Who Am I

Who Am I
26.Dua Puluh Enam


__ADS_3

Viktor akhirnya tersadar dari pingsannya. Matanya silau karena sorot lampu yang sangat terang dari atas kepala. Setelah dapat menyesuaikan dengan cahaya lampu,Viktor melihat sekeliling dan menyadari kalau dirinya berada ditempat yang berbeda lagi


Viktor kemudian ingin bangun,tapi tubuhnya ternyata diikat dan dia tidak bisa bergerak. Suara pintu pun terdengar dan membuat Viktor langsung saja menoleh kearah pintu. Dari balik pintu terlihat pria paruh baya yang memakai jas berwarna putih serta memakai sarung tangan


"kau sudah bangun Viktor? sebaiknya kau tetap pingsan saja tadi,jadi kau tidak perlu merasakan sakitnya" ucap dokter itu sambil tersenyum


Viktor yang tidak mengerti dengan maksudnya hanya bisa diam kemudian mengikuti setiap langkah yang dibuat oleh dokter itu


Dokter itu berdiri membelakangi Viktor, seperti menyiapkan sesuatu,Viktor tidak bisa melihatnya. Sesaat kemudian dokter itu berbalik dan memperlihatkan sebuah jarum suntik kepada Viktor. Viktor biasa saja,karena baginya disuntik sama sekali tidak menakutkan


"semoga ini berhasil"


Dokter itupun berjalan mendekat kemudian langsung menyuntikkannya kepada Viktor. Viktor hanya mengamati saja sampai jarum suntikan ditarik keluar


"bagaimana?apa kau merasakan sesuatu?"


"tidak. Apakah aku memang harus merasakan sesuatu?" Tanya Viktor kepada dokter yang menatap antusias kearahnya itu


"tentu.."


Dokter itu menyeringai dan sesaat kemudian tubuh Viktor menjadi tegang dan kepalanya terasa sangat sakit


"akh!!"


'kepalaku..sangat sakit!rasanya seperti akan meledak!'


Viktor terus berteriak kesakitan karena rasa sakit yang dia rasakan, sepertinya itu adalah efek dari obat tadi. Sementara itu,dokter tadi malah tersenyum melihatnya. Karena tidak tahan dengan rasa sakitnya,Viktor akhirnya kembali tidak sadarkan diri lagi


.


.


.


Viktor tersadar dan menyadari kalau dia kembali lagi ke sel nya sebelumnya. Kepalanya masih pusing dan sedikit sakit,tapi itu sudah mulai membaik. Dia pun mengingat-ingat kejadian saat dia bersama dokter tadi


'oh ya..tadi aku sempat melihat ada anak kecil juga disamping ku..aku pasti akan keluar dari sini'


Viktor memutuskan untuk tidur karena tubuhnya sangat lemas dan dia perlu mengumpulkan tenaganya kembali


.....


Keesokan harinya,Viktor dipindahkan ketempat yang baru. Tidak seperti sebelumnya,saat ini banyak sekali anak seusianya yang berkumpul disatu tempat. Viktor tidak tau apa lagi yang akan dilakukan oleh orang-orang itu. Viktor sedang tidak mau memikirkan nya dan saat ini dia hanya ingin menyendiri


Dari balik kaca Viktor melihat dokter kemarin serta orang yang dipanggil papa itu lewat. Kedua orang itu saling berbincang-bincang dan sesekali melihat kedalam ruangan


Viktor melihat sejenak dan setelah itu dia langsung melihat kearah lain lagi,dia sama sekali tidak tertarik dengan kedua orang itu


Kedua orang itu akhirnya pergi dan tentu saja mereka masih berbincang-bincang


.


.


'apa-apaan ini?game VR?'


Didepan Viktor kini terdapat sebuah game virtual. Diruangan itu terdapat beberapa benda seperti itu. Anak-anak lain beserta Viktor disuruh untuk duduk kemudian memainkan game tadi


Para anak-anak pun memasang penghubung seperti helm ke kepala mereka dan sesaat kemudian mereka sudah ada di dalam game


Lokasi yang ditampilkan adalah hutan. Viktor memeriksa karakternya dan ternyata ditangannya sudah ada sebuah pistol


'apa ini benar-benar dunia game?'


"Selesaikan misi dan raih nilai tertinggi. Game dimulai"


'game tembakan ya?'


