Who Am I

Who Am I
25.Dua Puluh Lima


__ADS_3

"aku kasihan dengan kalian yang ada disini. karena mulai dari sekarang kalian akan merasakan pelatihan sebagai seorang pembunuh dan akan membuat kalian merasa di neraka. Nikmatilah waktu kalian" Ucap Philip seraya menyeringai


Mendengar itu beberapa anak disana langsung menangis dan memanggil-manggil mamanya. Suasana yang tadinya tenang kini berubah menjadi sangat berisik karena suara anak-anak itu


"Aku ingin pulang..mama..papa"


Dorr!!


Philip menembak anak yang merengek tadi tepat dikepalanya. Anak itu langsung tumbang dan darah langsung mengalir keluar. Philip kemudian menyimpan kembali pistolnya seolah perbuatan yang dilakukan olehnya tadi adalah hal yang benar


Anak-anak yang lain termasuk Viktor pun ketakutan dan beberapa ada yang muntah serta terduduk dilantai akibat gemetaran melihat peristiwa tadi


"Itu yang kalian dapat jika kalian menangis atau mengeluh. Nyawa kalian ada ditanganku,jadi bersikaplah yang baik"


Setelah mengatakan itu Philip pun pergi dan para anak-anak kemudian dipaksa untuk masuk kedalam kurungan yang berbeda-beda namun berdekatan yang ada disana


"Hey siapa namamu?"


Sebuah suara terdengar dari sel yang ada disamping tempat Viktor. Viktor awalnya ragu kalau dialah yang ditanya,tapi tidak lama kemudian sebuah tangan melambai kearahnya dan diapun yakin kalau dialah yang ditanya


"Viktor"


"Nama yang bagus,aku William,apa kau diculik juga kesini?"


Viktor pun beranjak dari duduknya kemudian pindah kedekat sel supaya dia bisa lebih mudah bicara dengan William


"yah..kedua orangtuaku dibunuh oleh mereka,dan aku dibawa mereka kesini"


Ucap Viktor seraya bersender dibalik tembok yang menjadi pembatas antara dirinya dengan William


"Aku turut bersuka cita untuk itu"


"terimakasih. Kau kenapa bisa diculik oleh mereka?"


"Aku sedang keluar untuk berbelanja,tapi tiba-tiba ada orang yang menculik ku dan saat aku sadar aku sudah ada disini. Aku pasti akan keluar dari sini dan menemui adikku dirumah"


"kau punya adik?apakah perempuan?"


"Yah..dia imut Lo..saat kita sudah keluar dari sini aku akan mengenalkannya kepadamu"


"ok"


William kemudian menceritakan beberapa hal tentang adiknya dan Viktor pun mendengarkan semua ceritanya. Mereka saling bercerita dan terkadang tertawa dengan obrolan mereka,ini bagus untuk membuat mereka sejenak melupakan kalau mereka sedang ada dimarkas orang yang berbahaya


Meski baru saling kenal,Viktor dan William nyaman bercerita dengan masing-masing. Mungkin karena mereka punya hobi dan nasib yang sama


Saat sedang asik bercerita,seorang pria datang kemudian membuka sel mereka berdua


"Cepat keluar!!" Ucap pria itu lantang


Viktor dan William pun berdiri kemudian keluar dari sel mereka. Pria itu kemudian menutup kembali sel kemudian langsung berjalan kedepan. Viktor dan William pun mengikuti langkah pria itu


"Kemana dia akan membawa kita?" Tanya William kepada Viktor. Viktor yang ditanya pun hanya menggeleng kemudian menatap jauh kedepan kearah yang mereka tuju


Tidak lama kemudian mereka disuruh memasuki sebuah ruangan. Ruangannya gelap jadi tidak terlihat apapun. Tiba-tiba pintu ditutup oleh pria tadi dan lampu pun dinyalakan saat itu juga sehingga ruangan itu terlihat jelas


William dan Viktor terkejut melihat isi ruangan itu. Banyak sekali mayat yang tergeletak disana. William yang melihat itu langsung saja ingin muntah


"apa-apaan ini? bukankah mereka adalah anak-anak tadi?"


"Halo kalian berdua"


Suara dari ruangan yang dipisahkan oleh kaca tebal pun terdengar. Viktor dan William bisa dengan jelas melihat siapa yang sedang berbicara dengan mereka. Viktor tau kalau kaca itu adalah kaca anti peluru,disisi dinding juga ada beberapa cctv serta lubang yang Viktor tidak tau untuk apa itu


"Kalian berdua akan bertarung untuk menentukan siapa yang pantas hidup dan siapa yang akan mati. Yang bertahan akan dibebaskan,jadi berjuanglah" ucap Philip sambil tersenyum kearah Viktor dan juga William


"apa?!!tidak mungkin aku melakukan hal itu!!" Ucap Viktor kesal karena diminta untuk membunuh orang yang baru menjadi temannya itu


"Kalau begitu kaulah yang akan mati"


Viktor terkejut mendengar jawaban Philip dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Viktor diam sejenak kemudian melihat kearah William yang ada dibelakangnya


"William,aku tidak mungkin membunuhmu"


William diam sambil tertunduk,Viktor tidak bisa melihat bagaimana ekspresi William saat ini


"William?"


