
Akaba dibebaskan karena mendapatkan jaminan dari Hayato yang merupakan seorang wakil dari kepala departemen kepolisian metropolitan Tokyo yang cukup memiliki kuasa hukum yang tinggi.
Hayato juga membujuk Hyuga untuk melepaskan putranya dengan alasan jika Akaba masih terlalu terkejut dengan keberadaan Korudokira yang mulai terungkap dan membuatnya bertindak gegabah. Padahal Akaba hanya ingin menyelamatkan dunia dari ancaman Korudokira yang dianggapnya cukup berbahaya.
Hingga akhirnya Hyuga sepakat untuk memberikan keringanan untuk Akaba dan hanya dipenjara selama beberapa waktu yang cukup singkat.
Namun semenjak kejadian itu Akaba memutuskan untuk pindah kuliah ke luar negeri. Dia ingin melupakan semua tentang Yuuri dan memutuskan untuk meninggalkan Jepang dalam beberapa waktu ini.
Karena tetap berada di Jepang akan membuatnya selalu teringat dengan sosok Yuuri. Karena hampir setiap tempat pernah memiliki beberapa kenangan saat dia bersama Yuuri. Dan tentu saja hal itu membuatnya sesak dan sedih. Karena selama ini Akaba selalu berharap untuk bisa bersama dengan Yuuri. Dan dia sangat menyukai Yuuri dengan tulus.
Sore itu Akaba yang baru saja mengurus beberapa surat pindah dari kampusnya, hampir berpapasan dengan Yuuri yang sudah di luar gerbang kampus.
Mereka sempat bertatapan dengan rumit, namun tak saling menyapa seperti sedang berhadapan dengan orang asing saja. Yuuri juga sudah cukup merasa kecewa dengan sikap Akaba yang berusaha untuk mencelakai Seijuro Shin. Begitu juga dengan Akaba yang sudah malu dan kehilangan kepercayaan dirinya lagi setelah apa yang telah terjadi.
Namun dia memutuskan untuk tetap meminta maaf kepada Yuuri dan berniat untuk menghampiri Yuuri yang masih berdiri di dekat gerbang utama seorang diri.
Namun baru saja melenggang beberapa langkah, terlihat seorang pria berpakaian kasual namun cukup keren mulai menghampiri Yuuri, hingga membuat langkah Akaba terhenti. Pria itu adalah Seijuro Shin.
Yuuri tersenyum lebar menyambut Seijuro Shin dan segera memeluk lengan Seijuro Shin. Namun setelah beberapa saat tatapan mereka mulai beralih menatap Akaba yang berada tak jauh dari mereka.
Pandangan mereka bertemu dengan rumit. Namun entah mengapa tak ada sedikitpun kebencian yang tergambar pada raut wajah Seijuro Shin. Karena seberapa kuat dan seberapa jahat seseorang memperlakukan dirinya, dia masih akan bisa memaafkannya.
Namun akan sangat berbeda jika dia melihat ada seseorang yang berusaha untuk menyakiti orang-orang di sekitarnya, terlebih orang-orang yang dia sayangi dan ingin selalu dilindunginya. Mungkin Seijuro Shin akan sekejap menjadi brutal layaknya saat dia menjadi sosok Korudokira.
"Shin, kita makan di luar dulu yuk! Kebetulan aku sangat ingin menikmati western steak." ucap Yuuri merengek dengan nada manja dan menengadahkan wajahnya mendongak menatap Seijuro Shin.
__ADS_1
Seijuro Shin yang pada awalnya memasang wajah datar dan dingin ketika menatap Akaba, kini beralih menatap sang istri dengan hangat. Dia juga mengangguk mengiyakan permintaan sang istri.
"Baiklah. Ayo ..." sahutnya lalu mulai memasuki sebuah Lexus hitam metalik yang sudah terparkir tak jauh dari mereka.
Akaba masih saja menatap kepergian mereka berdua dengan tatapan tan berdaya. Namun dia juga mengepalkan tangannya, meratapi nasib malangnya yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Padahal saat itu semua sudah ada di depan matanya. Dan saat itu Yuuri juga begitu mengaguminya. Kedua keluarga besar juga sudah sangat dekat dan mendukung hubungan mereka. Terkadang Akaba masih belum bisa menerima semua itu.