Viktor pun mulai mengarahkan pistolnya dan mulai berburu. Targetnya berupa hewan buas dan saat Viktor melihatnya dia langsung saja menembak dan tepat sasaran


Sementara itu diruang monitor, beberapa orang sedang mengamati kegiatan para anak-anak itu


Viktor terus mengarahkan pistolnya, beberapa tembakan nya ada yang melesat namun dia tidak mempedulikan nya,dia terus saja berburu sampai semua target berhasil dibidik


.


.


Game berakhir,semua pemain keluar dari permainan dan melepas helm mereka. Dilayar didepan Viktor,terlihat jumlah skor miliknya dan tentu saja dia mendapat nilai tertinggi


"kau hebat sekali Viktor,kau menembak setengah dari target" ucap Lim yang baru saja datang sambil bertepuk tangan kepada Viktor


'kenapa pria ini sok akrab sekali denganku?dia ini pedofil ya?'


"jahat sekali..aku hanya ingin lebih dekat denganmu saja Viktor" ucap Lim seakan bisa membaca isi pikiran Viktor


Viktor yang melihat itu hanya bisa menatap datar tidak percaya kepada orang yang ada didepannya itu


Petugas menyuruh semua anak-anak untuk pergi ketempat selanjutnya. Mereka semua tidak punya pilihan selain mengikuti kemana mereka akan dibawa


Tanpa diketahui oleh Viktor dan juga anak yang lainnya,target yang mereka bidik saat bermain game tadi adalah orang sungguhan dan bukannya hewan buas. Target sengaja dipalsukan supaya para atasan bisa melihat bagaimana kemampuan dari anak-anak itu


Entah bagaimana perasaan Viktor nantinya jika dia mengetahui kalau yang ditembaki nya tadi adalah orang sungguhan yang tidak lain adalah anggota dari kelompok itu sendiri. Semua target adalah orang-orang yang sudah dianggap tidak berguna dan harus disingkirkan


.


.


Mereka semua ditempatkan diruangan yang asing lagi dan kali ini mereka diberikan senjata berupa pisau kecil


Pintu didepan mereka dibuka dan orang-orang berbadan besar muncul dari balik pintu. Semua anak otomatis ketakutan melihat wajah-wajah yang menyeramkan itu


"Semoga kalian tidak mati" ucap pria yang paling depan dan terlihat sangat menakutkan


Latihan pun dimulai yaitu berlatih melawan para senior yang kekuatan serta tubuh mereka jauh lebih besar daripada anak-anak itu


Diawal Viktor bisa mengatasinya dengan menghindari setiap pukulan yang mengarah kepadanya. Dia juga sesekali mengayunkan pisau yang ada ditangannya


"Kau lumayan gesit juga bocah,tapi itu tidak akan bisa membuatmu menang melawan ku"


Dalam sekejap pria yang melawan Viktor sudah mendaratkan pukulannya tepat diperut Viktor,apa dia tadi belum serius?


"ugh!!"


Viktor kesakitan dan perutnya terasa panas,pria itu sama sekali tidak menahan kekuatan nya. Viktor pun memegangi perutnya kemudian terduduk kelantai karena tidak kuat untuk berdiri


"Ayo berdiri"


Pria itupun memaksa Viktor untuk berdiri kemudian memukulinya lagi sambil diselingi tertawa. Viktor tidak bisa berbuat apapun,pisau yang dia pegang tadi terjatuh kelantai dan dia tidak bisa meraihnya,jadi Viktor hanya bisa menerima setiap pukulan yang diberikan kepadanya


Sepuluh menit kemudian latihan pun selesai. Para senior terlihat kelelahan karena mereka menikmati hal itu. Sedangkan para anak-anak itu sudah tergeletak tidak sadarkan diri dilantai,mereka semua babak belur,entah apakah ada yang meninggal atau tidak


"Periksa apakah ada yang masih hidup"


"Baik"


Viktor sekilas melihat anak-anak yang sudah tergeletak itu dan sesaat kemudian dia langsung pingsan


.


.

