Who Am I

Who Am I
24.Dua Puluh Empat


__ADS_3

★11 tahun yang lalu★


"mama,papa,ayo cepat.."


Seorang anak kecil berlari-larian sambil tersenyum karena hari ini adalah hari spesial baginya. Dia melompat-lompat, bersenandung dan memperhatikan apapun yang ada disekelilingnya. Kedua orangtuanya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan anak mereka itu


"iya iya"


"Viktor hati-hati,jangan lari-larian nanti kau terjatuh"


Viktor pun diam sejenak kemudian berjalan menghampiri kedua orangtuanya dan setelah itu dia langsung menggandeng tangan mereka seraya tersenyum


"Tapi kalau tidak cepat nanti hadiahnya habis.." Ucap Viktor seraya menarik-narik kedua tangan orangtuanya supaya mereka bisa lebih cepat sampai ketempat yang dituju


"tidak akan,papa sudah memesannya khusus untukmu"


"Yeay!!"


Mereka pun berjalan dengan santai menuju tempat yang sudah mereka rencanakan hari ini. Sepanjang jalan Viktor sibuk memperhatikan wajah ayah dan ibunya seraya tersenyum,dia sangat senang hari ini


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai disebuah toko alat elektronik. Sang pemilik langsung saja memberi salam kemudian pergi kesalah satu rak untuk mengambil pesanan ayahnya Viktor. Setelah dia mendapatkan nya dia langsung berjalan mendekat kemudian membungkuk sehingga tingginya sejajar dengan Viktor


"Ini dia"


"wah.. terimakasih. mama,papa terimakasih untuk hadiahnya"


Seraya memegangi hadiah tadi,Viktor memeluk kedua orangtuanya dengan erat kemudian mendaratkan ciuman dipipi kedua orangtuanya. Ayah dan ibunya pun balas mencium kemudian mengelus kepala Viktor lembut


"selamat ulang tahun sayang"


"jangan malas belajar tapi ya"


Viktor pun mengangguk mantap tanda kalau dia akan menuruti apa yang orangtuanya katakan


Karena sudah selesai merekapun pergi dari tempat itu dan menuju ketaman yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana


Sesampainya di taman mereka langsung duduk di bawah pohon rindang kemudian menikmati sejuknya angin pagi


"kuenya?"


Tanya Viktor tiba-tiba kepada sang ibu yang sedang memperhatikan awan. Karena ditanya dia pun mengelus kepala Viktor seraya tersenyum


"kuenya akan muncul dimeja saat kita pulang nanti"


"seperti sulap?" Tanya Viktor antusias


Melihat kelucuan anaknya itu,sang ibu pun mengangguk mantap kemudian mencubit pipi Viktor sejenak kemudian melepaskan nya


"ah aku tidak sabar untuk pulang. Viktor senang Mama dan papa bisa menghabiskan waktu bersama ku hari ini"


"inikan hari ulang tahun jagoan papa,tentu saja papa akan mengambil libur hari ini"


"Mama juga"


Keduanya pun memeluk Viktor bersamaan dan senyuman lebar tidak luntur dari wajah Viktor karena merasakan kehangatan dari kedua orangtuanya


.....


Hari sudah malam, Viktor sekeluarga berkumpul di meja makan dan bersiap untuk merayakan ulang tahun Viktor yang kelima. Viktor tidak bisa duduk diam dikursinya,dia ingin cepat-cepat memakan kue ulang tahun yang dibuat oleh ibunya


"happy birthday Viktor.."


Sang ibu pun meletakkan kuenya diatas meja kemudian menyalakan lilin ulangtahunnya. Mereka pun menyanyikan lagu ulangtahun bersama dan setelah itu Viktor langsung meniup lilinnya,semuanya padam dalam sekali tiupan


Semuanya pun bertepuk tangan dan setelah itu Viktor langsung menyuapi serta memberikan kue kepada kedua orangtuanya. Mereka pun melakukan foto bersama dan dengan senyum diwajah mereka,Viktor ingin hari ini berlangsung selamanya


.


.


Akhirnya mereka selesai dan sekarang ini mereka sedang menonton TV diruang tengah. Viktor sibuk membuka bungkus hadiahnya tadi


"oh ya Viktor,kenapa kau minta dibelikan drone dan bukannya robot seperti teman-teman mu yang lainnya?"


