Who Am I

Who Am I
Membalaskan Dendam


__ADS_3

Mereka mulai mendatangi sebuah ruangan pemantau CCTV dan mematikan semua saluran rekaman CCTV, dan kebetulan ruangan itu juga berada di lantai 5.


Setelah itu mereka mulai menyusuri sebuah koridor dengan lampu penerangan yang sangat remang-remang, dan mulai berhenti tak jauh dari sebuah ruangan yang dijaga oleh 2 penjaga.


"Baiklah. Hei, Nona! Masuk dan alihkan perhatian bos kalian! Dan kau Akechi, beritahukan orang-orang itu padaku ketika kita sudah di dalam!" ucap Seijuro Shin mulai mengatur rencananya.


"Ba-baiklah. Percaya saja padaku! Aku sangat pandai untuk merayu dan membuat pria menyukaiku dalam sekejap saja." sahut wanita itu begitu percaya diri dan membuat Akechi derdecak.


"Waktu kita tidak banyak! Segera lakukan tugas kalian masing-masing!" tandas Seijuro Shin kembali.


"Baik."


Seijuro Shin mulai memberikan isyarat untuk Akechi dan wanita itu agar mendekati kedua penjaga ruangan itu. Setelah berhasil mengalihkan perhatian kedua penjaga itu, dari sisi belakang Seijuro mulai menyekap salah satu penjaga itu dan membiusnya. Sementara Akechi juga segera melakukan hal yang sama untuk menyekap dan membius penjaga lainnya.


Setelah memposisikan kedua penjaga itu dengan posisi terduduk bersantai, mereka bertiga mulai memasuki sebuah ruangan di lantai 5. Ruangannya cukup luas dan di tempat ini beberapa anggota Dark dragon sedang berpesta, mabuk dan berjudi.


Seijuro Shin mengedarkan pandangannya dan mencari sosok yang selama ini selalu dicarinya selama 20 tahun.


"Tiga orang yang kamu cari sedang berada di ujung ruangan dan sedang bermain casino black jack." bisik Akechi.


Seijuro Shin beralih menatap ke arah tersebut dan akhirnya melihat mereka yang sedang asyik bermain casino black jack bersama beberapa anggota Dark Dragon lainnya dan juga beberapa wanita yang menemaninya.


"Campurkan bubuk ini ke dalam minuman mereka. Dan pastikan mereka meminumnya. Racun ini akan memberikan pengaruhnya setelah 1 jam, jadi kamu akan aman. Dan setelah ini kita akan segera ke ruangan bos kalian! Lakukan dengan cepat sebelum mereka menyadari pergerakan ini!"


Ucap Seijuro Shin memberikan bubuk racun untuk Akechi.


Namun wanita cantik yang sedang berkomplot dengan Seijuro Shin segera merebutnya.

__ADS_1


"Biar aku saja yang melakukannya. Jika Akechi yang memberikan minuman untuk mereka, maka akan terlihat sedikit aneh." ucap wanita cantik itu dengan penuh percaya diru jika dia akan bisa melakukan semua itu dengan baik.


"Baiklah! Lakukan dengan cepat!" sahut Seijuro Shin.


"Mereka sangat menyukai wine elit. Berikan minuman itu untuk mereka, maka mereka tak akan bisa menolaknya." ucap Akechi.


"Okay! Aku mengerti." sahutnya tersenyum dan menepuk bahu Akechi.


Wanita cantik itu kini beralih menatap Seijuro Shin dan tersenyum lebar sembari mengedipkan salah satu matanya pada Seijuro Shin sebelum dia berlalu menuju ke arah bartender.


Wanita itu memesan 3 gelas minuman seperti yang sudah dikatakan oleh Akechi. Dengan sembunyi-sembunyi dan sangat berhati-hati dia memasukkan bubuk racun ke dalam minuman berwarna merah darah itu.


Lalu dia mulai mendekati ketiga targetnya dengan rayuan mautnya. Dan tentu saja ketiga pria yang sudah cukup mabuk itu dengan sangat mudahnya terkena rayuan maut dari wanita itu, karena pada dasarnya wanita itu memang memiliki paras yang sangat cantik dan tubuh yang sempurna.


Ketiga pria itu meneguk habis minuman yang diberikan oleh wanita itu. Setelah beberapa saat akhirnya wanita itu kembali menemui Seijuro Shin dan Akechi. Kini mereka mulai meninggalkan ruangan itu dan bergegas untuk mendatangi ruangan bos Azuya.


