
Lin dan Viktor menyerang secara bersamaan dari kedua belah sisi dan itu membuat Lim sedikit kerepotan. Kombinasi gerakan Viktor dan juga Lin sangat selaras jadi mereka terlihat seperti sebuah kesatuan yang utuh. Karena kombinasi yang sempurna,mereka perlahan-lahan bisa melukai Lim dan membuatnya kewalahan
"Ha,ha,ha..." Lim kelelahan dan terduduk karena kehilangan tenaga. Bukan karena tanpa sebab,dia kehilangan tenaga karena Viktor menyemprotkan sesuatu kepadanya,dan itu sangat memberikan efek pada dirinya
"Kerja bagus Viktor"
"Kali ini aku pasti akan membunuhmu!"
"Ayo kita akhiri ini Viktor!" Ucap Lin sambil memegang erat senjatanya dan langsung diangguki oleh Viktor. Keduanya pun maju lagi secara bersamaan,tapi yang anehnya Lim malah tersenyum dan langsung membuat Lin kaget "Viktor!!"
'eh..?' Viktor terkejut karena sebuah tombak mengarah tepat kearahnya dan karena itu tiba-tiba dia tidak bisa menghindari nya 'tidak akan sempat,aku tidak akan bisa menghindar'
Tsekk!! Mata Viktor membola seketika saat Lin menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi dirinya. Tombak itu langsung menancap tepat di perut Lin dan sangat dalam,darah segar langsung saja membanjiri lantai
"Papa!!"
Dengan Tubuh yang gemetar Viktor memperhatikan tombak yang menancap di perut Lin itu. Viktor ingin segera menyingkirkan benda tajam itu dari perut Lin tapi jika dia melakukan itu maka nyawa Lin akan semakin dalam bahaya 'bagaimana ini?aku harus segera menolongnya!karena aku papa begini...apa yang harus aku lakukan?' pikiran Viktor menjadi kacau karena dia terlalu cemas saat melihat kondisi Lin yang terluka parah dan wajahnya yang semakin pucat 'apa yang harus aku lakukan?!'
"Sudah ku duga kalau kau akan melindungi nya Lin!" Ucap Lim sambil menendang kepala Viktor dan membuatnya terpental jauh "kau seharusnya menuruti ku saja Lin, sebagai adik yang baik" Lim pun mengarahkan pistolnya tepat kearah kepala Lin yang kini sudah kesulitan untuk bernapas. Lim sama sekali tidak merasa bersalah,dia malah tersenyum karena adiknya yang selalu menentang dirinya itu akan segera dia hilangkan
"Jangan..menyentuh..papaku!!"
'cepat sekali!'
Lebih cepat dari yang sebelum-sebelumnya,Viktor dengan cepat mengangkat tubuh Lin dan membawanya pergi dari sana. Lim yang tadinya terkejut kini sudah mulai menstabilkan posisinya dan membidik kearah punggung Viktor yang mulai menjauh
Dor!!dalam sekali tembakan Lim langsung mengenai punggung Viktor,tapi itu tidak menghentikan Viktor sama sekali,dia terus berlari dengan sekuat tenaga sambil membawa Lin yang dia gendong
.....
Saat ini di rumah sakit,Viktor terlihat sangat terpuruk dan tidak bisa menghilangkan rasa bersalah di dalam hatinya 'semua ini salahku!karena aku Hyuga dan papa terluka parah,mereka hampir mati gara-gara aku, semuanya salahku..aku seharusnya tidak melibatkan mereka dalam urusan pribadiku..'
"Viktor..Viktor.."
Panggilan Alex sama sekali tidak terdengar oleh Viktor yang sedang berkulat dengan pikirannya. Sudah sering Alex memanggil ataupun menggoyang-goyangkan tubuh Viktor,tapi Viktor tetap saja tidak mendengar panggilannya
Cklek!!pintu UGD terbuka menampilkan pria berjas putih,Viktor dan Alex langsung saja berdiri dan menghampiri sang dokter
"Bagaimana keadaan mereka?"
"Mereka masih bisa diselamatkan,tapi mereka juga ada dalam ambang kematian. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuat mereka melewati kondisi antara hidup dan mati ini,jadi saya permisi dulu"
Viktor terduduk kembali dan memegangi kepalanya dengan kuat,Alex yang melihat itu tidak tau harus mengatakan apa karena dia tau benar seberapa pentingnya kedua orang itu bagi Viktor
'ya tuhan..tolong jangan ambil mereka,aku sudah tidak mau kehilangan siapa-siapa lagi'
.....
