Who Am I

Who Am I
Saling Menginginkan


__ADS_3

Di dalam ruang keluarga kediaman Yagami semua anggota keluarga berkumpul, termasuk Yuuri dan Seijuro Shin. Mereka menatap Seijuro Shin lekat dan masih dengan sabar menunggu Seijuro Shin untuk menjawab pertanyaan mereka tentang cara Seijuro Shin bisa selamat dari dasar lautan itu.


Yuuri meraih jemari Seijuro Shin dan membuat keduanya seketika bertemu pandang.


"Katakan, Shin. Aku juga ingin tau bagaimana kamu bisa selamat saat itu. Melihat apa yang mereka lakukan padamu, sungguh membuatku merasa sangat nyeri. Mereka benar-benar sangat keterlaluan dan tidak berperasaan." ucap Yuurimerasa ngilu jika membayangkan semua perlakuan berandalan itu terhadap Seijuro Shin.


"Kamu adalah Korudokira yang sangat terampil, namun aku masih tidak tau bagaimana kamu bisa kembali saat itu setelah mereka melemparmu ke dalam lautan dengan beban itu. Padahal mereka juga memborgolmu dengan rantai besi saat itu." imbuh Yuki yang rupanya juga sangat merasa penasaran.


"Aku sebenarnya sudah sangat tidak berdaya malam itu. Namun karena aku mengingat Yuuri dan bayi yang sedang dia kandung, akhirnya aku bisa menjadi lebih kuat. Dan akhirnya perlahan aku bisa menghancurkan rantai besi itu dna juga melepaskan beban yang mereka ikatkan pada kakiku. Aku berusaha untuk berenang dan mencapai permukaan air saat itu dan mengerahkan kekuatan yang tersisa. Sangat beruntung aku bisa mencapainya dan baru ambruk saat tiba di rumah."


Ucap Seijuro Shin dengan sangat jujur, tanpa menambahi atau mengurangi sedikitpun apa yang telah terjadi saat itu.


Meskipun merasakan nyeri saat membayangkan semua itu, namun ada rasa bahagia terselip di hati Yuuri karena mengetahui dialah alasan untuk Seijuro Shin agar tetap kuat dan tetap bertahan.


"Korudokira memang sudah sangat tidak diragukan. Aku sudah cukup mengenalmu dan Takeru Yamato. Tapi aku sungguh tidak menyangka jika kamulah yang akan menjadi menantuku." ucap Hyuga menghela nafas.


"Ya sudah. Sepertinya putri dan menantu kita sudah sangat lelah setelah seharian menyambut para tamu dan melakukan beberapa prosesi pernikahan. Sebaiknya kamu segera menemani suamimu untuk beristirahat, Sayang. Lagipula kondisi Shin juga belum sepenuhnya membaik dan seharusnya masih membutuhkan istirahat dan perawatan. Antarkan dan temanilah Shin, Sayang." ucap mama Yuuri karena sudah melihat jika Yuuri dan Seijuro Shin terlihat lelah.


"Baik, Ma. Kalau begitu kami akan segera beristirahat." ucap Yuuri berpamitan dan segera mengajak Seijuri Shin ke kamarnya.


.


.


.

__ADS_1


Di dalam kamar Yuuri membantu Seijuro Shin untuk berganti pakaian, karena beberapa lukanya sebenarnya masih belum pulih dengan sempurna. Beberapa luka dan patah tulangnya juga masih belum pulih.


Bahkan luka memar pada wajah dan beberapa tubuhnya tersamarkan hanya karena bantuan make up. Karena pasti akan terlihat sangat lucu bukan jika seorang mempelai pria memiliki beberapa lebam dan memar saat pesta pernikahannya? Sehingga seorang proffesional make up artist menggunakan sihirnya untuk menghilangkan semua itu meski hanya untuk seharian.


"Shin, kamu mau aku buatkan teh hangat, kopi hangat atau susu hangat?" ucap Yuuri menawarkan diri.


Seijuro Shin yang baru saja berganti dengan piyama tidur menggeleng samar dan malah meraih pinggang Yuuri lalu mendekatkannya pada dirinya.


"Aku hanya butuh kamu. Tidak yang lainnya. Aku sangat merindukanmu, Yuuri. Sebenarnya saat malam itu ... aku sempat mengira jika aku tak akan memiliki sebuah kesempatan untuk bertemu denganmu lagi." ucap Seijuro Shin menatap lekat Yuuri dan masih menahan pinggang ramping Yuuri.


"Korudokira yang aku kenal adalah sosok pria yang begitu kuat dan selalu optimis. Dia akan terus melangkah ke depan dan menyelesaikan segala rintangan yang menghadangmya, tidak peduli seberapa banyak dan seberapa berat rintangan-rintangan berbahaya itu. Dia akan menyelesaikan semuanya dengan sangat baik dsn sempurna. Aku percaya padamu ... jika kamu bisa menyelesaikan semua itu."


