Who Am I

Who Am I
28.Dua Puluh Delapan


__ADS_3

Pistol yang dipegang Sail terpental jauh kesamping. Sail yang tiba-tiba saja diserang langsung saja mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan yang mungkin akan datang selanjutnya


"siapa disana?!cepat keluar!" ucapnya seraya berteriak


sementara itu Viktor yang menjadi sang pelaku hanya diam sambil terus melihat Sail di bawah yang terus saja menyuruhnya untuk keluar itu


'senior...ah tidak,aku tidak sudi memanggilnya senior. Sail pandai bersembunyi jadi akan repot jika dia melarikan diri nantinya. jadi hanya bisa cara itu ya..?'


Viktor pun berdiri dan keluar dari tempat persembunyiannya dan kemudian berjalan mendekat kearah Sail dan juga Ezil


"maaf ya paman,aku tidak bisa membiarkan mu melakukan itu"


"oh Viktor ya..apa kau bala bantuan yang dikirim?sombong sekali kalau kau pikir kau bisa mengalahkan ku" Sail pun tersenyum mengejek untuk membuat Viktor kesal,namun Viktor sama sekali tidak bereaksi


"anggota yang lain sangat lambat,jadi aku duluan kesini dan kenapa kau sombong sekali dan mengatakan kalau aku tidak bisa membunuhmu?aku sudah pernah melakukan nya lo"


Viktor pun menoleh kearah Ezil kemudian mendekati nya tanpa menghiraukan Sail yang kesal karena perkataan nya. saat sudah dekat,Viktor membisikkan sesuatu kepada Ezil,dan saat mendengar apa yang dikatakan oleh Viktor,Ezil pun terkejut seraya menoleh kearah Viktor


"apa yang kalian bisikkan?apa rencana untuk kehidupan selanjutnya?"


"eh.. ternyata kau percaya dengan kehidupan selanjutnya ya..?aneh sekali.."


Viktor semakin mengejek Sail dan Sail dengan mudah tersulut emosi. Viktor memang ahli dalam membuat orang lain kesal


"akan ku buat kau tidak bisa bicara lagi" ucapnya seraya mengeluarkan pistolnya yang lain


"akan ku buat kau bertemu malaikat maut" ucap Viktor yang juga mengeluarkan pistolnya dan diiringi aura membunuh


Sail maju menyerang,begitu pula dengan Viktor. pertarungan mereka berlangsung sengit,mereka berdua sama-sama hebat


'ini bukanlah tenaga anak kecil!'


Sail kesulitan menahan setiap serangan yang diberikan oleh Viktor. tenaga Viktor sudah seperti orang dewasa,itu adalah efek dari obat yang diberikan Dr.L


"kau lumayan juga ya Viktor. tapi kau masih belum bisa mengalahkan ku hanya dengan kekuatan mu yang begitu!"


Sail maju dengan cepat dan memukul tepat diperut Viktor. Viktor terpental kebelakang cukup jauh,perutnya terasa panas dan dia kesulitan untuk bernapas


"kenapa?apa hanya itu kemampuan mu?"

__ADS_1


Sail berjalan mendekat kearah Viktor untuk kembali menyerang. Viktor menundukkan kepalanya sambil mengatur napasnya kembali


"sekarang!!"


Viktor tiba-tiba saja berteriak,Sail tidak tau apa maksudnya itu. namun pada saat dia masih memikirkan maksud perkataan viktor,kakinya tiba-tiba saja terasa sangat sakit dan membuatnya hilang keseimbangan hingga terjatuh


"akhh!!"


Sail memegangi kakinya yang sakit karena tertembak oleh peluru dan pelakunya adalah Ezil yang masih duduk di samping mayatnya Bim


'bocah sialan!!'


Sail menatap benci kepada Ezil sambil terus merintih kesakitan. dia berguling-guling kesakitan di tanah


Viktor pun berdiri,membersihkan pakaiannya, kemudian berjalan mendekat kearah Sail


"baiklah,waktunya serius"


"woii..apa kau tidak malu menyerang musuhmu yang terluka seperti ini" ucap Sail berusaha membujuk Viktor karena dia sudah tidak bisa bergerak bebas lagi sekarang ini


"apa kau tidak malu menyerang anggota kelompok mu sendiri yang sudah menyelamatkan mu?"


