
"Woii jangan melihat ku seperti itu dong. Halo..lama tidak bertemu" ucap pria itu sambil melambaikan tangan dan mendekat kearah Viktor
'kenapa orang ini bisa datang kesini lagi?'
"Wah.. sepertinya kau semakin dingin saja ya?padahal baru satu tahun.."
"Aku sibuk,jangan mengganggu ku"
Viktor pun melangkah melewati pria itu dan pergi tanpa menoleh sedikitpun. Karena diabaikan pria itu hanya menghela napas kemudian tersenyum kearah Viktor "namaku Alan,sampai bertemu nanti Viktor"
'aku tidak mau bertemu denganmu lagi'
.....
Wajah Viktor kini sedang sangat muram, bagaimana tidak,Alan lagi-lagi muncul di depannya dan melambai-lambai terus kepadanya dari tadi
"Viktor biar ku perkenalkan,dia Alan dari markas utama. Umurnya sama denganmu"
Lin memperkenalkan Alan kepada Viktor,karena disana hanya ada mereka bertiga,Viktor memutuskan untuk membalikan tubuh dan pergi dari sana karena dia tidak suka melihat wajah Alan
Dorr!!
Sebuah peluru melesat kearah Viktor,tapi itu bisa dihindari dan akhirnya mengenai pintu keluar
"Kau dingin sekali Viktor..aku hanya ingin berkenalan denganmu Lo.."
Alan yang menjadi sang pelaku hanya menyeringai sambil bersiap-siap untuk menarik pelatuknya lagi
Dorr!
Alan menembak lagi,tapi Viktor hanya menggerakkan badannya sedikit dan berhasil menghindar
"Viktor,umur 8 tahun,sekian" ucap Viktor singkat,padat dan jelas kemudian langsung keluar dari ruangan itu
"Ah..anak itu.."
Lin menghela napas frustasi karena Viktor semakin seenaknya saja dan tidak hormat kepada dirinya. Lin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung bagaimana cara dia supaya bisa mengatasi Viktor
.
.
.
Wajah Viktor sungguh lesu dan muram saat ini, bagaimana tidak, lagi-lagi dia bertemu dengan Alan
"Yo!" Sapa Alan singkat seraya tersenyum
'kenapa orang ini ada dimana-mana?'
"Sepertinya kau tidak menyukai Alan,Viktor. Tapi kau harus menerima apa yang akan ku katakan setelah ini,kau akan satu tim dengan Alan"
Bagai tersambar petir,Viktor sangat terkejut dan langsung melihat kearah Lin yang juga ada diruangan itu. Lin yang mengerti langsung saja menjelaskannya
"Aku sekarang sudah mahasiswa,aku akan fokus dengan sekolahku. Jadi kami memutuskan untuk menjadikan kau dan Alan sebagai rekan,mengingat umur kalian yang sama"
Masih tidak terima akan keputusan itu,Viktor melihat kearah sang ketua juga
"Penjelasan ku sama dengan Lin, Viktor,tidak ada gunanya kau menatapku seperti itu"
"Aku sendiri saja kalau begitu" ucap Viktor sesaat kemudian
Alan yang diam saja sedari tadi pun mulai angkat bicara karena Viktor terus saja menolak dirinya. Diapun berdiri kemudian mendekat kearah Viktor
"Bagaimana kalau kita duel saja?tuan Lim juga sedang sibuk jadi aku juga tidak punya rekan saat ini. Jika kau menang maka aku akan pergi, tapi jika kau kalah,kau harus menjadi rekanku"
"Bagaimana kalau aku menolak?"
"Aku tidak suka penolakan!" Ucap Alan yang langsung menyerang Viktor saat itu juga
Viktor terkejut tapi untunglah dia masih bisa menghindar. Pertarungan antara Viktor dan Alan pun terjadi diruangan itu juga. Ketua dan Lin hanya melihat saja tanpa berkata apapun
"Apa cuma segini kemampuan mu?ini jauh berbeda dari cerita yang aku dengar!"
Alan menyerang Viktor secara bertubi-tubi dan menyebabkan Viktor tidak sempat untuk membalas. Alan belum menggunakan senjatanya tapi Viktor sudah sangat kerepotan
'dia sangat kuat'
Viktor melangkah mundur ke belakang dan mengambil pisau yang selalu dia bawa lalu maju menyerang Alan. Sama seperti yang dilakukan Viktor,Alan juga mengeluarkan senjatanya yaitu pisau,sama seperti Viktor
"Serang aku dengan segenap kekuatan mu, Viktor!"
