
"Nanti ku kabari saja kalau sudah selesai"
"Ok, hati-hati ya"
Viktor mengangguk lalu langsung berjalan masuk kedalam pekarangan rumah Amir. Suasananya tampak sepi,tapi tidak ada tanda-tanda bahaya yang Viktor rasakan
"Viktor cepat pergi dari sini!"
Suara Stella di lantai dua membuat Viktor langsung mendongakkan kepalanya dan di samping Stella tadi juga ada Amir yang terlihat sedang menunggunya. Setelah Stella menyuruhnya pergi,tirai jendela langsung ditutup dan Viktor pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah,tidak dikunci sama sekali. Saat sudah di dalam,ada 5 orang pria berjas hitam dengan tubuh yang tinggi dan juga besar,mereka terlihat sedang menunggu dirinya
"Berani sekali kau datang kesini Viktor,padahal kau sudah tau kalau ini adalah jebakan. Dan aku tidak menyangka kau mengetahui kalau Stella ada disini" ucap Amir sambil menuruni tangga satu persatu dan berjalan mendekat kearah Viktor
"Apa maksudnya ini Amir?" Tanya Viktor sambil berpura-pura ketakutan dan langsung membuat Amir menyeringai "ini balasan karena kau sudah merebut Stella dariku!"
'ha?!'
"Aku sudah lama menyukai Stella,lebih lama darimu!tapi saat kau datang sikapnya malah berubah dan dia malah menyukaimu!aku membencimu Viktor!" Ucap Amir dengan suara keras lalu memberikan kode kepada bawahannya tadi untuk menahan Viktor. Untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya,Viktor memilih untuk mengikuti alur ini terlebih dahulu
"Padahal aku pikir kita bisa berteman baik dulunya. Tapi kau malah merebut Stella dariku!"
Amir lalu memberikan kode lagi kepada bawahannya dan mereka langsung saja memukul perut Viktor sampai Viktor tumbang dan meringkuk di lantai. Amir sedikit merasa tidak enak,tapi api cemburunya lebih besar sekarang ini
"Aku terpaksa melakukan cara ini,jika aku tidak bisa mendapatkannya secara halus maka aku akan menjadikannya milikku secara paksa!" Ucap Amir sambil berjalan kembali menaiki tangga
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Viktor dengan suara serak karena habis dipukul tadi
"Menurutmu cara apa yang bisa ku lakukan supaya dia bisa menjadi milikku secara paksa?" Tanya balik Amir lalu kembali berjalan menuju tangga
"Ouh begitu ya,aku tidak bisa membiarkannya kalau begitu"
Amir terkejut saat Viktor bisa berdiri dengan lancar dan aura di sekitarnya juga tiba-tiba saja berubah. Karena pegal,Viktor menggerakkan bahunya beberapa kali lalu melihat kearah Amir. Amir yang terkejut langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menghajar Viktor lagi
Bughh!!salah satu pria mengarahkan tinjunya kewajah Viktor namun bisa ditangkap dengan mudah. Semua yang ada di ruangan itu terkejut terutama Amir
"Paman, apa ini yang kau maksud pukulan!semut bahkan bisa melakukan yang lebih baik dari ini"
Tidak puas,Amir langsung meminta semua bawahannya itu untuk menyerang Viktor secara bersamaan. Tapi hasilnya tetap saja sama,mereka semua bisa dikalahkan oleh Viktor sendirian hanya dalam beberapa menit saja "apa-apaan ini?aku bahkan tidak berkeringat sama sekali"
Karena sudah selesai,Viktor pun berjalan mendekati Amir yang masih berdiri di tangga. Amir sedikit gemetar dengan Viktor yang mendekat kearahnya,jadi dia perlahan mundur ke belakang
"Amir kau...sudah salah paham" ucap Viktor sesaat setelah sampai di depan Amir yang kini menatapnya bingung "salah paham?"
