerita masing-masing


"Sena,apa kau sudah membereskan pakaian mu?apa kau suka dengan kamarnya?"


"emm,sangat. Terimakasih karena sudah membiarkan kami tinggal disini"


"tidak apa-apa"


Sementara Hyuga sibuk bertanya,Viktor lebih fokus untuk menghabiskan kue cokelat kesukaannya


"enak!!na Hyuga..kue ini sama dengan kue buatanmu"


Dengan lahap dan senyum diwajahnya,Viktor memakan kue cokelat nya. Hyuga dan yang lainnya hanya tersenyum dan tidak menggangu acara makannya Viktor


"aku yang mengajarinya"


"syukurlah kalau tuan menyukainya"


Sena tersenyum kearah Viktor lalu lanjut menyantap makanannya. Viktor yang sedari tadi tidak bergabung dalam percakapan,kini mulai bicara dan bertanya


"oh ya Sena,apa kau masih bersekolah?"


Sena mengangguk lalu menjelaskan sedikit tentang sekolahnya


"jaraknya lumayan jauh dari sini"


"kenapa tidak pindah kesekolah kami saja, jaraknya dekat dengan rumah"


Dengan tersenyum,Hyuga memberi tawaran kepada Sena. Sena yang mendengarnya sedikit tersedak lalu segera menoleh kearah Hyuga


"eh apa boleh?"


"ya tanyakan saja pada ayahmu"


Sena pun menoleh kearah ayahnya untuk meminta jawaban. Pak Kim pun menoleh balik kearah putrinya itu seraya tersenyum


"tentu saja boleh. Selain jaraknya dekat,ayah juga tidak perlu mencemaskan mu karena ada tuan Hyuga dan Viktor yang menjagamu"


Sena tersenyum dan langsung memeluk ayahnya itu,ayahnya pun memeluknya balik. Dan akhirnya makan malam itu penuh dengan pertanyaan Sena tentang sekolah yang akan dia tuju besok pagi,Hyuga dan Viktor dengan senang hati menjelaskan nya


...*****...


Keesokan harinya,Hyuga,Viktor,dan Sena berjalan beriringan menuju sekolah. Seragam baru yang dikenakan oleh Sena sangat cocok untuknya,menambah kecantikan dirinya yang sedari awal memang sudah cantik


"Viktor,bisa kau antar Sena ke kelasnya?aku ada urusan diruang OSIS"


"menjadi wakil ketua OSIS memang sulit ya.. baiklah"


Setelah mendengar jawaban dari Viktor,Hyuga segera pergi berlari keruang OSIS. Viktor dan Sena pun melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas


Sepanjang perjalanan,Sena merasakan tatapan mengintimidasi dari sekelilingnya. Sorotan mata yang tajam ditujukan kepadanya,dan itu membuatnya tidak nyaman sekaligus takut


"oh ya,kenapa semua orang melihat ku dengan tatapan seperti itu?"


"Mungkin mereka iri denganmu,karena kau bisa berjalan bersamaku dipagi hari seperti ini"


Jawabnya dengan santai dan tetap menatap jalan didepannya tanpa mempedulikan orang-orang yang tengah memperhatikan mereka


"Ah begitu ya.. sepertinya tuan Viktor sangat populer disekolah ini,semoga aku tidak mendapat musuh"


"langsung Katakan padaku jika ada yang mengganggumu. Itu permintaan dari Paman Kim"


"baik, terimakasih"


Viktor pun tersenyum kearah Sena kemudian menatap jalan lagi. Dia terus berjalan menuju ke kelas Sena,mereka bedua berbeda kelas. Seharusnya mereka keruang guru dulu,tapi Viktor ada urusan sebentar dikelas barunya Sena


"ini kelasmu"


Langkah Viktor terhenti didepan sebuah kelas. Diatasnya tertulis kelas 1-3,itu adalah kelas yang sama dengan Febi dan juga Reni


