Who Am I

Who Am I
Viktor?!


__ADS_3

Kawanan pengejar pun sudah memasuki gudang. gelap,hanya cahaya rembulan dari celah-celah atap dan dinding saja yang menjadi penerang. Rais sebagai pemimpin langsung memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memeriksa sekitar dan dia tetap menunggu di tengah


Sudah lama anak buahnya berpencar namun belum juga ada yang kembali untuk memberikan laporan "kenapa tidak ada yang melapor dari tadi?!"


"Mu—"


"Kom?" Rais terkejut saat tiba-tiba rekan yang ada di sampingnya tadi menghilang dan tanpa suara sedikitpun. Sekarang hanya tersisa Rais dan satu rekannya yang bernama Dar,mereka berdua celingak-celinguk melihat sekitar dan dengan kewaspadaan yang sangat tinggi


"Dar jangan sampai lengah"


"..."


"Dar?"


Saat menoleh ternyata Dar juga sudah ikut menghilang,kini tersisa dia seorang namun dia tidak takut sama sekali. Dia menajamkan indra pendengarnya dan diam di tempat


Dorr!!


Peluru melesat kearah Rais namun dia menghindarinya dengan mudah. Viktor yang menjadi pelaku langsung menunjukkan dirinya


"Seharusnya aku sudah tau kalau kau lah yang menjadi pengganggu Viktor"


"Maaf ya senior,aku menidurkan beberapa rekanmu sebentar tadi. Tapi... sepertinya mereka tidak akan bangun lagi" ucap Viktor sambil membersihkan noda darah di tangan dan pisau yang dia pegang dengan sapu tangan yang dia bawa


"Aku akan melaporkan ini kepada pak tua itu nanti, laporan kalau aku sudah membunuh sang pengkhianat"


"Coba saja kalau kau bisa Viktor!"


Pertarungan di antara keduanya pun terjadi, pertarungan dari jarak dekat. Karena Rais sudah lama mengawasi Viktor jadi dia bisa menebak gerakan Viktor,sedangkan Viktor yang bisa memahami sesuatu dengan cepat dapat mengimbangi gerakan seniornya itu


"Lumayan"


Keduanya sama-sama kuat,tapi pertarungan itu membuat bahu Viktor kembali sakit dikarenakan tembakan tadi. Meski dia bisa menahan sakitnya,masih saja itu terasa sakit


"Menyerah saja Viktor,dengan keadaan mu yang sekarang kau tidak akan bisa mengalahkan ku"


Keringat dingin mengucur deras dari wajah viktor,dia mulai kehabisan darah karena terlalu banyak bergerak. Rais yang melihat itu tidak membuang-buang waktu dan langsung menyerang Viktor dengan secepat yang dia bisa. Di awal-awal Viktor memang bisa menangkis dan menghindar,tapi lama kelamaan penglihatannya semakin kabur dan dia kesulitan untuk berdiri


Tsk!!


Rais berhasil menusuk Viktor tepat di perutnya "Akh!" Viktor memuntahkan darah dari mulutnya,Rais yang melihat itu semakin memperdalam tusukannya seraya tersenyum. Setelah dirasa cukup,dia langsung menarik pisau itu lalu menendang Viktor sekuat-kuatnya. Viktor langsung terpental jauh dengan darah yang mengalir deras dari perutnya


Tawa Rais Langsung menggema di seluruh gudang tua itu,karena Viktor masih bergerak,Rais kembali mendekat hendak membunuhnya dengan pistol yang dia simpan sedari tadi "andai saja kau tidak ikut campur Viktor,kau pasti bisa ku manfaatkan dengan baik. Sayang sekali, selamat tinggal viktor~"


Rais mengarahkan pistolnya,Viktor menatap kearah Rais sambil tersenyum sehingga membuat sang empunya heran dan menoleh kearah belakang


Dorr!!


Sesaat setelah menoleh ke belakang,sebuah peluru menembus kepala Rais dan dia langsung tumbang saat itu juga. Viktor tersenyum kearah Hyuga yang merupakan sang pelaku kemudian terjatuh karena sudah tidak kuat menahan kepalanya


Hyuga langsung turun dari persembunyiannya dan berlari kearah Viktor,dia mengabaikan rasa sakit di kakinya,ini bukanlah apa-apa jika dibandingkan sakit yang dialami Viktor sekarang ini


Saat sampai Hyuga langsung membalikkan badan Viktor dan melihat luka yang benar-benar dalam di perutnya Viktor. Tangan Hyuga gemetar,tidak tau apa yang harus dilakukan sementara Viktor sudah mulai kesulitan untuk bernapas. Air mata Hyuga perlahan jatuh,ini semua kesalahannya,andai saja Viktor tidak membantunya maka Viktor pasti tidak akan celaka seperti ini


"Tem..bakan..yang bagus...Hyuga.." ucap Viktor terputus-putus karena sudah sangat sesak untuk bernapas


"Jangan bicara dulu Viktor,aku akan segera membawamu ke rumah sakit"

__ADS_1


Hyuga pun berusaha untuk mengangkat Viktor,namun dia langsung terjatuh lagi karena luka tembak di kakinya. Viktor yang melihat itu langsung tersenyum lalu perlahan menutup matanya 'lucu,untunglah aku berhasil melindunginya. Alan,aku tidak akan kehilangan siapa-siapa lagi setelah ini' Viktor semakin tidak kuat untuk terus membuka matanya. Suara Hyuga yang terus-terusan memanggilnya pun tidak bisa didengarnya lagi,tubuhnya mati rasa,dingin,dan lehernya serasa tercekat. Pandangannya semakin gelap,hingga akhirnya Viktor benar-benar menutup matanya


.....


