
Viktor melangkahkan kakinya memasuki kelas. Para wanita dikelas itu seketika menjadi berisik saat melihat Viktor. Semuanya heboh keculi Lili yang hanya menatap datar kearah Viktor
"Silahkan perkenalkan dirimu"
"Namaku Viktor,salam kenal semuanya" ucap Viktor seraya tersenyum
Para gadis langsung saja menjerit dan mulai memanggil-manggil Viktor untuk mendapat perhatian. Tapi Viktor sama sekali tidak menoleh kearah mereka
"Baiklah Viktor,kau bisa duduk di kursi kosong yang ada disana" ucap sang guru sambil menunjuk kursi yang letaknya lumayan didepan
"Apa aku boleh duduk disamping Lili?" Tanya Viktor kepada gurunya itu
Semua teman sekelasnya menjadi terkejut mendengar perkataan Viktor,itu dikarenakan Lili tidak disukai oleh kebanyakan anggota kelas dan kebanyakan dari mereka menjauhinya
"Tapi disana sudah ada yang duduk Lo"
"Tidak apa-apa"
Viktor pun mulai berjalan menuju kursi belakang dan berhenti tepat disamping sebuah tempat duduk yang sudah ada penunggunya itu
"Apa aku boleh duduk disini?"
"Memangnya siapa kau?kenapa ak—"
Perkataan pria itu seketika berhenti saat Viktor tiba-tiba saja menatap kearahnya dan itu membuatnya ketakutan. Pria itu tiba-tiba saja mengangguk dan memberesi semua barang-barang nya kemudian duduk ditempat lain
Karena sudah kosong,Viktor pun duduk kemudian tersenyum kepada Lili yang ada disampingnya
"Bukankah sudah kubilang kau tidak harus dekat-dekat dengan ku disekolah?"
"Ya,tapi kau tidak melarang ku kan?jadi aku bebas" ucap Viktor seraya tersenyum dan membuat Lili memilih untuk menoleh kearah lain
Pelajaran dimulai dan pelajaran pertama adalah matematika. Ini adalah mata pelajaran yang sangat sulit untuk dimengerti oleh Lili
"Baiklah... Lili,berapa jawaban untuk soal ini?"
Lili yang tiba-tiba saja ditanya menjadi salting karena dia benar-benar tidak tau berapa jawaban nya. Saat sedang pusing, Viktor tiba-tiba saja memperlihatkan jawaban nya dan karena terpaksa Lili pun menirunya
"25 Bu" ucap Lili ragu-ragu
"Bagus, sepertinya kau sudah mulai paham Lili"
Lili merasa lega karena jawaban yang diucapkannya benar dan dia pun berterimakasih kepada Viktor yang sudah membantu nya
"Baiklah Soal berikutnya..Viktor?"
"347 Bu"
"Benar,kau hebat Viktor"
Beberapa siswa-siswi dikelas mulai bertepuk tangan dan Viktor hanya tersenyum saja
.
.
Bel istirahat sudah berbunyi, saat nya untuk beristirahat. Viktor langsung saja dikerumuni banyak siswa-siswi yang tertarik kepadanya
"Namamu Viktor kan?apa kau mau menjadi teman kami?" Tanya salah seorang siswa kepada Viktor
"Viktor apa yang kau sukai?"
"Apa makanan kesukaan mu?"
Karena bosan Lili memutuskan untuk pergi darisana dan pergi menuju kantin. Saat melihat Lili berpindah dari kursinya,Viktor pun ikut berdiri juga
"Lili ayo kekantin bersama"
"Ok"
Tanpa menjawab pertanyaan dari teman barunya,Viktor melenggang pergi begitu saja bersama Lili pergi ke kantin. Siswi yang tertarik kepada Viktor pun menjadi kesal kepada Lili
.
.
