
Saat ini diruang tengah kediam Lili,Viktor sedang duduk bersama Adam dan dengan situasi yang tampak tegang. Sedangkan Lili disuruh Viktor untuk membuatkan minuman di dapur
"Ada apa Viktor?aku masih sibuk,masih banyak urusan di kantor"
Adam tampak tidak sabaran,dia memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan tapi Viktor malah menghalangi kepergiannya dan tidak membiarkan dirinya pergi sebelum selesai mendengarkan apa yang akan dikatakan Viktor
"Bisakah kau memberikan waktu untuk Lili?"
"Ha?apa maksudmu?dia sudah besar Lo.."
"Apa kau tidak tau bagaimana kehidupan nya disekolah?"
Viktor menatap tajam kearah Adam dan Adam menatap tidak kalah tajam dan melipat tangannya didepan dada
"Aku memberikan semua fasilitas yang dia butuhkan dan dia selalu bilang kalau dia mempunyai banyak teman di sekolah"
"Putrimu berbohong"
"Apa maksudmu?"
Viktor diam sejenak dan tidak lama kemudian Lili mulai berjalan mendekat untuk mengantarkan minuman untuk Viktor dan juga ayahnya
"Dia sama sekali tidak mempunyai teman di sekolah dan itu semua karena anda tuan Adam!" Ucap Viktor lantang dan dengan tatapan yang semakin tajam
Lili yang mendengar itu memutuskan untuk bersembunyi dibalik tembok dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Viktor dan juga ayahnya
"Dia diejek karena kau sama sekali tidak punya waktu untuknya,dia bertingkah cengeng dan juga bersikap nakal supaya mendapat perhatian darimu,tapi kau sama sekali tidak memperhatikan nya. Kau ini ayahnya kan?!kau seharusnya memberi perhatian kepada putrimu!!"
Setiap kata yang Viktor ucapkan terngiang-ngiang oleh Lili dan itu membuat air matanya perlahan jatuh,baru pertama kali ini ada orang yang sangat perhatian kepadanya
Adam yang mendengar perkataan Viktor diam sejenak kemudian langsung berdiri dan melenggang pergi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Viktor tidak lagi berusaha untuk menghentikannya,dia hanya menatap tajam kearah Adam sampai pintu rumah ditutup
Saat Adam sudah pergi,Lili pun keluar dari persembunyiannya dan pura-pura seperti tidak mengetahui apa-apa
"Apa ayah sudah berangkat lagi?"
"Ya begitulah. Lili,apa kau suka bermain game?" Tanya Viktor seraya memperlihatkan sebuah CD game kepada Lili dan Lili pun mengangguk sambil tersenyum
Viktor dan Lili pun bermain game bersama untuk menghabiskan waktu
.
.
.
.
Sudah 3 bulan semenjak Viktor berada di kediaman Lili,ini lebih lama dari dugaan Viktor. Viktor sama sekali belum mendapat petunjuk apapun mengenai lokasi pasti dimana Adam menyembunyikan berkas saham itu
"Lili,apa ayahmu pernah membicarakan soal pekerjaannya?"
"Emm..tidak,dia berangkat saja aku bahkan sering tidak tau"
Hubungan Viktor dan Lili kini semakin dekat,Lili sudah benar-benar jatuh cinta kepada Viktor tapi Viktor tetap tidak merasakan apapun,Viktor malah sudah menganggap Lili sebagai adiknya
"Apa kita bisa berkunjung kekantor ayahmu?"
"Kita bisa saja kesana,ayah pasti tidak akan marah. Lagipula kau yang akan mengurus perusahaan itu nantinya" Lili tersenyum lebar saat mengatakan itu,dia sangat senang saat memikirkan kalau Viktor akan menjadi suaminya nantinya
"Aku akan bersiap-siap dulu kalau begitu,aku penasaran dengan kantor ayahmu"
"Ok"
Viktor pun segera pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Dan tidak butuh waktu lama sampai dia selesai bersiap-siap
Viktor dan Lili berangkat dengan di antar supir pribadi. Hari ini cuaca cerah,jadi Viktor memutuskan untuk mengajak Lili jalan-jalan nantinya
.
__ADS_1
.
Lili dan Viktor akhirnya sampai di kantornya Adam,persepsionis langsung saja menyambut serta mengarahkan mereka berdua pergi keruangan Adam. Dan saat mereka sudah sampai mereka langsung saja mengetuk pintu kemudian masuk kedalam. Di dalam ternyata Adam sedang memeriksa beberapa dokumen,tapi dia masih menoleh kearah pintu saat Lili dan juga Viktor datang
"Tumben sekali kalian mau kesini?"
"Apa kau sedang sibuk?"
