Who Am I

Who Am I
Orang yang Berharga


__ADS_3

"Jadi kenapa kau memanggilku pak tua?" Tanya Viktor sesaat setelah sampai dan tanpa sopan santun sama sekali. Roy sudah terbiasa dengan sifat Viktor yang akhlakless itu


"Aku sudah memikirkannya,aku akan menyekolahkan mu"


"Kenapa tiba-tiba?"


"Soalnya anak seumuran mu itu seharusnya menuntut ilmu,ayah dan ibumu pasti juga berpikir demikian. Jadi kau akan mulai bersekolah besok"


Viktor diam,dia hanya menyimak dan melihat kearah lain sambil meletakkan tangannya di belakang kepala. Ayah dan ibunya pasti ingin Viktor bersekolah seperti anak seumurannya tapi Viktor merasa kalau itu akan merepotkan nantinya "ha..baiklah, terimakasih atas kebaikan mu"


"Bukan masalah"


.....


"Aku bisa berangkat sendiri!!"


Keesokan harinya sudah terjadi perdebatan kecil di antara Roy dan Viktor tentang pergi ke sekolah. Viktor ingin pergi sendiri sedangkan Roy ingin mengantarnya


"Viktor kau ini jahat sekali,aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya mengantar anak ke sekolah,aku belum pernah mencobanya" ucap Roy sambil berlinang air mata dan memohon kepada Viktor


'makanya cari istri lagi sana!'


"Ah baiklah, baiklah,aku bisa terlambat kalau terus seperti ini. Kau boleh mengantarku,hanya mengantar,aku bisa pulang sendiri nanti"


"Ok"


Dengan cepatnya Roy menarik tangan Viktor dan masuk ke mobil untuk pergi ke sekolah. Senyuman tidak luntur di wajahnya dan Roy juga bersenandung tanda dia senang. Viktor yang melihat itu hanya menghela napas pasrah lalu melihat keluar jendela


.....


"Eh katanya akan ada murid baru di kelas kita"


"Iya aku juga dengar, kira-kira laki-laki atau perempuan ya?"


Kring!Kring!!


Bel tanda masuk kelas berbunyi,semua siswa masuk ke kelas mereka masing-masing. Sekarang ini di kelas 7A,para siswa di kelas itu sudah tidak sabar menunggu kedatangan murid baru di kelas mereka


"Kalian pasti sudah mendengar kabar kalau akan ada murid baru kan? Ayo masuk"


Orang yang dipersilahkan masuk pun melangkahkan kakinya ke dalam kelas. Para siswi di dalam kelas itu langsung saja terpesona dengan murid baru itu


"Ayo Perkenalkan dirimu"


"Halo semuanya,aku Viktor,senang bertemu dengan kalian"


Ya murid baru itu adalah Viktor,Hyuga yang melihat itu hanya tersenyum kikuk dan Viktor menyadari akan hal itu


"Baiklah kau bisa duduk di kursi kosong di sebelah sana" ucap sang guru sambil menunjuk kursi kosong yang ada di sebelah Hyuga


"Baik"


Viktor pun berjalan menuju kursinya, semua pandangan tidak bisa lepas dari Viktor,tentu saja karena Viktor terlihat sangat menawan saat ini


Sesaat setelah sampai di tempat duduknya,Viktor langsung memberikan senyuman kepada Hyuga dan membuat sang empu langsung menolehkan kepalanya keluar jendela


.....


Dalam sehari Viktor sudah sangat populer di sekolah,semua tingkatan mengenalnya apalagi setelah pertandingan olahraga antar kelas tadi siang, kepopuleran Viktor sampai terkenal ke sekolah lain


"Berhentilah mengikuti ku,kau menarik banyak perhatian disini"

__ADS_1


Hyuga lelah,daritadi dia tidak bisa mendapatkan ketenangan karena Viktor terus saja mengikuti kemanapun dia pergi dan tentu saja dia diiringi beberapa orang yang tertarik padanya


"Aku baru disini dan hanya kau yang ku kenal,jadi aku tidak punya pilihan lain"


"Kau kan bisa meminta mereka menemanimu!" Tunjuk Hyuga kearah orang-orang yang sedari tadi mengikuti mereka. Viktor pun menoleh ke belakang dan mendapati 5 orang siswi sedang menatap simpati kearahnya "tidak mau!tidak sembarang orang bisa menjadi sahabatku,aku bahkan tidak sadar kalau mereka ada tadi"


'ah baiklah aku menyerah! sepertinya hari-hari ku yang tenang di sekolah sudah tidak akan ada lagi!'


.....


Kring!!Kring!!


Suara alarm di pagi hari membuat Hyuga terbangun dari mimpinya. Dia langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya 'tumben sekali aku memimpikan awal pertemuanku dengan viktor'


Setelah beberapa menit akhirnya Hyuga selesai dan langsung pergi ke dapur untuk memasak,tapi ternyata semuanya sudah disiapkan oleh paman Kim dan juga Sena


"Selamat pagi tuan Hyuga" sapa Paman Kim dan Sena secara bersamaan


"Pagi,apa semuanya belum bangun?"


