Who Am I

Who Am I
Balas Dendam


__ADS_3

Saat ini Viktor dan Febi sedang berjalan menuju tempat sang paman berada,tidak ada percakapan di antara mereka sehingga sungguh terasa canggung


Dorr!Dorr!!


"hwekk!!" perut Febi serasa mual setiap kali Viktor membunuh para penjaga yang datang,tidak dia sangka kalau Viktor bisa sekejam ini


"pulang saja,aku pasti akan membunuh orang itu"


"tidak,aku haru menemuinya langsung,ada yang harus aku tanyakan padanya" jawab Febi dengan tegas seraya berjalan lebih dulu,padahal mereka sedang di wilayah musuh tapi Febi seenaknya saja berjalan duluan,mungkin dia yakin kalau Viktor pasti akan melindunginya


"aku akan tetap membunuh pamanmu meskipun kau menghentikanku. aku pasti akan membunuhnya karena sudah menyakiti Lili seperti itu" ucap Viktor sambil mengeluarkan sebuah benda dari tasnya,mereka kini sedang berada di depan ruangan target


"dia sangat berharga bagimu ya?"


"dia sudah ku anggap seperti adikku sendiri,tidak akan ku maafkan siapapun yang menyakiti keluargaku"


Viktor pun melemparkan benda yang diambilnya tadi


Boomm!!


benda itu tadi adalah bom,pintu dan dinding langsung saja hancur dan menampakan semua yang ada di dalam, beberapa ada yang tewas akibat terkena ledakan. Viktor melihat pria tua yang kini bersembunyi ketakutan di belakang seorang penjaga,apa dia pikir dia bisa menghindar hanya dengan bersembunyi


"keponakan sialan,apa kau berniat membunuh pamanmu hah?!setelah semua yang aku lakukan untukmu!!"


"bu-bukan begitu.."


"berisik!!dasar keponakan tidak berguna,kau sama sa-"


Dorr!!


Viktor menembakkan peluru ke lantai di dekat kaki pria tua itu, seketika dia langsung terduduk ketakutan


"diam paman,akulah yang akan mengantarmu ke neraka" ucap Viktor sambil terus mendekat dan melewati mayat-mayat yang bergeletakan


"hiih!!kalian semua maju,bunuh bocah sialan itu!" perintahnya dan semua penjaga langsung maju menyerang Viktor secara bersamaan,Febi yang tidak mau mengganggu langsung saja mencari tempat aman


"hah..kenapa cecunguk seperti kalian banyak sekali sih?! menyebalkan tau!!"


Srinkk!Slashh!!


Dengan cepat Viktor memenggal dan membunuh semua penjaga,cipratan darah muncul layaknya air mancur yang keluar. tubuh Viktor langsung bermandikan darah para penjaga,kini hanya pria tua itu yang tersisa "akan ku pastikan kau merasakan kesakitan yang teramat sangat karena sudah menyakiti salah satu keluarga ku. aku akan membuatmu memohon untuk kematianmu!!"


pria tua itu sungguh ketakutan,rasanya kematianlah yang berbentuk seperti bocah di depannya itu,dia bahkan mengompol di celana saking takutnya

__ADS_1


"tunggu Viktor"


Febi keluar dari persembunyiannya dan menuju pamannya,ada yang ingin dia tanyakan


"paman.."


"diam kau keponakan sialan!!"


Slashh!


Viktor dengan cepat memotong telinga pria tua itu,dia kesal dibuatnya "sekali lagi kau bicara yang tidak perlu,maka aku akan memotong lidahmu"


pria tua itu akhirnya bungkam,Febi melanjutkan kembali kata-katanya,sudah lama dia ingin menanyakan hal ini


"paman...kenapa kau sangat membenciku?"


"tentu saja karena kau anak dari adik sialanku itu!!padahal akulah yang paling tua,tapi ayah malah memberikan kepemimpinan perusahaan kepada ayahmu,mana mungkin aku bisa menerimanya. bukan hanya itu saja,ayahmu bahkan menikah dengan wanita yang ku cintai,tentu saja aku membencimu tau!!"


Pria tua itu hendak mengambil puing di dekat tangannya,dia berencana menggunakan itu untuk menyerang Viktor lalu kabur saat ada celah. tapi dia terlalu percaya diri,bahkan sebelum tangannya menyentuh puing tadi,tangannya sudah lebih dulu ditembak oleh Viktor


"akhh!!"


"kenapa?padahal papa selalu baik kepada paman.." Febi mulai menangis,rasanya sakit saat keluarga satu-satunya yang masih tersisa kini malah membenci dirinya


sang paman tertawa sangat keras,Viktor rasanya ingin sekali membungkam mulut pria itu dengan kakinya,tapi tidak dia lakukan karena melihat ekspresi Febi barusan


"apa paman...yang membunuh mama dan papa?"


