Who Am I

Who Am I
27.Dua Puluh Tujuh


__ADS_3

Dalam sekejap pisau yang diambilnya tadi langsung memotong lehernya Aglo. Darah langsung memancar kemana-mana dan membuat wajah Viktor dilumuri darah


Sisi gelap Viktor kembali muncul dan mengeluarkan aura membunuh yang pekat. Matanya menyiratkan arti kematian seolah-olah iblis yang terbangun dan akan membunuh siapa saja yang ada disekitar nya


Kelima orang yang lainnya terkejut sekaligus takut saat melihat kepala Aglo yang terpisah dari tubuhnya,mereka terkejut melihat Viktor yang baru berusia lima tahun bisa melakukan itu


"Kau..!!cepat serang dia!" Ucap sang ketua kepada rekannya yang paling dekat dengan Viktor


Pria itupun maju dengan menggunakan pisau dan menyerang Viktor. Viktor menatap tajam dan dengan lincah menghindari setiap serangan. Saat dia melihat celah,Viktor langsung saja memanfaatkannya sampai pria tadi tewas


Cara yang sama dilakukan oleh Viktor terhadap dua pria lagi yang maju secara bersamaan. Hasilnya sama seperti yang sebelumnya,kedua orang itu mati oleh Viktor dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka


Viktor pun berjalan melewati para mayat itu dan mendekat kearah senior yang tersisa. Saat sudah dekat,Viktor berhenti dan menyembunyikan wajahnya dibalik rambut hitamnya yang sudah basah karena darah. Dan tidak lama kemudian dia kembali mengibaskan pisaunya dan pria yang ada didepannya langsung mati saat itu juga


Sekarang hanya sang ketua dari orang-orang itulah yang tersisa. Kakinya gemetaran dan terus mundur hingga dia tidak sengaja terpeleset dan duduk kelantai. Celananya sedikit basah karena ketakutan melihat apa yang dilakukan oleh viktor


"woii,sesama anggota tidak boleh saling membunuh Lo..apa kau sudah lupa?!" Ucapnya berusaha untuk membujuk viktor supaya dia tidak dibunuh


Mendengar kalimat itu Viktor berhenti sejenak dan pria tadi langsung tersenyum,menyangka kalau bujukkannya berhasil


"maaf..aku lupa.."


Viktor dengan cepat mengibaskan kembali pisaunya. Kali ini dia tidak menyerang dibagian leher,melainkan memilih untuk memotong kedua tangan seniornya itu


"Akhh!!"


Viktor kemudian menendang kepala pria tadi tepat diwajahnya kemudian menginjaknya perlahan. Viktor juga beberapa kali menendang wajah pria itu layaknya sedang bermain bola


Karena merasa bosan,Viktor pun memilih untuk berjongkok didepan seniornya tadi kemudian menatap datar kearahnya


Pria itupun meneguk ludahnya kasar sambil menahan sakit dari kedua tangannya. Dia takut, benar-benar takut dengan sosok yang ada didepannya saat ini


"senior..ayo kita bermain sebentar" ucap Viktor seraya tersenyum,tapi senyumnya itu bukanlah senyum tulus seperti yang dulu,melainkan senyum palsu yang sudah sangat dia kuasai serta memiliki seribu arti


Pria itupun menggelengkan kepalanya berulang kali,pertanda kalau dia tidak mau. Tapi Viktor sama sekali tidak mempedulikannya dan terus memulai permainan nya


"Akhh!!!"


.....


Sekitar dua menit Viktor bermain-main dan akhirnya diapun bosan. Diapun langsung melangkah keluar dan pergi dari sana. Saat melewati pintu keluar,Viktor berpapasan dnegan Philip yang tidak sengaja mendengar teriakan pria tadi


"suara apa itu tadi?" Ucap Philip kepada Viktor yang penuh dengan darah. Viktor sama sekali tidak menjawab,bahkan menoleh pun tidak


Philip pun memeriksa kedalam dan melihat tubuh-tubuh yang sudah terpotong dan jumlahlah tidaklah satu melainkan ada enam


"ini.." Philip langsung menoleh kearah Viktor yang semakin menjauh,entah apa yang dia rasakan saat itu,dia tidak mengerti sama sekali


.


.