__ADS_1
Merasa ditantang,Viktor menyerang lebih kuat dan lebih cepat dari sebelumnya. Alan menyeringai melihatnya. Viktor pun berhasil mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Alan
"Hebat.. sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini!"
Pertarungan antara Alan dan Viktor berlangsung dengan sengit,tidak ada yang mau mengalah. Berbeda dengan Alan yang senang bisa serius bertarung,Viktor malah kesal karena hal ini melelahkan
"Akhh!!"
Alan tiba-tiba saja menyemprotkan sesuatu ke mata Viktor dan itu membuat Viktor menjadi tidak bisa melihat dalam beberapa saat. Dalam kesempatan itu,Alan mengerahkan semua kekuatan nya untuk menyerang Viktor dengan sekuat tenaga
"Berhenti!!"
Lin melerai perkelahian mereka yang berat sebelah akibat perbuatan Alan barusan,tapi Lin Dan ketua sama sekali tidak keberatan dengan itu
Lin pun menghampiri Viktor yang kini sedang terduduk sambil mengusap-usap matanya yang masih tidak bisa dibuka. Alan yang menjadi sang pelaku hanya diam mengamati
"Berhenti mengusapnya Viktor,kau ini bodoh ya?"
Mendengar perkataan Lin,Viktor berhenti mengusap matanya dan mendiamkan nya sejenak. Tidak lama kemudian diapun membuka matanya perlahan meskipun masih sedikit Perih,tapi penglihatannya perlahan membaik
"Sialan!kau curang menggunakan air cabe untuk disemprotkan ke mata ku!"
"Tidak ada yang melarang hal itu disini. Lagipula aku tidak bilang kalau aku akan bertarung secara jujur"
Viktor kesal dengan perkataan Alan barusan,dia ingin menyerang Alan tapi itu dihentikan oleh sang ketua
"Kau sudah kalah Viktor,jadi sekarang kau dan Alan adalah rekan. Aku tidak terima penolakan"
Setelah mengatakan itu,sang ketua langsung pergi dari sana dan menuju suatu tempat. Viktor menatap kesal kearah Alan dan juga Lin,Lin menjadi bingung padahal dia tidak berbuat salah apapun
"Mohon kerjasama nya,rekan.."
"Tch!"
.
.
.
Keesokan harinya dimarkas,Alan selalu mengikuti kemana saja Viktor pergi. Viktor selalu berusaha mengusirnya dengan menendang ataupun menembak kearah Alan,tapi Alan tidak kunjung pergi dan akhirnya membuat Viktor pasrah
"Jangan perlihatkan wajahmu kepadaku sialan!"
"H-hai Alan,senang bertemu denganmu. Aku Ezil,aku sudah pernah mendengar tentang mu"
Ezil memberanikan diri berbicara dengan Alan dan Alan yang diajak bicara pun menoleh kearah Ezil. Alan terkenal kejam dan hanya tertarik kepada orang yang kuat,dan oleh karena itu Ezil sangat berhati-hati saat mengajak Alan bicara
"Halo..apa kau bisa ceritakan tentang orang ini?" Ucap Alan sambil menunjuk Viktor yang sedang mengutak-atik laptopnya
Viktor yang ditunjuk pun menepis tangan Alan kemudian kembali fokus dengan laptonya
"Aku rasa kau sudah tau dari atasan mu itu. Tidak usah bertanya lagi"
Orang yang dimaksud Viktor tadi adalah Lim,Lim adalah atasan Alan,bisa dikatakan ini sama seperti kelompok Viktor yang hanya terdiri dari Viktor dan Lin saja
"Tapi aku ingin lebih tau.."
"Ah..terserah"
"Jadi bagaimana?" Lanjut Alan kepada Ezil
Ezil pun menceritakan semua yang dia ketahui tentang Viktor dan Alan mendengarkan setiap apa yang dikatakan oleh Ezil. Setelah beberapa menit akhirnya ceritanya berakhir
"Oh begitu ya..tidak kusangka kalau kau menyukai kue coklat"
"Apa ada masalah tentang itu?"
"Tidak,tidak ada. Kalau begitu..ayo ikut aku..!"
Tanpa mendengar jawaban dari Viktor,Alan langsung saja menarik Viktor keluar dari ruangan itu dan berlari kencang
"Woii..kau mau menarik ku kemana?!"
"Ikut saja.."