"yah..itu benar,akulah yang sudah menyewa orang untuk membunuh mereka dan aku buat seakan-akan itu seperti sebuah kecelakaan, hahaha "


Ckleek!!


Viktor menempatkan pistolnya di kening pria tadi dan bersiap menembak,entah kenapa tawa pria itu membuat telinga Viktor sakit "tertawa sekali lagi maka kau akan mati"


Febi tertunduk diam,dia sedang berusaha menahan isakan tangisnya,tidak dia sangka kalau pamannya sendiri yang sudah membunuh kedua orangtuanya


Viktor yang merasa kalau ini adalah salahnya juga, langsung menjelaskan semuanya pada Febi "Febi,maaf,karena aku orangtuamu meninggal"


"hah?!"


"satu tahun yang lalu aku tidak sengaja bertabrakan dengan mobil orangtuamu,aku terpental ke pinggir jalan dan orangtuamu turun untuk melihat keadaanku. andai saja waktu itu aku tidak ngebut,kami pasti tidak akan tabrakan dan orangtuamu tidak perlu turun dari mobil dan akhirnya tertabrak oleh truk. maaf,aku sudah lama ingin mengatakan ini padamu"


"kau sama sekali tidak bersalah Viktor.." Febi perlahan mengambil pistol dari tangan Viktor,entah untuk apa dia melakukan itu yang pastinya Viktor tidak menolak saat Febi mengambil pistolnya "...yang bersalah itu..dia.."

__ADS_1


Dorr!!Crink!!


"apa yang mau kau lakukan?!"


telat sedikit saja maka pria tua itu pasti akan mati oleh Febi,tapi dengan cepat Viktor membelokkan arah tembakan kearah lain dan akhirnya meleset dari target. Febi terus berusaha untuk menyingkirkan tangan Viktor dari tangannya,dia ingin membunuh pamannya itu "lepaskan Viktor..aku mau membunuh pria sialan ini!!karena dia...karena dia..aku kehilangan orangtuaku..!!aku akan membunuhnya.."


tubuh Febi gemetar,air mata tidak berhenti keluar dari matanya. melihat nyawanya semakin terancam,pria tua itu langsung berusaha berdiri dan kabur namun Viktor dengan cepat langsung menginjak kaki pria tadi sampai patah sehingga dia tidak bisa kabur lagi


"apa kau mau menjadi pembunuh?!" bentak Viktor yang langsung membuat Febi terdiam,Viktor lalu mengambil pistolnya kembali "aku tau kau kesal dan marah tapi sekali kau menjadi pembunuh kau tidak akan bisa kembali lagi!!"


"mama..papa..huwahh...!!" Febi menangis kencang dan Viktor langsung memeluknya untuk membuatnya lebih tenang,Febi meluapkan semua perasaan sedihnya dalam pelukan itu


.....


setelah beberapa menit menangis,Febi tiba-tiba saja tertidur dalam pelukan Viktor, sepertinya dia lupa sedang berada dimana mereka saat ini 'dia langsung tidur tanpa tau tempat,dasar kebo' Viktor lalu mengangkat tubuh Febi dan membaringkan tubuhnya disalah satu sofa di ruangan itu serta tidak lupa mengusap air mata Febi yang masih keluar. setelah itu dia langsung berbalik kearah pria tua tadi,dengan perlahan pria tua itu mundur ke belakang namun dia terhenti karena sudah mentok di dinding


"a-ampuni aku.."


tidak menghiraukan apa yang pria tua itu katakan,Viktor langsung mencengkeram rambutnya lalu menyeret pria tadi keruangan lain


.....


"eumhh..dimana aku?"


"sudah bangun?"


"eh Viktor?apa yang terjadi?"


Febi masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya,jadi otaknya masih belum bisa mencerna situasi,dia juga sesekali menguap dan mengusap matanya


"kau ketiduran dan karena kau berat dan aku tidak mau menggendong mu,jadi aku menunggu sampai kau bangun sendiri"


Febi hanya menanggapinya dengan mengangguk lalu berdiri,dia melihat-lihat sekitar dan dia baru teringat akan satu hal "dimana dia?!"


"sudah ku bunuh,ayo kembali,aku mau melihat kondisi Lili di rumah sakit" ucap Viktor lalu berjalan menuju pintu keluar,Febi yang tidak mau ditinggal langsung saja berlari menyusul


"darimana kau mendapat baju itu?" tanya Febi saat Viktor sudah berganti pakaian dan kini memakai jas hitam dengan rapi


"aku menemukannya di sebuah ruangan,karena bajuku sebelumnya sudah sangat kotor jadi aku menggantinya"


"ouh..lalu bagaimana cara kau membunuh pamanku?apa kau memenggal kepalanya?atau menusuk jantungnya?"


Viktor tersenyum mendengar pertanyaan itu dan Febi menjadi bingung dibuatnya "kau tidak akan mau tau bagaimana cara aku melakukannya"

__ADS_1


__ADS_2