Akaba segera bergegas meninggalkan kampusnya dengan hati dan perasaan yang sangat hancur.
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya seorang petugas kepolisian mendatangi Seijuro Shin di ruangannya yang sedang mendapatkan sebuah tugas dari Yuki, kakak iparnya sendiri untuk memeriksa beberapa berkas kantor dan data para tahanan.
"Siapa?" tanya Seijuro Shin merajut sepasang alis tegasnya itu.
"Seorang wanita. Baik aku harus segera memeriksa ruang tahanan." sahut pria itu lagi dan segera bergegas pergi.
"Yuuri? Tumben sekali dia datang berkunjung tanpa memberiku kabar terlebih dulu?" gumam Seijuro Shin mengukir sebuah senyuman manis dan segera bergegas untuk menemui tamunya yang sudah menunggunya.
Namun senyuman Seijuro Shin mulai memudar ketika melihat jika wanita itu bukanlah Yuuri, melainkan adalah Claire.
"Nona Claire? Ada apa nona mencariku?" tanya Seijuro Shin masih cukup terkejut.
"Aku ingin berbicara denganmu. Bisakah kita pergi sebentar ke kafe depan?" jawab Claire menatap Seijuro Shin serius.
__ADS_1
"Baiklah. Dalam lima belas menit lagi akan segera memasuki jam berisstirahat. Jika nona Claire tidak keberatan, nona bisa menungguku di cafe depan." ucap Seijuro Shin dengan ramah.
"Hhm. Aku akan menunggumu disana. Sampai jumpa!" sahut Claire lalu berbalik dan meninggalkan Seijuro Shin.
Untuk beberapa saat Seijuro Shin masih menatap kepergian Claire dengan tatapan datar. Baginya hal ini adalah hal yang wajar, karena biar bagaimanapun dia pernah bekerja untuk wanita itu. Dan mungkin saat ini masih ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Claire kepadanya.
.
.
.
Waktu makan siang telah tiba, beberapa petugas sudah mulai beristirahat secara bergantian. Ada yang pergi keluar mebinggalkan kantor untuk pergi ke restoran maupun kafe-kafe kecil di luar. Namun ada juga yang hanya pergi ke kantin yang sudah disediakan oleh kantor, dan juga ada beberapa yang membawa bekal makan siang dari rumah.
Seijuro Shin bergegas untuk mendatangi sebuah kafe yang berada di seberang kantor tempatnya bekerja untuk menemui Claire. Dan sebenarnya waktu ini sedikit lebih terlambat dari waktu yang telah dia janjikan kepada wanita itu. Namun Claire masih saja menunggunya sambil menyibukkan dirinya dengan sebuah miny computer miliknya.
"Selamat siang, Nona Claire. Maaf jika aku sedikit terlambat. Karena seniorku memintaku segera menyelesaikan pekerjaanku, jadi aku herus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu." ucap Seijuro Shin seadanya.
"Tidak masalah. Aku juga sedang tidak sibuk kok. Lagipula aku juga sambil mengerjakan beberapa hal dengan mini computer-ku. Ayo duduklah, Shin!" ucap Claire dengan ramah.
Seijuro Shin segera duduk di seberang tempat duduk Claire. Dab tak lama seorang waitress sudah datang membawakan dua gelas teh ocha hangat dan dua mangkok ramen uddon.
"Aku sudah memesan makanan. Ayo makan dulu sebelum berbincang." ucap Claire mulai meraih sepasang sumpitnya dan menikmati ramen uddon yang masih hangat itu.
Seijuro Shin tak menjawabnya, dia juga mulai meraih semangkok ramen dan sepasang sumpitnya lalu segera menikmati makan siangnya. Dan sebenarnya hal ini tak sengaja disaksikan oleh beberapa pekerja aparat kepolisian yang mengenali sosok Seijuro Shin yang merupakan menantu dari kepala Departemen kepolisian mereka, Hyuga Yagami.
__ADS_1