Sena pun melihat-lihat kelas barunya dan Viktor pun segera melangkahkan kakinya masuk kekelas itu. Semua siswa yang ada dikelas langsung berbisik-bisik dan mulai memanggil-manggil nama Viktor. Tapi Viktor Sam sekali tidak merespon


Viktor berjalan mendekati sebuah meja dimana seseorang sedang tertidur disana. Orang itu sedang tertidur pulas,tapi Viktor tidak ragu-ragu membangunkan nya dengan cara menggebrak mejanya dan berhasil membuat orang itu terkejut dan terbangun


"Kau mau membuatku jantungan ya?!"


Febi mengepalkan tangannya tanda dia ingin sekali memukul orang yang baru saja membangunkannya itu. Dia ingin tidur sebentar dikelas,karena kemarin dia pulang kerja terlalu larut malam


Tanpa mempedulikan Omelan Febi,Viktor dengan santainya menyuruh Sena untuk mendekat kearah mereka


"aku tidak mempercayai siapapun dikelas ini,tapi aku rasa aku bisa percaya padamu. bisakah kau mengajaknya berkeliling saat istirahat nanti?aku ada keperluan nanti jadi tidak bisa,apa kau bisa?"


Berusaha menstabilkan emosinya,Febi menarik napas panjang lalu menghembuskan nya,kemudian mengalihkan pandangannya kearah wanita yang sedang berada disamping Viktor. Sena yang dilihat pun tersenyum ramah kearah Febi yang sepertinya masih menahan kekesalan terhadap Viktor


"tapi sebelum itu,siapa dia?"


Dengan nada malas Febi menunjuk Sena,dan Viktor pun langsung saja menjelaskan tentang orang disampingnya itu


"Sena,ini adalah orang yang ayahmu bicarakan?"


"eh?jadi kau ya?aku anak dari pria yang dibantu oleh Viktor 2 Minggu yang lalu. Tolong maafkan sikap ayahku waktu itu"


Sena membungkuk meminta maaf kemudian berdiri tegap kembali. Febi yang tadinya masih sedikit mengantuk kini sudah sadar sepenuhnya dan mulai bersemangat berbicara dengan Sena


"ah jadi kau putrinya ya? baiklah kalau begitu dengan senang hati aku akan mengajaknya berkeliling nanti"


"terimakasih"


"baguslah kalau begitu. Ayo Sena,kita harus menemui wali kelasmu, kebetulan aku juga mau keruang kepala sekolah"


Selesai dengan urusannya,Viktor segera meninggalkan kelas itu dan Sena pun mengikutinya dari belakang. Setelah sosok dua orang itu tidak terlihat lagi,semua gadis dikelas 1-3 langsung menggerumuni mejanya Febi,melontarkan semua pertanyaan yang mereka tahan sejak tadi


Febi yang tidak tau harus menjawab apa hanya bisa tersenyum kikuk. Untunglah bel masuk segera berbunyi sehingga Febi terselamatkan dari pertanyaan-pertanyaan teman sekelas nya itu


Dalam perjalanan menuju ruang guru,Viktor dibuat kesal dengan kehadiran sesosok manusia yang tiba-tiba muncul di persimpangan lorong dan kemudian mengikuti mereka


"menjauhlah!!jangan mengikuti ku!!"


Jika tidak ada Sena disampingnya,mungkin Viktor sudah mendaratkan beberapa tendangan ke arah pria yang bernama Doni itu. Tapi tidak dia lakukan karena tidak baik menunjukkan kekerasan didepan seorang wanita


"apa dia orang yang kau sukai?"


Kerutan empat imajiner muncul di kepala Viktor,dia sangat tidak suka dengan orang yang mencampuri urusannya apalagi jika orang itu sok tau sekali


"Bukan urusanmu,pergi sana jangan mengikuti ku!"


