
"Jadi kenapa kau perlu bantuan ku? bukankah kau bisa mengatasi mereka sendiri?" Ucap Viktor seraya menyenderkan bahunya disalah satu tiang yang ada di dekat taman
Alan menghela napas panjang dan duduk di bangku taman yang menghadap kesebuah kolam ikan. Dia diam sebentar kemudian melihat kearah Viktor "kalau mereka hanya para orang kaya biasa aku bisa menghabisi mereka sendiri,tapi masalah nya mereka adalah klien nya ketua. Aku bisa dihukum sangat berat jika mengganggu bisnisnya"
Viktor diam sejenak kemudian berdiri tegak dan melipat tangannya di depan dada "jadi kau mau menyeret ku kedalam masalah,begitu?aku tidak ikut,jangan libatkan aku kedalam masalahmu"
Setelah mengatakan itu Viktor langsung pergi dan kembali ke markas,Alan hanya bisa diam dan menatap punggung Viktor yang semakin jauh. Dia tidak memiliki kata-kata lagi untuk menjawab perkataan Viktor barusan,dia hanya menyenderkan punggungnya di bangku taman dan menutupi wajahnya dengan punggung tangannya
.....
Sebelum Viktor keluar melewati gerbang,seorang gadis kecil memberikan Viktor sebuah bunga yang baru saja dia petik. Gadis kecil itu tersenyum sangat manis dan Viktor pun mengucapkan terimakasih sebelum dia benar-benar pergi darisana
.
.
.
Sudah 3 hari sejak Viktor ikut dengan Alan pergi ke panti asuhan. Kini Viktor sedang berjalan di lorong markas sambil sesekali menguap karena begadang semalaman. Dia ingin sekali melanjutkan tidurnya,tapi dia ada sesuatu yang penting yang harus dia lakukan
"Viktor...." Suara lantang seseorang terdengar dari arah belakang. Viktor pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang sudah berteriak seperti itu pagi-pagi begini
"Uaa..!" Viktor terkejut saat Alan tiba-tiba saja memeluknya dan bergelantungan di punggungnya
"Viktor terimakasih kasih banyak" ucap Alan seraya terus memeluk Viktor dengan erat sambil tersenyum-senyum
Viktor yang risih dan mulai kesulitan bernapas pun berusaha menyingkirkan Alan dari punggungnya. Alan kelihatan tidak mau melepaskan pelukannya sehingga Viktor terpaksa menggunakan cara yang lain "Turun atau kau akan ku bunuh" ucap Viktor tajam seraya mengeluarkan pisau lipatnya
Alan pun melepaskan pelukannya dan Viktor pun merapikan pakaiannya yang berantakan gara-gara Alan "Maaf,maaf,aku hanya terlalu senang. Sekali lagi terimakasih"
"Terimakasih untuk apa?aku tidak melakukan apapun untukmu" ucap Viktor datar
"Aku tau kalau kaulah yang sudah menyingkirkan para orang kaya itu,tidak ada yang bisa melakukan nya selain kau. Terimakasih banyak" Alan tidak berhenti tersenyum sedari tadi,Viktor hanya memandang datar dan tidak lama kemudian melanjutkan lagi langkahnya
"Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu dan jangan mengikuti ku!"
Alan awalnya ingin mengikuti kemana Viktor pergi, tapi mendengar ucapan Viktor yang sangat serius diapun mengurungkan niatnya. Diujung lorong Alan melihat Ezil yang bertegur sapa dengan Viktor kemudian ikut pergi dengannya. Alan mengikuti mereka berdua sampai dipenghujung tangga lantai dua sampai Viktor dan Ezil keluar dari markas
"Jangan mengikuti mereka"
Alan terkejut dengan suara Lin yang berasal dari belakang,dia benar-benar tidak menyadari keberadaan Lin tadi "Kau mengejutkan ku tuan Lin. Kemana mereka akan pergi?" Tanya Alan penasaran kepada Lin yang sedang menyender di dinding
"Kesuatu tempat disaat dia masih menjadi anak kecil biasa"
.....
Di depan sebuah rumah yang sudah hancur karena kebakaran,Viktor meletakkan beberapa bunga segar. Dia sudah hampir lupa bagaimana kehidupan nya yang dulu saat tinggal disana bersama orangtuanya. Dia lupa bagaimana kehangatan yang dia dapat dulunya. Kini di depan rumah yang tidak berbentuk lagi itu,Viktor diam mematung
__ADS_1
Ezil yang ikut pergi bersama Viktor hanya diam memandangi dan berdiri agak jauh dari Viktor. Viktor melangkahkan kakinya dan menaiki tangga yang sudah tidak punya lantai lagi di atasnya,dia hanya berdiri dan memandangi arah dimana kamarnya dulu berada
'andai aku langsung lari saja waktu itu,mama dan papa pasti bisa selamat. Aku sudah tidak punya foto mama dan papa,semuanya habis terbakar,tidak ada lagi yang tersisa. Mama,papa,aku pasti akan membalaskan dendam kalian!'