Ucap Yuuri menatap dalam pria yang baru saja dinikahinya beberapa saat yang lalu.


"Hhm. Aku percaya padamu kok. Dan terima kasih karena kamu sudah berjuang keras. Terima kasih karena kamu telah kembali dan selamat. Terima kasih karena kamu masih masih bertahan. Aku sungguh tidak tau, bagaimana diriku jika kamu pergi meninggalkanku. Aku tak akan bisa ..."


"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, Yuuri. Di dunia ini akan ada banyak pria yang jauh lebih sempurna jika dibandingkan denganku. Dan kamu adalah wanita yang baik, cantik dan sangat sempurna. Itu bukanlah hal yang berat untuk kamu lalui. Masih akan ada banyak para pria mapan dan jauh lebih sempurna dariku yang akan berlomba-lomba untuk mendekatimu. Namun, sayangnya mereka kurang beruntung. Karena kamu hanya akan memilihku. Bukan begitu, Yuuri?"


Ucap Seijuro Shin dengan nada jenaka menatap Yuuri.


Yuuri mengangguk dan tersenyum lebar sebagai jawaban atas ucapan dari Seijuro Shin. Wanita cantik yang juga sudah mengenakan gaun malamnya itu kini mulai mengalungkan kedua tangannya pada leher kuat Seijuro Shin.


Dia berjinjit untuk mencapai wajah suaminya hingga akhirnya memberikan sebuah kecupan hangat untuk Seijuro Shin.


"Berbaringlah! Aku akan mengkompres beberapa lukamu yang masih membiru."

__ADS_1


"Tidak perlu kok. Aku sudah merasa lebih baik. Bahkan aku juga sudah bisa melakukan olahraga malam." balas Seijuro Shin yang sukses membuat wajah Yuuri merona.


Sebenarnya Yuuri sangat menantikannya, namun karena mengingat keadaan Seijuro Shin yang belum sepenuhnya pulih, membuatnya mengurungkan keinginannya untuk melakukan hal lebih bersama Seijuro Shin.


"Lukamu masih belum pulih sepenuhnya, Shin. Bagaimana jika beberapa tulang yang patah akan malah terluka lebih parah jika kita melakukannya?"


Seijuro Shin tertawa lirih mendengar ucapan Yuuri.


"Aku ini adalah Korudokira. Kamu tentu tau kan sekuat apa aku? Aku bisa menghancurkan borgol besi dengan tangan kosong. Aku juga juga bisa melalukan hal mustahil dan ekstrim." ucap Seijuro Shin dengan seulas senyum.


"Tapi ... sebenarnya yang aku khawatirkan adalah kamu. Kamu sedang hamil dan apakah melakukan hal semacam itu diperbolehkan ketika sedang hamil, Yuuri?" tanya Seijuro Shin yang terdengar cukup konyol dan malah menggemaskan.


"Junior kita sangat kuat, sama seperti ayahnya." sahut Yuuri setengah berbisik dan tersenyum manis sembari menarik hidung mancung Seijuro Shin.


"Itu artinya tidak masalah bukan jika kita melakukannya? Kita bisa melakukannya pelan-pelan. Bagaimana?" ucap Seijuro Shin meminta pendapat Yuuri dengan wajah polosnya.


Yuuri tersenyum dan mengangguk samar. Hingga akhirnya Seijuro Shin mulai menggendong depan Yuuri dan mendaratkannya di atas pembaringan. Dia memulainya dengan sebuah kecupan lembut dan salah satu jemarinya juga mulai menyusup memasuki gaun malam yang sedang dikenakan oleh Yuuri hingga mencapai sebuah gundukan dengan tekstur yang lembut, kenyal, namun fleksibel.


Mendapatkan sebuah serangan yang begitu lembut namun begitu menggelora, membuat tubuh Yuuri menggeliang dan membuat bibir mungilnya mengeluarkan beberapa kali deesahan-desahann manja yang tentunya semakin membuat Seijuro Shin semakin buas untuk menikmati setiap jengkal tubuh molek Yuuri.


Bahkan serangan-serangan dari Seujuro Shin malah semakin membuat Yuuri semakin agresif membalas kecupan Seijuro Shin.


Keduanya sama-sama semakin terbakar oleh hasratt yang begitu menggelora, hingga akhirnya hanya dalam beberapa waktu saja Seijuro Shin dan Yuuri sudah kembali bercampur di malam yang begitu dingin ini, namun terasa begitu hangat untuk mereka berdua.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


__ADS_2