
Viktor terbangun dari keadaan pingsan karena dia tiba-tiba saja disiram dengan air. Tubuhnya langsung basah dan membuat dia terkejut dengan dinginnya lantai yang sedang ditidurinya itu
Viktor merasakan tubuhnya diikat dan matanya ditutup dengan kain sehingga dia tidak bisa bergerak ataupun melihat sesuatu
"Bangun sialan!"
Suara ember dilempar pun terdengar. Dari suara yang Viktor dengar,diruangan ini hanya ada Viktor dan orang yang ada didepannya itu
"siapa?apa tujuanmu sebenarnya?"
"Tidak ada. Aku hanya ingin menghukum mu karena kau sudah membuat nona muda menangis"
'nona muda?siapa?'
Viktor mencoba untuk mencari tau siapa nona muda yang dimaksud itu. Karena besar kemungkinan kalau nona muda yang dimaksud itu ada dalam salah satu gadis yang pernah Viktor tolak dan akhirnya sakit hati. Namun Viktor tidak bisa menentukan siapa yang kemungkinan menjadi nona muda,karena disekolahnya itu terdapat banyak sekali perempuan yang memiliki orang tua yang berkuasa
"Kau pasti tidak ingat karena dia tidak ada artinya bagimu,kau kan dikelilingi oleh banyak gadis"
'cemburu ya?' Ucap Viktor dalam hatinya. Sepertinya dia mulai paham dengan situasi sekarang ini
"Orang yang sudah menyakiti nona muda,tidak akan pernah ku maafkan"
"bisa kita bicara baik-baik?aku rasa ada kesalahpahaman disini"
Viktor berusaha untuk bernegosiasi karena Viktor benci merasakan sakit,tapi orang didepannya itu sama sekali tidak tertarik dengan perkataannya
"Apanya yang kesalahpahaman?!!karena kau,nona menyakiti dirinya sendiri. Tidak bisa dimaafkan"
"kau dari tadi mengatakan nona mu terus,siapa dia?beritahu aku namanya,karena aku tidak ingat lagi siapa-siapa saja yang pernah menyatakan cintanya padaku"
"Kau tidak berhak mengetahui namanya. Aku tidak diizinkan membunuhmu,tapi itu bukan berarti aku tidak diizinkan untuk menyakiti mu"
Orang itu sudah naik darah dan akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan cara memukul perut Viktor dengan sekuat tenaga. Dia sama sekali tidak menahan kekuatannya dalam pukulan tadi,sehingga membuat Viktor merasakan panas dibagian perut dan kesulitan untuk bernapas
'kuat sekali!'
"Kenapa nona malah tertarik kepada orang seperti mu, padahal aku jauh lebih baik darimu. Menyebalkan, menyebalkan, menyebalkan!!"
Pria itu terus melampiaskan amarahnya. Dia memukul dan menendang Viktor dengan segenap tenaganya. Viktor tidak bisa membalas sama sekali karena tangan dan kakinya diikat
Pria itupun kelelahan dan mulai merasa lega. Dia mengambil napas sejenak,melihat dengan tatapan merendahkan kearah Viktor kemudian langsung pergi dari ruangan itu
'sial,tubuhku lemah sekali. Apa dia memberikan obat penghilang tenaga padaku?'
.....
Sementara itu dirumah,Sena dan pak Kim baru saja selesai beres-beres dan sedang bersantai saat ini, meskipun hati mereka masih tidak tenang
Suara pintu depan terbuka dan suara langkah kaki mulai memasuki rumah pun terdengar
"aku pulang"
"selamat datang tuan Hyuga"
Sena tersenyum menyambut tuan rumahnya itu dan Hyuga pun membalas senyuman itu. Paman Kim langsung saja menghampiri dan mengambil koper yang ada ditangan Hyuga
"selamat datang tuan Hyuga" Ucapnya dan setelah itu langsung minta undur diri untuk meletakkan barang-barang Hyuga kedalam kamar
"apa kau masih mengkhawatirkan Viktor?" Ucapnya setelah Paman Kim memasuki kamarnya
Sena pun mengangguk sebagai jawaban dan Hyuga kemudian meletakkan tangannya di atas kepala Sena
"kau tidak usah cemas lagi. Viktor baik-baik saja" Ucap Hyuga seraya mengelus pelan rambut Sena
Mendengar perkataan Hyuga,Sena langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Hyuga serius "benarkah?kalau begitu dimana dia?"
