Who Am I

Who Am I
Bocah Pengganggu


__ADS_3

★★★


"Hyuga..apa kau mau menjalankan misi bersamaku?"


Hyuga menatap tidak senang kearah pria yang seumuran dengannya itu,semenjak datang pria ini selalu saja berusaha sok akrab dengannya dan itu membuat Hyuga risih. Bukan tanpa alasan,tapi pria ini membuat Hyuga merasa iri dan seperti tidak berguna. Bagaimana tidak,mereka seumuran tapi kemampuan dan pangkat mereka jauh berbeda


"Maaf tuan Viktor,aku ada misi dengan senior yang lain hari ini"


"Viktor saja sudah cukup,berapa kali harus kubilang?"


Viktor melipat tangannya di depan dada karena Hyuga terus saja memanggilnya dengan panggilan tuan,mereka kan seumuran. Hyuga yang melihat itu hanya tersenyum paksa dan berusaha ramah karena dia tau kalau Viktor adalah orang yang kuat jadi dia tidak mau bermasalah dengannya "baiklah aku pergi dulu,aku harus menjalankan misi" ucap Hyuga singkat lalu pergi meninggalkan Viktor


'menjauh dariku!kenapa dia terus-terusan sok dekat denganku?!'


.....


"Ha..!Haa!!"


Hyuga sekarang ini sedang bersembunyi di sebuah ruangan yang gelap,jantungnya berdetak sangat kencang karena berlari menghindari kejaran musuh dan juga karena dia takut,dia takut jika dibunuh


"Ayo cepat cari,dia pasti belum jauh dari sini!!"


Suara gemuruh kaki di sepanjang lorong terdengar dan siluet orang berdiri di depan pintu terllihat,Hyuga langsung menutup mulut dan menahan napasnya serta berharap orang itu tidak akan masuk kedalam


"Hey kau berhenti!!"


Hyuga langsung bernapas lega ketika siluet orang itu pergi menuju arah lain, sepertinya keberuntungan masih berpihak kepadanya sekarang ini. Baru saja lega,Hyuga dibuat terkejut lagi karena lagi-lagi ada siluet dari balik pintu,namun kali ini orang itu masuk ke dalam. Tidak punya pilihan lain,daripada mati sia-sia,Hyuga memutuskan untuk melakukan perlawanan terakhir. Dia pun langsung berdiri di belakang pintu dan menunggu saat yang tepat untuk menyerang,karena gelap Hyuga tidak bisa melihat wajah orang itu


"Hyaa!!"


"Hyuga?"


Hyuga dan orang itu sama-sama terkejut saat sudah melihat wajah masing-masing. Orang itupun menghentikan pisaunya yang hanya berjarak 3 cm dari leher Hyuga itu dan melepaskan tangan Hyuga yang dia hentikan tadi "Viktor? kenapa kau disini?" Tanya Hyuga kebingungan


"Seharusnya aku yang bertanya begitu,kenapa kau disini?"


"Aku menjalankan misi bersama senior yang lain,dan kau?"


"Pak tua itu meminta ku untuk mengambil sesuatu disini,jadi aku melakukannya" jelas Viktor singkat lalu berjalan keluar dari ruangan itu dan langsung diikuti oleh Hyuga dari belakang


"Kenapa kau bisa tau kalau aku ada di ruangan itu?"


"Aku hanya berjalan-jalan dan menyingkirkan semua yang terlihat,dari ruangan tadi terdengar suara dan aroma darah jadi aku langsung saja masuk untuk membasmi orang yang ada di dalam,tapi tidak kusangka kalau itu kau" ucap Viktor sambil membuka pintu di lorong itu satu persatu,Hyuga yang mendengarnya hanya tertegun karena bisa-bisanya Viktor mengatakan itu dengan santainya. Hyuga tau kalau Viktor hebat,tapi tidak dia sangka kalau Viktor akan datang kesini seorang diri


"Apa kau melihat senior yang lain?apa mereka sudah pergi?"


"Kenapa kau mengkhawatirkan mereka? bukankah mereka tadi menjadikanmu umpan supaya mereka bisa kabur?kenapa kau malah khawatir dengan mereka?"


Hyuga terkejut Viktor mengetahuinya,memang benar kalau dirinya tadi dijadikan umpan untuk menarik perhatian lawan supaya para senior yang lain bisa melarikan diri. Di markas hal tersebut bukanlah hal yang asing lagi,para junior biasa di korbankan saat misi dianggap sulit. Tapi bagi Hyuga para seniornya itu tidaklah salah,dan dia juga tidak apa-apa jika dia mengorbankan nyawanya demi kepentingan orang banyak


"Jadi dimana mereka?"