"aku ingin melihat pemandangan dari atas,jadi aku akan mengambil gambarnya dengan drone ini nanti" Ucap Viktor seraya tersenyum sambil memperlihatkan drone barunya itu kepada ayah dan juga ibunya


"bukankah kau bisa mengambilnya saat kita naik pesawat?"


"itu berbeda. Aku akan mengambil foto yang bagus dengan drone ini, cita-cita ku kan ingin menjadi fotografer terkenal"


"semangat ya..kamu pasti bisa"


Viktor pun mengangguk kemudian mulai mengaktifkan drone miliknya. Suasana yang tadinya ringan dan hangat tiba-tiba berubah menjadi serius, meskipun Viktor tidak menyadari akan hal itu karena terlalu sibuk dengan drone miliknya


"sayang"


"ya aku tau..Viktor,kembalilah kekamarmu ya"


"eh..tapi aku belum mengantuk" Ucap Viktor tidak terima karena dia baru saja mau menerbangkan drone barunya itu


"tapi ini sudah larut Lo,kau harus tidur cepat supaya besok kita bisa berangkat pagi-pagi. Apa kau setuju?"


"baiklah..selamat malam Mama,papa"


Viktor pun pasrah dan pergi ke kamarnya sambil membawa drone nya tadi. Sang ayah dan ibu hanya tersenyum kecil melihatnya


"jangan lupa mengunci pintunya ya sayang"


"baik"


Setelah Viktor tidak terlihat lagi,senyuman langsung menghilang dari wajah mereka dan wajah serius pun muncul. Sang ibu langsung saja pergi ke lemari yang ada didekat TV kemudian mengambil sesuatu dari sana,itu adalah pistol. Rupanya ada tombol rahasia disana dan banyak senjata yang dia sembunyikan. Sang ibu pun langsung memberikan beberapa senjata kepada suaminya yang sudah dalam mode bertarung itu


"jumlah mereka?"

__ADS_1


"sepuluh orang"


"kenapa mereka harus datang disaat seperti ini?!!"


Keduanya kesal karena malam yang indah ini malah dirusak oleh segerombolan pengganggu yang datang tanpa diundang


Tidak ada suara langkah dari para pengganggu itu,namun aura membunuh mereka sangat terasa oleh sang pemilik rumah


Musuh berjumlah sepuluh orang dan semuanya memakai pakaian hitam serta wajah mereka tidak bisa dilihat. Mereka semua membawa senjata dan bersembunyi dibalik pohon ataupun dibalik tembok rumah


Sesaat musuh mulai bergerak dan masuk dalam jangkauan pandang,ayah dan ibunya Viktor langsung saja menembak mereka. Satu persatu musuh berjatuhan. Beberapa dari mereka berhasil menerobos masuk dengan cara mendobrak paksa pintu kemudian masuk kedalam rumah


Pertarungan dan adu tembak pun terjadi didalam rumah. Suara berisik dari bawah tidak terdengar oleh Viktor dilantai atas karena suara TV yang kencang yang disengaja kan oleh sang ayah


Setiap musuh yang masuk langsung saja dipukul kemudian dibunuh dan akhirnya sepuluh musuh tadi berhasil dijatuhkan semuanya


"Apa sudah semuanya?"


"sepertinya begitu"


Dorr!!!


Karena merasa sudah aman,ibunya Viktor menjadi lengah dan terkena tembakan dari luar pintu. Peluru itu mengenai bahu kirinya,itu tidak patal tapi itu menyulitkan nya untuk mengangkat tangannya


"sayang apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja" Ucapnya seraya menghentikan aliran darahnya kemudian melihat kearah depan yaitu diarah di mana pelurunya datang


Seseorang yang tinggi melangkah masuk dan dengan sebuah pistol ditangan kanannya. Sepertinya dia adalah bos orang-orang ini karena aura yang dia keluarkan lebih pekat daripada musuh yang baru saja mereka lawan tadi


Sama seperti yang lain,orang itu berpakaian serba hitam dan wajahnya yang tidak terlihat. Ibunya Viktor kesal kemudian langsung saja menembak orang itu dengan tangan kanannya. Bukannya menghindar,orang itu malah santai kemudian menjadikan mayat rekannya yang tergeletak menjadi tameng untuk menahan peluru


'apa?!dia menjadikan mayat rekannya sebagai tameng?! sungguh kejam sekali!'