"Viktor sebaiknya kau istirahat saja" nasehat Alex kepada Viktor yang tidak Kembali keruangannya dan malah menunggu di ruang tunggu UGD. Padahal luka tembak di punggungnya lumayan parah
"Aku tidak apa-apa,aku akan menunggu sampai operasi mereka selesai"
Clink!!pintu terbuka dan menampilkan dokter yang tadi siang,Viktor dan Alex langsung saja bertanya-tanya tentang keadaan Hyuga dan juga Lin "syukurlah mereka selamat,tubuh mereka kuat jadi mereka tidak mati dengan mudah"
__ADS_1
Mendengar hal itu,Alex dan Viktor Langsung saja bernapas lega, terutama Viktor,dia langsung mendudukkan kembali dirinya di kursi karena terlalu senang dan lega mereka berdua selamat 'terimakasih ya Allah'
"Apa kami sudah bisa masuk?"
"Belum,kalian harus menunggu dua hari lagi sebelum orang-orang bisa menemui pasien"
"Oh begitu ya, terimakasih dokter"
Dokter itupun mengangguk dan pergi dari sana. Alex pun langsung duduk kembali dan menoleh kearah Viktor yang kini menutupi wajahnya dengan punggung tangan
"Mereka selamat Viktor,kau bisa istirahat sekarang"
"Ya kau benar pak tua.."
Biasanya Alex akan menjentik dahi Viktor saat Viktor memanggilnya pak tua,tapi kali ini tidak dia lakukan karena napas Viktor terengah-engah dan keringatnya bercucuran,luka Viktor kembali terbuka. Penglihatan Viktor mulai meredup dan dia tidak bisa mendengar apa yang Alex katakan,yang bisa dia lihat secara samar-samar adalah datangnya segerombolan suster dan dokter yang mendekat kearahnya. Dan setelah Viktor tidak bisa melihat apa-apa lagi
.....
"Eughh"
Viktor akhirnya terbangun dari pingsannya dan mendapati kalau dia sedang ada di ruangannya. Tangannya kembali di infus dan itu membuatnya merasa tidak nyaman namun dia paksakan
Kepala Viktor masih sedikit pusing,jadi dia memilih untuk tidak banyak bergerak dan mengambil laptop yang ada di sampingnya. Viktor rasa dia masih harus mengawasi keadaan
"Berhentilah bekerja dan istirahat Viktor"
Mendengar suara yang tidak asing,Viktor langsung saja menoleh kearah pintu dan mendapati sesosok yang selalu bisa membuat dia naik darah. Biasanya Viktor akan menembak ataupun melemparkan pisau kearah orang itu,tapi karena dia sedang sakit jadi dia hanya bisa memperlihatkan tatapan kesalnya
"Kenapa kau disini?!"
"Kau hampir kehilangan mereka Viktor"
"Diam!aku tau itu..!aku tidak bisa melindungi siapapun!aku hampir membuat papa dan Hyuga terbunuh!aku benar-benar payah!!"
"Berhentilah menjadi pembunuh dan hiduplah dengan normal kalau begitu Viktor. Kau pantas mendapatkan kehidupan yang normal"
Mendengar perkataan Doni barusan membuat Viktor terdiam. Perkataan Doni ada benarnya tapi di satu sisi dia masih harus membalaskan dendam orangtuanya,jadi itu membuat Viktor bingung
"Paman dan bibi pasti ingin kau bahagia Viktor,mereka tidak mengharapkan kau tersiksa dan terluka begini" ucap Doni seraya berdiri dan pergi dari sana. Viktor tertegun dengan perkataan Doni barusan lalu menelungkup kan kepalanya di antara lututnya
.....
"Viktor bersiap-siaplah,kita akan kembali ke negara D"
Saat ini keadaan di sekitar rumah sakit terlihat sangat ramai,banyak anggota militer yang berkumpul dan mereka semua di bawah komando Alex,mereka sedang memindahkan Hyuga dan juga Lin
"Apa mereka sudah boleh di pindahkan?"
"Ya,aku sudah bertanya kepada dokter dan dia bilang sudah boleh. Disini tidak aman,jadi sebaiknya kita membawa mereka ke negara D,disana kelompok darah naga tidak akan memiliki kekuatan sama sekali" jelas Alex lalu masuk ke dalam mobil dan Viktor pun menoleh sejenak kearah Hyuga dan juga Lin lalu ikut masuk ke dalam mobil. Keberangkatan mereka menuju bandara pun berlangsung
Di sepanjang perjalanan Viktor sibuk menoleh kearah belakang dimana itu adalah mobil yang terdapat Hyuga dan juga papanya,Viktor khawatir jadi dia tidak bisa berhenti menoleh. Sedangkan Alex sibuk menelepon seseorang dan beberapa kali melirik apa yang sedang Viktor lakukan
Saat sampai di bandara,Hyuga dan juga Lin langsung dimasukkan kedalam pesawat pribadi milik Alex dan langsung pergi dari negara K. Viktor mencari-cari di sekitar tapi dia tidak menemukan Doni 'apa dia tetap tinggal?'
__ADS_1
.....