"aku tidak mengikuti mu,aku hanya ada keperluan sedikit dengan kepala sekolah"


"halo,salam kenal"

__ADS_1


Menengahi pertengkaran antara Viktor dan Doni,Sena pun mulai mengajak bicara orang yang baru dilihatnya itu. Dengan tersenyum lembut,Sena memperkenalkan dirinya,dan Viktor hanya mendengus kesal karena itu. Doni yang tadinya tidak menyadari kalau ada orang lain selain mereka,kini mulai sedikit merendahkan kepalanya dan menatap lurus kearah perempuan yang lebih pendek darinya itu


"hi,namaku Doni,senang bertemu denganmu"


Doni tersenyum kearah Sena dan Sena pun mengangguk. Saat Sena dan Doni sedang berbincang-bincang dan Viktor tidak ikut bergabung,suara bisik-bisik sedikit terdengar dari beberapa gadis yang keluar kelas demi melihat para manusia tampan itu


Lagi-lagi tatapan mengintimidasi didapatkan oleh Sena dari kelas yang mereka lewati itu,sena pun menunduk dan berhenti bicara dengan Doni


Dari arah kelas itu,seorang gadis lebih tepatnya kakak kelas,berlari kecil kearah mereka. Ditangan gadis itu terlihat jelas sebuah kotak berwarna pink serta dihiasi dengan pita berwarna merah,sudah pasti itu adalah sebuah hadiah


Dengan sangat percaya diri,gadis itu berhenti didepan Viktor lalu mengangkat kotak itu hingga berada didepan dadanya


"Viktor,ini aku buatkan kue untukmu"


"ah maaf ya,aku sudah makan dirumah tadi. Lagipula aku sedang ada kerjaan,aku pergi dulu"


Viktor Langsung saja melewati gadis itu dan tidak menoleh lagi kebelakang. Gadis itupun kecewa dan kemudian menatap sinis kearah Sena. Dia menyalahkan Sena, menurutnya Sena lah penyebab Viktor menjadi acuh terhadap nya. Sena yang ditatap sinis menjadi tersentak dan sedikit gemetar. Doni yang melihat Sena menjadi ketakutan seperti itu langsung saja memberikan tatapan yang lebih sinis lagi kearah kakak kelasnya itu


Wanita itupun langsung ketakutan,dia serasa ditusuk-tusuk dengan tatapan yang diberikan oleh adik kelasnya itu. Wanita itu segera berlari kencang kembali kekelasnya,dia takut jika tidak segera lari maka keselamatan nya akan terancam


Sena pun bernapas lega kemudian langsung berterimakasih kepada Doni yang sudah menolongnya. Doni hanya mengangguk kemudian berjalan kembali menuju keruang guru


Viktor yang sedari tadi sudah sampai didepan ruang guru,lebih memilih untuk menunggu dua orang yang berjalan bersamanya tadi. Setelah Doni dan Sena sampai,Viktor langsung saja membuka pintu dan segera menemui orang yang merupakan wali kelas barunya Sena


"Bu guru,ini siswa yang dibicarakan kemarin"


Wanita yang tadinya sedang mengisi berkas-berkas,kini memutar kursinya dan menghadap kearah Viktor dan Sena. Viktor seharusnya keruang kepala sekolah sekarang,tapi karena disana masih ada Doni,jadi dia memutuskan untuk menyelesaikan urusan Sena terlebih dahulu


"aku wali kelas barumu,semoga kau bisa betah disekolah ini,Sena"


Guru itupun tersenyum dan Sena pun ikut tersenyum. Sesuai dugaannya,Doni tidak akan lama diruang kepala sekolah,belum sampai 5 menit,Doni sudah keluar dari ruang kepala sekolah


Viktor pun segera permisi kepada gurunya itu,kemudian langsung masuk kekantor kepala sekolah. Viktor mengetuk pintu terlebih dahulu,kemudian langsung membuka pintu itu tanpa menunggu jawaban dari orang yang ada didalam


"pagi,Paman"


Sambil mendudukkan dirinya di sofa diruangan itu,Viktor dengan santainya memakan cemilan yang disediakan dimeja yang ada disana


Kepala sekolah yang tadinya membelakangi Viktor dan melihat keluar jendela,kini memutar kursinya kemudian berdiri dan duduk di sofa yang ada didepan Viktor


"Viktor,bukankah sudah kubilang untuk memanggil ku kepala sekolah jika sedang berada disekolah?"