Pistol keduanya kehabisan peluru sehingga mereka menyerang langsung menggunakan pisau. Perkelahian dua lawan satu pun dimulai. Meski berdua,gerakan lawan mereka sangat lincah dan juga akurat,mereka kewalahan melawannya


Sementara itu dikamar Viktor. Viktor sama sekali tidak bisa tidur karena tidak sabar ingin segera mencoba drone barunya. Untuk mengatasinya,Viktor memutuskan untuk menerbangkan drone nya itu dan mengintip apa yang sedang ayah dan ibunya lakukan dibawah


Viktor langsung beranjak dari tempat tidurnya kemudian mulai mengoperasikan drone miliknya untuk terbang


'mama akan marah tidak ya?coba saja deh'


Drone pun mulai terbang, Viktor membuka pintu kamarnya supaya drone itu bisa lewat. Viktor pun duduk ditempat tidurnya sambil menerbangkan drone miliknya. Drone perlahan turun kelantai bawah


Tsekk!!


Pemandangan yang pertama kali dilihat Viktor saat drone nya sampai bawah adalah ibunya yang tertusuk tepat diperutnya. Mata Viktor membulat seketika kemudian langsung turun kebawah menemui ibunya


Sang ibu langsung terjatuh dan darah mengalir deras dari perutnya. Sang ayah menjadi emosi kemudian langsung menyerang dengan sekuat tenaga. Ibu pun berusaha untuk menekan lukanya supaya darahnya berhenti mengalir keluar


"Mama!!"


Semua pandangan sontak menoleh keatas tangga. Viktor dengan piyamanya sedang berdiri disana dengan mata yang membola. Sang ibu langsung saja memarahi Viktor dan menyuruhnya untuk lari,namun bukannya lari Viktor malah turun kemudian menghampiri ibunya


"Aku tidak bisa..Mama dan papa juga harus ikut bersamaku!!"


"Viktor cepat pergi!!selamatkan dirimu!!"


Viktor terus menggeleng tanda tidak mau menuruti perkataan mamanya itu. Sedangkan ayahnya sudah hampir kehabisan tenaga melawan pria asing itu


Pria asing itu kemudian menendang perut sang ayah sehingga dia pun terpental hingga terbentur ke dinding. Pria asing itu kemudian mengarahkan pistol miliknya kearah Viktor yang berusaha melindungi ibunya


Dorr!!


Pelatuk ditarik dan suara tembakan pun terdengar. Viktor yang takut menutup matanya,karena dia tidak merasakan sakit jadi dia membuka matanya. Saat dia membuka matanya,dia melihat kalau ayahnya lah yang menghadang peluru tadi


"Papa!!"


"Lari..Viktor.."


Sang ayah pun terjatuh,Viktor langsung saja memeluknya erat. Darah dari tubuh sang ayah membasahi tubuhnya,membuat tubuh serta piyama Viktor menjadi merah darah


Viktor menangis karena ayahnya tidak bernapas lagi. Sang ibu yang melihatnya langsung berusaha sekuat tenaga untuk mengambil pistol yang tergeletak disampingnya dan kembali melawan pria asing itu


"Viktor cepat pergi!!Mama sudah tidak kuat lagi untuk menahannya. Cepat selamatkan dirimu,kau harus tetap hidup!!"


Mulut Viktor bergetar,air mata mengalir deras,itu adalah kata-kata yang paling tidak ingin dia dengar,karena kata-kata itu artinya salam perpisahan


"Tidak...tidak.."


"Viktor Mama mohon.. setidaknya kau harus hidup..jalan hidupmu masih panjang dan kau adalah anak kesayangan kami. Mama mohon Viktor..jika kau tidak pergi juga maka Mama akan membencimu"


Viktor masih enggan,namun dia terpaksa untuk pergi demi memenuhi harapan kedua orangtuanya. Viktor langsung saja berlari sekuat tenaga dan tak tentu arah. Saat Viktor sudah pergi,sang ibu pun tersenyum puas dan lega. Karena kesal pria asing itu langsung saja menendang kemudian membunuh ibunya Viktor. Mayat kedua orangtua Viktor pun tergeletak berdampingan


"Cepat kejar anak itu,jangan biarkan dia hidup"


Ucap pria itu kepada bawahannya yang baru saja sampai


"Baik"