Beberapa menit sebelum masuk, Lili sudah kembali ke kelas dan tidak bersama Viktor lagi, sepertinya Viktor ada urusan sedikit. Melihat tidak ada Viktor,siswi yang biasanya mengejak Lili serta yang tertarik kepada Viktor pun menghampirinya
"Woii jauhi Viktor,dia milikku!" ucap wanita itu sinis kepada Lili yang sedang melihat kearah luar jendela
"Memangnya kenapa aku harus menurutimu?" Ucap Lili yang terdengar seperti sedang menantang siswi tadi
Siswi itupun menjadi kesal "kau..!! mentang-mentang Viktor dekat denganmu,kau menjadi berani ya?!jangan lupa,kau bukan siapa-siapa disini!!" Siswi itu mengangkat tangannya dan bersiap untuk menampar Lili,tapi itu terhenti saat Viktor tiba-tiba saja berteriak dari depan pintu
Pandangan siswi itu dan Lili menoleh kearah Viktor yang berjalan mendekat. Siswi itu langsung menyembunyikan tangannya dan tersenyum kikuk kearah Viktor
"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Viktor tajam
"Tidak,tidak ada. Oh ya..apa hubungan kalian berdua?" Tanya siswi itu hati-hati supaya tidak merusak imagenya didepan Viktor
"Aku tunangannya" ucap Viktor seraya melipat tangannya didepan dada
Sekelas menjadi terkejut mendengar perkataan Viktor,tidak terkecuali Lili, padahal Lili sudah bilang untuk merahasiakannya
"Jadi apa kalian bisa berhenti mengganggunya?jika masih,aku tidak akan tinggal diam!"
"Ah begitu ya..maaf mengganggu" siswi itu langsung pergi dari sana karena dia kesal mendengar perkataan Viktor barusan
Tidak lama kemudian bel masuk berbunyi,semua siswa duduk ditempat mereka masing-masing
"Bukankah sudah kubilang untuk merahasiakannya?" Bisik Lili kepada Viktor
"Kenapa?kau tenang saja,aku tidak akan membiarkan mu disakiti lagi" ucap Viktor seraya tersenyum
Pipi Lili tiba-tiba saja terasa panas dan memerah sehingga dia langsung saja membuang wajahnya kearah lain supaya Viktor tidak melihat wajahnya yang mungkin sudah Semerah kepiting rebus
__ADS_1
'pak tua.. sepertinya trik yang kau ajarkan berguna disaat-saat seperti ini' pak tua yang dimaksud Viktor tidak lain adalah Lin,Viktor iseng jadi dia minta diajari bagaimana cara memikat hati seseorang kepada Lin Dan itu ternyata cukup berguna
.
.
Bel pulang berbunyi dan semua siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas
"Viktor,apa kau mau ikut bersama kami mengerjakan tugas?"
Siswi yang hendak menampar Lili tadi kembali lagi mendekati Viktor, sepertinya dia tidak peduli apakah Viktor sudah memiliki tunangan atau tidak
Viktor yang ditanya pun menoleh kearah Lili yang sedang membereskan buku-bukunya kemudian menoleh lagi kearah siswi tadi
"Apa Lili ikut?"
"Emmm...itu.."
"Lili ayo pulang" ucap Viktor seketika dan melewati siswi itu. Dia tidak mau berlama-lama
"Baiklah,baiklah,dia boleh ikut" siswi itu terpaksa mengajak Lili juga,karena jika tidak demikian maka Viktor tidak akan mau ikut
"Bagaimana Lili?" Tanya Viktor sambil melihat kearah Lili yang sepertinya sedang kebingungan
"Apakah boleh?"
"Tentu saja"
"Ah baiklah"
Lili,Viktor,dan beberapa orang lainnya pergi kerumah siswi tadi untuk mengerjakan tugas bersama. Siswi itu kesal karena Lili ikut kerumahnya tapi itu terpaksa dia lakukan
Mereka menaiki mobil pribadi masing-masing dan pergi kesatu tempat. Mobil putih mewah menjadi penunjuk jalan
.
.