"tapi hanya kita yang ada disini"


Ucapnya dengan memasukkan beberapa cemilan kemulutnya. Kepala sekolah pun pasrah dan menurut saja dengan perkataan Viktor,dia tau kalau dia tidak akan menang jika berdebat dengan bocah didepannya itu


"Ah baiklah. Ini soal olimpiade yang akan kau ikuti. Aku akan menggantikan mu dengan orang lain"


Kepala sekolah menatap serius kearah Viktor,Viktor yang mendengar itu langsung saja menggebrak meja dan memandang tajam kearah kepala sekolah sekaligus orang yang dipanggilnya Paman itu


"Tempat diadakannya adalah dinegara K,tempat para kelompok mafia dan kelompok yang bernama darah naga itu. Itu tempat yang berbahaya untukmu,aku dengar bos dari kelompok itu sedang berusaha untuk mencarimu,tidak..lebih tepatnya berusaha untuk mendapatkan mu kembali"


"Terserah apa kata mu dan juga orang tua itu,aku akan tetap kenegara K. Aku akan mencari informasi disana kemudian memikirkan cara agar bisa menghancurkan kelompok mafia itu. Meskipun kau menggantikan ku dengan orang lain,aku akan tetap pergi kesana, bagaimana pun caranya!"


Viktor sangat serius saat mengatakan itu,bisa terlihat jelas dari matanya yang tidak ada keraguan atau ketakutan sedikit pun


Kepala sekolah masih berusaha untuk menghentikan Viktor,meski Viktor bukanlah keponakan kandungnya, menurutnya Viktor adalah seseorang yang berharga. Karena Viktor tidak lagi memiliki orang tua dia ingin menjadikan Viktor sebagai anaknya,tapi Viktor menolak. Dia pun sering kali melarang Viktor untuk menjalankan misi,namun Viktor tidak bisa dihentikan olehnya. Dia ingin sekali menjauhkan Viktor dari segala sesuatu yang dapat menyakitinya ataupun membahayakan nyawanya. Dia ingin sekali Viktor bisa hidup normal layaknya anak-anak SMA pada umumnya,tapi itu tidak bisa dia wujudkan sama sekali


"aku tidak akan melakukan hal yang sia-sia,dan aku juga akan menghindari kontak dengan kelompok mafia itu sebisa mungkin. Lagipula hanya seminggu aku disana"


"Pikirkan lagi Viktor, bagaimana jika orang itu berniat untuk membunuhmu?aku tidak mau kau sampai kenapa-kenapa!"


"Aku tau Paman mencemaskan ku, percaya lah,aku akan menjaga diriku sebaik mungkin disana. Jika mereka ingin membunuh ku,maka aku yang akan membunuh mereka duluan"


"Kau tiba-tiba saja memaksa untuk ikut dalam olimpiade ini,padahal kau selalu menolak sebelumnya. Dan alasan dari itu ternyata kau ingin mencari informasi tentang kelompok darah naga,kenapa kau selalu saja lebih tau dari kami"


"hihihi,aku selalu dua langkah didepan Paman dan pak tua itu"


"Berjanjilah kalau kau akan pulang dengan selamat,jika tidak maka aku akan melarangmu untuk pergi ke negara K lagi,mengerti?!"