__ADS_1


Viktor tersadar dengan posisi tidur dilantai. Dia bangun dan langsung merasakan sakit disekujur tubuhnya,tapi semua lukanya ternyata sudah diobati serta diperban


'jumlah anaknya semakin sedikit' ucap Viktor saat melihat anak-anak yang berkumpul didepannya


Didepannya dia melihat ada seorang anak yang bertingkah aneh dan tubuhnya kejang-kejang. Beberapa anak yang melihat itupun ketakutan tapi tetap berusaha untuk membantu


"Woii bertahanlah"


Viktor pun memutuskan untuk menghampiri dan melihat lebih jelas apa yang sedang terjadi "ada apa?"


"Tubuhnya kejang-kejang,apa yang harus dilakukan?"


Viktor memikirkan bagaimana cara supaya dia bisa menolongnya,tapi saat sedang berpikir ada seseorang yang lewat dan Viktor langsung saja menghampiri nya


"tolong bantu anak itu,dia kejang-kejang" ucap Viktor seraya menunjuk kearah anak yang kejang-kejang tadi


Orang yang diajak bicara oleh Viktor pun menoleh dan melihat kearah anak-anak yang berkerumun itu. Dia hanya menatap datar kemudian langsung pergi tanpa berniat untuk membantu sedikitpun


"woii!woii"


Viktor kesal karena orang tadi pergi begitu saja.ingin sekali dia memukul orang itu tapi sayang sekali dia terhalang oleh kaca tebal yang mengurung dirinya beserta anak-anak yang lainnya


Anak tadi semakin kejang-kejang dan beberapa saat kemudian dia berhenti. Anak yang paling dekat langsung saja memeriksanya dan menyadari kalau anak tadi sudah tidak bernapas. Semuanya pun bersedih atas hal itu, sementara Viktor kesal dan memukul keras kaca didepannya hanya untuk sekedar melampiaskan rasa kesal dihatinya


.....


Tidak terasa sekarang sudah seminggu semenjak Viktor dan anak-anak yang lain dibawa kemarkas mafia itu


Viktor dan anak-anak yang lain merasakan perasaan tidak nyaman dari tubuh mereka. Mereka merasa panas dan sering sekali ingin muntah. Gejala yang mereka rasakan muncul bertahap,dari panas,pusing,mual,dan kemudian rasa sakit yang teramat sangat yang menjalar ke seluruh tubuh mereka


Seisi ruangan penuh dengan suara tangisan dan teriakan kesakitan dari para anak-anak itu. Sedangkan Dr.L yang baru saja datang hanya mengamati dari jauh seraya tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi nantinya


.


.


2 jam berlalu dan teriakan para anak-anak itupun berakhir,mereka juga diam tidak bergerak lagi. Dr.L yang melihat itu langsung memeriksanya dan saat ada yang sesuai dengan keinginannya,dia pun tersenyum lebar


.....


Viktor tersadar dan tidur disebuah ranjang. Dia tidak bisa mengingat kejadian dua jam sebelumnya


"bagaimana perasaan mu Viktor?" Tanya Dr.L kepada Viktor yang tampak lesu dan kosong itu


Viktor tidak menjawab,dia hanya menoleh dan menatap datar kearah Dr.L dan juga Lim yang ada diruangan yang sama dengannya itu


"apa itu efek dari obatnya?" Tanya Lim seraya menunjuk kearah Viktor


"efek obatnya tergantung dari setiap individu,jadi seperti nya itu memang efeknya"


Dr.L tidak bisa berhenti tersenyum karena dia sangat senang ada orang yang berhasil selamat dari obat ciptaannya


"ouh..jadi apakah aku tidak akan melihat anak yang bersemangat dan nakal itu?"


"maaf mengecewakan mu tuan Lim, tapi saat ini dia sudah seperti robot yang tidak memiliki hati,tapi kecerdasan nya lebih tinggi dari sebelumnya Lo.."


"ya terserah lah,dari awal aku hanya ingin melihat bagaimana cara dia membunuh. Soal hati atau apapun aku tidak peduli. Dengan begini dia akan lebih mudah dikendalikan"


"ya tuan benar sekali"


Dr.L pun tertawa karena senang,sedangkan Viktor hanya diam tanpa bersuara sama sekali


.....