Sekitar 20 menit, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Rumahnya luas dan ada dua pelayan yang menyambut kedatangan mereka semua
Para siswa itupun belajar diruang tengah dan kebanyakan dari mereka hanya berpura-pura bertanya supaya bisa berbicara dengan Viktor
"Lili apa ada yang tidak kau pahami?" Tanya Viktor sesaat setelah teman-teman nya yang lain selesai bertanya
Lili yang ditanya pun dengan jujur menunjukkan dibagian mana saja dia tidak mengerti dan Viktor dengan sigap mengajari Lili. Siswi yang lain menjadi semakin kesal karena Lili mendapatkan lebih banyak perhatian dari Viktor
'mereka menyebalkan' ucap Viktor yang masih sibuk mengajari Lili
Saat Lili sudah mengerti,Viktor pun melihat kearah sang pemilik rumah
"Apa kalian semua haus?aku akan membuatkan minum untuk kalian"
"Terimakasih Viktor"
Viktor pun berdiri dari duduknya kemudian bertanya dimana dapurnya berada. Sang pemilik rumah juga ikut berdiri dan menawarkan bantuan untuk membuatkan cemilan untuk yang lain,padahal mereka bisa saja menyuruh pelayan yang ada disana
Viktor mengangguk dan mereka berdua pun pergi ke dapur untuk membuat minuman dan juga cemilan. Dan tentu saja saat didapur siswi itu terus saja mencari-cari perhatian Viktor
Saat sedang leluasa,Viktor memasukkan sesuatu kedalam minuman dan kemudian mengaduknya. Saat sudah selesai diapun menyeringai
"Ayo kembali, minumannya sudah siap"
"Ok, cemilannya juga sudah siap"
Viktor dan siswi itu kembali lagi keruang tengah dengan membawa camilan dan juga minuman. Viktor langsung saja memberikan minuman itu kepada semuanya kemudian duduk kembali ditempatnya semula
"Apa ada yang kesusahan lagi?" Tanya Viktor kepada Lili yang sedang sibuk dengan tugas-tugas nya
Lili pun menggeleng sebagai jawaban kemudian lanjut menulis lagi
"Ada apa Olive?kenapa kau melihat seperti itu?" Tanya Viktor kepada sang pemilik rumah yang bernama Olive itu
Olive yang ditanya pun menjadi salting dan berusaha untuk bersikap normal lagi didepan Viktor kemudian melihat kearah lain
Karena kesal Olive pun memutuskan untuk membuat semua buku tugas Lili menjadi basah dengan minumannya,jadi dia akan berpura-pura kalau tangannya terpeleset. Saat memulai aksinya, Olive benar-benar hendak membuat semua tugas Lili menjadi hancur. Tapi itu tidak terjadi karena Viktor dengan sigap menahan jatuhnya air dengan nampan dari minuman yang dia bawa tadi sehingga airnya tidak mengenai tugas Lili dan malah mengenai tugas Olive sendiri
"Aaa..tugasku" teriak Olive saat semua tugasnya diatas meja menjadi basah karena air,Viktor sedikit menyeringai meskipun itu tidak dia tampakkan
"Ya.. bagaimana ini..?"
"Maaf,aku refleks tadi" ucap Viktor berpura-pura dan tentu saja Olive memaafkannya,begitu juga dengan yang lainnya,mereka tidak menyalahkan Viktor sama sekali
Sementara itu, Lili diam-diam memperhatikan wajah Viktor yang sedang dekat dengannya dan saat Viktor menatapnya, Lili langsung saja mengarahkan pandangannya kearah buku lagi dan Viktor tersenyum dengan itu
.
.
Akhirnya mereka selesai mengerjakan tugas dan sudah saatnya untuk pulang. Viktor dan Lili langsung mengucapkan salam kemudian masuk kedalam mobil mereka dan melesat pergi
Hari sudah mulai gelap saat mereka kembali. Sepanjang perjalanan Lili tampak senang dan tersenyum melihat keluar jendela mobil
"Apa kau senang karena mengerjakan tugas bersama?" Tanya Viktor kepada Lili
Lili yang ditanya pun langsung mengangguk cepat seraya tersenyum "ini pertama kalinya bagiku,jadi aku senang. Apa menurutmu Olive sengaja menumpahkan minumannya?"
"Ya..dan aku menghalanginya dengan nampan itu bukan karena refleks tapi karena aku memang sudah menduganya"
"Wah Viktor kau hebat. Dan sepertinya teman-teman yang lain masih membenciku"
Wajah Lili tiba-tiba saja berubah murung dan Viktor pun berusaha untuk menghiburnya
"Lili,apa kau suka kejahilan?" Tanya Viktor sambil tersenyum. Lili yang ditanya hanya bisa kebingungan dan saat bertanya apa maksudnya,Viktor malah semakin tersenyum tanpa menjawab apapun
Karena rumah Olive dan Lili lumayan jauh,Lili menjadi tertidur didalam mobil dan Viktor tersenyum melihatnya
__ADS_1
.