"Sudah mati,mereka terkena bom yang ada di lantai satu" jelas Viktor seolah-olah tidak peduli. Hyuga yang mendengar itu pun terkejut dan tidak percaya "semuanya? bagaimana mungkin?"


"Aku tidak tau, mungkin nasib mereka yang sedang sial hari ini"


Hyuga tidak lanjut bertanya lagi dan terus mengikuti Viktor dan sesampainya di bawah ternyata benar apa yang Viktor katakan, semua seniornya tadi sudah mati dan mayatnya tergeletak di lantai dan ada juga mayat dari kelompok lawan


"Viktor,apa kau yang membunuh orang-orang ini?" Tanya Hyuga sambil menunjuk mayat orang yang tadi sempat mengejarnya


"Emm,sudah ku bilang kan?aku membunuh yang aku lihat. Baiklah aku sudah selesai disini,duluan ya"


Tanpa menunggu balasan dari Hyuga,Viktor langsung saja berlari secepat mungkin dan pergi entah kemana. Hyuga hanya diam di tempat dan memperhatikan mayat para seniornya itu


Satu hal yang tidak diketahui oleh Hyuga,para seniornya itu tidak sepenuhnya mati karena terkena ledakan. Memang mereka terkena bom,tapi kebanyakan dari mereka masih selamat. Tapi sisanya langsung dibunuh oleh Viktor saat dia datang tadi. Bukan karena tidak mengenali anggotanya sendiri,tapi para senior itu membuat Viktor kesal dengan perbuatan mereka yang mengorbankan salah satu rekan mereka. Di dalam sebuah kelompok,kerja sama tim adalah yang paling penting bagi Viktor,jadi orang-orang seperti mereka itu pantas untuk disingkirkan bagi Viktor. Hukuman?Viktor sama sekali tidak takut dengan itu,lagipula Viktor sudah terbiasa dengannya


.....


"Boom!"


"Whah!!" Hyuga terkejut karena Viktor tiba-tiba saja datang dan mengejutkan dirinya yang sedang sibuk membaca buku. Viktor yang sedang bergelantungan di pohon dan menjadi pelakupun hanya tersenyum puas lalu turun dari pohon


"Mau ikut menjalankan misi?" Tanya Viktor kepada Hyuga entah untuk yang kesekian kalinya


"Viktor,kenapa kau selalu mengajak ku jika ingin menjalankan misi?"


"Emmm,hanya mau saja,mau ikut?" Ucap Viktor yang tidak memuaskan Hyuga sama sekali. Hyuga hanya menghela napas lalu beranjak pergi dari sana "aku mau istirahat hari ini,jadi tidak bisa. Maaf ya"


"Oh ok"


.....


Karena bosan Hyuga pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari rumahnya,hari sudah lumayan gelap tapi tempat yang ingin dia tuju itu buka selama 24 jam. Setelah selesai membeli apa yang dia inginkan,Hyuga pun hendak pulang kerumahnya tapi terhenti setelah melihat Viktor yang sedang bersantai diatas balkon sebuah apartemen


"Viktor?apa yang kau lakukan disini?"

__ADS_1


"Emm?Hyuga?kau sendiri sedang apa disini?"


"Aku yang bertanya duluan goblok!" Ucap Hyuga ngegas karena Viktor selalu saja balik bertanya jika ditanya


"Aku sedang menjalankan misi"


"Woii Viktor,ayo cepat kesini,ada misi yang harus kita selesaikan"


Sebuah suara dari arah kanan mengalihkan pandangan kedua orang itu,yang memanggil adalah seorang senior tingkat 2 yang sangat Hyuga kagumi,Hyuga sangat ingin menjalankan misi dengan orang itu jadi dia sedikit menyesal karena menolak tawaran Viktor sebelumnya


"Baiklah aku datang. Dah Hyuga"


Dalam sekejap Viktor sudah ada di samping orang tadi lalu pergi. Hyuga hanya bisa melihat lalu mengepalkan tangannya dengan kuat,dia kesal sungguh kesal. Viktor selalu mendapatkan apa yang tidak bisa dia dapatkan


.....


Tidak seperti biasanya,hari ini Viktor tidak menyapa Hyuga sama sekali,jadi Hyuga sedikit heran dan bertanya-tanya. Tidak lama kemudian dia melihat Viktor yang sedang bersantai di bawah pohon dengan headphone yang terpasang. Dia memejamkan matanya dan tampak rasa kesepian dari wajahnya. Hyuga hanya memperhatikan dari jauh,dia takut akan menggangu nantinya


"Ada apa Hyuga?"


