Who Am I

Who Am I
Kembali Berkumpul


__ADS_3

Butuh waktu 4 jam sampai mereka berdua tiba di rumah,ya ini dikarenakan jalanan yang macet. Sesaat setelah keluar dari mobil Viktor langsung saja meregangkan tubuhnya karena lelah terlalu lama duduk


"Oh ya,aku harap kau tidak keberatan dengan satu orang lagi di rumah" ucap Hyuga lalu membuka pintu dan masuk. Viktor tidak mengerti apa maksudnya jadi dia hanya memasang wajah bingung saja


"Kami pulang"


"Selamat datang kembali,tuan Hyuga dan Viktor"


Setelah masuk ke dalam,Sena dan Paman Kim langsung saja menyambut mereka dan di samping mereka Viktor melihat sosok yang sudah lama tidak dia temui "kenapa kau disini,Feby?"


"Ada orang yang mengincar nyawanya dua hari yang lalu,jadi supaya aman aku menyuruhnya untuk tinggal disini. Apa kau tidak keberatan?"


"Tidak masalah, lagipula rumah ini punya banyak kamar. Oh ya Sena dan Paman Kim, sebentar lagi akan ada 4 orang yang datang,tolong siapkan kamar untuk mereka" ucap Viktor lalu berjalan ke ruang tengah untuk merebahkan dirinya di sofa. Tanpa bertanya apapun Sena dan paman Kim langsung bertindak,Feby juga ikut membantu


"5 kamar..!"


"Woah!?" Viktor yang hendak menuju sofa dibuat kaget dengan orang yang tiba-tiba saja naik ke punggungnya,yang lain juga terkejut dengan kehadiran orang itu


"Viktor..lama tidak bertemu.."


"Lili?!kenapa kau bisa disini?!"


Orang itu adalah Lili,tunangan masa kecil Viktor saat dia masih bergabung dalam kelompok darah naga. Dengan senyuman lebar di wajahnya, Lili pun turun dari punggung Viktor kemudian memeluknya manja "aku merindukanmu. Aku dengar kalau ingatan mu sudah kembali jadi aku kemari,apa kau merindukanku?"


"Lama tidak bertemu Lili" sapa Hyuga yang langsung dibalas oleh Lili. Karena penasaran Sena pun bertanya tentang siapa gadis itu


"Siapa dia tuan Hyuga?"


"Namaku Lili,aku tunangan Viktor" ucap Lili seenaknya dan langsung membuat Sena,Paman Kim,dan juga Feby terkejut


"Lepaskan Lili,aku mau istirahat dulu, pinggang ku sakit karena terlalu lama duduk di mobil tadi" bujuk Viktor sambil berusaha melepaskan pelukan gadis yang jauh lebih pendek darinya itu. Mendengar itu Lili langsung saja melepaskan pelukannya dan menarik Viktor ke sofa untuk berbaring


!!!!semuanya terkejut dengan apa yang terjadi selanjutnya. Lili memaksa Viktor untuk tidur di pangkuannya. Viktor sudah berusaha untuk bangun tapi Lili terus saja memaksanya untuk tidur di pangkuannya


"Lili bisakah kau membiarkan ku beristirahat dengan bantal sofa itu?posisi ini tidak nyaman bagiku"


"Tidak,aku akan terus memangku mu seperti ini"


Mendengar itu Viktor langsung saja menghela napas lelah dan pasrah untuk mengikuti keinginan Lili. Viktor pun perlahan memejamkan matanya dan beristirahat


"Apa gadis itu benar-benar tunangan Viktor?" Tunjuk Feby kepada Lili yang kini mengelus-elus rambut Viktor yang dengan cepatnya bisa tertidur


"Bukan. Dari cerita yang ku dengar mereka memang pernah tunangan, tapi itu saat mereka kecil dulu. Tapi sekarang sudah tidak lagi" jelas Hyuga yang langsung diangguki oleh ketiganya


Ketiga orang itu kembali ingin menyiapkan kamar-kamar yang tadi diperintahkan Viktor,tapi lagi-lagi mereka terhenti karena ada dua orang pria yang tiba-tiba saja masuk ke rumah dengan seenaknya. Aura yang dipancarkan kedua orang itu membuat Hyuga sangat waspada sehingga dia langsung menatap mereka tajam. Satu pria terlihat seumuran dengan Hyuga dan pria satunya lagi memiliki tubuh yang sedikit kekar dan terlihat sudah dewasa. Kedua orang itu juga tidak mengatakan apapun,mereka hanya melihat kesana-kemari mencari sesuatu


"Ada keperluan apa ya?" Tanya Hyuga yang langsung membuat kedua pria itu menoleh kearahnya 'siapa mereka?aku sulit bernapas hanya dengan aura yang mereka keluarkan!'