"Ya begitulah,lakukanlah apapun yang kalian mau. Kau ingin menjelajahi kantor ini kan Viktor?" Tanya Adam sambil melihat kearah Viktor yang sedang mengamati jalan raya dari kaca gedung
"Ya begitulah..Lili apa kau mau ikut?"
"Tentu"
Lili dan Viktor pun keluar dari ruangan itu dan mulai menjelajahi setiap lantai gedung. Bagi Lili mungkin hanya seperti jalan-jalan biasa,tapi bagi Viktor ini kesempatan untuk meletakkan kamera CCTV mini nya dan mengetahui kemungkinan dimana Adam meletakkan berkas penting itu
.
.
Karena lantai cukup banyak,Viktor memutuskan untuk menjelajahi setengahnya saja dan setelah itu mengajak Lili untuk jalan-jalan ke taman. Lili tentu saja dengan senang hati menyetujuinya
Saat sudah sampai di taman,Viktor langsung membelikan Lili es krim rasa stroberi dan dia rasa coklat dan mereka pun menikmati es krim itu sambil melihat orang-orang yang juga ada disana
Lili tampak senang dan Viktor sibuk memperhatikan keadaan sekitar. Saat sedang bersantai,Viktor tiba-tiba saja merasakan aura membunuh yang kental dari arah belakangnya sehingga dia langsung saja bersiap-siap untuk mengeluarkan senjatanya kemudian menoleh kebelakang dengan cepat. Saat sudah menoleh Viktor terkejut dan benar-benar ingin sekali membunuh orang yang mengeluarkan aura membunuh tadi dikarenakan kesal
"Jangan mengejutkan ku pak tua!!"
Orang yang dipanggil pak tua itu tidak lain adalah Lin yang sedang berjalan mendekat kearah mereka. Lili yang melihat itu juga ikut menoleh ke belakang. Lin hanya tersenyum saja dan puas dengan ekspresi terkejut Viktor
"Kau ketakutan ya Viktor..?" Lin sudah lama tidak mengejek Viktor,jadi dia langsung saja mengejeknya saat pertama kali bertemu
"Diam kau pak tua.. sepertinya kau luang sekali sampai-sampai bisa datang kesini"
"Tidak juga,aku sebenarnya sedang menjalankan misi juga"
Lim sedikit tersenyum dan melambai kearah Viktor,Viktor mengacuhkannya dan memilih untuk berbalik
"Tumben sekali kalian menjalankan misi bersama"
"Aku juga tidak mau menjalankan misi bersamanya. Ayahku yang memaksa!" Wajah Lin tampak frustasi dan kesal,Viktor biasanya akan mengejeknya tapi dia sedang tidak mood untuk sekarang ini
Lili yang tidak mengerti sama sekali dengan percakapan Viktor dan pria yang tidak dikenalnya itupun,hanya diam saja sambil menikmati es krimnya
Seorang bocah tiba-tiba saja jatuh kemudian menangis tidak jauh dari tempat duduk Lili dan juga Viktor. Ketiga pandangan orang itu menoleh kearah sang bocah,tapi hanya Lili yang menghampiri kemudian menenangkan bocah itu
Karena Lili sudah jauh,Lin pun bisa leluasa mengatakan apa misinya sebenarnya
"Viktor,kau bisa kembali ke markas"
"Misinya?"
"Ketua tidak bisa menunggu lebih lama lagi,jadi kita akan menggunakan cara lain" Lin pun menolehkan kepalanya kearah Viktor dan Viktor juga ikut menoleh. Viktor awalnya bingung apa maksudnya tapi tidak lama kemudian dia mengerti apa yang dimaksud oleh Lin barusan
"Tidak akan kubiarkan kalian melukainya!"
Viktor menatap tajam kearah Lin Dan Lin hanya menghela napas kemudian menyenderkan punggungnya dibangku taman
"Apa kau sudah jatuh cinta padanya,hmm.. Viktor?"
Lin berusaha untuk menggoda Viktor,tapi Viktor tidak bergeming dan terus menatap tajam kearah Lin yang kini sedang melihat kelangit
"Kau tenang saja,jika dia mau bekerjasama maka dia akan baik-baik saja. Dan itu adalah tugasmu jika kau ingin dia tidak terluka"
Setelah mengatakan itu,Lin langsung saja pergi dan Viktor hanya memandangi sampai Lin sudah jauh kemudian menatap kearah Lili yang mulai berjalan mendekat kearahnya
Lim yang melihat Lin sudah kembali pun mulai membuka pembicaraan supaya wajah Lin tidak terlalu suram seperti sekarang ini,tapi sepertinya dia tidak ahli dalam hal itu
"Kau sangat dekat ya dengan Viktor. Kenapa?apakah karena rasa bersalah?"
__ADS_1
"Tutup mulutmu!bukankah ayah yang menyuruh ku untuk mendekatinya supaya dia bisa dikendalikan. Bicara lagi,ku patahkan tulang rusukmu!"
