Who Am I

Who Am I
Pengkhianatan yang Tak Terduga


__ADS_3

"Yo Hyuga,mohon bantuannya untuk misi kali ini ya" ucap seorang pria sambil merangkul Hyuga dengan akrab. Dikarenakan itu adalah senior yang Hyuga kagumi jadi dia sedikit canggung dan malu-malu "ba-baik senior"


"Ayo kita berangkat semuanya"


"Baik"


.....


"Oh ya, belakangan ini kau terlihat dekat dengan Viktor kan?" Tanya pria bernama Rais itu. Mereka sekarang sedang persiapan jadi tidak ada salahnya untuk berbincang-bincang sejenak


"Ya begitulah,kenapa memangnya senior?"


"Emm kau harus hati-hati dengan orang itu. Bakatnya memang tidak perlu di ragukan lagi tapi orang itu tidak bisa di kendalikan dengan mudah"


"Ketua bisa kau kesini sebentar" teriak salah satu anggota sambil mengangkat tangannya supaya sang ketua bisa tau di mana dia berada


"Aku pergi dulu" ucapnya lalu berdiri dan menghampiri yang memanggilnya tadi. Hyuga hanya mengangguk lalu memperhatikan punggung senior yang menjadi panutannya itu


.....


"Semuanya ayo kita makan dulu,kita tidak bisa bertarung jika perut dalam keadaan kosong"


Rais dengan dibantu dua senior lainnya membagikan satu kotak nasi kepada setiap anggota. Para anggota pun langsung memakannya dengan lahap,inilah yang mereka sukai dari ketua mereka,dia selalu saja baik kepada setiap anggota kelompoknya


"Apa kita tidak terlalu santai ketua?" Tanya Hyuga sambil memandangi nasi kotak yang sedang dia pegang


"Kami selalu melakukan ini sebelum bertarung. Tenang saja, lagipula target yang kita incar belum sampai di lokasi dan disini banyak senior mu yang bisa diandalkan loh"


Para senior lain yang mendengar itupun tersenyum kearah Hyuga dan itu membuat Hyuga menjadi tenang,dia hanya tidak terbiasa dengan hal semacam ini. Saat hendak membuka nasi kotak tadi,hp nya tiba-tiba saja berbunyi dan saat dilihat ternyata Viktor lah yang menelponnya jadi dia pun meletakkan nasi kotak tadi dan pergi menjauh untuk mengangkat telepon


"Ada apa Viktor?aku sedang menjalankan misi"


"Apa aku boleh memakan kue yang ada di kulkas?aku lapar"


"Ha?!kau menelpon ku hanya untuk ini?!" Kesal Hyuga dari seberang telepon dan hanya mendapat tawaan garing dari Viktor,dia memang sering menelepon di waktu yang tidak tepat "ya kau makan saja, habiskan saja bila perlu!"


"Yeay!!oh ya,misi yang kau jalani hari ini sedikit aneh, berhati-hatilah Hyuga, sepertinya ada hal buruk yang akan terjadi"


"Ok ok. Baiklah aku harus pergi dulu,ada misi yang harus ku selesaikan"


"Ok"


Telepon pun dimatikan,Hyuga kembali ke kelompoknya yang sudah siap dengan semua senjata mereka,sang target sudah sampai di lokasi. Hyuga memperhatikan nasi kotak yang belum sempat dia makan tadi,dia menghela napas lalu membuang nasi itu ke tong sampah,tidak ada waktu untuk makan saat ini


.....


"Kue ini enak sekali~"


Sekarang ini di rumah Hyuga,Viktor dengan sangat santai memakan kue cokelat yang Hyuga buat sambil menonton TV di ruang tengah. Yang dia tonton bukanlah acara kartun atau animasi,yang dia tonton saat ini adalah berita dia suka nonton berita ini karena ayahnya yang selalu mengajaknya dulu


"Ngomong-ngomong soal misi Hyuga.." Viktor pun berdiri dan mengambil laptopnya yang tadi dia letakkan di meja makan,ada sesuatu yang ingin dia pastikan. Biasanya jika ada kue cokelat maka Viktor akan mengabaikan segalanya,tapi untuk saat ini ada hal lebih penting yang harus dia lakukan "ini..!!"


.....


"Berani sekali kalian masuk ke wilayah ku!"