"Seperti yang tuan lihat"


"Ha..aku akan membangunkan mereka dulu kalau begitu"


Hyuga pun berjalan ke lantai atas untuk membangunkan Viktor dan yang lainnya. Mereka memang melakukan rapat sampai larut semalam,tapi ini bukan alasan untuk bangun kesiangan. Dimulai dari Viktor karena dia yang paling sulit dibangunkan dibanding yang lain


"Viktor bangun!sudah pagi,ayo bangun!"


Hyuga terus menarik-narik selimut Viktor dan Viktor juga mempertahankan selimut yang menyelimutinya itu sambil terus memejamkan matanya karena mengantuk. Karena kesal Hyuga langsung saja menarik Viktor turun dari kasur dan membuat sang empu terpaksa harus bangun


"Iya iya aku bangun,huah!"


"Iya"


Dengan lesu Viktor memasuki kamar mandi,Hyuga pun keluar dari kamar Viktor lalu membangunkan yang lainnnya


.....


Akhirnya semuanya sudah bangun dan sudah ada di meja makan. Sarapan berjalan dengan tenang dan di selingi dengan candaan Kimmy yang menyombongkan dirinya sendiri lalu dibalas oleh Laura. Itu membuat susana di pagi hari menjadi hidup


Setelah selesai sarapan,para gadis memutuskan untuk pergi berbelanja itu adalah ajakan dari dokter lebih tepatnya paksaan dari sang dokter. Sedangkan para pria berkumpul di ruang tengah,kembali membahas soal strategi mereka


"Ku mohon semuanya,tolong jangan ada yang mati,aku tidak ingin kehilangan siapapun lagi kali ini" ucap Viktor serius sambil menatap semua yang ada di sana secara bergiliran


"Memangnya kau pikir kami ini bisa mati dengan mudah?jangan meremehkan kami Viktor" balas Kimmy dengan sangat percaya diri sambil tersenyum dan diangguki oleh semua yang ada di sana


"Oh ya aku lupa,Hyuga perkenalkan pria ini adalah Kimmy dan yang satunya lagi Ono. Kau bisa menebak sifat mereka sendiri kurasa"


Drrtt!


Suara telepon Viktor berbunyi jadi Viktor langsung berdiri dan pergi menjauh untuk mengangkat telepon itu


"Oh jadi ini anggota yang tidak jadi di rekrut waktu itu ya?" Tanya Kimmy sambil memperhatikan Hyuga dengan seksama. Hyuga yang mendengarnya tentu saja kebingungan "apa maksud mu?"


"Sebagai kelompok dengan sebutan pembunuh terbaik di dunia,kami tentu saja menyambut orang-orang kuat di kelompok kami,dan kau memenuhi syarat itu Hyuga. Kau mempunyai refleks dan kemampuan memahami situasi dengan cepat,itu sangat berguna. Tapi,ketua kami yang disana melarangnya" tunjuk Kimmy kepada Viktor yang masih serius berbicara dengan orang di telepon


"Kenapa?"


"Karena dia tidak mau kehilangan sahabatnya lagi. Dia pernah bercerita kalau kau sangat mirip dengan Alan, sahabatnya dulu. Tingkah,sifat,dan aura yang kau keluarkan sama dengannya. Itulah yang Viktor ceritakan kepada kami"


Hyuga ingat kalau Lin juga pernah menyebut nama yang sama dan ketua dari kelompok mafia itu juga begitu. Sebenarnya siapa orang itu?dan karena penasaran jadi Hyuga pun menoleh kearah Lin yang tampaknya juga paham dengan ekspresi Hyuga itu

__ADS_1


"Alan itu sahabat Viktor saat di kelompok darah naga,mereka dijuluki sebagai duo maut. Kalian sama Hyuga, sama-sama bisa membuatkan Viktor kue cokelat kesukaannya dan kalian juga sangat perhatian kepadanya. Alan mati karena dianggap sebagai pengaruh buruk bagi Viktor,dia disingkirkan oleh kelompoknya sendiri. Alan dibunuh tepat di depan mata Viktor,kedua orangtuanya mati juga terjadi di depan matanya dan dia tidak bisa menyelamatkan mereka meskipun ingin. Dia selalu gagal melindungi orang yang dia sayangi,jadi kali ini dia tidak ingin kehilangan siapapun lagi. Kalian semua,sangat berarti bagi Viktor"


Viktor akhirnya selesai menelpon dan kembali duduk,dia melihat suasananya sedikit berbeda dari yang tadi "baru membahas apa?"


"Viktor?"


Viktor menoleh kearah Hyuga yang tampak sedikit murung,entah kenapa tapi itu membuat Viktor menjadi tidak nyaman "kenapa?"


"Katakan padaku,apa kau melihat ku sebagai Hyuga atau sebagai Alan?"