Dalam sekejap salah satu pria itu sudah hilang dari pandangan Hyuga dan dia malah berdiri di belakangnya "halo nona cantik,siapa namamu?" Tanya pria itu sambil mencium tangan Sena dan juga Feby satu persatu

__ADS_1


"Woi..jawab pertanyaan ku!"


"Wah kalian berdua cantik sekali..apa kalian mau menjadi pacarku?"


Merasa diabaikan Hyuga pun marah-marah tidak jelas dan menyingkirkan pria itu dari Sena dan juga Feby. Meski sudah dihalangi pria itu tetap saja menggoda kedua gadis di belakang Hyuga "mau kencan denganku?"


"Hentikan Kimmy,ingat apa tujuan kita kemari"


"Kau terlalu serius Ono,santailah sedikit. Oh ya,kedua gadis itu sangat imut kan?jangan diambil ya,mereka milikku"


"Woi..siapa kalian?! seenaknya saja masuk dan membuat onar di rumah orang!cepat pergi dari sini!" Usir Hyuga dengan sangat kasar namun sama sekali tidak di pedulikan oleh kedua pria itu


"Hey jangan berisik,ada orang yang sedang tidur disini" ucap Lili sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir tanda menyuruh orang-orang itu diam. Ono melirik kearah orang yang sedang tiduran itu,ternyata itu adalah orang yang mereka cari. Dengan sangat santainya Kimmy mendekat kearah Lili hendak menggodanya juga


Namun setelah dekat dia merubah pikirannya karena melihat Viktor yang tidur di pangkuannya "nona,awalnya aku ingin menggodamu tadi. Tapi tidak jadi karena aku masih menyayangi nyawaku"


"Ha?"


"Halo semuanya!!tim gadis-gadis sudah tiba,apa kami melewatkan sesuatu?"


"Dokter berhenti merangkul ku,kau membuatku susah bergerak!"


Dengan suara yang lantang dan menggema di seluruh ruangan itu membuat semua orang terkejut,tidak terkecuali Viktor,dia menjadi terbangun karenanya. Di depan pintu terlihat dua orang wanita,yang satu memakai baju dokter dan yang satunya lagi terlihat seperti bocah SMA yang seumuran dengan Viktor dan yang lainnya


"Wah dada rata sudah tiba ternyata" ejek Kimmy kepada gadis bernama Laura yang kini langsung menyingkirkan tangan sang dokter dari bahunya lalu langsung meninju kearah wajahnya Kimmy "kau mau ku bunuh ya!"


"Kalian sudah datang ya?" Ucap Viktor sambil menguap beberapa kali karena masih merasa ngantuk. Laura dan Kimmy terpaksa berhenti karena jika diteruskan maka Viktor akan memarahi mereka. Ono membalikkan badannya lalu membungkuk memberi hormat kepada Viktor, begitupun dengan ketiga lainnya


"Tidak perlu terlalu formal. Oh ya Paman Kim,karena orang-orangnya sudah datang,jadi biar mereka saja yang membereskan kamar mereka masing-masing"


Karena masih mengantuk Viktor pun bangun dan pergi ke kamarnya untuk tidur, Lili langsung saja mengiring dari belakang dan ikut naik "kamarku di sebelah kamar Viktor ya"


"Ok"


Mendengar jawaban Viktor barusan, Lili langsung senang dan tersenyum lebar. Orang-orang di bawah yang melihat itu hanya melempar pandangan satu sama lain "baru kali ini aku melihat ketua begitu lembut pada seorang gadis,apa gadis itu pacarnya?" Tanya sang dokter kepada Hyuga yang ada di sampingnya


"Bukan,mereka hanya tunangan masih kecil tapi sekarang sudah tidak lagi. Viktor lebih menganggapnya sebagai adik" jelas Hyuga yang langsung diangguki oleh sang dokter dan yang lainnya. Keempat orang itu lalu mengikuti Paman Kim menuju kamar mereka masing-masing. Dan Feby yang melihat Sena murung saja daritadi pun akhirnya bertanya tentang keadaan sahabatnya itu "ada apa Sena?apa ada yang menggangu pikiran mu?"


"Bukan apa-apa. Aku mau membuat makan malam dulu"


Sudah jelas kalau Sena berbohong,tapi Feby juga tidak ingin memaksa Sena untuk bercerita,Sena punya hak untuk itu. Tidak mau hanya menumpang saja,Feby pun ingin ikut membantu jadi dia ikut membantu Sena memasak di dapur


.....


"Wah kalian rajin sekali"


"Bagaimana dengan kamarnya dokter?"