Suara seseorang dari belakang membuat Hyuga terkejut dan langsung mengusap dadanya berulang kali. Orang itu ternyata sang pemimpin dari kelompok nya


"Ketua kau membuat ku jantungan. Tidak ada,aku hanya memperhatikan Viktor saja" ucap Hyuga sambil melihat kearah Viktor lagi dan diikuti oleh sang ketua "dia terlihat..kesepian. Ah ini bukan berarti aku peduli padanya ya!"


Sang ketua tersenyum melihat sikap tsundere Hyuga dan itu membuat Hyuga menjadi malu


"Kenapa tidak kau hampiri saja?"


"Kenapa aku harus?aku masih ada hal yang harus dikerjakan,permisi ketua"


Hyuga langsung pergi dari sana dan sedikit menoleh kearah Viktor yang masih tidak menyadari kehadirannya. Sang ketua masih setia menatap kearahnya lalu berbalik pergi entah kemana


.....


"Paman,Paman,Paman,Paman...."


Lagi-lagi Hyuga bertemu dengan Viktor,tapi kali ini Viktor sedang mengganggu salah satu chef yang bekerja disana. Dia tampak seperti anak kecil sekarang ini


"Tidak bisa Viktor,Paman sedang sibuk hari ini" ucap chef itu lelah karena Viktor bersikeras memintanya untuk membuat kue cokelat


"Paman ayolah,please..." Ucap Viktor sambil mengeluarkan puppy eyes nya namun itu sama sekali tidak mengubah pemikiran sang chef sedikitpun. Lalu chef itu menyadari kehadiran Hyuga jadi dia langsung saja menyuruh Hyuga sebagai penggantinya


"Eh?memangnya Hyuga bisa membuat kue cokelat?"


'oii kenapa aku?!'


"Ta-tapi Paman,aku juga sedang sibuk sekarang ini" tolak Hyuga karena dia memang ada urusan sekarang ini,ya dia kan seorang pelajar,tentu saja ada tugas sekolah yang harus dia kerjakan


"Ha..baiklah,aku akan membuatnya" Hyuga pasrah karena chef tadi tidak menghiraukannya lagi, lagipula Viktor terus saja menatapnya dengan puppy eyes nya dari tadi


"Mau buat dimana?"


"Di rumahku saja,supaya nanti aku bisa langsung mengerjakan tugasku"


"Eh?apa aku boleh ke rumahmu?benarkah?" Tanya Viktor sedikit kegirangan


"Iya"


'awas saja kalau dia berbuat onar di rumah ku nanti'


.....


"Aku pulang"


Hyuga dan Viktor kini sudah sampai di rumah,disini Hyuga hanya tinggal sendiri karena kedua orangtuanya sudah cerai dan tidak mempedulikan dirinya sama sekali. Hyuga hanya memiliki nenek yang kini sedang tinggal di desa,Hyuga memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan menyelesaikan misi yang ada di markas. Karena tinggal seorang diri,makanya dia sangatlah disiplin dan mandiri


"Kau tinggal sendirian?tidak takut?"


"Untuk apa juga takut. Kue cokelat seperti apa yang kau inginkan?" Tanya Hyuga lalu masuk ke dalam dapur. Viktor yang ditanya langsung saja mencari-cari info di google lalu memperlihatkannya kepada Hyuga


"Oh yang ini ya?baiklah. Mungkin akan lama,kau bisa menonton televisi dulu kalau kau ma—"


Belum sempat Hyuga menyelesaikan kalimatnya,Viktor sudah melesat duluan kearah TV dan menyalakan nya. Lagi-lagi Hyuga hanya bisa menghela napas pasrah lalu mulai membuat kue cokelat yang Viktor inginkan


.....


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya kue cokelat pesanan Viktor pun jadi. Hyuga langsung saja membawanya ke ruang tengah dan memberikannya kepada Viktor


"Ini,aku tidak tau bagaimana rasanya. Tapi aku akan memukul mu jika kau bilang tidak enak"


Dalam sekejap Viktor langsung saja memasukkan sesendok kue ke mulutnya dan mengemutnya sambil tersenyum lebar "ini enak.."


"Tentu saja,aku yang membuatnya"


Viktor memakan kue itu dengan lahap dan Hyuga pun mengambil buku tugasnya yang ada di atas meja untuk dikerjakan. Saat dibuka ternyata semua tugasnya sudah terisi dan dengan tulisan yang rapi

__ADS_1


"Karena bosan dan sebagai ucapan terimakasih,aku mengerjakan semua tugas-tugas mu. Kau boleh memukul ku jika kau marah dengan itu"


Hyuga memeriksa semua tugasnya,mungkin saja Viktor hanya asal isi tadi. Namun saat di periksa ternyata semuanya benar,Viktor lagi-lagi membuatnya terkejut "hebat.. bagaimana kau bisa mengerjakan semuanya dalam waktu secepat itu?"