"dia pergi keluar negeri karena ada urusan. Aku akan memukulnya saat dia kembali nanti,jadi kau tidak usah cemas lagi"
Sena menghela napas lega mendengar kabar itu dan Hyuga pun tersenyum karenanya
"syukurlah"
__ADS_1
Paman Kim selesai meletakkan barang-barang Hyuga dan langsung menghampiri Sena dan juga Hyuga
"Terimakasih paman. aku mau beristirahat dulu"
"baik"
Hyuga langsung berjalan menuju kamarnya dan setelah masuk dia langsung saja mengeluarkan laptopnya dan segera menghubungi seseorang "berikan aku izin"
"Tentu,kami serahkan ini kepadamu agen Hyuga"
Telepon pun ditutup dan Hyuga langsung saja mengutak-atik laptop yang ada Didepannya itu yang layarnya memperlihatkan kejadian disaat Viktor diculik
'kenapa kau bisa dengan mudahnya tertangkap Viktor?'
Ting Tong!Ting Tong!
Bel rumah berbunyi dan membuat orang yang ada didalam segera berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang membunyikan bel tadi
Saat sudah sampai di teras,Sena membuka pintunya sedikit untuk sekedar memastikan siapa yang datang. Orang didepannya itu tersenyum dan karena dirasa bukan orang yang berniat jahat,Sena pun membuka lebar pintu itu
"ada yang bisa saya bantu?"
"apa ini kediaman Viktor?" Tanya pria berjas cokelat itu kepada Sena yang sibuk melihat dirinya sedari tadi. Itu membuatnya risih sekaligus lucu sehingga dia sedikit tertawa
"ya benar,ada apa ya?"
"bagaimana kalau kita bicarakan di dalam saja?"
Pria itu hendak melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah,namun Sena dengan cepat menghadangnya dan membuat pria itu terhenti
"ah maaf soal itu,tuan ku tidak mengizinkan orang asing masuk kedalam rumah"
"bisa kau panggil tuanmu?"
"ah itu.."
Sena bingung dengan apa yang harus dia lakukan sehingga dia terus saja bergumam sedari tadi. Hyuga yang hendak kedapur pun melihat Sena sedang berbicara dengan seseorang sehingga dia langsung saja berjalan mendekat menuju pintu depan
"tuan Hyuga,dia bilang ingin membicarakan sesuatu denganmu"
"nak Hyuga,apa kau bisa membiarkanku masuk?"
Pria itupun menolehkan wajahnya diantara pintu sehingga Hyuga bisa melihat wajahnya dengan jelas. Hyuga diam sejenak untuk mempertimbangkan dan diapun merasa kalau orang asing itu tidak berbahaya sama sekali
"biarkan dia masuk"
"baik"
Sena pun membuka pintu dan mempersilahkan pria tadi untuk masuk. Tanpa basa-basi lagi pria itu langsung saja mengikuti Hyuga kemudian duduk diruang tengah
Hyuga dan pria itu duduk berhadapan diruang tengah saat ini. Karena situasi nya canggung,Sena memutuskan untuk membuatkan minuman untuk kedua orang itu
"aku akan membuatkan minuman"
"maaf merepotkan"
Sena tersenyum kearah pria itu kemudian langsung pergi kedapur untuk membuatkan minuman. Saat Sena sudah jauh,Hyuga langsung saja menoleh kearah pria tadi kemudian menatapnya serius
"jadi apa yang mau kau bicarakan?"
"apa kau sudah dapat info soal keberadaan Viktor?"
Hyuga yang sedari awal memangku kepalanya dengan tangan kini duduk dengan sempurna serta memasukkan salah satu tangannya kedalam kantong "darimana kau tau?"
"tidak penting darimana aku tau,yang pasti aku bukanlah musuhmu"Ucapnya seakan tau apa yang sedang Hyuga pegang saat ini
Hyuga pun segera mengurungkan niatnya dan memasukkan kembali benda yang tadinya dia pegang
"dia diculik oleh mafia kecil yang merepotkan. Mereka lemah tapi sangat pandai bersembunyi,oleh karena itu kami kesulitan untuk mencari lokasi pasti dimana Viktor ditahan"
"ah begitu ya. Aku juga sudah memerintahkan beberapa bawahanku untuk mencarinya,dengan begitu pencarian akan lebih cepat. Semoga dia baik-baik saja"
__ADS_1
"ada hubungan apa kau dengan Viktor?"
Pria itu melihat langit-langit sebentar kemudian langsung melihat kearah Hyuga dengan tersenyum,Hyuga heran dengan maksud dari senyuman itu
"kami bertemu saat dinegara K dan aku adalah papanya"
"apa kau salah satu dari orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai ayahnya Viktor?"