William masih diam tidak menjawab. Dia kemudian berjalan pelan kearah depan,kearah mayat anak kecil yang ada disana. Dia kemudian menarik pisau yang tertancap diperut anak tadi kemudian menggenggam nya erat


William kemudian melihat kearah Viktor dan mengarahkan pisaunya. Viktor yang melihat itu langsung mundur beberapa langkah


"William apa yang mau kau lakukan?apa kau mau membunuhku?"


"Viktor,apa kau pernah membunuh seseorang?" Tanya William kepada Viktor sambil melihat pisau yang ada ditangannya


"Ha?kenapa kau menanyakan itu?yang penting cepat turunkan pisau itu,itu bahaya Lo"


Diam.William kembali menutup mulutnya. Viktor bingung apa yang harus dia lakukan dan dia tau kalau William sedang bersiap-siap untuk membunuh dirinya sekarang ini


"kita tidak harus menuruti keinginan mereka,pasti ada cara untuk keluar dari sini"


"Bagaimana? bagaimana caranya keluar dari sini?!!aku takut..aku tidak pernah menginginkan hal ini dalam hidup ku,aku hanya ingin menjalani kehidupan yang normal bersama dengan keluarga ku.."

__ADS_1


Air mata perlahan menetes dari kedua mata William. Viktor yang melihat itu menjadi tertegun dan tidak bisa mengatakan apapun lagi


"aku juga tidak ingin membunuhmu,tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku harus keluar dari sini. Karena itu aku harus membunuhmu. Kau tidak punya siapa-siapa lagi untuk menyambut mu dirumah,tapi aku masih memiliki keluarga yang menanti kepulangan ku. oleh karena itu aku harus keluar dari sini!"


William mulai berjalan mendekat kearah Viktor sambil memegang pisau tadi dengan kedua tangannya. Viktor tidak ikut mengambil senjata,karena dia tidak mau membunuh untuk yang kedua kalinya


William pun mulai mengayunkan pisau tadi sebisanya tanpa terarah sama sekali. Viktor bisa dengan mudah menghindari serangan itu dan Viktor juga memilih untuk tidak membalas


'aku memang sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi,tapi bukan berarti aku akan menyia-nyiakan nyawa yang sudah dilindungi oleh mama dan papaku ini'


"Berhenti menghindar dan matilah!!"


Tsekk!!


Viktor menahan pisau tadi dengan tangan kanannya. Darah mulai menetes dan berjatuhan kelantai


"tenanglah William" ucap Viktor seraya menahan sakit yang sedang dia rasakan


"Wah berani sekali dia"


William terkejut dengan tindakan Viktor yang menangkap pisau dengan tangannya itu. William pun membuang pisaunya kemudian mendekat kearah Viktor yang berusaha untuk membalut lukanya


"Viktor apa kau baik-baik saja?maaf..aku.."


"ini bukan apa-apa,tenang saja"


Viktor pun tersenyum untuk menenangkan William. Viktor kemudian merobek bagian bawah piyama nya untuk membalut lukanya. William melihat kalau Viktor kesulitan untuk membalut lukanya oleh karena itu diapun menawarkan bantuan sebagai permintaan maaf


"Sepertinya ini tidak akan selesai. Bunuh anak itu"


"Baik"


Philip pun menekan salah satu tombol yang ada didepannya itu. Sebuah senapan keluar dari lubang dinding. Karena terlalu sibuk membalut luka,Viktor dan William tidak menyadari kalau sebuah pistol bersiap menembak salah satu dari mereka


Dor!!


Peluru pistol mengenai punggung William dan membuat Viktor terkena cipratan darahnya. William langsung saja jatuh dan Viktor dengan cepat menangkapnya


"William!william!bertahanlah, kumohon"


Genangan darah mewarnai pakaian William dan juga Viktor. Viktor melihat tangannya yang penuh dengan darah William dan tubuh William juga perlahan mendingin


"William..woii!!"


"maaf Viktor, sepertinya aku sudah tidak tahan lagi,maaf. Jika kau berhasil keluar dari sini..tolong jaga adikku,kumohon padamu"


"kau kan kakaknya,kaulah yang seharusnya menjaganya. Jangan mengatakan hal-hal yang aneh dasar idiot.."


Viktor mulai menangis. Lagi-lagi dia kehilangan orang terdekatnya. Viktor menyalahkan dirinya yang tidak menyadari pistol itu tadi


.