"tenang saja,aku hanya akan membuatmu sekarat saja"


Viktor pun mulai memukuli Sail. dia sama sekali tidak menahan kekuatannya dan terus memukuli dengan wajah yang datar


tidak butuh waktu lama Sail sudah babak belur, wajahnya sangat berantakan dan tentu saja banyak luka. Viktor yang melihat itupun berhenti kemudian berdiri menjauh sedikit dari Sail yang sudah hampir kehilangan kesadaran


"kau ingin membunuhnya bukan..Ezil?"


Viktor menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap Ezil yang mendongakkan kepala kearahnya. Ezil pun berdiri kemudian berjalan mendekat kearah Viktor. saat sudah dekat,Viktor memberikan sebuah pistol dan Ezil langsung menerimanya. Viktor memperhatikan wajah Ezil sekilas kemudian langsung pergi menjauh dan menghampiri Bim


Ezil menatap benci kearah Sail sambil mengarahkan pistolnya. tanpa sepatah katapun,Ezil menarik pelatuknya dan membunuh Sail dengan tembakan tepat di kepala


dari arah lain tiba-tiba saja terdengar suara ribut,ternyata itu adalah bantuan dari markas yang baru saja datang


"apa kalian baik-baik saja"


seorang senior menghampiri Viktor dan juga Ezil. Viktor dan Ezil pun menoleh kearah senior mereka itu

__ADS_1


"ya"


senior itupun menoleh kearah mayat Bim dan kemudian langsung saja bertanya kepada mereka berdua tentang apa saja yang sudah dia lewatkan


"siapa yang sudah membunuh Sail?"


"dia" ucap Viktor sambil menunjuk Sail yang ada disampingnya


"ah tidak itu..."


"kerja bagus Ezil,ketua pasti akan senang dengan ini"


belum sempat Ezil mengatakan yang sebenarnya, seniornya itu sudah lebih dulu memotong perkataan nya


"cepat bawa ketua Bim ke mobil"


"baik"


seniornya itupun pergi untuk membantu anggota yang lain. Viktor dan Ezil pun mendekati tubuh Bim kemudian mengangkatnya dan membawanya ke mobil


"kenapa kau berbohong tadi?" tanya Ezil kepada Viktor yang diam saja dari tadi


"memang kau kan yang membunuhnya"


"ya itu memang benar,tapi aku hanya membunuhnya,kaulah yang sudah membuatnya sekarat seperti itu"


"itu tidak masalah kan? lagipula bukankah kau memang ingin membunuhnya bukan?"


"ya, terimakasih Viktor" ucap Ezil seraya tersenyum


'jika kau tidak membunuhnya,maka kaulah yang akan disingkirkan Ezil,karena kau sudah tidak diperlukan lagi oleh markas. dan ketua Bim sudah tidak ada untuk membantu mu lagi'


seperti yang pernah dikatakan Ezil kepada Viktor,Ezil masuk kedalam kelompok darah naga atas kehendaknya sendiri. dia menolong Bim yang terluka dan menyelamatkan hidupnya,oleh karena itu Bim berhutang nyawa kepada Ezil


saat Ezil ingin masuk,Bim mengizinkannya dan karena Bim adalah teman lama dari pemimpin kelompok darah naga,maka Ezil diizinkan untuk bergabung


Ezil sering dikatakan tidak berguna ataupun dibully oleh para seniornya, tapi Bim selalu membantunya sehingga tidak ada lagi yang mengganggunya


tapi Bim sekarang ini sudah meninggal,tidak ada yang bisa membantu Ezil lagi. Viktor mengetahui itu semua saat dia bertanya kepada Philip tentang Ezil,dan karena Ezil sudah baik kepadanya,maka Viktor pun memutuskan untuk membantu dengan cara seperti ini. ini adalah cara yang paling tepat untuk membantu Ezil

__ADS_1


__ADS_2