"Kau ini,tidak mungkin Stella menyukai orang sepertiku. Dia itu menyukaimu" jelas Viktor sambil menatap malas kepada Amir yang masih tidak mengerti dengan perkataannya
"Ta-tapi akhir-akhir ini kalian terlihat sangat akrab,dia menjauhi ku dan wajahnya juga merona saat dia bercerita dengan mu. Tadi siang dia juga memberikan surat kepadamu" jelas Amir panjang lebar
"Kami dekat itu karena sifatnya yang terlalu ke ibuan itu. Surat yang tadi siang itu dia tulis untukmu,dia tidak berani menyerahkannya padamu jadi dia memintaku. Wajahnya yang merona itu karena aku sering menjahilinya dengan mengatakan kalau aku akan memberitahumu kalau Stella menyukaimu. Kau pikir karena apa dia tiba-tiba saja menjauhi mu seperti itu?tentu saja karena dia menyukai mu. Tunggu dulu,apa kau marah padaku karena hal ini?" Tanya Viktor yang langsung diangguki oleh Amir dengan cepat. Viktor pun langsung menghela napas lelah dengan pemikiran Amir itu
"A-apa benar kalau dia menyukaiku?" Tanya Amir memastikan lagi
"Iya,tapi entah apa yang akan terjadi nanti karena kau sudah menculiknya seperti ini"
Amir terkejut dan langsung menghampiri Stella yang tadi dia kurung di kamar. Semoga saja Stella tidak nekat kabur melalui jendela. Saat pintu kamar dibuka,ternyata Stella sedang duduk di atas tempat tidur dengan wajah yang memerah
"Kau sudah dengarkan Stella?sudah ku bilang kan kalau dia juga menyukaimu" ucap Viktor sambil menyenderkan punggungnya di pintu
"Kau mendengar yang ku katakan di bawah tadi ya?" Tanya Amir canggung dan langsung diangguki oleh Stella
'akh!!!malu sekali'
__ADS_1
"Maafkan aku Stella,aku terlalu cemburu tadi. Maaf sudah melakukan hal seperti ini padamu"
"Ti-tidak apa-apa, lagipula ini juga salahku karena menjauhimu belakangan ini. Jantungku tiba-tiba saja berdetak sangat kencang saat dekat denganmu,jadi aku tidak tahan dan refleks lari. Maaf" ucap Stella dengan wajah yang merona begitu pula dengan Amir yang mendengarnya
"Kalau begitu,a-apa kau benar-benar menyukaiku?" Tanya Amir yang diangguki oleh Stella secara perlahan karena malu. Senang bukan main,Amir rasanya ingin sekali melompat-lompat dan guling-guling di lantai karena terlalu senang "kalau begitu apa kau mau menjadi pacarku?ah tidak,apa kau mau bertunangan denganku"
'ehh!!!'
"Tu-tunangan?bukankah itu terlau cepat?!"
"Tidak apa-apa, supaya tidak ada yang merebut mu dariku" ucap Amir dengan sangat jujur dan refleks membuat wajah Stella memerah seperti kepiting rebus. Merasa menjadi obat nyamuk,Viktor memilih untuk keluar dan menghubungi kakeknya
.....
Seperti yang Amir katakan tadi,dia membawa kedua orangtuanya datang kerumah Stella untuk mengajak tunangan. Kedua orangtua Stella yang memang sudah menyukai Amir tentu saja tidak akan menolak dan meminta Amir untuk menjaga putri mereka. Viktor dan sang kakek juga ikut dalam acara itu. Setelah selesai mereka pun melaksanakan acara makan-makan hanya di antara mereka saja,mereka tidak mengundang orang lain untuk mengikuti acara ini
"Oh ya,aku juga mau bilang kalau besok aku akan kembali ke kota" ucap Viktor saat mereka bertiga sedang menonton TV di ruang tengah
"Eh cepat sekali?kenapa buru-buru"
"Apa kau tidak betah disini?"
"Bukan begitu,disini menyenangkan,aku banyak belajar hal baru. Tapi aku ada urusan yang harus diselesaikan" jelas Viktor yang langsung diangguki oleh Amir dan Stella,tentu saja dengan raut wajah sedih "aku juga akan berpamitan dengan teman-teman di sekolah besok"
"Bagaimana dengan paman Arvin?"
"Kakek akan tetap disini,tapi dia bilang kalau dia akan mengunjungi ku nanti. Kalian juga jangan lupa berkunjung nanti ya"
"Ok"
.....
"Yo,lama tidak bertemu"
"Kau cepat sekali datangnya Hyuga,aku pikir kau akan datang siang nanti. Bagaimana lukamu?dan papa juga?"
"Tuan Lin Dan aku baik-baik saja. Kau terlihat berbeda Viktor,seperti terlihat lebih dewasa sedikit" ucap Hyuga mengomentari sedikit penampilan Viktor yang sudah sebulan tidak dilihatnya
"Benarkah?aku semakin tampan kan?"
"Ah maaf, sepertinya aku salah lihat tadi. Kau sama sekali tidak berubah"
"Jahat!"
"Maaf karena sudah merepotkan mu tuan Arvin" ucap Hyuga kepada Arvin yang berdiri di samping Viktor dan hendak mengantarnya ke sekolah
"Tidak apa-apa, lagipula dia ini memang cucuku,jadi wajar kalau dia merepotkan ku" ucap Arvin sambil menepuk punggung Viktor dan langsung membuat Hyuga tersenyum "ayo berangkat Viktor"
"Ok,kakek aku pulang dulu"
"Nak Hyuga,tadi kau dengarkan? dia memanggilku kakek..." Ucap Arvin kegirangan sedangkan Viktor malah malu dibuatnya jadi dia langsung saja masuk kedalam mobil
"Baiklah kami berangkat dulu tuan Arvin"
"Ok, hati-hati kalian berdua"
Hyuga pun mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan pergi ke sekolah untuk mengantarkan Viktor. Sang kakek mengiringi kepergian mereka dengan lambaian tangannya
.....