Keesokan harinya diruang makan,semua mata terus tertuju kepada Viktor yang sedang sibuk menyantap makanannya. Bagaimana tidak,seorang bocah Lima tahun bisa membunuh enam orang dewasa dan dengan cara yang sangat sadis,tentu saja Viktor menjadi pusat perhatian


Tapi Viktor sama sekali tidak mempedulikan nya dan terus menyantap makanannya dengan lahap


"Viktor apa kau benar-benar orang yang membunuh para senior itu?" Tanya Ezil antusias


Viktor yang ditanya diam sejenak kemudian mengangguk sebagai jawaban. Ezil pun tidak sanggup untuk menyembunyikan kekagumannya kepada Viktor


"keren..kau bisa mengalahkan mereka sendirian. padahal mereka termasuk anggota terkuat dikelompok ini Lo"


'sepertinya mereka hanya berbohong,mereka bahkan sangat lemah'


"aku pasti bisa menjadi hebat seperti mu!"


"kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Viktor kepada Ezil setelah dia selesai menghabiskan makanannya


"aku membantu salah satu anggota mereka yang terluka. Kalau mau diceritakan panjang ceritanya,tapi kesimpulannya aku bergabung dengan kelompok ini karena kemauan ku sendiri" ucap Ezil sambil tersenyum


Viktor yang mendengarkan itupun diam sejenak dan menoleh kearah lain "aku pasti akan keluar dari sini"


"apa kau masih ingin keluar?"


"ada hal yang harus aku lakukan" ucap Viktor seraya melihat kearah Ezil lagi


"oh begitu ya. Mereka bilang kalau kau sudah sampai level 3 kau bisa diizinkan keluar sendiri Lo"


"level 3?"


"eh kau tidak tau ya?"


Viktor pun menggeleng karena dia baru dengar kalau dalam kelompok ini ada pembagian tingkat seperti itu


"kelompok mafia ini terdiri dari 7 tingkatan. Orang baru seperti kita ini ada ditingkat ke tujuh. Kau bisa naik pangkat jika sudah berhasil menyelesaikan misi-misi penting dan mendapat pengakuan dari ketua kita. Tingkatan yang paling tinggi adalah tingkatan Zero,yaitu posisi yang hanya diisi oleh ketua kelompok ini"


'delapan tingkat kalau begitu'


Ezil menjelaskan secara rinci semua info yang dia ketahui tentang kelompok mafia mereka,mulai dari tingkatan, peraturan, susunan,serta hal-hal yang dia ketahui. Viktor sama sekali tidak bertanya sepanjang cerita,dia hanya mendengarkan dan menyimpan semua itu kedalam memorinya


"bagaimana?aku tau banyak kan?" Ucap Ezil merasa bangga karena sudah mengungguli Viktor dalama satu bidang


"ya, terimakasih untuk informasinya"


"sama-sama"


Viktor dan Ezil pun saling mengobrol tentang banyak hal. Ezil penasaran dengan kehidupan Viktor sebelumnya dan tanpa keberatan sedikitpun Viktor menceritakan kesehariannya dulu yang kini hampir dia lupa bagaimana


"Viktor,ikut denganku"


Suara dari samping pintu terdengar,Viktor menoleh kemudian langsung berdiri dan mengikuti orang yang memanggilnya tadi. Ezil tidak mencoba untuk menghentikan ataupun ikut,karena orang yang memanggil tadi adalah orang yang biasanya memberikan hukuman kepada para anggota


.....


Viktor akhirnya sampai disebuah ruangan,ruangannya cukup luas dan juga bersih dan didepannya sudah berdiri ketua dari kelompok mafia itu yang menatap tajam kearahnya


"Viktor apa kau tau apa yang sudah kau lakukan?"


"aku membunuh sesama anggota kelompok sendiri padahal sudah diperingatkan" ucap Viktor terus terang dan dengan wajah datar yang biasanya dia tunjukkan


"baguslah kalau kau tau,jadi aku tidak perlu memberitahu mu lagi. Aku tau kalau kaulah yang menjadi korban disini,tapi peraturan tetap peraturan. Dan ini akan dijadikan pelajaran untuk anggota yang lainnya"


Viktor diam,tidak menyangkal ataupun berusaha untuk membela diri. Siksaan dan rasa sakit adalah hal yang biasa bagi Viktor. Baru satu bulan Viktor disini,tapi rasa sakit yang diterimanya sudah seperti bertahun-tahun. Viktor pun merasa aneh kenapa dia bisa terus hidup,tapi yang pasti dia ketahui,dia sudah lupa bagaimana caranya tersenyum dengan tulus dan bagaimana rasanya kehangatan dari pelukan kedua orangtuanya


"jalankan hukuman untuk para pelanggar"


"Baik ketua"


Sang penyiksa pun mulai melaksanakan perintah. Dia memukuli Viktor dan juga mencambuknya sebanyak 100 kali untuk orang yang melanggar aturan. Punggung Viktor terluka dan memar terlihat,Viktor tidak bisa menyembunyikan kalau dia sedang kesakitan


.