Viktor berlari dengan sekuat tenaga,berusaha mencari tempat ramai supaya dia bisa meminta pertolongan. Namun karena hari sudah larut,jalanan sudah tidak ramai lagi. Viktor tidak memakai sandal ataupun sepatu sehingga membuat kakinya terluka dan sakit karena batu-batu kerikil,namun itu tidak dia pedulikan sama sekali


Orang yang mengikuti Viktor sangat cepat berlarinya dan itu membuat Viktor ketakutan. Orang itu juga sesekali menembak kearah Viktor dan berhasil mengenai bahu kirinya


Viktor sempat terjatuh namun dia segera bangkit kemudian kembali berlari. Tidak disangka kalau dia ternyata sedang sial hari ini,Viktor menemui jalan buntu karena dia tidak terlalu mengenal daerah sini


Dia terpojok,tidak ada jalan untuk kabur lagi. Orang yang mengejar pun menyeringai melihat Viktor yang seperti tikus dalam kurungan. Viktor mundur perlahan sampai punggungnya menyentuh tembok,Viktor menggertakkan giginya


Pria itu berjalan mendekat dengan pisau ditangan kanannya. Viktor mencari-cari cara supaya dia bisa kabur. Viktor perlahan jongkok kemudian mengambil setumpuk pasir tanpa diketahui oleh orang jahat itu. Saat orang itu sudah dekat,Viktor langsung saja melempar pasir tadi dan tepat mengenai matanya. Orang jahat itu langsung merasakan sakit dimatanya,dia pun mengusap matanya cepat untuk menghilangkan pasir yang masuk kedalam matanya


Dalam persekian detik itu Viktor maju kemudian menendang bagian utama orang jahat itu. Seperti telur pecah,orang itu terjatuh sambil memegang diantara ************ kakinya. Viktor langsung saja berlari namun dia kalah cepat dari pria tadi,orang jahat itu dengan kuatnya menarik kaki Viktor kemudian menghempaskan nya Kedinding


Punggung Viktor terhantam keras, sepertinya ada beberapa tulangnya yang patah,tapi untunglah kepalanya tidak terbentur. Sambil berjalan pincang pria itu mendekati Viktor dan kemudian menarik baju Viktor. Dia pun mengayunkan pisaunya

__ADS_1


Tsek!!


"Aaa...!!"


Viktor terkena tusukan. dia ingin menghindari pisau yang mengarah tepat ke perutnya itu,namun ternyata dia tidak bisa melakukan itu dan perut bagian kirinya lah yang terkena. Sambil meringis Viktor menggigit tangan pria tadi lalu menginjak kakinya sekuat tenaga. Pria itu langsung kesakitan dan refleks melepaskan genggaman pisaunya tadi


Dengan segera Viktor mengambil pisau tadi kemudian mengarahkan nya ke orang jahat itu


"Berikan itu anak kecil!kau tidak akan bisa membunuhku"


'bagaimana ini?aku bisa saja membunuhnya,tapi mama bilang kalau membunuh itu tidak boleh'


"Cepat berikan padaku!!"


Viktor tetap mengarahkan pisaunya untuk menggertak pria tadi. Pria itu tau kalau Viktor hanya menggertak sehingga dia langsung saja menyerang Viktor menggunakan teknik bela diri. Orang itu mengira kalau dia akan berhasil,tapi Viktor ternyata juga ahli dalam bela diri karena diajari oleh ayah dan ibunya


Pria itu geram dan berusaha mencekik Viktor dan menyelesaikan tugasnya. Terkejut dengan serangan itu,Viktor seketika mengarahkan pisau tadi tepat didepan dada pria itu


"Ughukk!!"


Pria itu tertusuk tepat dijantung dan memuntahkan darah segar kewajah Viktor. Pria itu kemudian jatuh dan genangan darah terlihat. Viktor melihat tangannya yang penuh dengan darah,perutnya pun terasa mual dan dia akhirnya muntah-muntah


Setelah selesai muntah,Viktor kembali berjalan untuk pergi dari tempat itu. Tapi pandangannya seketika menjadi gelap dan diapun tumbang akibat kehilangan cukup banyak darah akibat tusukan tadi. Viktor berusaha untuk terus pergi walaupun harus merangkak,tapi dia langsung pingsan seketika itu juga


'menarik'


seorang pria tiba-tiba muncul tepat didepan Viktor yang sudah tidak sadarkan diri. Pria itu sudah mengamati semua kejadian yang terjadi digang itu,semuanya,mulai dari Viktor yang terpojok sampai Viktor yang pingsan


Pria itupun berjongkok dan kemudian menggendong Viktor dalan dekapannya. Dia tersenyum melihat Viktor kemudian membawanya pergi dari situ


.....


