Who Am I

Who Am I
36.Tiga Puluh Enam


__ADS_3

"Jadi kenapa kita ke toko buku?"


Saat ini Alan dan Viktor berada disebuah toko buku yang letaknya lumayan jauh dari markas. Alan tidak tau apa yang mau dilakukan disana jadi dia hanya mengikuti saja kemana Viktor bergerak


"Penulis favorit ku baru saja menerbitkan buku baru,jadi aku ingin membelinya"


"Ouh.."


Setelah sekian lama berputar-putar mencari,Viktor akhirnya menemukan buku yang dia inginkan "akhirnya ketemu" Viktor mulai tersenyum gembira karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan


"Apa itu... senyuman tulus mu?" Tanya Alan kepada Viktor


"Aku tidak tau"


Tidak mau terlalu banyak berbincang dengan Alan,Viktor pun langsung pergi ke kasir untuk membayar buku itu kemudian kembali ke markas


.


.


.


"Ah akhirnya kalian kembali"


Lin datang menghampiri Alan dan Viktor yang baru saja kembali. Dari wajahnya tampak kalau dia sedang kesal


"Ada apa tuan Lin?"


"Ini misi baru untuk kalian..kenapa kalian lama sekali..?"


Lin yang kesal pun menepuk-nepuk kan kakinya kelantai dan melipat tangannya didepan dada. Alan tidak mempedulikan nya dan mengambil berkas yang diberikan Lin barusan


"Pak tua..apa kau merindukanku..?" Tanya Viktor seraya menggoda Lin supaya Lin menjadi kesal


"Siapa juga yang akan rindu dengan orang seperti mu Viktor..?" Ucap Lin seraya menatap remeh kearah Viktor


"Tentu saja ada,itu.. malaikat maut.."


Lin terdiam seketika saat Viktor mengatakan itu,Alan juga sama. Lin pun memutuskan untuk menjelaskan secara singkat tentang misi Viktor dan Alan kemudian pergi dari sana


"Apa kau pernah bertemu malaikat maut?"


Sunggu pertanyaan yang bodoh,Viktor menahan tawanya karena itu. Viktor pun melipat kedua tangannya didepan dada


"Hampir bertemu dan itu hampir setiap hari"


Setelah mengatakan itu Viktor langsung mengambil berkas yang diberikan Lin tadi dari tangan Alan kemudian membacanya sekilas


"Viktor..Alan.." Saat sedang membaca berkas itu,Ezil tiba-tiba datang dan menyapa mereka. Viktor hanya mengangguk dan tidak menoleh sama sekali, sedangkan Alan hanya menoleh tanpa menjawabnya


"Hari ini kita akan melaksanakan misi bersama-sama,mohon kerjasamanya" ucap Ezil seraya tersenyum


Alan hanya menatap datar dan Viktor sama sekali tidak peduli,Ezil tersenyum kikuk melihat sifat dingin mereka berdua


'kelompok ini cukup berbahaya,apa tidak apa kalau hanya kami bertiga?'


"Ini.."


Viktor pun mengembalikan berkas tadi kepada Alan kemudian berjalan menuju pintu keluar untuk segera menjalankan misi. Alan dan Ezil pun menyusul dari belakang


'misi ini akan sulit'

__ADS_1


.....


Sesuai rencana yang sudah Viktor jelaskan,mereka bertiga berpencar menjadi dua tim,satu orang untuk membunuh sang target dan dua orang lainnya untuk mengalihkan perhatian para penjaga. Ezil ditugaskan untuk membunuh sang target Sedangkan Viktor dan Alan mengalihkan semua perhatian penjaga


Alan dan Viktor memasuki markas secara terang-terangan dan Ezil pun mulai menyelinap untuk membunuh sang target. Dengan ejekan Viktor yang mudah sekali membuat orang kesal,para penjaga langsung saja menggerumuni Viktor dan juga Alan. Viktor menyeringai karena rencananya berhasil


"Viktor ayo berlomba siapa yang membunuh paling banyak" ucap Alan seraya mengambil senjatanya dan meletakkannya didepan wajahnya


Dor!!


Viktor menembak para penjaga yang mulai mendekat "apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Viktor sambil menoleh kearah Alan dan dengan tangan yang sudah menembak lagi kearah para penjaga


"Tidak,lupakan"


Alan dan Viktor pun menyerang bersamaan dan membunuh semua penjaga yang terlihat oleh mata mereka. Karena gaduh,satu persatu penjaga yang lain mulai berdatangan,tapi Viktor dan Alan sama sekali tidak gencar ataupun ingin melarikan diri,mereka malah senang


Alan menikmati setiap proses saat dia membunuh,dia tidak langsung membunuh targetnya,dia menyiksa mereka terlebih dahulu kemudian baru membunuhnya. Berbeda dengan Alan,Viktor sama sekali tidak mau repot dan oleh karena itu dia langsung menembak para target tepat di kepala mereka dan oleh karena itu orang yang dibunuhnya sudah sangat banyak


'dia tidak suka bermain-main ya?'


