Who Am I

Who Am I
Pekerjaan Baru Untuk Seijuro Shin


__ADS_3

"Pa, apakah Shin masih harus menjadi Korudokira setelah ini? Dia akan menjadi seorang ayah, Pa. Sedangkan pekerjaan seorang Korudokira sangatlah berbahaya. Lagipula semua orang juga sudah mengetahui tentang Korudokira. Aku sangat mengkhawatirkan dia, Pa. Aku mohon jangan lagi meminta Shin untuk melakukan semua hal berbahaya itu, Pa."


Ucap Yuuri memohon kepada sang papa, karena dia terlalu mengkhawatirkan Seijuro Shin sebagai seorang Korudokira.


Hyuga mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.


"Semua orang sudah mengetahui siapa sosok Korudokira. Dan semua orang masih mengira jika Takeru Yamato adalah Korudokira tunggal. Ini akan cukup mengambil resiko jika Korudokira masih akan tetap beraksi. Jadi kami sudah membahas semua ini dan kami juga memutuskan untuk merekrut Shin sebagai salah satu aparat negara. Dia memiliki ketrampilan dan bakat yang kuar biasa." ucap Hyuga menatap putri semata wayangnya.


"Kamu tenang saja, Yuuri. Papa sudah pernah berjanji akan selalu menjaga mereka. Dan mungkin saatnya papa juga akan memberikan apresiasi nyata untuk mereka." imbuh Hyuga.


"Apa maksud papa dengan papa sudah pernah berjanjinakan selalu menjaga mereka?" tanya Yuuri merajut kedua alir indahnya, karena sampai saat ini Yuuri masih belum mengetahui jika sebenarnya Master X adalah papanya sendiri.


Selama ini dia selalu berlarut dalam kesedihan dan hanya memikirkan Seijuro Shin, hingga dia tak menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi. Beberapa berita di media yang cukup menghebohkan disaat itu, Yuuri juga tidak mengetahuinya.


"Karena papa adalah Master X yang akan selalu melindungi Korudokira. Jadi kamu tidak perlu khawatir, Yuuri."


Sebuah bariton suara yang terdengar jernih mulai terdengar, membuat Yuuri segera beralih menatap sang pemilik suara yang tak lain adalah Yuki. Ucapan Yuki sukses membuat Yuuri terkejut bukan main.


"Apa yang dikatakan kak Yuki adalah benar, Papa? Papa adalah Master X yang selama ini mengendalikan Korudokira? " tanya Yuuri kembalk beralih menatap Hyuga.


"Apa yang dikatakan kakakmu adalah benar. Papa adalah Master X." sahut Hyuga sembari menyeduh Americano coffe miliknya.


Namun Yuuri masih saja memasang ekspresi sangat terkejut dengan sepasang mata yang membulat. Dia sungguh sangat tidak menyangka semua ini.


"Baiklah. Papa akan segera berangkat. Yuki, berangkatlah bersama dengan Shin. Hari ini dia akan mulai belajar bekerja di tempat kita." ucap Hyuga mulai bangkit dari tempat duduknya dan meraih tas pipihnya.


"Baik, Papa." sahut Yuki dengan patuh.


Namun mereka melihat sang mama yang melangkah terburu untuk menyusul Hyuga.

__ADS_1


"Sayang, kamu selalu saja berangkat terburu-buru dan melupakan sesuatu. Ponselmu tertinggal di kamar."


Samar-samar Yuki dan Yuuri mendengar ucapan sang mama yangbsudah menyusul sang papa di ruang depan. Namun Yuuri tak terlalu menghiraukannya dan malah fokus dengan hal lainnya saat menatap Yuki.


"Kak Yuki, apakah Shin akan benar-benar belajar bekerja di kantor kepolisian mulai hari ini?"


"Hanya berlatih sebagai keamanan atau untuk ditempatkan pada bagian soldier, karena Shin memiliki bela diri serta kekuatan yang cukup baik." sahut Yuki seadanya sambil menikmati roti sandwich miliknya.


"Huft ... lagi-lagi pekerjaan berat dan berbahaya ya." sungut Yuuri mengerucutkan bibirnya beberapa senti ke depan.


"Kamu tidak perlu khawatir. Sosok Korudokira selama ini dikenal sangat kuat dan terampil. Dia pasti bisa melakukannya dengan sangat baik. Kekuatannya sangat mengerikan. Dia bisa selamat ketika sudah mengalami cukup banyak luka ketika dia diceburkan di dalam lautan dengan sebuah beban. Sungguh sangat mengerikan kekuatannya." ucap Yuki membayangkan kembali bagaimana Seijuro Shin melakukan semua itu.