__ADS_1


Sekarang di tempat Hyuga berada, kelompok yang sedang di pimpin oleh Rais itu sedang berhadapan langsung dengan target mereka. Ini sedikit aneh karena target mereka itu sama sekali tidak di kawal,dia hanya duduk santai dengan asisten di sebelahnya


"Kami kesini untuk membunuhmu,kenapa kau sangat santai sekali?!" Ucap salah satu senior Hyuga dengan sangat percaya diri. Sang target hanya tersenyum sambil memangku dagunya "kenapa juga aku harus takut dengan kalian?kalian semua sudah ada dalam kendaliku"


"Ha apa maksud—ghwhk!" Pria tadi tiba-tiba saja muntah darah dan terjatuh lemas ke lantai dan di ikuti oleh anggota yang lain,mereka jatuh satu persatu dengan memuntahkan darah dalam jumlah banyak. Hyuga langsung melihat sekeliling dengan panik,hanya dia dan tiga seniornya yang lain yang tidak ikut terjatuh


"A-apa yang terjadi?!"


"Kerja bagus Rais,kau benar-benar tidak pernah mengecewakan ku"


Semua mata melotot kearah Rais dan kedua rekannya yang berjalan kearah sang target,Hyuga sungguh tidak percaya kalau seniornya itu mengkhianati mereka


"Tentu saja ketua,sudah kubilang kalau ini pasti akan sangat mudah"


"Rais sialan!apa yang sudah kau lakukan pada kami?!"


Wajah Rais yang biasanya terlihat ramah dan penuh senyuman,kini tergantikan dengan senyum licik dan terlihat menyeramkan. Dia menatap remeh kearah para mantan rekannya yang hampir kehilangan tenaga itu "masih tidak paham ya? makanan yang kalian makan tadi sudah diberikan racun,bodoh sekali kalian memakannya tanpa curiga sedikitpun,hahahaha!!"


"Apa maksudnya ini senior!" Teriak Hyuga sambil menatap kesal kearah seniornya,air matanya mulai turun dan berharap seniornya itu hanya sedang bercanda. Rais yang tadinya tidak perduli dengan kehadiran junior yang diremehkannya itu pun melihat kearah Hyuga sambil menatap merendahkan


"Kau masih disini ya?kenapa orang lemah seperti mu berteriak di depan ku?!memangnya kau pikir siapa kau?!"


Rais mengangkat pistol dan mengarahkannya kearah Hyuga sambil tersenyum,Hyuga tidak bisa berpikir jernih jadi dia hanya diam mematung tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun


Dorr!!


Peluru di tembakan,Hyuga ingin menghindar tapi kakinya tidak mau bergerak sama sekali. Tidak dia sangka senior yang selalu dia kagumi serta menjadi panutannya itu kini malah mengkhianati kelompoknya sendiri


Dorr!


"Mengganggu saja!"


"Cepat pergi!!"


Setelah dibentak Hyuga langsung berbalik dan pergi melalui jendela kaca di samping,karena jika lewat pintu maka sudah dapat dipastikan kalau dia pasti akan tertangkap. Lokasinya sekarang ada di lantai 5 namun dia langsung saja melompat kearah pepohonan yang akan menghambat jatuhnya tubuhnya


"Kejar dia,aku masih memerlukan mu sebagai mata-mata di kelompok itu"


"Baik ketua"


Rais dan kedua bawahannya segera pergi ke bawah menggunakan Lift,mereka juga memerintahkan Anggota yang ada di bawah untuk segera menangkap Hyuga, dia tidak boleh dibiarkan lolos


"Akh!"


Kaki Hyuga tergores dahan saat terjatuh tadi,rasanya sunggu perih namun dia tidak mempedulikannya dan berlari menuju markasnya berada. Tidak ada taksi ataupun ojol yang lewat karena wilayah ini tersembunyi dan sedikit orang yang mengetahuinya


'aku harus segera menghubungi markas!ah sial, sepertinya ini rusak saat aku terjatuh tadi!'


Karena sudah tidak bisa digunakan,Hyuga langsung membuang Hp nya ke semak-semak dan lanjut berlari karena suara orang-orang yang mengejarnya sudah semakin mendekat. Dia menahan rasa sakit di kakinya dengan sekuat tenaga


"Itu dia!!"


"Sial!"


Hyuga akhirnya terlihat oleh para pengejar,tentu saja karena larinya yang lambat dan tenaganya yang sudah mulai habis,itu sangat tidak menguntungkan Hyuga. Hyuga sedang sial hari ini,kakinya tiba-tiba saja tersandung batu dan terjatuh ke tanah,dia langsung berusaha untuk bangun lagi namun kakinya langsung ditembak dari kejauhan 'aku tidak bisa lari lagi!'

__ADS_1


"Jangan lari Hyuga,kau tidak akan bisa lepas dariku!" Ucap Rais seraya tersenyum lalu dengan sengajanya menginjak kaki Hyuga yang dia tembak tadi


"Akh!!"


Melihat ekspresi kesakitan Hyuga itu,Rais semakin menekan injakkannya sampai terdengar seperti ada tulang yang patah,baru setelah itu dia melepaskannya 'kaki ku!!'