"Viktor,Alan,aku sudah selesai,ayo segera pergi dari sini!"


Ezil kembali karena misinya sudah berhasil dan itu berarti tugas mereka disini sudah selesai. Mereka pun bersiap untuk mundur


"Tutup semua pintu keluar!mereka sudah membunuh tuan kita!!" Suara menggema dari arah belakang terdengar dan seketika semua pintu dan jendela tertutup rapat dan membuat Viktor,Alan,dan juga Ezil terkurung di dalam. Langkah kaki terdengar dari arah belakang dan datang banyak sekali penjaga dengan senjata lengkap dan bersiap-siap mengarahkan nya kepada mereka


"Serang!!"


Saat orang yang dianggap sebagai pemimpin kelompok itu memberi aba-aba,Viktor dan yang lainnya langsung menjadikan tubuh-tubuh yang tergeletak disana menjadi tameng kemudian bersembunyi dibalik tiang bangunan ataupun tempat yang dapat menahan peluru lainnya


.....


Setelah lama beradu tembak dan Tim musuh mulai kehabisan peluru,Viktor dan yang lainnya langsung menyerang dengan sekuat tenaga. Mereka menyingkirkan pistol-pistol para penjaga kemudian langsung membunuhnya. Taktik itu lumayan ampuh,mereka bisa membalikkan keadaan sekarang


"Tentu"


"Tidak masalah,ini akan selesai sebelum kau menyadarinya" ucap Alan yang sama sekali tidak digubris oleh Viktor


Viktor pun mulai mencoba meretas sistem keamanan disana supaya mereka bisa keluar. Banyak sekali halangan untuk Viktor,para penjaga terus saja berusaha untuk menyerangnya. Tapi Viktor tetap bisa bertahan dan menendang orang yang mendekat dengan tangan yang masih sibuk dengan laptopnya


"Woii..Alan!bukankah kau bilang ini akan mudah?!kalau begitu jangan biarkan mereka menggangu pekerjaan ku,ini merepotkan kau tau..?!!"


"Berisik!ini karena temanmu yang menghambat ku!"


Pandangan Viktor seketika tertuju kepada Ezil. Viktor terkejut melihat Ezil yang terduduk lemah sambil memegangi perutnya. Mata Viktor membola seketika saat dia melihat kalau Ezil terluka lumayan parah dan sudah kehilangan banyak darah. Viktor pun memutuskan untuk menghampiri Ezil


"Ezil apa yang terjadi?" Tanya Viktor sambil berusaha untuk menghentikan aliran darah dari lukanya Ezil


"Bos itu memasang bom di jantung nya dan saat jantungnya berhenti,bom itupun meledak dan aku terkena ledakkannya. Maaf,aku pikir aku bisa bertahan sampai kita kembali ke markas tapi aku malah menjadi beban untuk kalian,maaf.."


Wajah Ezil semakin pucat dan tubuhnya mulai terasa dingin. Sedangkan para penjaga mulai berdatangan dan mengepung mereka bertiga. Alan berusaha menahan para penjaga itu sebisanya dan Viktor sibuk membantu Ezil sambil memikirkan rencana seperti apa yang bisa menyelamatkan mereka


"Ezil apa golongan darahmu?"


"B..kenapa memangnya?"


'tidak sama denganku!"


"Alan,apa golongan darahmu?"


"B..memangnya kenapa?!" Ucap Alan yang tidak bisa terlalu banyak bicara dengan Viktor karena dia sangat sibuk sekarang ini

__ADS_1


Viktor kesulitan berpikir karena terlalu cemas dengan keadaan Ezil yang sudah mulai kehilangan kesadaran. Viktor memutar-mutar otaknya supaya bisa muncul jalan keluar


"Alan!cepat bersembunyi keruangan itu! bersihkan jalannya!!" Ucap Viktor seraya menggendong Ezil dan bergegas pergi kesuatu ruangan


Alan tau kalau Viktor sedang merencanakan sesuatu dan itu pasti ide yang bagus dan Alan pun mengikuti perintah Viktor dan membukakan jalan untuk mereka. Jalan bisa dibersihkan dan mereka berhasil masuk kesebuah ruangan. Pintu langsung dikunci dan suara dobrakan dari luarpun terdengar


Viktor pun menyuruh Alan untuk mendekat kemudian menyuntikan sebuah tabung kecil ketangan Alan kemudian menghubungkannya ke tangan Ezil "Woii apa yang mau kau lakukan?"


"Mentransfusikan darahmu kepada Ezil!" Ucap Viktor sambil terus mempersiapkan rencana nya


"Apa kau bisa melakukan ini?"


