Who Am I

Who Am I
Rencana Seijuro Shin


__ADS_3

Seijuro Shin masih saja membuntuti Lamborghini putih di hadapannya itu karena dia tak ingin kehilangan jejak lagi setelah sekian lama.


Pria paruh baya itu adalah salah satu perampok yang ikut berkontribusi dalam perampokan dan pembunuh seluruh keluarga Seijuro Shin 20 tahun yang lalu.


Padahal selama ini Seijuro Shin juga masih selalu berusaha untuk mencari dan menemukan kelompok itu. Namun dia masih saja tidak bisa menemukan satupun dari mereka. Dan kini dia malah menemukan salah satu dari mereka secara tidak sengaja.


Mobil itu terus melaju hingga memasuki sebuah kediaman mewah yang dijaga ketat oleh beberapa pengawalnya. Namun hal ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan oleh seorang Seijuro Shin yang selama ini adalah seorang Korudokira yang begitu terampil, handal dan sangat kuat.


Seijuro Shin segera memakai topeng hitamnya lalu memakai kerudung pakaian hangatnya. Tidak lupa dia juga mengenakan sepasang hand gloves hitamnya. Dia bisa menyelinap masuk dengan sangat mudah dan melumpuhkan satu persatu penjaga. Bahkan beberapa kamera CCTV juga sudah berhasil dirusaknya, agar semakin membuat dirinya lebih leluasa dalam bergerak.


Seijuro Shin mulai memasuki kediaman yang memiliki radius cukup jauh dari tetangganya itu. Cara yang sama masih saja dilakukan, dia membekap dan membiusnya beberapa pengawal dan penjaga dengan sangat mulus dan tidak menimbulkan sebuah kericuhan.


Setelah itu dia juga memposisikan para penjaga dan pengawal itu dengan kondisi layaknya seseorang yang sedang duduk dan tertidur.


Seijuro Shin menyisiri rumah 3 lantai yang cukup luas itu dengan sangat hati-hati. Hingga akhirnya Seijuro Shin menemukan pasangan itu di sebuah kamar di lantai 2.


Terdengar deesahan-deesahan dari seorang gadis dari kamar tersebut. Stelah memastikan jika itu memanglah mereka berdua, akhirnya Seijuro Shin mulai menyelinap ke dalam kamar yang rupanya tak terkunci itu.


Dia melihat pria paruh baya itu sedang menggagahi gadis muda itu tanpa sehelai benangpun. Pasangan itu terlalu menikmati kenikmatan surgawi itu hingga tak menyadari kehadiran Seijuro Shin yang saat ini sudah berdiri tepat di sisi pembaringan.


Gadis yang terbaring itu dengan keadaan buugil itu perlahan mulai menyadari kehadiran dari sisok bertopeng itu, hingga akhirnya refleks dia menjerit ketakutan.


"Aaahhhhh ... ada orang!! Sayang!! Di belakangmu ada pria bertopeng!!" pekik wanita itu sangat histeris dan segera bangun lalu meraih selimut untuk menyelimuti tubuhnya.


Namun belum sempat pria paruh baya itu menoleh, pria bertopeng itu sudah menjambaknya lalu menghempaskan tubuh pria paruh baya itu hingga menabrak meja kaca hingga pecah.


PRANG ...

__ADS_1


Belum sempat pria paruh baya itu bangun, sosok pria bertopeng sudah mendekatinya kembali dan menginjak jemari kanannnya dengan memberikan tekanan yang sangat kuat hingga terdengar bunyi sebuah retakan tulang.


KRAKKK ...


"Arggghhhhh!! Tanganku!! Dasar bajingann brengsekkk!!" pekik pria paruh baya menahan rasa sakit pada tangan kanannya.


Namun dia segera meraih sesuatu dan hanya dalam hitungan detik dia sudah mengarahkan sebuah senjata api laras pendek ke arah pria bertopeng dengan tangan kirinya.


Namun disaat pria paruh baya itu hendak menarik pelatuk dari senjata api laras pendek itu, Seijuro Shin menendangnya hingga arah tembakan malah mengenai ke arah lain.


PYAR ...


Seijuro Shin mulai menodongkan sebuah pisau lipat di dekat wajah pria itu, hingga pria itu mulai terlihat ketakutan meskipun dia masih berusaha untuk menutupinya.