"Tidak tau,aku hanya asal tulis saja. Kau tidak marah?"


'kenapa dia selalu menanyakan aku marah atau tidak?memangnya kenapa dengan itu?'


"Viktor,kenapa kau seperti selalu memikirkan cara pandang ku kepadamu?apa itu ada kaitannya dengan mu?"


"Aku hanya tidak ingin kau membenciku Hyuga,aku ingin kau menjadi temanku" ucap Viktor sambil tersenyum dan terus terang,sama sekali tidak ada kebohongan di matanya


'kenapa dia mau berteman denganku?'


'karena kau mirip dengan Alan,aura yang kau keluarkan juga sama dengannya' gumam Viktor seperti bisa menebak apa yang sedang Hyuga pikirkan saat ini


"Oh ya Viktor,kau sekarang tinggal dimana?"


"Di rumah pak tua,karena dia itu seorang duda dan tidak memiliki anak jadi dia sangat perhatian kepada ku"


Hyuga mengangguk tanda mengerti,hanya satu orang yang selalu Viktor panggil pak tua jadi Hyuga tidak harus bertanya-tanya siapa itu


"Apa aku boleh menginap?"


"Kenapa?!"


"Ingin saja, lagipula pak tua itu bilang kalau dia akan lembur hari ini jadi tidak ada siapapun di rumah. Boleh?"


"Bagaimana dengan pakaian mu?"


"Ah kau tenang saja,aku tidak terlalu suka mandi di sore hari,jadi aku tidak perlu baju ganti" ucap Viktor dengan entengnya sambil tersenyum. Itu tentu saja menggangu Hyuga yang sangat menyukai kebersihan


"Tidak,tidak,tidak,kau harus mandi. Sekarang pergi ke kamar mandi dan mandi,aku akan meminjamkan baju ku saja padamu"


Dengan sangat tidak estetis,Hyuga menarik kerah baju Viktor dan menyeretnya ke kamar mandi. Viktor yang tidak suka mandi sore pun berusaha untuk menolak tapi Hyuga juga tidak mau kalah. Setelah sekian lama perdebatan Viktor pun pasrah dan pergi mandi


"Viktor ini ku letakkan baju gantinya" teriak Hyuga dari luar kamar mandi


"Ok, terimakasih"


Sekitar 30 menit kemudian,Viktor pun selesai mandi dan sudah memakai baju yang Hyuga siapkan tadi. Karena tubuh Hyuga lebih besar dari Viktor,jadi baju tadi sedikit oversize di badannya


"Kebesaran ya?"


"Sepertinya begitu"


"Baiklah aku mau mandi dulu kalau begitu. Kau boleh duluan makan kalau kau mau"


"Ok"


Hyuga pun pergi ke kamar mandi. Tidak sopan jika makan duluan,jadi Viktor pergi keruang tengah dan bermain game di hp nya


.....


Setelah makan malam,Viktor dan Hyuga sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Hyuga tampak fokus dengan TV sedangkan Viktor sibuk membersihkan pistol dan juga pisaunya


"Senjata apa yang paling sering kau gunakan Viktor?"


"Pisau,tapi aku bisa menggunakan semua jenis senjata. Kalau kau?"


"Hanya pistol,aku tidak terlalu ahli jika bertarung dalam jarak dekat" jelas Hyuga singkat lalu mengganti siaran tv nya


Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara keduanya dan setelah pukul 22.00 WIB mereka pun pergi untuk tidur


.....


"Selamat pagi Hyuga" sapa Viktor sambil sedikit menguap karena dia baru saja bangun jadi masih sedikit mengantuk


"Pagi juga. Aku sudah menyiapkan sarapan,ayo makan dulu"


"Ok,kau benar-benar mandiri ya Hyuga,hebat" puji Viktor sambil menarik salah satu kursi lalu duduk untuk sarapan


"Karena tidak ada yang bisa ku andalkan jadi aku hanya bisa bergantung pada diriku sendiri"


"Emm. Apa kau mau sekolah?" Tanya Viktor setelah menyadari kalau Hyuga sudah memakai seragam sekolahnya dengan rapi. Hyuga yang ditanya hanya mengangguk sambil menyantap makanannya


"Apa kau tidak bersekolah Viktor?"


"Malas,aku tidak mau ke sekolah"


"Kenapa?"


"Mungkin..karena pelajarannya yang terlalu mudah untukku"


Viktor mulai menyombongkan dirinya lagi,Hyuga menyesal karena sudah bertanya tadi

__ADS_1


Setelah selesai sarapan,Hyuga pun pergi ke sekolah dengan naik bus dan Viktor kembali ke markas karena sang ketua menelepon nya tadi


__ADS_2