Sementara itu ditempat lain,orang yang sudah membunuh kedua orang tua Viktor itu sedang bersiap-siap untuk membakar rumah itu. Saat dia menyalakan korek api,pria yang membawa Viktor tadi muncul dibelakangnya


"Kenapa kau membawa anak itu?aku akan membunuhnya!"


Pria itupun mengarahkan pistolnya kearah Viktor namun pria satunya lagi tidak mengizinkan itu


"Kenapa kau menghalangi ku?!"


"Karena anak ini menarik. Dia membunuh bawahanmu dengan cara menusuknya tepat dibagian jantung. Itu adalah hal yang tidak bisa dilakukan oleh anak kecil kebanyakan"


"Kau hanya mengada-ada. Bagaimana kalau dia mau membalas dendam nanti?!"


"Aku hanya tinggal membunuhnya kalau begitu. Selesaikan ini,jangan sampai ada yang tersisa"


Pria itupun melenggang pergi sambil membawa Viktor. Pria yang satu lagi mendecih kesal karena diperintah seenaknya. Tapi meskipun begitu dia tetap melaksanakannya dan membakar rumah itu. Saat api mulai menyebar,kedua pria itu langsung pergi dan kemudian menghilang ditengah gelapnya malam


.


.


Setelah satu jam pingsan,Viktor akhirnya sadar. Dia menyadari kalau dia ada ditempat yang asing dan dia juga ada didalam sebuah sel layaknya para tahanan


'dimana ini?'


Saat hendak bangun Viktor merasakan sakit yang teramat sangat dari perut bagian kirinya,itu adalah tusukan yang dia dapat di gang kecil tadi


Viktor memeriksa lukanya,ternyata lukanya sudah diperban,entah siapa yang melakukannya


"Apa anak ini yang kau maksud?"


"Ya,ini dia papa"


Dua suara terdengar dari balik sel,kedua orang itu terlihat mirip jadi Viktor simpulkan kalau keduanya adalah ayah dan anak


Viktor merasakan hawa tidak enak dari kedua orang itu sehingga dia menatap tajam dan benci kearah mereka


"Aku suka mata itu. Biarkan Philip mengujinya"


"Baik papa"


Sang ayah pun pergi dan yang satunya lagi membuka sel kurungan Viktor kemudian berjalan mendekati. Viktor hendak menyerang dengan cara menginjak kaki ataupun yang lainnya,namun dia terhenti saat pria tadi menodongkan pistol tepat didepan wajahnya


"Jadilah anak yang baik atau kau akan segera menyusul orangtua mu" ucapnya sambil tersenyum


Viktor yang mendengar itu menjadi kesal dan ingin sekali membunuh pria itu karena pria ini besar kemungkinan menjadi orang yang membunuh orangtuanya


"Apa kau yang membunuh orangtua ku?!"


"Bukan. Tapi akulah yang membawamu kesini,jika bukan karena aku kau mungkin sudah mati karena kehabisan darah. Berterimakasih lah padaku"


'dalam mimpimu!' ucap Viktor ketus dalam hatinya. Matanya memancarkan aura kebencian,pria itu tau apa yang sedang Viktor pikirkan saat ini


"Sama-sama. Sekarang cepat atau aku akan menarik mu secara paksa"


"Kemana?"


"Ketempat di mana semua iblis dilahirkan"


Pria itupun menarik Viktor secara paksa dan membuat Viktor terpaksa ikut. Cengkeraman pria itu lumayan kuat sehingga Viktor sedikit meringis kesakitan


.


.


.


"Philip,ini dia.."


Viktor dan pria itu akhirnya sampai ditempat yang dituju. Tempatnya cukup luas,tapi disana sangat bau dan hampir membuat Viktor muntah dikarenakan Indra penciuman nya yang tajam


"Baik tuan. Kau cepat berbaris!"

__ADS_1


Viktor pun menuruti perkataan Philip dan berbaris rapi. Ditempat dia berbaris,banyak anak kecil yang juga seumuran dengannya. Dia ingin bertanya pada anak disampingnya,tapi itu dia urungkan


__ADS_2