Sesaat Viktor sudah bisa berdiri, Viktor langsung saja disuruh untuk latihan lagi. Kali ini dia hanya sendiri,tidak seperti sebelumnya dimana banyak terdapat anak-anak yang lainnya,entah apa yang terjadi kepada anak-anak lainnya itu


Didepan Viktor terlihat banyak sekali orang-orang paruh baya,baik laki-laki ataupun perempuan. Mereka semua memegang senjata ditangan mereka, meskipun bisa Viktor lihat kalau para orang tua itu tidak bisa memegang senjata


Para orang tua itu menoleh kearah Viktor sambil mengarahkan senjata mereka,Viktor hanya diam tidak bereaksi sedikitpun


Seorang pria maju duluan dengan sebuah pisau ditangannya,Viktor masih tidak bereaksi dan memperhatikan setiap gerakan orang-orang paruh baya itu


"Maafkan paman nak,tapi paman harus membunuh mu atau paman yang akan dibunuh"


'ah jadi dia berniat membunuhku.oh begitu ya..!dia..membuatku kesal. Orang yang membuatku kesal,tidak boleh dibiarkan hidup'


Pria paruh baya tadi mengibaskan pisaunya dan mulai menyerang Viktor sambil menutup matanya karena takut. Viktor bisa dengan mudah menghindar dan sekarang giliran nya untuk menyerang


Sitt!!


Dalam sekali serangan pria paruh baya tadi langsung tumbang dan jatuh kelantai. Darah langsung saja merembes kemana-mana


Viktor melihat kearah mayat yang tergeletak disana,dia hanya memandangi tanpa ketakutan ataupun mual-mual seperti saat dia pertama kali membunuh


'dia langsung mati,padahal aku ingin menyiksanya sedikit karena sudah membuatku kesal. Lain kali akan ku serang di bagian yang tidak vital saja'


Para orang tua yang lainnya menjadi ketakutan dan tidak berani untuk menyerang,mereka takut kepada Viktor yang kini sedang menusuk-nusuk mayat tadi karena bosan dan kesal


'keren'


"Paksa yang lainnya untuk maju"


"Baik"


Pistol pun dikeluarkan dan diarahkan kepada para orang tua itu dan memaksa mereka semua untuk maju dan menyerang Viktor


"Ayo semuanya kita serang anak itu. Aku tau ini kejam,tapi jika tidak maka kitalah yang akan mati"


"Kau benar,dia hanya sendiri dan kita banyak,kita pasti bisa membunuhnya"


Para orang tua itu mengangguk bersamaan dan menyepakati kalau mereka akan menyerang Viktor secara bersamaan demi menyelamatkan nyawa mereka masing-masing


'aneh sekali. Aku biasanya akan muntah ataupun gemetaran saat melihat ada yang berlumuran darah. Tapi sekarang..aku tidak merasakan apapun'


Para orang tua itu maju bersamaan dan menyerang Viktor dengan tidak terarah sama sekali,mereka hanya mengayunkan senjata mereka seenaknya saja


'mereka semua membuatku kesal!!'


Viktor memutuskan untuk membunuh semua yang ada diruangan itu karena mereka semua membuat dirinya kesal


Satu persatu orang-orang paruh baya tadi berjatuhan dan darah mereka mengenai tubuh Viktor. Saat semuanya sudah dihabisi,tubuh Viktor seolah bermandikan darah karena cipratan darah dari orang-orang tua tadi


'Mama..papa..maaf,aku sudah membunuh banyak orang,karena mereka semua..membuatku kesal'


Viktor pun pergi keluar sesaat pintu yang ada dibelakangnya terbuka


Sementara itu Dr.L dan Lim yang mengamati hanya bisa kagum seraya mengomentari perbuatan Viktor tadi


"wah keren sekali..tubuhnya yang bermandikan darah,mata merahnya yang dingin dan gelap..indahnya.."


"ya aku setuju"


.


.


.


"semuanya biar aku perkenalkan anggota baru kita,Namanya Viktor"


Philip memperkenalkan Viktor kepada anggota yang lainnya. Lumayan banyak orang yang berkumpul disana. Viktor yang dikenalakan hanya mengangguk pelan tanpa berekspresi ataupun bersuara sama sekali

__ADS_1


"Viktor bersikaplah yang sopan dengan anggota yang lainnya,kau tidak boleh membunuh sesama anggota kelompok atau kau akan dihukum"


Viktor mendengarkan dan setelah Philip berhenti bicara dia masih tidak mengatakan apapun


"kuanggap kau mengerti"


Philip pun pergi,kembali menjalankan tugasnya yang sempat tertunda. Sementara Viktor yang ditinggalkan hanya memperhatikan sejenak anggota yang lainnya kemudian berlalu dan duduk di kursi paling pojok yang ada diruangan itu


"Apa-apaan anak itu,sombong sekali"


"Apa dia yang dibawa oleh tuan Lim?"