.....
"Viktor,kau bilang kalau pembunuh orangtua mu berasal dari kelompok kita kan?"
Setelah selesai berkunjung kerumah lama Viktor,Ezil dan Viktor langsung kembali lagi ke markas. Ezil hendak mengajak Viktor jalan-jalan,tapi Viktor tidak mau dan ingin segera kembali ke markas
"Ya,kenapa?"
"Apa kau sudah menemukannya?"
"Belum,semua yang kutanyai tidak mau membuka mulut mereka,sungguh setia sekali" ucap Viktor sambil berdecak kesal. Beberapa tahun ini Viktor terus berusaha mencari pembunuh orangtua nya,dia menanyai anggota-anggota di markas,tentu saja bukan dengan cara halus. Viktor menanyai satu persatu dan jika ada yang bungkam maka Viktor akan membunuhnya,entah berapa banyak yang sudah Viktor bunuh sampai sekarang
.....
Mereka berdua pun akhirnya sampai di markas,Viktor hendak latihan sebelum dua anggota datang menghampirinya"Viktor,ketua memamnggilmu" ucapnya seraya hendak menyeret Viktor
"Jangan menyentuhku!"
Viktor pun berjalan dengan sendirinya keruangan sang ketua,dua anggota tadi sama sekali tidak berkutik setelah mendapat tatapan tajam dari Viktor
"Apa yang kau lakukan kali ini Viktor?" Sebuah suara membuat Viktor menolehkan kepalanya saat memasuki ruangan sang ketua,terlihat kalau Lin sedang menyenderkan punggungnya dibalik pintu. Viktor hanya menoleh tanpa menjawab dan lanjut menghadap ketua
"Aku rasa kau sudah tau kesalahan yang kau buat kan Viktor?" Tanya sang ketua memberi kode kepada Viktor
Sang ketua pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Viktor. Saat sudah sampai,dia pun langsung mencengkeram dagu Viktor kuat kemudian menghempaskan nya ke dinding. Tubuh Viktor langsung sakit semua karena serangan tadi dikerahkan dengan sekuat tenaga 'kuat sekali!'
"Kesalahan mu yang biasa aku masih bisa memaafkannya karena kau juga memberikan keuntungan bagiku. Tapi untuk kali ini kau benar-benar sudah kelewatan Viktor,kau membuatku kehilangan para klien yang sangat berguna bagiku.." sang ketua terus berjalan mendekat kearah Viktor yang berusaha untuk bangun,baru kali ini Viktor menerima pukulan sekuat itu
"Kau membuatku rugi Viktor!" Ucapnya sambil mencengkram dagu Viktor dengan kuat lagi. Viktor meringis kesakitan
Brakk!!suara pintu depan terbuka terdengar,menampakkan Alan yang datang dengan terburu-buru dan langsung menghadap ketuanya "ketua,akulah yang sudah meminta Viktor melakukan hal itu,ini salahku jadi tolong lepaskan Viktor" ucap Alan sambil memberi hormat
Viktor berdecak kesal karena itu memalukan melihat ada yang memohon demi dirinya, apalagi jika itu berasal dari orang yang paling dia benci di markas
"Kau?" Ucap sang ketua sambil melepaskan cengkeramannya dan berdiri
"Ya ketua,ini sepenuhnya salahku,jadi tolong lepaskan Viktor"
"Hentikan itu,kau membuatku kesal. Pergi dari sini,ini tidak ada kaitannya denganmu!" Ucap Viktor kepada Alan yang masih setia memberi hormat. Tapi Alan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan Viktor,dia menyadari sepenuhnya kalau ini adalah salah dirinya
"Diamlah Viktor" Lin mulai angkat bicara karena dia ingin melindungi Viktor dan sudah tau apa yang sebenarnya sudah terjadi. Viktor berdecak kesal dan menatap Lin tajam
"Kalau begitu kau yang akan ku hukum"
"Baik" Alan pun berdiri tegak dan berjalan menuju ruang hukuman. Viktor mengepalkan tangannya dan ingin sekali melampiaskan amarahnya itu. Sang ketua tidak mengatakan apapun lagi dan tanpa persetujuan apapun,Viktor pergi dari sana dan menutup pintu dengan kuat
__ADS_1
"Kenapa kau masih mempermasalahkannya ketua?bukankah semua saham dari para klien mu dia kirim ke akun mu?"
"Ya itu memang benar,tapi mempunyai boneka yang bisa dikendalikan itu lebih menguntungkan bagiku"
"Dasar licik"
.....