Viktor mengangguk kemudian berdiri dari tempat duduknya. Dia lalu mengambil tasnya yang dia letakkan diujung sofa tadi, meletakkan nya dibahu kemudian berterima kasih kepada kepala sekolah nya itu. Kepala sekolah pun hanya tersenyum kearah viktor,dan setelah itu Viktor pun langsung berjalan menuju pintu keluar kemudian menutupnya


Setelah pintu tertutup,kepala sekolah langsung mengambil handphone nya dari kantong celananya. Mencari-cari nomor seseorang yang ingin dia hubungi,sambil mencari-cari nomor itu,dari matanya bisa terlihat kalau dia sedang gelisah sekaligus khawatir. Tidak butuh waktu lama, nomor itu sudah ditemukan nya


"Halo...."


Viktor berjalan dilorong untuk menuju kelasnya. Ditengah jalan Viktor berpapasan dengan Hyuga dan menghentikan langkahnya sejenak untuk berbincang-bincang


"Viktor, bagaimana?apa yang dikatakan oleh kepala sekolah?"


"tidak ada yang berubah,aku akan berangkat besok dan tidak akan pulang selama seminggu"


"aku juga akan berangkat besok. Aku dipercayakan sebagai perwakilan dari sekolah kita untuk mengikuti acara perkumpulan siswa-siswa berbakat dinegara A,dan aku akan disana selama sebulan"


"eh lama sekali"


"ya begitulah,selama aku pergi pastikan kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Jangan mudah melampiaskan emosimu dan makanlah yang teratur"


Kebiasaan Hyuga pun muncul kembali,dia secara panjang lebar menasehati Viktor,dan orang yang dinasehati hanya bisa mengangguk tanda dia mengerti


"baik..saat kau tiba dinegara A,sampaikan salam ku untuk Paman Li ya"


"Baiklah,aku harus segera keruang kepala sekolah untuk memberi laporan,aku duluan ya"


"ok, semangat ya.."


Hyuga pun mengangguk kemudian langsung pergi keruang kepala sekolah. Viktor memandangi kepergian Hyuga sebentar,kemudian berjalan kembali menuju kelasnya


.


.


Sesampainya dikelas,ternyata tidak ada guru yang mengajar dan dipapan tulis bertuliskan 'belajar sendiri dari 07.45-10.00' , sepertinya guru yang mengajar hari ini sedang ada urusan sehingga tidak bisa mengajar


Meski tidak ada guru, keadaan kelas sangat tenang,sesuai dengan namanya yaitu kelas unggulan. Viktor berjalan menuju tempat duduknya dan sesekali menimpali sapaan teman-teman sekelasnya


Beberapa teman prianya datang untuk menyemangati Viktor,dan sebagai teman yang baik Viktor sangat berterima kasih atas dukungan mereka. Setelah memberi semangat,para pria itu kembali ketempat duduk mereka masing-masing


Doni menatap lekat kearah Viktor. Awalnya Viktor mengabaikan nya,tapi karena dia dipandangi lumayan lama,dia menjadi risih dan langsung menatap tidak suka kearah orang disampingnya itu


"ada apa?!"


"apa tempat yang akan kau tuju itu negara K?"


"bukan urusanmu"


Viktor pun mengeluarkan novel detektif dari bawah mejanya, berusaha untuk mengalihkan perhatian nya dari Doni yang entah kenapa selalu saja membuatnya kesal


Meski sudah diabaikan,Doni sama sekali tidak berhenti bicara kearah Viktor. Dia sudah terbiasa diseperti itukan oleh Viktor


"saat kau sampai disana tolong hati-hatilah dengan kelompok phantom"


Merasa bisa dapat informasi dari itu,Viktor mengalihkan pandangannya kearah Doni kembali. Meskipun wajah kesal masih sedikit terlihat

__ADS_1


"kenapa dengan mereka?apa mereka punya dendam denganku?"