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sekolah. Mobil mewah yang Hyuga bawa menarik perhatian banyak siswa dan kali ini Viktor tidak lagi menggunakan penyamarannya,kali ini dia tampil seperti dirinya yang biasanya. Seperti bertemu artis terkenal, suasana sekolah langsung saja ricuh saat Viktor turun dari mobil,melihat pria tampan keluar dari mobil mewah tentu saja menarik kan?
"Apa kau tidak akan ikut?"
"Tidak,jangan lama-lama"
"Ok"
Viktor pun segera melangkahkan kakinya ke kelas untuk mengucapkan salam perpisahan. Di sepanjang jalan banyak sekali para gadis yang melirik dan terpesona dengan ketampanannya. Ini tentu saja berbeda saat dia menyamar menjadi anak yang culun kemarin. Demi melihat Viktor yang sedang berjalan di lorong,para siswi berkumpul di sekitar jendela kelas mereka dan mengintip keluar padahal pelajaran di kelas mereka sedang berlangsung
"Sudah,sudah,semuanya ayo duduk"
Akhirnya Viktor sampai di kelasnya,tanpa mengetuk atau apapun dia langsung saja masuk kemudian berdiri di samping guru yang sedang menerangkan pelajaran
'ganteng sekali...!'
"Kamu siapa ya?" Tanya sang guru tidak mengenali orang yang ada di sampingnya, begitupun dengan semua siswa di kelas,mereka bertanya-tanya siapa orang yang ada di depan itu?
"Ibu pasti sudah dengar kalau aku akan pindah hari ini,jadi aku ingin mengucapkan salam perpisahan" ucap Viktor dengan santai tapi membuat semua orang di kelas kebingungan
"Dari suara itu...Viktor?!"
Mendengar perkataan Amir barusan,semua orang di kelas membelalakkan mata mereka dan menatap tidak percaya. Viktor menganggukkinya lalu berkacak pinggang sambil tersenyum "lambat,kalian tidak mengenaliku ya?" Tanya Viktor geli sambil melihat kearah Amir dan juga Stella
"Viktor?murid culun itu?"
"Tidak mungkin"
"Benarkah yang kulihat ini?"
"Halo semuanya,maaf karena sudah menipu kalian semua. Aku Viktor dan ini adalah penampilanku yang sebenarnya"
Beberapa siswi berteriak histeris saat Viktor melirik kearah mereka. Viktor lalu dengan sengaja menatap remeh kearah gadis yang dulu membuat dirinya tersandung. Gadis itu tertegun lalu menyembunyikan wajahnya dengan buku karena malu
"Baiklah, selamat tinggal semuanya. Terimakasih bu guru"
Setelah mengatakan itu Viktor langsung saja pergi keluar kelas. Amir dan Stella langsung berlari menyusulnya setelah mereka meminta izin kepada sang guru
"Viktor tunggu"
Viktor menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah Amir dan Stella yang sepertinya masih tidak percaya dengan penampilan aslinya "kau benar-benar Viktor kan?" Tanya Amir lagi
"Iya.. berapa kali lagi aku harus mengatakannya?"
"Kalau begitu kenapa kau menyembunyikan penampilanmu?" Tanya Stella yang langsung diangguki oleh Amir
"Aku punya alasan untuk itu, terimakasih karena sudah mau menjadi temanku. Baiklah,Amir,tolong jaga Stella ya?"
"Tanpa kau beritahu pun aku pasti akan menjaganya"
"Ok,dah"
Viktor melambaikan tangannya dan langsung pergi. Stella dan Amir ingin mengantar sampai gerbang,tapi Viktor menolaknya dan menyuruh mereka untuk kembali ke kelas
Sesampainya di luar,Viktor melihat Hyuga yang sedang dikerumuni beberapa gadis dari kelas yang hari ini sedang berolahraga. Viktor tersenyum getir saat Hyuga dengan santai dan datarnya mengabaikan semua gadis-gadis itu
"Maaf menunggu lama"
Sesaat melihat Viktor para gadis tadi langsung saja berteriak histeris dan mengelilingi Viktor,mereka ingin berfoto dan meminta nomornya tapi Viktor tidak peduli dan langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Hyuga. Saat sudah masuk Hyuga langsung saja menyalakan mesin dan melajukan mobilnya kembali ke kota
__ADS_1
"Jadi,apa kau sudah punya rencana untuk menghadapi kelompok darah naga?" Tanya Hyuga tanpa menolehkan pandangannya dari jalan raya
"Ya..ini saatnya untuk pembunuh terbaik di dunia berkumpul" ucap Viktor menyeringai sambil mengeluarkan handphone nya "semuanya..saatnya berkumpul"