.


.


William menutup matanya dan tidak berbicara lagi. Setiap kata yang diucapkan oleh William masih teringat jelas didalam ingatan Viktor. Viktor diam dan terus memandangi William yang ada di pangkuannya itu. Sesaat kemudian Viktor menoleh kearah Philip dan Lim berada kemudian menatap benci diselingi aura membunuh yang kental "bunuh!!"


"Aku suka bocah ini"


.


.


"Akh!!"


Viktor dilempar dengan kasar kembali ke sel nya. Pintu sel langsung saja ditutup dan lagi-lagi membuat Viktor terkurung


"Sepertinya tuan muda tertarik padamu,kau beruntung sekali ya anak kecil" ucap Philip kepada Viktor yang menatap tajam kearahnya


"aku sama sekali tidak senang dengan itu!tega sekali kau membunuh William!!"


"Ah jadi namanya William ya,aku tidak peduli dengan itu. Semoga kau cepat betah disini" Philip pun melambaikan tangannya kepada Viktor kemudian melenggang pergi dengan sedikit bersiul


"woii cepat lepaskan aku!bukankah kau bilang pemenangnya bisa keluar dari sini?!woii!!"


Philip sama sekali tidak menghiraukan teriakan Viktor,dia tetap saja melenggang pergi hingga dia tidak terlihat lagi oleh Viktor


Setelah Philip tidak terlihat lagi,Viktor tersenyum melihat benda yang baru saja dia dapatkan itu,ya itu adalah kunci yang Viktor berhasil ambil dari Philip tadi


'tidak kusangka kebiasaan ku mencuri uang milik papa menjadi berguna disaat-saat begini'


Viktor pun membuka kunci dengan perlahan supaya tidak terdengar oleh siapapun yang kemungkinan lewat. Setelah berhasil dibuka,Viktor segera pergi kearah yang berlawanan dengan arah Philip tadi


Banyak sekali penjaga yang dilihat oleh Viktor,tapi karena tubuhnya kecil,dia bisa dengan mudah menyelinap dan bersembunyi. Kewaspadaan Viktor saat ini sangat tinggi,ketahuan sedikit saja maka dia kemungkinan bisa mati


"Hey siapa yang menurutmu akan jadi penerus dari kelompok kita?"


Viktor diam ditempat, bukan karena ingin mendengarkan pembicaraan kedua penjaga itu,melainkan dia sedang menunggu para penjaga itu untuk pergi dari jalannya


"Tentu saja tuan Lim kan"


"Tapi tuan Lin juga hebat Lo. Tapi siapapun diantara mereka aku sama sekali tidak keberatan"

__ADS_1


"Ya aku juga"


Para penjaga itu akhirnya pergi dan patroli ketempat lain. Ini kesempatan Viktor untuk pergi dari sana


'akhirnya'


Pelarian Viktor berjalan mulus,entah karena dia yang pandai menyelinap atau orang-orang yang ada disana yang bodoh,itulah menurut Viktor


Viktor langsung saja berlari sekuat tenaga tanpa menoleh kebelakang sedikit pun. Saat dia melewati pintu keluar,semua yang dia lihat hanyalah hutan lebat dan gelap,tapi itu bukan masalah bagi Viktor. Viktor tanpa takut sedikitpun langsung saja menerobos gelapnya malam


Viktor sudah beberapa kali terjatuh karena tersandung akar pohon ataupun tidak sengaja menginjak jalan yang licin.tapi saat dia terjatuh,maka dia akan langsung bangkit dan berlari lagi tanpa menghiraukan kakinya yang tergores oleh ranting-ranting yang dilalui nya


Saat Viktor sedang sibuk berlari,tidak disangka kalau Lim,pria yang membawanya malah sudah menunggu didepan. Viktor terkejut dan langsung berlari kearah lain. Tapi sekuat apapun Viktor berlari,Lim tetap saja selalu muncul didepannya dan itu membuat Viktor kesal


Viktor tau kalau dia tidak akan menang,oleh karena itu dia hanya bisa terus berlari. Saat hendak berlari lagi,tangan Viktor ditahan dan sesaat kemudian dia sudah menyentuh tanah. Tangannya diletakkan dibelakang sehingga Viktor tidak bisa bergerak ataupun berlari lagi


"seperti dugaanku,kau memang menarik Viktor" ucapnya seraya tersenyum dan terus menahan Viktor


"lepaskan aku sialan!!"