"itu adalah kelompok yang tercipta tanpa sepengetahuan papa,dan kelompok itu punya satu tujuan yaitu menyingkirkan anak kesayangan papa dan menjadi kesayangannya yang berikutnya"


"hah..sudah ku bilang aku tidak tertarik untuk menjadi anak kesayangannya papamu itu,aku tidak ingat apapun! papa mu itu kenapa selalu menambah pekerjaan ku?!!"


Viktor kesal,sudah sering kali Doni mengatakan soal anak kesayangan papanya itu. Viktor sama sekali tidak tertarik,dia ingin sekali memukul orang yang dipanggil papa itu dan menghilangkan julukan sebagai anak kesayangan itu


"banyak orang yang ingin jadi kesayangannya papa,tapi tidak ada yang bisa. Kau harusnya bahagia karena itu"


"kalau ku bilang tidak ya tidak,kau saja yang jadi anak kesayangannya. Lagipula diriku dimasa lalu tidak ingin mengingat soal dirinya dulu yang masih bergabung dengan kelompok kalian,jika dia tidak mau mengingatnya,maka aku yakin kalau disana banyak kisah-kisah kelam dan tidak menyenangkan"


"begitu ya"


Setelah mengatakan itu,Doni segera beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan meninggalkan kelas. Viktor hanya melihatnya sebentar,lalu memutuskan untuk memandangi lapangan basket dari jendelanya. Terlihat beberapa siswa sedang bermain basket dilapangan, rasanya Viktor ingin sekali bergabung dan bermain basket bersama mereka


.


.


.


Bel istirahat sudah lumayan lama berbunyi,Viktor memutuskan untuk pergi ke perpustakaan karena disana adalah tempat yang paling tepat untuk berkonsentrasi


Viktor belum makan siang,namun dia sama sekali tidak mempedulikannya. Dia tengah asik mengutak-atik laptopnya tengah mencari sesuatu


"emmm..bahkan digedung utama pun sedikit sekali informasi tentang kelompok darah naga..kenegara A saja kalau begitu"


Viktor pun segera meretas jaringan pemerintah dinegara A,yang merupakan negara yang lebih maju dari negaranya itu. Dia yakin kalau dia akan mendapatkan informasi yang dia inginkan dari situs pemerintah negara itu


Dia sangat fokus saat mencarinya,satu persatu file dengan akses rahasia itu dia buka. Meski sedikit kerepotan,namun pada akhirnya Viktor dapat masuk kedalam jaringan utama gedung pemerintah negara A


"ah begitu ya.. sepertinya aku harus kesini dulu saat aku sampai nanti"


Senyuman puas tampak diwajahnya, informasi yang dia inginkan telah dia dapatkan. Semua strategi yang akan dia gunakan langsung saja muncul dikepalanya,bahkan dia sudah memperhitungkan tentang bagaimana jika rencananya tidak berjalan sesuai rencana,dia sudah menyiapkan rencana cadangan


Viktor terhenti karena perutnya berbunyi,tanda kalau dia sudah lapar,untung saja tidak ada orang didekatnya. Viktor segera membereskan tempat duduknya,kemudian berjalan meninggalkan perpustakaan


Tempat yang dituju oleh Viktor sekarang adalah kantin,dia ingin mengisi perutnya disana. Dia tidak bisa berpikir jernih jika perutnya keroncongan


Saat sampai di kantin,Viktor langsung pergi untuk memesan makanan,tapi dia terhenti karena suara orang yang dia kenal memanggil namanya


"Viktor!!sini!"


Viktor segera mencari-cari sumber suara,dan dia pun menangkap sosok yang memanggilnya itu dipojok sebelah kiri dan kemudian langsung menghampiri nya


"tuan Viktor duduk saja,aku yang akan memesankan makanan untukmu. Mau pesan apa?"


"nasi goreng spesial ya"


Sena pun mengangguk lalu bediri menuju penjual kantin untuk memesankan makanan untuk Viktor. Viktor pun duduk di bangku kosong disebelah Hyuga dan kemudian menyimpan laptop nya dibawah laci yang ada disana


"Febi, bagaimana dengan Sena?"