2 bulan kemudian


'Ugh kepala ku sakit,dimana aku?rumah sakit ya?'


Cklek!!


"!!!"


"Emm?Eh?!"


"Akhirnya kau sadar juga Viktor,syukurlah"


Viktor terkejut dengan Hyuga yang tiba-tiba saja langsung memeluknya sesaat setelah memasuki ruangan. Dia yang kebingungan hanya bisa diam sambil membalas pelukan Hyuga yang kini tengah menangis "Hyuga.."


"Apa?"


"Kau.. menangis?"


Hyuga dengan refleks melepaskan pelukannya dan menghapus air yang mengalir di pipinya itu. Viktor sontak kebingungan lagi


"Aku tidak menangis!mata ku hanya kemasukan debu tadi" elak Hyuga sambil melipat tangannya di depan dada. Viktor pun tertawa getir mendengarnya 'alasan klasik macam apa itu Hyuga?'


Viktor pun mencoba untuk duduk dari posisi tidurnya,tapi dia sedikit kesulitan sehingga Hyuga langsung membantunya. Viktor mencoba mengingat-ingat kejadian terakhir setelahnya. Setelah ingat dia langsung melihat luka di perutnya itu "sudah sembuh?" Tanya Viktor heran kepadaa Hyuga


"Tentu saja sudah sembuh,kau sudah koma selama 2 bulan Viktor"


'koma?! 2 bulan!!'


"Ketua sudah mengurusnya,kau tidak perlu khawatir. Tunggu disini,aku ingin menghubunginya dulu"


"Ok"


Hyuga pun keluar dari ruangan Viktor untuk memberitahukan hal ini kepada sang ketua,dia pasti sangat senang mendengar hal ini


Sementara itu Viktor yang masih tidak percaya langsung saja mengambil hp nya yang tergeletak di meja,benar saja ternyata sudah lewat 2 bulan sejak kejadian di gudang tua itu "ah.. bisa-bisanya aku tidur selama itu,tubuhku benar-benar kaku sekarang"


Hyuga kembali masuk ke dalam dan melihat Viktor yang sepertinya sedang frustasi akan sesuatu "ada apa Viktor?"


"Aku..koma 2 bulan,dan aku tidak latihan selama itu! kemampuan ku pasti sudah turun sekarang.." Viktor merengek layaknya anak kecil yang tidak di belikan permen,Hyuga yang mendengarnya pun menjadi bingung "memangnya kenapa dengan itu?kau bisa latihan lagi setelah kau sembuh"


"Jika kemampuan ku turun,maka aku tidak akan bisa melindungi siapapun,aku harus bertambah kuat agar aku tidak kehilangan siapapun"


Hyuga akhirnya mengerti,bagi Viktor kekuatan bukanlah alat untuk mendapatkan segalanya melainkan hal untuk melindungi orang-orang yang berharga baginya,Hyuga baru menyadari arti kekuatan bagi Viktor


"Kau pasti akan cepat bertambah kuat Viktor. Karena itu cepatlah sembuh dan keluar dari sini. Dan... terimakasih..karena sudah menolongku 2 bulan yang lalu,jika bukan karena kau,aku pasti sudah mati. Maaf.. gara-gara aku kau jadi terluka parah seperti ini,maaf" Hyuga sedikit malu saat mengatakannya,tapi bagaimanapun,dia harus mengatakan hal ini. Jika bukan karena Viktor yang menolongnya,maka dia pasti sudah mati


Viktor yang mendengar perkataan Hyuga yang malu-malu itu pun tertawa dan itu semakin membuat Hyuga malu 'tsundere akut ternyata'


Cklek!!


Pintu ruangan Viktor terbuka, menampilkan Roy,sang ketua,yang langsung berlari mendekat kemudian memeluk Viktor erat. Sama dengan Hyuga tadi,Roy juga ikutan menangis "syukurlah..syukurlah kau sudah sadar Viktor,aku sangat mengkhawatirkan mu"


"Terimakasih,maaf membuat kalian semua khawatir" ucap Viktor sambil membalas pelukan dari ayah angkatnya itu. Setelah tenang,Roy pun melepaskan pelukannya dan duduk di samping ranjang Viktor

__ADS_1


"Apa kau lapar?" Tanya nya kemudian dan langsung diangguki oleh Viktor. Roy tersenyum lalu memberikan bubur yang dia beli tadi "makanlah ini"