Viktor tersentak,tidak dia sangka kalau Hyuga akan menanyakan itu. Lin yang tidak mau disalahkan langsung berusaha kabur namun langsung ditarik paksa oleh Viktor untuk duduk kembali. Hyuga masih setia menunggu jawaban dari Viktor,jujur di wajahnya tampak ekspresi kesal dan kecewa


"Hyuga adalah Hyuga,kau tidak ada kaitannya dengan Alan" jawab Viktor singkat,padat,dan jelas. Namun itu tidak memuaskan Hyuga sama sekali


"Lalu bagaimana dengan saat kita pertama kali kita bertemu?apa kau melihatku sebagai Alan?"


Viktor tau kalau dia berbohong itu pasti akan semakin memperkeruh suasana jadi dia memilih untuk mengatakan yang sebenarnya supaya Hyuga menjadi puas "ya,saat pertama kali bertemu aku memang menganggap mu sebagai Alan,aku melindungi serta berteman denganmu juga karena itu. Tapi satu tahun yang lalu setelah aku kehilangan ingatan ku,kau adalah Hyuga. Meski aku tidak mengingat mu tapi kau tetap baik padaku. Aku berterimakasih atas semua kebaikanmu,Hyuga yang ini adalah sahabatku,kau bukanlah Alan dan kau tidak akan pernah bisa menjadinya. Kau adalah kau,Hyuga"


"Ok baiklah" jawab Hyuga singkat dengan sangat enteng dan langsung membuat Viktor yang harus mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan hal memalukan seperti itu menjadi tidak terima "hanya itu saja?!asal kau tau memalukan untuk mengatakan hal itu dan balasan mu hanya itu?!"


Tawa semua orang pecah, jarang-jarang melihat Viktor yang kesal dan menggemaskan seperti itu. Lin yang senang pun langsung mengacak-acak rambut Viktor seraya mencubit pipinya gemas


"Kami pulang"


Para gadis sudah kembali dari berbelanja,tampak banyak sekali tas belanja yang mereka bawa. Laura dan yang lainnya tampak kelelahan sedangkan sang dokter sangat semangat sambil memberikan satu Kantong belanjaan kepada masing-masing dari mereka "ini hadiah dariku"


"Terimakasih dokter"


"Sama-sama,para gadis-gadis ini sangat membantuku. Terimakasih untuk kalian semua" ucap sang dokter lalu mengambil semua belanjaannya dan pergi ke kamar. Para gadis yang tampak kelelahan pun mendudukkan diri mereka di sofa yang juga ada di ruangan itu


"Aku tidak mau menemani dokter berbelanja lagi,aku capek"


"Ah lelahnya,dia yang berbelanja kenapa kita yang harus membawa semua barang-barangnya?!"


Para pria yang melihat itu hanya tersenyum kikuk lalu kembali ke topik mereka lagi "jadi kapan waktu yang tepat untuk menyerang markas itu?"


"Setiap tanggal 17 Desember semua ketua cabang akan mengadakan rapat di markas utama,bagiku itu adalah waktu yang tepat untuk menghabisi mereka semua sekaligus"


"Tapi bukankah itu berbahaya?semua orang-orang kuat akan berkumpul di satu titik, bukankah kita yang dirugikan dengan hal itu?"


Bantah Kimmy yang melihat kalau rencana mereka ini terlalu berbahaya dan kecil kemungkinan akan berhasil. Ono dan Hyuga juga setuju, sedangkan Lin menyerahkan semuanya kepada Viktor,dia percaya dengan keputusan yang Viktor buat


"Semuanya, percayalah kepadaku" ucap Viktor dengan sangat mantap dan tanpa keraguan sedikitpun. Orang-orang yang ada disana tertegun lalu tersenyum, sepertinya mereka tidak perlu takut lagi dengan apa yang akan terjadi nantinya karena ketua yang ada di depan mereka ini sangatlah bisa di andalkan


.....


Malam harinya Viktor tidak bisa tidur jadi dia berjalan-jalan ke taman yang ada di samping rumah dan duduk di salah satu bangku taman yang ada di sana. Karena udara sejuk jadi dia memakai jaket miliknya dan menikmati angin yang membelai kulitnya itu


"Tidak bisa tidur?"


Langkah kaki terdengar mendekat kemudian duduk di samping Viktor yang sibuk melihat kearah bulan purnama malam ini "ya begitulah, apa kau juga tidak bisa tidur Hyuga?"


"Ya..aku sibuk memikirkan soal pertarungan yang akan terjadi seminggu lagi itu"


"Emm"


Keduanya terdiam,suara jangkrik pun menjadi terdengar hingga akhirnya Hyuga membuka suara lagi "kau ingat saat aku hampir terbunuh dan kau menyelamatkan ku?sejak saat itu aku bersumpah kalau aku pasti akan membalasnya suatu hari nanti. Terimakasih Viktor,aku berhutang nyawa padamu"


Viktor menoleh dan melihat wajah Hyuga yang tampak sangat tenang. Dia pun tersenyum lalu kembali memperhatikan langit yang tampak cantik karena dihiasi oleh bintang-bintang dan bulan "itu sudah lama sekali kejadiannya,tidak ku sangka kalau kau masih mengingatnya"


"Tidak mungkin aku bisa melupakannya,saat di mana aku pertama kalinya menangis selain di hari kelahiran ku. Kau orang pertama yang membuatku menangis Viktor"

__ADS_1


__ADS_2