"Aku pernah membaca prosedurnya jadi pasti tidak akan sulit"


Alan tidak berkata apa-apa lagi setelah nya,dia hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Viktor sampai Viktor selesai dengan pekerjaannya


"Kenapa kau sangat perhatian dengan orang ini?" Tanya Alan kepada Viktor yang sedang mempersiapkan senjatanya


"Karena aku..tidak mau kehilangan siapapun lagi. Tolong bersembunyi ditempat yang aman,aku akan mengurus mereka!"


"Ha..apa kau bodoh?!kau tidak mungkin bisa melawan mereka semua!!"


"Jika wajahnya sudah kembali normal,keluarlah untuk membantu ku. Jika dia meninggal karena kau mencabut infusnya..aku akan membunuhmu!!" Ucap Viktor tajam kepada Alan


Setelah mengatakan itu,Viktor langsung saja menembak kearah pintu supaya para penjaga menjauh dan dia bisa keluar. Rencana itu berhasil sehingga Viktor bisa keluar dengan mudah dan menyelamatkan Ezil. Alan hanya memandangi pintu yang mulai tertutup kemudian segera menjalankan apa yang dikatakan oleh Viktor


Kini Viktor berhadapan dengan puluhan penjaga,tubuh mereka kekar serta bersenjata lengkap. Viktor hanya memandang datar kearah mereka dan ketua dari para penjaga itupun memerintahkan semua bawahannya untuk menyerang Viktor secara bersamaan


.....


Sudah 15 menit Viktor bertarung dengan para penjaga itu sendirian. Alan sudah sangat kesal karena harus mengurusi Ezil yang sama sekali tidak dia kenal itu. Dari balik pintu terus saja terdengar suara tembakan dan juga teriakan,itu membuat Alan kesal karena dia sama sekali tidak bisa membantu


Alan mencoba untuk bersabar supaya nyawa Ezil bisa terselamatkan. Untuk mempercepat nya,Alan melukai dirinya sendiri dan memasukkan nya kedalam sebuah plastik dan membuatnya seperti tabung infus. Itu bekerja dan dia tidak perlu lagi menunggui Ezil karena wajah Ezil perlahan sudah kembali normal. Alan langsung bergegas untuk membantu Viktor di luar sana


Alangkah terkejutnya Alan saat melihat apa yang ada dibalik pintu,bagaikan taman mayat,disana tergeletak banyak sekali tubuh para penjaga. Lantai sudah tidak terlihat lagi warnanya yang semulanya berwarna putih,semuanya sudah berwarna merah karena darah. Beberapa penjaga masih tersisa,mereka maju karena terpaksa dan dengan tubuh yang gemetaran


Pandangan Alan tidak bisa lepas dari Viktor yang sudah bermandikan darah. Wajahnya sungguh dingin, seperti mesin pembunuh. Ini pertama kalinya Alan ketakutan seperti sekarang ini. Rambut Viktor sudah menjadi basah karena darah dan mata merahnya menyiratkan hasrat untuk terus membunuh. Viktor mengayunkan pisaunya layaknya sebuah tarian,membunuh siapa saja yang tersisa dan tanpa ampun sedikitpun. Alan tidak bisa bicara ataupun bergerak seperti yang dia rencanakan sebelumnya. Dia hanya diam mematung sampai Viktor membunuh orang terakhir


Saat semua penjaga sudah dia bereskan,Viktor berjalan mendekat kearah Alan dan melewatinya untuk melihat keadaan Ezil. Alan masih diam dan hanya memperhatikan Viktor yang menggendong Ezil untuk pergi dari sana. Viktor tampak sangat kelelahan dan tubuhnya juga penuh luka,tapi Viktor sama sekali tidak mempedulikan hal itu


'the nightmare..!'


.


.


.


"Woii..apa maksudnya ini?!"


Viktor yang baru saja diperban lukanya langsung saja menghampiri Lin Dan dengan emosi yang membuncah. Viktor menendang meja Lin Dan menatap tajam kearahnya


"Misi ini cocok untuk kalian" jawab Lin singkat


"Apanya yang cocok?!Ezil hampir mati karena misi ini!!"


"Dia sendiri yang menawarkan diri untuk ikut dalam misi kali ini"


"Tapi kau tau sendiri kan bagaimana kekuatan Ezil?!kenapa kau melibatkannya kedalam misi berbahaya seperti ini?!!" Viktor sungguh kesal,dia tidak terima Lin menempatkan sahabatnya dimisi yang berbahaya


"Bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan dari temanmu itu saat dia bersungguh-sungguh mengatakan nya"

__ADS_1


"Kau..." Viktor menggertakkan giginya kesal kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi dari sana,dia harus menenangkan diri dulu atau dia akan bertarung dengan Lin nantinya


'sial!!'


__ADS_2