.
Akhirnya mereka sampai dirumah,Viktor berusaha untuk membangunkan Lili,tapi Lili sama sekali tidak bangun. Sang supir pun menawarkan diri untuk menggendong Lili ke dalam rumah,tapi Viktor menolaknya kemudian mengangkat tubuh Lili layaknya seorang pengantin
Viktor sama sekali tidak kesulitan dalam mengangkat Lili,dia berjalan dengan santai supaya Lili tidak terbangun,sang supir yang melihat itu menjadi tersenyum
Kamar Lili ada dilantai dua dan Viktor mengantarkan nya sampai ketempat tidur. Saat sudah membaringkan Lili, Viktor melihat seisi ruangan kamar Lili kemudian mencari-cari sesuatu yang merupakan misinya
Sudah lama Viktor mencari,tapi dia tidak kunjung menemukan apa yang dia cari. Sepertinya itu tidak disimpan dikamar Lili sehingga Viktor memutuskan untuk keluar dari kamar itu dan pergi ke kamarnya
Saat tiba dikamar Viktor langsung saja meletakkan barang-barang nya kemudian pergi mandi untuk menyegarkan diri. Tidak butuh waktu lama sampai Viktor keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian tidurnya
Hari masih lumayan terang dan ini bukan jam tidur Viktor sehingga Viktor memilih untuk mengutak-atik laptopnya dan meretas jaringan CCTV yang ada dirumah itu
Saat sedang meretas, telepon Viktor berbunyi dan dari layar hp tertuliskan Lin yang menelpon. Viktor langsung saja mengangkat nya
"Ada apa pak tua?"
"Kau yang pak tua! bagaimana misimu?"
"Belum ada perkembangan apapun,aku sudah memeriksa kamar Lili,tapi tidak ada apapun disana. Oh ya,jurus penggoda itu ternyata lumayan berguna juga,aku langsung populer di sekolah" ucap Viktor datar dengan tangan yang masih sibuk mengutak-atik laptopnya
"Tentu saja..kau harus berterimakasih padaku"
Mendengar Lin yang sepertinya sedang berbangga diri diseberang telepon sana,Viktor pun melirikkan matanya dan memandang seperti merendahkan
"PD sekali kau pak tua" ucap Viktor seraya tersenyum getir
"Tentu saja,dan itu hanya akan dirasakan oleh pria tampan seperti ku,orang jelek seperti mu tidak akan mungkin mengerti"
"Aku lebih tampan dari mu pak tua" ucap Viktor yang tidak mau kalah dengan Lin diseberang telepon
"Kau masih terlalu cepat 100 tahun untuk mengalahkan ketampanan ku Viktor"
"Narsis"
"Kau..!!sudah,urusi saja tunanganmu itu!"
Viktor pun mengangkat teleponnya kemudian meletakkannya didekat telinga dan menyudahi mengutak-atik laptopnya,dia sedang ingin mengejek Lin untuk saat ini
"Kau cemburu ya pak tua..?kasihan..mana ada orang yang mau dengan pria jelek seperti mu"
"Bukan mereka yang tidak mau,tapi seleraku lah yang terlalu tinggi,ingat itu"
"Narsis" ucap Viktor untuk yang kedua kalinya
"Ah aku dipanggil,dadah Viktor jelek"
Setelah mengatakan itu Lin langsung saja memutuskan sambungan telepon karena dia tau kalau Viktor pasti akan membalas perkataannya nantinya. Karena sambungan telepon diputus, Viktor menjadi kesal namun diwajahnya terpasang sebuah senyuman kecil
.
.