"Sepertinya begitu. Aku rasa dia menjadi sombong hanya karena dia disukai oleh tuan Lim"


"Sepertinya begitu"


Seorang anak yang juga seusia dengan Viktor memperhatikan Viktor yang duduk dipojok,dia bernama Ezil. Ezil ingin berbincang dan berkenalan dengan Viktor,tapi itu dia urungkan karena merasa Viktor sedang tidak ingin bicara saat ini


....


"Yo anak baru,apa kami bisa melihat kemampuan mu?"


Merasa dirinya yang dimaksud,Viktor pun menoleh kearah depan dan mendapati ada tiga orang seniornya


"aku tidak bisa" ucap Viktor singkat


"Eh kenapa?apa kau malu untuk menunjukkan kemampuan mu yang lemah?" Pria ditengah pun tertawa kemudian diikuti oleh dua orang lainnya


'mereka menyebalkan!!'


Ketiga orang itu membuat Viktor kesal sehingga Viktor tanpa sadar menatap tajam kearah para senior nya


"Apa-apaan dengan tatapan mu itu,kau mau kubunuh ya?!" Ucap salah satu pria sambil menarik kerah baju Viktor dan menampakkan wajah garang nya


"paman tadi bilang kalau tidak boleh membunuh sesama anggota kelompok"


"Itu berlaku hanya untuk anak baru seperti mu!"


Pria yang menarik kerah Viktor tadi tiba-tiba memukul Viktor tepat diwajahnya dan membuat Viktor terpental kebelakang. Mulut Viktor mengeluarkan darah sehingga dia langsung saja meludah kearah kanannya kemudian memegangi wajahnya yang sakit


'lumayan'


Ketiga pria itu berharap kalau Viktor akan ketakutan kemudian meminta ampun kepada mereka,tapi nyatanya Viktor hanya diam dan tidak ketakutan sama sekali,itu membuat mereka kesal dan kemudian berlalu pergi


"apa kau tidak apa-apa Viktor?"


Ezil memutuskan untuk menghampiri Viktor yang masih duduk dilantai. Diapun langsung memberikan sapu tangan kepada Viktor dan tanpa bertanya lagi Viktor langsung saja menerima sapu tangan itu


"ini hal yang biasa bagiku" ucap Viktor seraya berdiri setelah dia selesai mengelap lukanya


Viktor mengembalikan sapu tangan tadi kemudian pergi dari sana. Ezil yang melihat Viktor seperti itu pun merasa khawatir


.


.


Viktor sedang duduk ditangga sambil membaca buku,dia sengaja membaca disana karena disana tenang dan dia bisa sendirian


Saat sedang fokus membaca,kerah belakang bajunya tiba-tiba ditarik secara paksa kesuatu tempat. Viktor sama sekali tidak bertanya ataupun berusaha untuk melepaskan tarikan itu,dia hanya ikut saja


Saat sudah sampai dibelakang sebuah gudang,Viktor dilemparkan dengan keras oleh orang yang menariknya tadi


"Kau sial sekali ya Viktor. Ternyata bukan hanya aku yang membencimu karena disukai oleh tuan muda Lim, ternyata mereka semua juga begitu" ucap sang pelaku sambil tersenyum


Keempat pria yang ada dibelakangnya juga ikut tersenyum kemudian membuat gerakan memukul tangan mereka sendiri


Viktor hanya diam meskipun dia tau apa yang akan dilakukan oleh para seniornya itu. Kelima orang itu menyerang Viktor secara bersamaan dan tentu saja dengan segenap kekuatan mereka


Kurang lebih 8 menit Viktor dipukuli oleh para seniornya,tubuhnya penuh luka dan beberapa tetes darah mengalir dari mulut Viktor. Viktor sama sekali tidak membalas dari awal. Merasa puas memukuli Viktor,kelima orang pria itupun pergi sambil bersiul karena senang sudah melampiaskan kekesalan mereka


Saat kelima orang itu sudah tidak terlihat lagi,Viktor pun bangun kemudian membersihkan tubuhnya yang kotor akibat debu. Setelah selesai dia langsung pergi untuk mengobati lukanya


.....