"Woii lepaskan aku!"
Viktor terus saja berusaha untuk melepaskan tarikan Alan,tapi itu sama sekali tidak berhasil. Alan terus saja menarik Viktor kesuatu tempat
.....
__ADS_1
"Kenapa kau..membawaku ke dapur..?"
Alan tidak menjawab pertanyaan Viktor,dia sibuk memakai celemek kemudian menyiapkan bahan-bahan masakan. Alan tampak sangat terlatih dalam memilih bahan-bahan dan alat yang akan digunakan
"Tuan Lim bilang,cara mendapatkan perhatian dari orang lain adalah melalui perutnya. Jadi aku akan membuatkan kue coklat untukmu"
"Tidak perlu,aku sudah punya koki sendiri.." ucap Viktor seraya menolehkan kepalanya kearah lain. Orang yang dimaksud Viktor barusan adalah Lin,Viktor selalu memaksa Lin untuk membuatkan kue coklat kesukaannya
"Memangnya sejak kapan tuan Lin menjadi koki mu?"
Alan tertawa kecil,dia sudah mendengar tentang hal itu dari Lin secara langsung tentang Viktor yang memperlakukan dirinya seperti seorang koki pribadi
"Berisik!"
Alan pun mulai memasak,Viktor hendak pergi tapi itu dicegah oleh Alan sehingga Viktor terpaksa duduk disana dan menunggu sampai Alan selesai memasak
.....
Karena bosan Viktor memilih untuk mengutak-atik laptopnya,mungkin dia akan menemukan sesuatu yang seru disana
"Ini dia.."
Sebuah kue coklat diletakkan dihadapan Viktor,Viktor melirik sejenak kue itu kemudian melihat kearah pembuatnya tanpa mengatakan apapun
"Tenang saja,aku tidak meletakkan racun di dalamnya" ucap Alan seraya tersenyum
Viktor pun mulai mengambil sendok kemudian mencicipi kue buatan Alan. Jika itu bukan kue coklat,maka Viktor pasti tidak akan mau memakan kue buatan Alan
"Bagaimana?"
"Lumayan. Tapi buatan pak tua itu lebih enak.." ucap Viktor dengan terus memasukkan kue coklat itu kedalam mulutnya tanpa menawari Alan sedikitpun
"Tentu saja,karena ini pertama kalinya aku membuat kue"
"Emmm..."
Alan tersenyum kikuk karena tanggapan yang diberikan Viktor sangatlah datar,ini pertama kalinya Alan bertemu dengan orang seperti ini
.
.
.
"Ayo kita masuk Viktor"
Alan dan Viktor kini sedang menjalankan sebuah misi dari klien. Mereka berdua terpilih karena misi ini cocok untuk mereka berdua
"Kau saja yang masuk. Ini..."
Viktor melemparkan sebuah hp kepada Alan dan Alan langsung menangkap nya dan menatap heran kearah Viktor
"Untuk apa ini?"
"Disana sudah ada catatan tentang susunan penjaga,letak kamera cctv,serta cara terbaik untuk menuntaskan misi ini. Jadi..aku pergi dulu"
Tanpa menunggu jawaban dari Alan,Viktor langsung saja melenggang pergi dari sana
"Sejak kapan kau membuat ini?"
"Beberapa menit yang lalu"
"Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu.."
Karena ditinggalkan,Alan langsung mengejar Viktor dan menghentikan langkahnya "aku juga mau ikut kalau kau pergi"
"10 menit,jika lebih dari itu maka kau tinggal" ucap Viktor yang tidak mau terlalu banyak berdebat dengan Alan
"Baiklah 5 menit,tunggu aku disini. Jangan pergi duluan ya.."
Alan langsung saja berlari masuk untuk menjalankan misi dengan memperhatikan semua data yang diberikan oleh Viktor. Sedangkan Viktor, sesuai perkataannya,dia menunggu di luar sambil membaca buku yang biasa dia baca
.....
"Aku berhasil ayo pergi"
Alan datang dengan senyuman di wajahnya dan ditangannya terlihat berlian yang cukup besar hasil dari misi yang mereka kerjakan
Viktor pun menutup bukunya dan melihat jam tangannya "4 menit..cepat sekali. Seharusnya kuberi waktu 1 menit saja tadi"
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun lagi,Viktor langsung berdiri kemudian pergi menuju tempat yang ingin dia datangi. Alan pun langsung menyimpan berlian tadi kemudian menyusul Viktor yang sudah berjalan duluan