Keesokan harinya disekolah, seperti biasanya Viktor dikerumuni banyak siswa tapi Viktor selalu memperhatikan Lili. Meskipun masih ada beberapa yang benci kepada Lili,tapi sekarang sudah mulai ada yang mau berteman dengan Lili
"Oh ya Lili,apa aku boleh tau kenapa kau tidak disukai disini?kalau tidak boleh juga tidak apa-apa"
Viktor bertanya dengan hati-hati supaya Lili tidak tersinggung. Lili awalnya ragu untuk bercerita namun pada akhirnya dia memberitahu Viktor alasannya
"Saat kelas satu aku sangat cengeng,itu ku lakukan untuk mendapatkan perhatian dari ayahku. Tapi ayahku selalu sibuk bekerja dan tidak memperhatikan ku sama sekali,dan semenjak saat itulah aku mulai diejek dan akupun bertingkah nakal. Jika cengeng tidak berhasil,aku pikir menjadi nakal akan berbeda,tapi ayahku sama sekali tidak peduli dan akhirnya aku dibenci oleh anak-anak yang lain. Begitulah ceritanya,aku bodoh ya?" Ucap Lili seraya tersenyum kikuk kearah Viktor
Viktor hanya diam saja sambil menoleh kearah Lili dan dia mulai memikirkan cara bagaimana supaya hal seperti ini bisa menjadi keuntungan untuk dirinya
"Oh ya,ini sudah hampir bel masuk tapi kenapa Olive dan beberapa teman yang lainnya belum datang?"
Lili bertanya kepada Viktor,tapi karena didekat sana juga ada seorang siswi,maka siswi itulah yang menjawab pertanyaan Lili
"Mereka sakit perut sejak kemarin,dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit"
"Eh tapi kemarin mereka baik-baik saja Lo"
"Entahlah,katanya mereka keracunan makanan"
Karena bel masuk sudah berbunyi,siswi itupun kembali ketempat duduknya. Lili memikirkan soal Olive dan yang lainnya yang keracunan makanan
'apa kau suka kejahilan?' kalimat yang diucapkan Viktor kemarin teringat oleh Lili dan pemikiran Lili langsung tertuju kepada Viktor sehingga dia refleks menoleh. Viktor sama sekali tidak menoleh,dia sedang memperhatikan guru yang sudah mulai mengabsen
.
.
Sekarang sudah waktunya istirahat dan Lili sekarang ini sedang mencari-cari Viktor untuk mengajaknya makan siang bersama. Dia memberanikan diri untuk bertanya kepada para siswa yang ditemuinya tentang keberadaan Viktor. Beberapa ada yang mengabaikannya dan ada juga yang menjawab tidak tau,tapi untunglah ada yang mengatakan kalau dia melihat Viktor sedang menuju rooftop
Lili langsung saja berjalan menuju rooftop dan bertanya-tanya kenapa Viktor berada disana,ini pertama kalinya Lili pergi ke rooftop
Saat sampai di rooftop,Lili hendak langsung memanggil nama Viktor saat sudah membuka pintu,tapi itu dia hentikan saat melihat seperti apa ekspresi Viktor saat itu. Wajah Viktor terlihat sangat sedih,dingin,dan juga kesepian,Lili rasanya ingin segera berlari kemudian memeluk Viktor supaya ekspresi itu hilang dari wajah Viktor. Tapi dia merasa kalau dia tidak akan bisa meraih Viktor, rasanya seperti ada jurang dalam nan curam yang membuatnya tidak bisa mendekat,sehingga dia hanya bisa memandang dari jauh
Viktor tiba-tiba saja melihat kebawah,dimana ada beberapa anak yang sedang bermain bola. Dia kemudian memilih duduk di atas pagar pembatas dan menikmati hembusan angin
"Ada apa..Lili?"
Lili menjadi terkejut karena Viktor bisa mengetahui kedatangannya. Tapi Lili berusaha untuk bersikap normal dan mulai berjalan mendekat
"Aku mencari-cari mu untuk makan siang bersama,ayo"
Viktor diam sejenak kemudian menoleh kearah Lili seraya tersenyum"ok"
Wajah Lili seketika memerah,dia suka setiap kali Viktor tersenyum. Dia ingin selalu melihat wajah Viktor yang tersenyum dan dia tidak mau lagi melihat wajah Viktor yang seperti tadi
Viktor pun turun dari pagar pembatas dan mulai berjalan menuju pintu keluar untuk pergi ke kantin. Lili yang ada di belakang tiba-tiba saja berlari kemudian memegang tangan Viktor erat,Viktor menoleh sejenak kemudian membalas genggaman tangan Lili
'aku pasti bisa membuatmu selalu tersenyum'
__ADS_1