Keesokan harinya Viktor melihat kalau tubuh Alan penuh dengan perban,itu akibat dari hukuman yang kemarin. Meskipun banyak luka,Alan tetap saja bertingkah seperti biasa dan menghampiri Viktor dengan senyuman. Viktor berdecak kesal kepada pria yang ada di depannya "kenapa kau masih tersenyum begitu?apa kau mau aku berhutang budi padamu?!"
"Aku tidak pernah mengharapkan kau berterimakasih atau apapun,ini hanya ucapan terimakasih ku karena sudah menolong para anak-anak panti"
"Terserah" Viktor pun pergi menjauh dari Alan dan seperti biasanya Alan selalu mengikuti Viktor meskipun sudah disuruh untuk tidak ikut
Semenjak kejadian itu,Alan dan Viktor semakin sering mengerjakan misi bersama dan Viktor juga perlahan-lahan tidak terganggu lagi dengan keberadaan Alan di sekitarnya. Viktor malah lebih sering menghabiskan waktu dengan Alan daripada Ezil
.....
Bertahun-tahun sudah berlalu,sudah 7 tahun sejak Viktor pertama kali masuk kemarkas mafia ini. Sekarang Viktor dan Alan benar-benar sudah akrab,mereka sangat terkenal di dunia bawah dan dikenal sebagai duo maut, siapapun yang mendengar nama mereka berdua akan langsung ketakutan. Ketua dari kelompok mereka sekarang juga sudah berganti, pemimpin nya sekarang adalah Lim dan panggilan untuk sang ketua pun berubah menjadi papa. Karena menurut Lim itu bisa menimbulkan kesan akrab di antara sesama
"Apa kau masih kesal karena bukan kau yang terpilih?" Tanya Viktor kepada Lin yang sedang merokok di sampingnya
"Untuk apa?bukankah kau sendiri yang bilang kalau menjadi ketua bukanlah segalanya. Aku mengikuti kata-kata mu Lo"
Sitt!!pisau diayunkan Viktor dan memotong rokok yang baru saja dihidupkan oleh Lin. Lin geram sedangkan Viktor hanya tersenyum seperti biasanya kemudian berdiri "merokok itu tidak baik Lo..papa. pfft!hahaha menggelikan memanggil mu papa" Viktor tertawa keras sambil memegangi perutnya,dia belum terbiasa memanggil Lin papa
"Kau pikir hanya kau saja yang geli? panggilan itu membuatku seperti sudah sangat tua!entah apa yang dipikirkan oleh kakak ku itu"
Saat sedang asik bercerita,terdengar suara kegaduhan dari kejauhan,Lin Dan Viktor langsung saja bertanya-tanya apa yang terjadi. Mereka lihat banyak sekali para anggota berlarian dan mereka berdua pun langsung memeriksa apa yang sedang terjadi
"Apa yang sedang terjadi?" Tanya Lin kepada salah satu anggota yang sedang berkerumun
"Alan sedang mengamuk dan sangat sulit untuk dihentikan"
"Apa?!"Viktor terkejut dan langsung menerobos para kerumunan itu untuk menghampiri Alan. Viktor lalu melihat Alan yang sedang mengamuk dan benar-benar marah,dia hendak menuju ruangan ketua tapi para anggota yang lain selalu saja menghalanginya "minggir sialan!!"
"Alan!"
Alan berhenti menyerang dan melihat kearah Viktor yang menatapnya tajam. Viktor pun terlihat berjalan mendekat kearahnya"kenapa kau melakukan ini?"
"Dia..membunuh semua orang yang ada di panti"
"Apa?!" Viktor sangat terkejut dengan penuturan Alan,panti yang dikenal Viktor hanya satu yaitu panti yang dia tolong beberapa tahun yang lalu. Alan mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya,dadanya sesak melihat semua yang ada di panti sudah dibunuh "jangan halangi aku Viktor,aku ingin membalaskan dendam untuk orang-orang yang ada di panti" pinta Alan kepada Viktor
"Aku tidak akan menghalangimu,tapi tolong tenanglah,emosi hanya akan mencelakakan dirimu"
"Baiklah" Alan menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya,saat sudah tenang dia lanjut menuju ruangan sang ketua,tentu saja para anggota yang lain mulai menghalangi kembali
"Jangan mengganggu!" Tegas Lin kepada para anggotanya itu
__ADS_1
"Tapi ini perintah dari ketua langsung" ucap salah satu dari mereka dan malah mendapat tatapan tajam dari Lin yang membuat semua orang bergidik ngeri "apa kau menentangku?!"
Semuanya diam,tidak ada yang berani berkata-kata lagi. Alan dan Viktor pun bisa lewat tanpa halangan lagi