Hyuga bertanya kepada Febi yang sedang memakan bakso pesanannya. Febi yang serasa ditanya langsung melihat kearah Hyuga


"dia sangat penurut juga lembut,disaat pelajaran dia juga sangat fokus"


"ah begitu ya. Aku dan Viktor akan pergi besok dan juga lumayan lama. Dia mungkin belum bisa langsung berteman dengan yang lainnya,jadi tolong jagalah dia saat kami pergi"


"tuan Viktor,ini dia pesanannya"


Sena datang dengan membawa nasi goreng spesial pesanan Viktor,masih hangat dan terlihat nikmat,Viktor langsung mengambil pesanan nya seraya berterimakasih


Sena kemudian duduk ditempatnya tadi,meminum jus lemon nya kemudian memainkan hp nya


"Viktor,kau tidak merencanakan hal-hal yang nekat lagi kan?"


Tanya Hyuga dengan melihat kearah laptop Viktor yang ada didalam laci. Viktor yang ditanya diam sejenak kemudian memakan nasi goreng miliknya


"fokus saja dengan kegiatan mu besok"


"memangnya mau kemana?"


Sena yang tadinya fokus dengan hp nya kini menatap serius kearah Hyuga dan juga Viktor


"kami belum bilang ya?"


Sena pun menggeleng sebagai jawaban,Hyuga kemudian tertawa kikuk karena dia ternyata tidak ingat untuk memberitahu Sena tentang hal itu


"besok kami akan pergi keluar negeri. Viktor kenegara K selama seminggu,dan aku akan ke negara A selama sebulan. Jadi dirumah hanya kau dan Paman Kim. Kau bisa mengajak Febi untuk menginap jika kau mau"


"Ah baiklah"


.


.


.


Hyuga dan yang lainnya kini sedang dirumah mereka masing-masing. Hyuga baru saja selesai mandi dan saat ini dia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk


Melihat Viktor yang sedang sibuk dengan laptopnya,Hyuga pun memutuskan untuk duduk disofa yang ada didekat Viktor


"Viktor,kau sedang apa?apa kau sudah menyiapkan barang-barang mu?"


"aku akan menyiapkannya sebentar lagi,setelah ini"


Hyuga menelengkan kepalanya,melihat kelayar laptop untuk mengetahui apa yang sedang Viktor kerjakan. Saat dia melihatnya,dengan sangat cepat tangan Hyuga memukul kepala Viktor dan membuat Viktor meringis kesakitan sambil memegang kepalanya


"kau disana untuk belajar,bukan yang lain"


"sedikit melenceng tidak apa-apa kan?"


Hyuga hendak memukul lagi kepala Viktor, namun terhenti karena Sena tiba-tiba saja datang kearah mereka


"aku sudah mencuci semua pakaiannya,apa aku juga perlu membantu kalian berkemas?"


"tidak perlu,kami akan menyiapkan barang-barang kami sendiri. Terimakasih atas tawarannya"


Ucapnya dengan pandangan yang masih fokus kearah layar laptop dan tangannya yang sibuk mengetik papan-papan kecil disana


"sama-sama,besok rumah pasti akan terasa sepi"


"ne Hyuga,apa perlu kusuruh Beberapa orang untuk menjaga rumah?"


"tidak perlu,itu akan terlalu mencolok nantinya. Semua pasti akan baik-baik saja selama kita pergi"


"ah baiklah kalau kau bilang begitu"


"makan malam nya sudah siap,ayo makan dulu"


"Baik"

__ADS_1


Semua aktivitas pun dihentikan, mereka semua langsung berjalan kearah meja makan untuk makan malam bersama. Mereka menikmati makan malam ini,karena besok mereka tidak akan bisa makan malam bersama lagi untuk beberapa waktu


__ADS_2