Klekk!suara pintu terbuka membuat orang yang ada di dalam langsung saja pergi ke pintu depan "selamat datang kembali tuan Viktor" ucap Sena dan Paman Kim bersamaan dan senang karena tuan mereka itu bisa pulang dengan selamat
Sena dan Paman Kim melihat Viktor yang berbeda dari biasanya dan itu membuat mereka khawatir, apalagi dengan beberapa luka yang ada di tubuhnya "apa kau baik-baik saja Viktor?" Tanya Sena berusaha menyentuh Viktor tapi Viktor langsung saja melewatinya dan pergi ke kamarnya tanpa berbicara apapun kepada Sena dan juga Paman Kim
"Mereka mengkhawatirkan mu Viktor!"
Ketiga orang di rumah itu terkejut dengan suara yang tiba-tiba saja muncul dari belakang mereka. Orang itu terlihat sudah tua terlihat dari rambutnya yang sudah berwarna putih. Pria itu terlihat sangat tegas,kumis dan jenggotnya menambah kharismanya
Melihat pria itu Viktor seketika saja kesal dan tanpa pikir panjang langsung menembakkan peluru. Dia tidak lagi mempedulikan bahwa disana masih ada Sena dan juga Paman Kim
Pria tua itu menangkap peluru Viktor tadi dengan tangan robotnya,karena tangan kanannya sudah tidak ada sejak beberapa tahun yang lalu
"Mengapa kau bisa kesini sialan?!" Marah Viktor mengarahkan lagi pistolnya kearah pria tua tadi. Sena yang melihat itu langsung saja berusaha menghentikan dan berdiri di depan pria tua itu "tidak baik menyerang orang tua tuan Viktor!"
"Terimakasih nona,tapi kau tidak perlu melindungi ku" tolak pria itu sambil menyingkirkan Sena dari hadapannya dan berdiri di depan Sena "Apa begini caramu menyapa kakek mu?"
Sena dan Paman Kim terkejut secara bersamaan mendengar apa yang pria tua itu katakan. Tapi berbeda dengan Viktor,dia malah semakin kesal dan mengeluarkan aura membunuhnya "kau bukan kakek ku!orang yang sudah menyakiti ibuku adalah musuh!!"
Viktor menembakkan peluru secara beruntun kearah kakenya itu dan seketika Langsung melancarkan serangan langsung. Paman Kim langsung mengajak Sena untuk menjauh. Sang kakek hanya menatap datar dan menghindari serangan Viktor dengan santai, sedangkan Viktor mengerahkan semua kemampuannya. Tapi karena lukanya belum sembuh secara total jadi dia tidak segesit biasanya
Bughh!!perut Viktor di tendang dan kemudian langsung telungkup di lantai dengan tangan yang diletakkan di belakang punggung. Pergerakannya di kunci dan dia tidak bisa lepas dari kuncian kakeknya itu
"Lepaskan aku sialan!!"
"Nona muda,bisakah kau membereskan semua barang-barang bocah ini?aku akan membawanya pergi untuk beberapa waktu"
Meskipun lambat tapi Sena akhirnya mengangguk dan pergi ke kamar Viktor untuk menyiapkan barang-barang tuannya itu. Paman Kim pun berusaha untuk membujuk pria tua itu supaya mau melepaskan Viktor,namun dia tidak dihiraukan sama sekali
"Lepaskan aku!aku tidak akan kemana-mana denganmu!!" Ucap Viktor sambil terus berusaha untuk lepas dari kukungan kakeknya itu
"Jangan banyak bergerak Viktor,kau tidak akan bisa lepas dari kuncian ku. Luka mu bisa terbuka lagi jika kau banyak bergerak"
Viktor ingin memberontak lagi,tapi punggungnya kembali sakit jadi dia terpaksa untuk diam meskipun dia sangat sangat ingin membunuh kakeknya itu
"Ini kopernya" ucap Sena sambil memberikan dua buah koper kepada pria tua itu "terimakasih banyak nona"
"Aku tidak akan pernah ikut denganmu!"
"Ya aku tau itu"
Sang kakek lalu menempelkan sebuah sapu tangan ke hidung Viktor. Viktor terkejut dan dia perlahan-lahan kehilangan kesadaran,di sapu tangan tangan itu sudah diberi obat bius. Setelah Viktor pingsan,sang kakek langsung melepaskan kunciannya dan membawa Viktor keluar "nona dan tuan,bisa masukkan koper itu ke dalam bagasi?"
"Baik"
Sena dan Paman Kim langsung membawa koper itu ke mobil yang sudah terparkir di depan gerbang rumah. Mereka langsung memasukkan koper itu ke bagasi dan sang kakek juga memassukkan Viktor ke kursi belakang mobil
"Kau akan membawa tuan Viktor kemana?" Tanya Sena khawatir sambil melihat kearah Viktor yang tertidur
"Kau tenang saja nona,aku hanya membawanya supaya dia bisa lebih tenang dan mengendalikan emosinya. Baiklah kami pergi dulu"
Sena mau bertanya lagi tapi kaca mobil keburu ditutup oleh sang pemilik mobil. Mobil itupun dinyalakan dan segera pergi dari kediaman Viktor itu
__ADS_1
'cepatlah kembali,viktor'