"anak seperti mu sangat cocok untuk menjadi pembunuh profesional,oleh karena itu aku tertarik padamu. Mungkin karena darah pembunuh mengalir ditubuhmu"


"darah siapa yang kau maksud itu?!aku tidak memiliki darah pembunuh" Viktor tidak terima dengan perkataan Lim tadi dan Viktor pun meronta lebih kuat,tapi tenaga Lim jauh lebih besar darinya


"apa kau tidak tau pekerjaan orangtua mu?" Tanya Lim kepada Viktor yang meronta-ronta dibawah


"mereka pegawai disebuah perkantoran. Memangnya kenapa?!"


"jadi itu yang mereka katakan padamu? hahaha.."


"apa yang kau tertawakan?!cepat lepaskan aku!!"


"biar ku beritahu padamu. Pekerjaan orangtua mu bukanlah pegawai kantoran,melainkan seorang pembunuh yang bekerja dibawah pemerintah. Mereka halangan terbesar untuk mencapai tujuan kami dan oleh karena itulah kami menyingkirkan mereka"


"apa kau pikir aku akan percaya kepada orang yang bisa dengan mudahnya mengambil nyawa orang lain?jangan bercanda!apa kau pikir aku bodoh?"


"tidak. Aku tau kalau IQ mu itu diatas rata-rata" ucap Lim sambil tertawa dan sedikit bercanda kepada Viktor yang sedang kesal


Lim pun berdiri kemudian mulai menyeret Viktor kembali kemarkas "baiklah ayo kembali"


"woi lepaskan!lepaskan aku!!"


Akhirnya Viktor berhasil ditangkap dan rencana Viktor untuk bebas dari sana telah sirna karena Lim yang menangkapnya


Viktor ditempatkan lagi kedalam sel sebelumnya. Lim dengan tanpa perhatian sama sekali langsung saja melempar Viktor masuk kedalam sel kemudian menguncinya lagi


"silahkan saja jika kau mau kabur lagi. Tapi setelah itu aku akan mematahkan kakimu"


Setelah mengatakan itu Lim langsung pergi kesuatu tempat. Viktor pun menjadi kesal dibuatnya,dia sudah kehilangan akal untuk bisa kabur dari markas ini


.


.


Sementara itu,Lim ternyata pergi keruangan utama. Disana ternyata terdapat beberapa orang selain ayahnya


"ayah,apa ada yang bisa kubantu?"


Lin adiknya Lim kesal melihat tingkah kakaknya itu. Lin sudah lama membenci kakaknya karena Lim selalu saja mencuri perhatian ayahnya darinya


"Dokter L membuat obat baru,tapi dia perlu kelinci percobaan dan kami sedang membicarakan hal itu sekarang ini"


"kelinci percobaan?apa aku boleh tau obat semacam apa itu?"


Dokter L yang ditanya pun dengan senang hati menjawab pertanyaan dari Lim dan Lim pun mendengarkan dengan seksama


"obat yang kubuat bisa membuat seseorang memiliki fisik yang kuat serta dapat mengoptimalkan kinerja otak. Tapi jika orangnya tidak cocok,maka orang itu akan meninggal ataupun menjadi gila dalam seminggu kemudian"


"kenapa tidak cobakan saja kepada anak yang dibawa kemarin?" Kali ini Lin yang bersuara. Dia mengatakan pendapatnya sambil melihat kearah lain karena dia tidak mau melihat wajah kakaknya yang selalu saja membuat dia kesal itu


Mendengar usulan dari Lin,sang ayah pun menoleh kearah Lim Dan meminta pendapatnya karena Lim lah yang membawa Viktor kesini


Lim berpikir sejenak,apakah Viktor cocok menjadi kelinci percobaan atau tidak. Setelah selesai berpikir,Lim mulai membuka mulutnya


"kenapa tidak"


"kalau begitu bawa dia ke lab ku nanti"


"ok"


Dokter L pun kembali ke lab nya dan semua yang ada disana pun pergi ketempat mereka masing-masing. Saat pembicaraan selesai,Lin lah yang pertama kali pergi. Lim yang melihat itu hanya bisa tersenyum,entah apa arti dari senyuman nya itu


....


Viktor kembali menyusun rencana supaya dia bisa keluar dan meminta pertolongan. Tapi saat dia sedang asik membuat rencana,Lim datang dan langsung saja membuka selnya


Kewaspadaan Viktor meningkat lagi tapi Lim tidak mempedulikan nya dan hanya memandang datar kearah Viktor


"ikut denganku"


Kali ini Viktor mengikuti perkataan Lim dan pergi dengannya,mungkin saja ada kesempatan baginya untuk bisa melarikan diri


"woii kau mau membawaku kemana?"

__ADS_1


Lim yang ditanya tiba-tiba berhenti kemudian berbalik menghadap kearah Viktor. Viktor bingung tapi dia tau kalau ada yang akan terjadi. Lim pun tersenyum dan setelah itu dia langsung mendaratkan sebuah pukulan tepat diperut Viktor dan membuat Viktor jatuh pingsan saat itu juga


__ADS_2