"Tapi yang tidak aku sangka adalah, mengapa Akaba bisa melakukan hal kejam dan sangat tidak berhati seperti itu. Dia bahkan bertindak mandiri dan sangat berani diluar perintah dari tuan Hayato." ucap Yuki keheranan dan tak habis pikir.


Yuuri terdiam dan menerawang jauh lalu dia mengjembuska nafas kasarnya ke udara.


"Aku juga sungguh tidak menyangka jika senior Akaba bisa melakukan hal sekejam ini terhadap Shin. Padahal Shin sama sekali tak pernah mengusik senior Akaba."


"Baiklah, ini sudah terlalu siang. Tolong panggilkan Shin, Yuuri. Kita harus segera berangkat ke kantor." imbuh Yuki melirik jam tangan berwarna hitam keemasan yang sudah melingkar dengan manis pada pergelangan tangan kirinya.


"Baik, Kak. Aku akan memanggilnya sebentar." sahut Yuuri lalu bergegas untuk mendatangi kamarnya.


Yuuri melihat Seijuro Shin yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya dan kini sedang bersiap merapikan pakaiannya di depan cermin rias.


"Shin, kak Yuki sudah menunggumu di bawah." ucap Yuuri sembari membantu mamakaikan dasi hitam Seijuro Shin.


"Oh iya. Aku akan segera turun kok." sahut Seijuro Shin yang masih sibuk merapikan lengan pakaiannya.


"Apa kamu sungguh sudah bisa pergi untuk bekerja? Luka patah tulangmu bahkan bukan hanya pada satu titik saja. Mengapa tidak mengatakan pada papa dan kak Yuki jika kamu masih belum bisa? Bagaimana jika lukanya malah semakin parah? Apalagi pekerjaanmu itu tak akan berbeda jauh dari pekerjaan seorang Korudokira bukan?" ucap Yuuri masih saja mengkhawatirkan Seijuro Shin.

__ADS_1


"Yuuri. Jangan khawatir. Aku sudah merasa lebih baik kok. Dan pekerjaan ini tidak akan terlalu beresiko dan berbahaya seperti saat aku menjadi Korudokira. Semua akan baik-baik saja, dan aku akan selalu menjaga diriku dengan baik. Karena saat ini aku hidup bukan untuk diriku sendiri, melainkan untukmu dan untuk calon bayi kita."


Ucap Seijuro Shin dengan hangat dan mengusap lembut perut Yuuri yang masih rata.


"Baiklah. Tapi jangan memaksakan diri. Jika memang tidak sanggup, jangan segan untuk mengatakannya pada papa." sahut Yuuri masih saja berat untuk melepas Seijuro Shin.


Seijuro Shin mengangguk samar dan sedikit menunduk untuk mengecup kening Yuuri.


"Istirahatlah dengan baik. Besok aku akan mengantarkan kamu pergi ke kampus sebelum pergi bekerja."


Yuuri mengangguk dengan patuh lalu memeluk tubuh Seijuri Shin seakan berat untuk melepasnya pergi dan kembali berpisah. Perpisahan-perpisahan yang terjadi sebelumnya tanoa sebuah ucapan perpisahan masih cukup membuatnya merasa takut jika suatu saat akan kembali terulang. Dimana Seijuri Shin akan menghilang dengan tiba-tiba.


"Aku akan pulang sebelum senja. Dan aku akan mengajakmu makan malam di luar. Bagaimana?" ucap Seijuro Shin seakan bisa mengetahui kegundahan Yuuri.


"Baiklah. Aku akan menunggumu. Dan jangan pulang terlambat ..." ucap Yuuri sedikit merasa lega dan akhirnya mulai melepaskan pelukannya.


"Okay! Aku pergi dulu. Sampai jumpa ..."


"Sampa jumpa ..."


Yuuri masih saja menatap kepergian Seijuro Shin dan perlahan senyumnya mulai memudar.


Beginikah rasanya memiliki seorang suami? Beginikah rasanya melepas kepergjan suami ketika dia pergi meninggalkan kita untuk bekerja. Ada rasa bahagia, ada rasa khawatir, namun aku juga merasa rindu ... ahhh ... padahal baru saja beberapa detik yang lalu aku memeluknya. Semoga saja tidak ada yang berusaha untuk mencelakaimu lagi, Shin ...


Batin Yuuri masih saja menatap ke arah pintu.


...🍁🍁🍁...


Bonus visual Seijuro Shin yang pertama kali akan bekerja di kantor kepolisian. Dia berpenampilan seperti ini karena masih belum memiliki uniform khusus.

__ADS_1



__ADS_2