"Lumayan. Oh ya,kalau kalian ada luka atau apa, katakan saja padaku aku akan menyembuhkan kalian dalam sekejap" ucap sang dokter dengan sangat percaya diri. Sena dan Feby tersenyum menanggapinya lalu meletakkan masakan mereka tadi di meja makan. Tanpa perlu di panggil,semua orang langsung datang satu persatu ke meja makan. Kimmy yang memang sudah lapar langsung saja hendak makan duluan tapi langsung dihentikan oleh Laura,mereka benar-benar tidak pernah bisa akur

__ADS_1


"Kalian masih saja tidak akur,nanti jadi suka Lo" ucap Viktor yang baru saja turun dan langsung duduk di kursinya. Laura dan Kimmy yang mendengar itu langsung saja menatap tajam kearah Viktor yang kini sedang senyum-senyum sendiri


"Aku..dengan dada rata ini?!ogah,mending gw lajang seumur hidup daripada suka Ama ni orang!"


"Siapa juga yang mau Ama orang jelek seperti mu?!ogah..kek nggak ada orang lain aja di dunia ini" balas Laura dengan sangat lantang dan menatap tajam kearah Kimmy


"Hah?!aku?jelek?dokter tolong periksa matanya,kek nya dia katarak, bisa-bisanya dia mengatakan orang seganteng aku ini jelek,tolong dokter" ucap Kimmy sambil menunjuk-nunjuk sang dokter namun tidak dihiraukan sama sekali


"Masih ganteng-an ketua kali"


"Oh kalau yang itu jangan dibahas,kalau ketua sih udah bukan manusia lagi,dia seperti pangeran yang ada di komik,terlalu sempurna" jelas Kimmy panjang lebar. Viktor yang di puji pun langsung serasa seperti melayang dan mulai membanggakan diri sendiri. Hyuga yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas lalu menyuruh semuanya untuk makan


Meja makan dihiasi dengan tingkah manja Lili kepada Viktor,mulai dari menyuapi Viktor sampai hal-hal romantis lainnya. Sena yang melihat itu menjadi murung,tapi hanya Paman Kim dan Feby saja yang menyadarinya


.....


Setelah selesai makan malam,Viktor dan anggota yang lain pergi ke basement bawah tanah yang hanya bisa dibuka oleh Viktor,itu adalah tempat khusus yang Viktor gunakan untuk hal-hal penting saja


"Kenapa rapatnya harus disini?" Tanya Hyuga bingung karena mereka bisa saja menyusun rencana di ruang tengah


"Kau akan tau sebentar lagi. Baiklah,ayo semuanya kita mulai rapatnya"


Rapat pun dimulai yang langsung dipimpin oleh Viktor,semua yang berkumpul mendengarkan dengan seksama. Meski Viktor yang termuda yang ada disana,tapi semua orang hormat kepadanya,aura kepemimpinan Viktor terlihat sekali di rapat itu


BRAK!!


Laura tiba-tiba saja menggebrak meja dan membuat semua mata tertuju kepadanya. Viktor sudah menduga kalau ini akan terjadi jadi dia tidak mengatakan apapun


"Berhenti menatapku seperti itu sialan!" Ucap Laura sambil menunjuk Kimmy yang ada di depannya


"Siapa juga yang menatapmu?GR sekali anda!" Ucap Kimmy yang sengaja mengubah gaya bicaranya untuk memancing emosi Laura. Laura yang sudah sangat kesal langsung saja menarik kerah baju Kimmy dan melemparkannya lumayan jauh. Tapi Kimmy berhasil mendarat dengan mulus "ayo kita selesaikan ini"


Laura mengambil pistolnya dan mengarahkannya kearah Kimmy,yang ditantang pun tidak mau kalah dia juga ikut mengeluarkan senjatanya dan menyeringai kearah sang penantang


Srtt!!


Sebuah kaca anti peluru dan kedap suara Viktor turunkan dan menjadi pembatas ruangan antara mereka dengan dua orang yang akan berkelahi itu "baiklah ayo kita lanjutkan"


Hyuga sekarang mengerti kenapa mereka rapat di ruangan ini,dia hanya tersenyum getir dan melihat kearah Viktor yang sudah mulai menjelaskan rencananya lagi. Laura dan Kimmy?mereka sekarang ini sedang adu tembak,mereka sama sekali tidak menghindar ataupun bergerak dari tempat mereka, mereka hanya saling tembak dan menahan peluru dengan peluru lainnya. Meleset sedikit maka mereka akan kehilangan nyawa mereka


"Papa kembali"


Lin yang baru saja datang langsung saja bergabung dengan diskusi mereka,dia kebingungan dengan dua orang yang sedang adu tembak itu "Viktor,apa tidak sebaiknya kita hentikan kedua temanmu itu?"


"Biarkan saja mereka seperti itu,tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Lagipula bertengkar adalah bukti kedekatan seseorang kan?"


"Ah kau benar juga"


Lin pun duduk dan bergabung ke dalam diksusi,Lin sangat membantu dalam diskusi kali ini dikarenakan orang yang akan mereka hadapi adalah kakaknya sendiri, lagipula dia dulunya adalah petinggi disana. Malam hari itu mereka habiskan untuk menyusun strategi supaya mereka bisa mengalahkan kelompok darah naga

__ADS_1


__ADS_2