Terlihat seorang pria paruh baya dengan perawakan yang tinggi, kekar, dan sedikit gendud. Dia ditemani oleh beberapa wanita berpakaian super minim dan sexy. Dua orang wanita duduk di masing-masing sisinya. Sementara seorang wanita lain berada di belakangnya, dan dua wanita lainnya berada di bawah masing-masing kakinya.


Pria itu terlihat sedikit mabuk, namun mulai menatap ke arah Akechi, Seijuro Shin dan wanita itu. Seijuro Shin yang masih menutupi wajahnya dengan sebuah topi dan masker kini sedikit mendongak untuk melihat dan memastikan jika pria itu adalah benar-benar bos yang memimpin pembantaian atas keluarganya 20 tahun yang lalu.


Kedua tangan Seijuro Shin mengepal kuat saat menyadari jika pria itu benar-benar sosok yang dia cari selama ini. Tak mau berlama-lama lagi, kini Seijuro Shin mulai melenggang beberapa langkah mendekati bos Azuya.


"Akechi, siapa mereka?" tanya bos Azuya.


Namun belum sempat Akechi menjawabnya, Seijuro Shin sudah melompat tinggi di udara lalu mendaratkan salah satu kakinya untuk di atas meja di hadapan bos Azuya. Sementara salah satu kakinya digukan untuk menendang wajah bks Azuya dengan sangat kuat.


DUUAAKKK ...

__ADS_1


"Aaakkhhh ..." kelima gadis itu memekik bersamaan saking takutnya.


Namun mereka tak berani meninggalkan ruangan ini karena Akechi masih berjaga di pintu.


Tendangan Seijuro Shin membuat wajah bos Azuya memar dan hidungnya terluka. Bahkan beberapa gigi bagian depannya telah copot karena tendangan maut dari Seijuro Shin.


"Keparat!! Sialan!! Siapa sebenarnya kamu?!" bos Azuya masih berusaha untuk bangkit kembali.


Namun belum sempat dia melakukannya, Seijuro Shin kembali mengayunkan kaki kanannya untuk menendang leher bos Azuya. Pria paruh baya itu seketika ambruk dan menghembuskan nafas terakhirnya karena tendangan Seijuro Shin berhasil memecahkan nadinya.


Kelima wanita itu masih berteriak histeris namun hanya bisa bersembunyi dibalik kursi. Seijuro Shin melenggang dan mendekati Akechi dan wanita cantik itu. Karena tak mau mengambil resiko, akhirnya Seijuro Shin mencekik kedua orang itu dengan cengkeramannya yang sangat kuat.


Cekikan untuk sang wanita sudah berhasil mengakhiri wanita itu, hingga akhirnya Seijuro Shin menghempaskan tubuhnya di atas lantai. Namun cekikan untuk Akechi masih bertahan karena Akechi masih berusaha untuk melepaskan diri.


"Me-ngapa kam-mu ma-sih ingin mem-bu-nuh kam-mi?" ucap Akechi berusaha untuk melepaskan cengkeraman tangan Seijuro Shin.


"Karena kamu adalah bagian dari mereka! Kamulah yang mengakhiri kakakku saat itu!! Kini kamu harus menerima balasannya!" geram Seijuro Shin semakin memperkuat cekikannya hingga kink membuat Akechi benar-benar kehilangan nyawanya.


BRUGHHH ...


Seijuro Shin menghempaskan tubuh Akechi dengan sangat kasar ke arah kelima wanita itu.


"Jika kalian berani membuka suara dan berbicara tentangku, maka nasib kalian akan seperti mereka! Menemukan kalian dan mengakhiri nyawa kalian adalah hal yang sangat mudah untukku! Apa kalian mengerti?!" ucap Seijuro Shin memberikan peringatan untuk mereka berlima.


"Ka-kami berjanji. Ka-kami tak akan berbicara apapun tentangmu." sahut mereka sangat ketakutan.


Seijuro Shin memutuskan untuk melepaskan mereka dan segera meninggalkan tempat ini melewati balkon ruangan ini. Meskipun berada di lantai 5, namun hal itu adalah hal yang sanga mudah untuknya melarikan diri dengan peralatan Korudokira.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


__ADS_2