Viktor yang melihat bubur tadi pun langsung sweetdroop,dia tidak suka makanan sejenis bubur "aku pesan makanan saja" ucap Viktor seketika sambil menghidupkan hp nya


"Ah tidak boleh,kau baru sadar,tidak boleh makan makanan cepat saji. Sekarang makan buburnya!" Perintah Hyuga sambil mengambil hp Viktor sebelum dia sempat memesan makanan


"Ah kembalikan hp ku!aku tidak suka bubur,aku mau makan burger saat ini. Kembalikan!" Viktor terus berusaha untuk mengambil hp nya di tangan Hyuga,tapi karena badannya masih sakit dan dia belum bisa banyak bergerak,Hyuga bisa dengan mudah menjauhkan hp nya dari Viktor


"Kau menyebalkan Hyuga!"


"Bodoamat!makan buburnya sana,kau bilang kau ingin cepat sembuh kan?"


"Iya,iya cerewet"


Viktor pun mengambil bubur tadi di tangan Roy kemudian memakannya. Tidak disangka kalau bubur itu enak sehingga Viktor menghabiskannya dengan cepat,Roy dan Hyuga yang melihat itu hanya bisa tertawa getir


"Katanya tidak suka bubur?itu habis.." ucap Hyuga sambil menatap mangkok bubur yang isinya sudah habis tanpa sisa itu


"Ini enak..apa ada lagi?" Tanya Viktor yang sepertinya masih kelaparan. Roy pun tersenyum dan mengeluarkan lagi bubur yang tadi dia bawa,Viktor langsung memakannya dengan lahap


.....


Masa sekarang


"Sekali lagi, terimakasih banyak Viktor" ucap Hyuga sambil tersenyum dan menolehkan kepalanya,tapi ternyata Viktor sudah tidur dan itu membuatnya kesal 'apa kau pikir aku sedang berdongeng tadi?!' Hyuga menyerah,tidak ada gunanya berdebat dengan Viktor sekarang jadi dia memilih untuk menggendong Viktor dan membawanya ke kamar


.....


Keesokan harinya Viktor terbangun di kamarnya dengan wajah yang kebingungan 'seingatku aku ketiduran di taman kemarin,apa Hyuga yang membawaku ke kamar?'


Karena sudah siang Viktor pun beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk melakukan aktivitasnya yang biasa


"Ah aku masih mengan—"


Bukk!!


Viktor tiba-tiba saja jatuh tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi yang dingin,tubuhnya tiba-tiba saja menjadi sangat lemas entah apa alasannya


Sementara itu di meja makan,semua orang sedang menunggu kedatangan Viktor tapi dia tidak kunjung turun dari kamarnya


"Aku akan memanggilnya dulu,kalian boleh makan duluan" ucap Hyuga lalu naik ke lantai atas


Sesampainya di depan kamar Viktor,dia mengetuk pintu terlebih dahulu tetapi karena tidak ada jawaban dia pun langsung masuk ke dalam. Saat di dalam juga sepi,tidak terlihat tanda-tanda Viktor sama sekali,jadi Hyuga langsung mengecek ke kamar mandi. Setelah masuk ke kamar mandi,Hyuga sangat terkejut dengan Viktor yang terkapar di lantai dan langsung menghampirinya


"Viktor,hoi Viktor!" Hyuga menggoyangkan tubuh Viktor dan mengecek suhu badannya,tidak ada yang aneh tapi Viktor tidak sadarkan diri. Dengan cepat Hyuga mengangkat dan membaringkan Viktor di kasurnya kemudian segera berlari ke bawah untuk memanggil sang dokter


"Dokter,cepat ke atas dan lihat keadaan Viktor!dia tidak sadarkan diri!"


Semua orang di meja makan tersedak dengan makanan mereka sendiri. Lili langsung ngacir ke atas dan diikuti oleh yang lainnya,makanan di meja mereka tinggalkan begitu saja


Saat sampai sang dokter langsung memeriksa keadaan Viktor,mulai dari mengecek suhu tubuh,pupil mata dan juga bagian dalam mulutnya. Tapi tidak ada yang aneh,sang dokter bahkan dibuat kebingungan karenanya "tidak ada apa-apa dengan Viktor,dia tidak sakit ataupun kurang istirahat,tapi dia dipastikan pingsan. Aku belum pernah bertemu dengan hal seperti ini sebelumnya"


"Apa dia terkena efek dari sebuah obat?" Tanya Kimmy mencoba mengeluarkan pikiran yang ada di otaknya


"Tidak,ini murni pingsan asli. Hyuga,apa ini pernah terjadi sebelumnya?" Tanya sang dokter lalu menoleh kearah Hyuga yang sedang menelepon seseorang


"Aku tidak tau,tapi aku sudah menelepon seseorang yang mungkin saja tau. Aku harap dia segera datang"

__ADS_1


Sang dokter mengangguk kemudian menoleh kearah Viktor lagi yang masih setia dalam posisinya. Tidak ada lagi suara,ruangan itu menjadi hening dan mereka menunggu kedatangan dari orang yang Hyuga bicarakan tadi


__ADS_2