"Baik, baik,kau pemarah sekali sih"
Lim pun membalikkan tubuhnya kemudian berjalan duluan. Lin berdecak kesal dan malas untuk menjalankan misi,tapi ini terpaksa dia lakukan karena ini adalah perintah ayahnya
"Siapa orang tadi?" Tanya Lili yang langsung kembali ketempat duduknya
"Hanya kenalan biasa. Lili,ada yang ingin aku katakan padamu..."
Wajah Viktor tampak serius dan tiba-tiba menjadi muram dan Lili pun berusaha untuk pura-pura tertawa supaya situasi tidak terlalu tegang
"Kenapa wajahmu serius sekali..?santai saja.." ucap Lili seraya menarik-narik kedua belah pipi Viktor dan membuat Viktor meringis kesakitan namun kemudian dia tersenyum
Karena Viktor sudah tersenyum,Lili pun berhenti mencubit pipi Viktor kemudian duduk menyamping menghadap Viktor
"Jadi,apa yang mau kau katakan?"
"Aku adalah seorang pembunuh"
Viktor dengan tegas mengatakan hal barusan dan tanpa berbasa-basi lagi. Viktor pikir kalau Lili akan ketakutan atau reaksi lainnya yang dipikirkan oleh Viktor,tapi ternyata sangat berkebalikan
"Aku sudah tau Lo..jadi kenapa?"
"Kenapa kau malah bertanya?bukankah kau seharusnya takut ataupun membenciku?ada apa dengan reaksi mu itu?"
"Berisik. Kau dari kelompok mafia tentu saja kau pernah membunuh,jadi kenapa dengan hal itu?lagipula kau tidak pernah menyakiti ku dan malah sebaliknya. Dan oleh karena itulah aku menyukaimu.."
Lili tersenyum lembut kearah Viktor,dia senang sudah mengenal Viktor dan beban yang dirasa Viktor tiba-tiba saja terangkat dan menghilang tanpa bekas
"Ah..rasanya nyaman sekali, semua beban ku hilang. Padahal selama beberapa bulan ini aku berusaha supaya kau tidak mengetahui nya agar kau tidak menjauhiku. Tapi kau ternyata sudah tau.., kekhawatiran ku ternyata sia-sia"
"Syukurlah kau juga memikirkan tentang aku.."
"Lili...maaf,aku tidak mencintaimu dan aku sudah menganggap mu sebagai adikku sendiri. Maaf mempermainkan perasaanmu"
Viktor menundukkan kepalanya sebagai tanda bersalah,bukannya menjawab Lili malah tertawa lumayan keras sehingga membuat Viktor semakin keheranan
"Kenapa kau tertawa?"
"Maaf,maaf,aku pikir kau mafia yang dingin saat kau dimarkas dulu, tapi tidak disangka kalau kau ternyata sangat baik.."
Viktor terdiam mendengar perkataan Lili dan Viktor juga tidak tau mengapa dia mau meminta maaf tadi
"Aku tau kalau kau tidak mencintai ku,tapi aku tidak akan menyerah untuk membuatmu jatuh cinta padaku. Jadi..teruslah baik padaku ya..?"
Viktor tidak bisa mengatakan apapun atas perkataan Lili barusan,dia hanya tersenyum kemudian menoleh kearah lain
"Aku tau cara untuk menarik perhatian ayahmu" ucap Viktor sesaat kemudian
Lili yang mendengarnya terkejut dan menatap serius kearah Viktor
"Pria tadi awalnya akan menjadikanmu sandera untuk melawan ayahmu,tapi aku tidak mau jika kau sampai dilukai oleh mereka. Jadi aku akan mengatakan ini dengan jelas,aku akan menjadikanmu sandera"
Lili menjadi tidak paham dengan yang dikatakan oleh Viktor barusan,itu terlihat jelas dari wajahnya
"Kenapa kalian ingin menjadikan ku sandera?apa ayahku punya sesuatu yang penting?"
"Kami perlu berkas saham yang dia miliki. Menurutku ini cara terbaik supaya kau bisa dekat lagi dengan ayahmu dan keinginan kami juga akan tercapai. Jika kau menolak maka pria tadi akan turun tangan"
"Apa kau juga akan berpihak kepadanya?"
"Aku akan melindungi mu!"
Viktor mengatakannya dengan jelas dan tegas,sama sekali tidak ada keraguan ataupun kebohongan dimatanya dan itu membuat Lili menjadi tenang dan yakin
"Baiklah,aku akan bekerjasama dengan kalian"
"Terimakasih Lili" ucap Viktor merasa lega karena Lili mau diajak bekerja sama dan Lili pun ikut tersenyum karena senang bisa membantu Viktor
__ADS_1