"aku memang bukan ayah kandungnya,tapi dia sudah menganggap ku sebagai papa nya. Dan sebagai ayah,aku tidak bisa diam saat anakku diculik"
bisa kalian tebak kalau pria asing itu adalah Lin,orang yang dianggap oleh Viktor sebagai papanya sekaligus orang yang memberikan Viktor buku kesukaannya
"aku masih tidak percaya dengan perkataan mu"
"itu tidak masalah. Aku hanya ingin segera menemukan Viktor. Hanya itu yang ingin kukatakan,aku pergi dulu" Pria itupun berdiri dari posisi duduknya dan bersiap untuk pergi
"apa anda sudah mau pulang?"Tanya Sena sambil membawa minuman untuk Hyuga dan juga tamunya itu
Pria itupun mengangguk untuk pertanyaan Sena yang tadi
"minumnya?"
"lain kali saja,maaf ya"
Pria itupun membuka pintu depan kemudian menutupnya kembali. Sena hanya bisa memperhatikan sejenak kemudian meletakkan nampan berisi minuman tadi keatas meja dan memberikannya kepada Hyuga
Sedangkan Hyuga hanya melihat pria tadi dari balik jendela kemudian menatapnya malas 'orang aneh'
.....
Sementara itu ditempat Viktor disekap,lagi-lagi Viktor dihajar habis-habisan oleh penculiknya. Tubuhnya penuh luka dan bajunya juga basah,besar kemungkinan Viktor akan terkena demam nantinya
'sepertinya mereka sudah menyelidiki tentang diriku,buktinya mereka selalu saja memberikan obat penghilang tenaga setiap satu jam sekali. Sial!!'
Melihat wajah Viktor yang kesakitan dan menderita,pria yang memukulinya pun menyeringai puas sambil menatap rendah kepada Viktor yang hampir mau pingsan
"Besok nona muda akan menemuimu ,semoga kau tidak menyakitinya lagi atau aku akan benar-benar membunuhmu!"
'ah.. sepertinya aku pernah merasa seperti ini..tubuh yang sangat sakit dan aku kesulitan untuk bernafas. Ini seperti.. penyiksaan yang selalu saja aku mimpikan belakangan ini..aku ingin..tidur..'
Viktor hendak menutup matanya karena rasa pusing yang teramat sangat,namun itu terhenti karena dia mendengar ada suara lain selain dari suara pria yang sering dia dengar itu
"Dimana orangnya?"
"Dia didalam"
Suara pintu terbuka dan langkah kaki yang mendekat pun terdengar. Viktor sedikit mendongakkan kepalanya hanya sekedar untuk memperlihatkan wajahnya
'siapa?'
Pria asing itu langsung saja berjongkok kemudian menarik rambut Viktor sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana wajahnya Viktor
"jadi ini ya orang yang sudah membuat putri kesayangan ku hampir saja bunuh diri?!!bocah sialan,berani sekali kau menyakiti putriku?!!"
Pria itupun menghempaskan tarikannya kemudian memukuli Viktor dengan segenap tenaganya, melampiaskan seluruh kebencian nya kepada Viktor. Viktor yang dipukuli lebih kuat daripada yang sebelumnya hanya bisa meringkuk kesakitan sambil terbatuk-batuk,dia ingin membalas tapi itu tidak bisa dia lakukan sekarang ini
"Berterimakasihlah kepadanya karena meskipun kau sudah menyakitinya dia masih tetap mencintaimu. Kalau tidak aku pasti akan membunuhmu sekarang juga!!tapi meskipun begitu, bukan berarti aku tidak boleh membuatmu sekarat kan?!!"
Tendangan dan pukulan didaratkan ditubuh Viktor. Viktor memuntahkan darah lumayan banyak karena pukulan itu
"Tuan hentikan,jika kau terus memukulinya,dia bisa mati" Ucap pria yang biasanya memukuli Viktor karena melihat Viktor yang sudah sangat pucat dan seperti akan meninggal saat itu juga
Tidak terima karena dihentikan,pria tadi menatap bawahannya dengan tajam dan sedikit mengeluarkan aura membunuh sehingga bawahannya tadi terdiam dan menunduk takut
Setelah bawahannya itu tidak berkata apa-apa lagi,pria itupun kembali memukuli Viktor dan kemudian menghempaskan Viktor sehingga kepala Viktor terbentur Kedinding
Pria itu terengah-engah karena kelelahan kemudian membersihkan tangannya dengan sapu tangan yang dia bawa. Setelah selesai dia langsung berjalan keluar dan menyuruh bawahannya itu untuk membereskan semua kekacauan itu
Sementara itu,darah mengalir keluar dari kepala Viktor. Hantaman keras di kepalanya tadi membuat semua ingatan Viktor kembali. Ingatan yang dia harapkan tidak pernah kembali,malah muncul kembali dalam situasi seperti ini
'ingatanku..sialan kenapa ingatanku malah kembali?! Mama..papa..'
__ADS_1