.


Keesokan harinya Viktor tetap di kamarnya untuk beristirahat. Ezil sebagai temannya datang mengunjungi dan membuatkan sarapan untuk Viktor


"Apa lukamu sudah baikan?"


"Ya, beberapa hari lagi pasti akan sembuh"


Ternyata Viktor tidak hanya dicambuk,tapi dia juga dipukuli oleh beberapa orang supaya Viktor tidak mengulangi kesalahannya lagi


"Aku kagum kau bisa bertahan dari siksaan itu, sepertinya malaikat maut takut kepada mu" ucap Ezil sambil meletakkan sarapan Viktor didepan ranjang Viktor. Viktor pun menerimanya kemudian memakannya


.


.


"Ezil,kenapa kau sangat baik dan ingin berteman denganku?" Tanya Viktor sesaat setelah dia selesai sarapan


Ezil yang sedang membersihkan piring bekas makan Viktor pun menoleh sejenak kemudian lanjut bersih-bersih lagi

__ADS_1


"mungkin karena kau keren dan karena sedikit sekali anak yang seumuran dengan kita disini. Yang aku tau saja hanya kau dan pria itu.."


"siapa?"


"aku juga tidak tau namanya. Dia datang dengan cara yang sama seperti mu. Aku tidak bisa bicara dengannya karena dia sibuk menjalankan misi bersama para senior tingkat 3. Dia itu sangat hebat,tapi sepertinya dia menyebalkan"


"oh begitu ya"


Setelah selesai bertanya Viktor langsung membaringkan tubuhnya dan pergi tidur. Ezil yang merasa dicuekkan mempoutkan bibirnya kesal tapi tetap lanjut bersih-bersih


Seseorang yang dibicarakan Ezil tadi baru saja ingin mengetuk pintu,tapi karena mendengar percakapan tadi dia mengurungkan niatnya kemudian pergi sambil tersenyum


.


.


Satu tahun sudah berlalu,tidak terasa kalau Viktor sudah cukup lama berada dimarkas itu. Viktor tetap berusaha untuk melarikan diri,tapi dia tetap saja tertangkap dan kemudian terus disiksa setelah itu


Untuk bisa keluar sendiri,Viktor terus meningkatkan pangkatnya dan memaksakan dirinya untuk menjalankan misi. Dengan usaha kerasnya,dalam satu tahun Viktor bisa naik ketingkat 5 dengan cepat


"senior,apa kau melihat Viktor?"


"Dia sedang menjalankan misi"


"lagi? terimakasih senior"


'ini sudah yang ketiga kalinya dia menjalankan misi hari ini,apa dia tidak lelah?'


Ezil pun pergi dari sana dan sesaat setelah keluar dia melihat Viktor berada dilantai dua


"Viktor"


Ezil berusaha memanggil,tapi Viktor tidak menjawab dan terus berjalan hingga tidak terlihat lagi oleh Ezil. Ezil mencoba berpikiran positif dan memutuskan untuk tidak mengejarnya


'kelelahan ya?'


.....


Ezil akhirnya bisa berbicara dengan Viktor saat jam makan siang dikantin. Viktor memesan menu yang sama setiap harinya dan Ezil hanya tersenyum melihat itu,padahal pangkatnya sudah naik tapi Viktor tidak mengganti pesanannya


"sepertinya kau sibuk sekali belakangan ini"


"begitulah"


Viktor menjawab dengan beberapa kata itu sudah biasa bagi Ezil,tapi entah kenapa Ezil merasa kalau saat ini Viktor tidak niat untuk berbicara dengannya


Suasana hening,tidak ada yang memulai percakapan lagi dan akhirnya acara makan Viktor pun selesai


Viktor segera beranjak dari tempatnya kemudian pergi kesuatu tempat. Ezil yang penasaran kemana saja Viktor setelah makan siang belakangan ini pun mengikutinya


.


.


Ezil terus mengikuti sambil bersembunyi supaya Viktor tidak melihat dirinya. Hingga sampailah Viktor didepan sebuah pintu besi berwarna silver itu. Viktor pun membuka pintu itu kemudian masuk kedalam


'ruang latihan?'


Ezil ikut masuk dan mengintip apa yang dilakukan oleh Viktor, latihan apa yang dia lakukan


Sesaat setelah masuk Ezil mendengar suara tembakan pistol dan tentu saja suaranya secara beruntun


Dor!!dor!!dor!!