Hari demi hari Viktor terus saja dipukuli serta dibully oleh orang yang sama. Ezil selalu meminta Viktor untuk mengaturkan hal itu kepada atasan,tapi Viktor tidak pernah mengindahkan nya. Saat ditanya oleh Philip ataupun yang lainnya,Viktor selalu saja mengatakan kalau dia berkelahi dengan beberapa seniornya tanpa mengatakan kalau dia tidak melawan sama sekali


"Viktor,kau harus melaporkan hal ini?" Ucap Ezil mengatakan hal yang sama terus selama sebulan ini


"ini bukan masalah besar,aku bisa menanganinya"


"bagaimana kalau mereka melakukan hal yang lebih buruk dari ini?"


"aku bisa mengatasinya"


"Ayo ikut denganku!"


Viktor kembali ditarik kesuatu tempat. Ezil yang berusaha menghentikan seniornya itu malah ditendang sekuat tenaga hingga terpental kebelakang dan akhirnya tidak bisa melakukan apa-apa lagi


Viktor memperhatikan Ezil yang kesakitan sejenak kemudian langsung ditarik cepat oleh seniornya tadi


.


.


Mereka pun sampai, seperti yang diduga kalau disana sudah ada para senior yang lainnya. Viktor dipojokkan dan dia hanya memasang ekspresi datar dengan beberapa perban yang ada diwajahnya itu


"sudah sebulan kita terus menghajarnya,tapi dia sama sekali tidak melaporkan hal ini. Padahal aku ingin memfitnahnya kemudian membuatnya jelek Dimata para atasan"


"Sepertinya kita perlu cara lain"


Sang pemimpin dari kelima orang itupun meletakkan tangannya dibawah dagu dan memikirkan rencana apa yang bisa membuat Viktor bertekuk lutut dan meminta ampun kepada mereka. Setelah berpikir cukup keras, akhirnya sebuah ide terlintas dipikirannya


"kenapa tidak biarkan Aglo saja yang menangani ini?"


"Ah itu benar. Bukankah dia maniak *** yang tidak peduli jenis dan usia?"


Yang memberikan saran pun menyeringai kemudian diiringi oleh senior yang lain "cepat beritahu dia"


"Ok"


Salah satu dari mereka pun pergi untuk memanggil Aglo. Viktor yang tidak mengerti hanya diam saja sambil menunggu apa yang biasa dilakukan oleh para seniornya itu


Tidak butuh waktu lama orang yang pergi tadi sudah kembali dan dibelakangnya muncul pria berbadan besar dengan beberapa tato ditubuhnya,Viktor langsung saja mengejek orang itu meskipun tidak dia katakan secara langsung


"apa ini anak yang kau maksud?" Tanya pria bernama Aglo itu sambil melihat kearah Viktor yang jauh lebih pendek darinya. Tentu saja Viktor lebih pendek,Viktor kan masih berumur 5 tahun


"Ya..dia sesuai dengan selera mu bukan?"


"kau memang mengerti aku ya"


Aglo pun menjilati bibirnya sambil menatap mesum kearah Viktor. Viktor akhirnya mengerti dengan situasi sekarang ini dan tau apa yang akan terjadi selanjutnya


Aglo pun bersiap-siap untuk melakukan aksinya. Viktor menghela napas dalam kemudian menundukkan kepalanya


"Kenapa anak kecil?apa kau takut? bagaimana kalau kau membungkuk dan meminta tolong pada kami,mungkin kami akan membantumu sedikit" ucap salah satu dari mereka dengan nada mengejek


"senior..pukulan yang kalian berikan itu tidak seberapa dibandingkan sakit dari obat yang diberikan oleh Dr.L,aku tidak masalah untuk itu. Tapi untuk hal ini..." Viktor sengaja menggantung kalimatnya seraya memasukkan tangannya kedalam kantong,dan tidak lama kemudian dia melanjutkan nya lagi


"...ini sudah kelewatan!aku tidak suka..jika ada yang menyentuhku!"


Vitkor mengangkat kepalanya dan mengeluarkan isi dari kantong celananya,dan...

__ADS_1


Sitt!!


__ADS_2