"Siapa sebenarnya kamu?! Dan mengapa mengincarku?!" ucap pria paruh baya masih dengan penampilan buugilnya.


"Katakan padaku dimana semua anggota Dark Dragon? Dan dimana pemimpin kalian saat ini?!" ucap Seijuro shin.


"Sepertinya aku akan memotong benda pusakamu terlebih dulu agar kau membuka suaramu ya." ucap Seijuro Shin melirik benda tersebut dengan ekor matanya.


"Keparat!! Kau tidak tau siapa yang sedang kau hadapi saat ini? Hah?!!!"


"Kau hanyalah seorang sampah dimataku! Tidak lebih dari itu. Dan aku tidak bermain-main dengan ucapanku!" tandas pria bertopeng itu dengan begitu tegas.


"Aku akan memberikan kesempatan terakhir untuk untukmu untuk mengatakan semuanya padaku! Dimana Dark Dragon dan pemimpin mereka?! Jika kamu masih bersikeras tidak mau mengatakannya, jangan salahkan aku jika kau akan kehilangan benda pamungkasmu!" tandas Seijuro Shin dengan cepat melayangkan pisau lipatnya ke aras benda tersebut.


Nanun tepat hanya menyisakan beberapa inchi saja pisau lipat itu dari benda tersebut, pria paruh baya itu segera menghentikan semuanya.

__ADS_1


"Tu-tunggu!!" pekiknya membuat Seijuro Shin menahan kembali serangannya.


"Baiklah-baiklah. Aku akan mengatakannya padamu. Me-mereka semua saat ini berada di Osaka. Aku ke Tokyo karena ada sebuah urusan." imbuh pria paruh baya itu kembali.


"Osaka?"


"Benar. Mereka menguasai wilayah sana dan bekerja sama dengan sebuah rumah judi. A-aku akan memberikan alamat lengkapnya untukmu. Se-semua data dan informasi tentang Dark Dragon ada di laptopku." ucap pria paruh baya itu lagi.


"Tunjukkan padaku!!" tandas Seijuro Shin dengan penuh penekanan.


"Ba-baik."


Pria itu segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati sebuah meja. Dimana disana ada sebuah laptop. Pria itu mulai menghidupkan laptop itu dan memperlihatkan semua untuk Seijuro Shin.


Namun bagi Seijuro Shin semua itu belum cukup membuatnya merasa yakin untuk menemukan para Dark Dragon. Hingga pada akhirnya Seijuro Shin memiliki sebuah rencana lain dan menggunakan pria paruh baya itu.


"Segera kenakan pakaianmu dan kita akan segera pergi ke Osaka!" ucap Seijuro Shin segera mengamankan laptop serta kedu ponsel yang ada di atas nakas.


"Me-mengapa kamu tidak pergi sendiri saja? Bukankah aku sudah memberikan semua informasi itu untukmu?"


Mendengar ucapan dari pria paruh baya itu membuat Seijuro Shin tersenyum miring, "Kau pikir aku bodoh dan bisa mempercayai ucapanmu begitu saja? Bagaimana kamu akan menjamin semua informasi itu adalah benar? Aku membutuhkanmu sebagai jaminan. Jika sampai kau berani menipuku, disaat itulah aku akan melenyapkanmu!!" tandas Seijuro Shin menatap tajam pria paruh baya itu.


Kini dia juga mengamankan sebuah sling bag putih milik wanita itu, lalu menatap tajam tajam wanita cantik yang masih bersembunyi di balik selimutnya.


"Dan kau! Segera kenakan pakaianmu juga!" imbuh Seijuro Shin menandaskan dengan penuh penekanan.


"A-aku? Apakah aku juga harus ikut ke Osaka bersama dengan kalian?" ucap wanita itu masih memasang raut wajah ketakutan.

__ADS_1


"Tentukan pilihanmu. Ikut bersama dengan kami, atau mati disini?!" ucap Seijuro Shin yang sukses membuat wanita itu ketakutan dan segera menjawabnya.


"Ba-baiklah. Aku akan ikut bersama dengan kalian ..." ucap wanita itu dengan sangat cepat.


__ADS_2