"Oh ya katanya kau sangat mengagumi ku ya?hahaha kalau begitu berterimakasih lah karena kau akan mati di tangan senior yang kau kagumi ini"


"Dasar pengkhianat!padahal kau adalah panutanku di markas,tapi kau malah mengkhianati kelompok mu sendiri,dasar sialan!"


"Kelompok?aku tidak pernah menganggap kelompok itu sebagai kelompok ku. Aku hanya mematuhi perintah dari atasan ku langsung. Memang perlu sedikit usaha untuk mencapai posisi penting di markas,tapi tidak ku sangka akan semudah itu. Sepertinya markas di penuhi dengan orang-orang yang bodoh. Setelah aku membunuh mu maka semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginan ku lagi, selamat tinggal....Hyuga"


Bhushh!!


Bom asap dilemparkan kearah Rais, membuatnya dan anggota nya yang lain kehilangan pandangan dan terbatuk-batuk


Dalam kesempatan persekian detik itu,orang yang melemparkan bom langsung saja menggendong Hyuga dan pergi dari sana. Rais sibuk menyingkirkan asap itu dari sekitarnya dan saat mengetahui kalau ada yang membawa Hyuga pergi dia langsung saja memerintahkan untuk mengejarnya lagi 'sial!aku lengah tadi!'


'siapa?' Hyuga menatap lekat orang yang menyelamatkannya itu,karena gelap dan orang itu juga memakai jaket,Hyuga jadi tidak bisa melihat wajahnya tapi dia merasa aman di dekat orang itu


"Berhenti!!"


Dorr!!Dorr!!


Tembakan beruntun diarahkan kepada keduanya,tapi orang yang membawa Hyuga itu bisa menghindarinya dengan mudah meski sedang membawa Hyuga di dekapannya. Dia meletakkan Hyuga di depan,karena jika dia menggendong Hyuga di belakang maka ada kemungkinan kalau Hyuga akan tertembak


Hyuga hapal dengan gerakan ini,hanya satu orang yang dia ketahui bisa bergerak selincah dan segesit ini "Viktor?!"


Orang itu adalah Viktor,dia tidak menjawab perkataan Hyuga,dia sibuk berlari dan sesekali menoleh ke belakang kearah kawanan yang masih setia mengejar mereka


"Dasar keras kepala!"


Sambil membawa Hyuga,Viktor menggunakan satu tangannya untuk melempar bom asap lagi kearah musuh,itu tidak terlalu membantu tetapi cukup untuk memberikan mereka waktu untuk melarikan diri


"Akh!!Tch!" Bahu kiri Viktor terkena tembakan, sepertinya itu hanyalah tembakan beruntung. Viktor jadi tidak punya tenaga untuk terus mengangkat Hyuga,mereka harus bersembunyi


"Viktor kau lari saja. Aku yang mereka incar dan mereka juga tidak melihat wajahmu,kau bisa kembali ke markas dan melaporkan ini pada para petinggi"


"Jangan bercanda,menurutmu kenapa aku mau melakukan semua hal ini?!sial, sepertinya aku tidak beruntung hari ini!" Ucap Viktor sambil mengeluarkan peluru di bahunya tadi lalu membalutnya dengan ujung pakaiannya yang dia sobek kan tadi


"Tapi kalau begini kau bisa mati!!"


"Aku sudah sering bermain-main dengan kematian,aku tidak takut,yang aku takuti adalah kehilangan orang yang berharga bagiku"


Hyuga terdiam,tidak dia sangka kalau Viktor akan mengatakan itu. Setelah selesai membalut lukanya,Viktor kembali menggendong Hyuga dan lari kembali. Meski masih sedikit sakit namun itu dia abaikan untuk saat ini


Dari kejauhan Viktor melihat gudang tua yang sudah tidak terpakai jadi dia memutuskan untuk masuk kesana. Di sana gelap dan hanya ada cahaya rembulan sebagai penerangan,itu sedikit menguntungkan bagi Viktor yang memang sudah terbiasa berkerja di dalam kegelapan


"Hyuga kau tunggu disini,aku akan menyingkirkan para pengkhianat itu dulu" ucap Viktor meletakkan Hyuga di lantai dua lalu menyiapkan pistol yang akan dia gunakan


"Aku ingin membantu!"


"Kaki mu terluka,kau tidak bisa bergerak bebas karena itu. Tenang saja,aku bisa mengatasi mereka sendirian"


Viktor memberikan senyum terbaiknya namun itu tidak menenangkan Hyuga sama sekali. Hyuga merasa kalau ini adalah masalahnya jadi tentu saja dia harus membantu,dia tidak ingin terus-terusan bergantung kepada Viktor "aku tetap akan membantu!jika tidak bisa bertarung dari jarak dekat maka aku akan membantu dari jarak jauh. Aku akan melindungi punggung mu"

__ADS_1


"Ok,mohon bantuannya ya"


__ADS_2