Viktor membidik target didepannya,dia sangat fokus dan menembak dengan cepat kearah sasaran. Dia tepat mengenai titik tengah dari target


'apa dia selalu latihan sendiri disini?'


Viktor menghentikan tembakan nya dan menoleh kearah pintu di mana Ezil sedang mengintip latihannya


Ezil yang sudah ketahuan pun keluar dan menghampiri Viktor seraya tersenyum kikuk


"kau hebat sekali bisa mengetahui keberadaan ku,padahal aku sudah menyembunyikan nya tadi"


"tidak ada,aku hanya ingin tau saja kemana kau biasanya pergi setelah makan siang. Apa aku boleh ikut latihan?"


"tidak ada yang melarangmu" ucap Viktor singkat dan memulai lagi latihannya


"baiklah kalau begitu"


Ezil pun mengambil peralatan untuk berlatih dan kemudian ikut berlatih bersama Viktor


.....


Sudah 20 menit mereka latihan,tapi Viktor tidak beristirahat dan tetap latihan menembak,padahal Ezil sudah istirahat sejak tadi


"Viktor,apa kau tidak lelah?" Tanya Ezil sambil meminum air yang ada didekatnya


Viktor yang ditanya tidak menjawab dan tidak megalihkan pandangannya dari target yang ada didepannya


'dia..keren..'


Ezil yang melihat Viktor sangat berbakat pun kagum,ini bukan pertama kalinya Viktor mengejutkannya dan itu selalu saja membuat Ezil kagum dan ingin menjadi seperti Viktor


.


.


Akhirnya latihan pun selesai,mereka berdua langsung saja pergi dari sana


"kenapa kau giat sekali berlatih?" Tanya Ezil kepada Viktor yang diam saja sedari tadi


"bukan apa-apa" ucap Viktor singkat


"Viktor, bukankah kau semakin dingin belakangan ini?"


"sifatku memang seperti ini. Maaf Ezil,aku kelelahan jadi aku akan kembali ke kamarku"


"ya baiklah, istirahat yang banyak ya" ucap Ezil sambil tersenyum


Viktor pun pergi tanpa membalas senyuman Ezil tadi,wajahnya bahkan lebih datar daripada saat mereka pertama kali bertemu


"sifatmu memang semakin dingin Viktor. Mungkin itu karena obat yang diberikan oleh Dr.L kepadamu"


.....


Sementara itu Dikamar Viktor. Viktor baru saja sampai dan langsung membaringkan tubuhnya karena kelelahan. Tapi dia tidak mengantuk dan memilih untuk memandangi langit-langit kamarnya


'aku harus jadi lebih kuat..agar aku tidak kehilangan orang-orang terdekat ku lagi'


.


.


.


Keesokan harinya giliran Viktor yang mencari Ezil sekarang. Tapi Viktor sama sekali tidak bertanya pada siapapun yang ada disana,dia sibuk mencarinya sendiri


"Apa kau mencari Ezil?" Tanya salah seorang seniornya yang melihat Viktor mencari-cari sesuatu dari tadi


Viktor yang ditanya pun menoleh kemudian mengangguk pelan dengan wajah tanpa ekspresi


"Dia bilang kalau dia ingin menjalankan misi supaya tidak tertinggal olehmu"


"oh begitu ya, terimakasih senior"


"Bukan masalah"


Viktor pun pergi dari ruangan itu dan pergi ketempat dia biasanya membaca buku


'padahal aku ingin mengajaknya menjalankan misi tadi'

__ADS_1


.....


Ditempat Ezil sekarang ini,terdapat 50 orang lebih berkumpul dan merencanakan sesuatu,Ezil salah satunya. Mereka semua sedang bersiap-siap untuk menyerbu dan menyingkirkan salah satu kelompok mafia yang menghalangi jalan mereka


"ketua Bim,semuanya sudah siap diposisi"


Seorang bawahan melapor kepada Bim yang merupakan pemimpin dari ke-50 orang itu. Bim memiliki tubuh kekar serta brewok yang tipis dan umurnya sudah 50 an,tapi meskipun begitu dia tidak kalah dengan anggota muda yang lainnya


"Kerja bagus. Semuanya,bergerak sesuai dengan rencana"


"Baik"


Semuanya pun mulai beraksi dan Ezil tetap bersama dengan Bim dan tidak diizinkan menyerang sekarang ini


Adu tembak dengan musuh pun dimulai, korban yang berjatuhan tentu saja tidak dapat dihindari,tapi untuk sekarang ini mereka semua masih unggul


"Pertahankan,kita bisa mengatasi ini"


Dengan sangat teratur dan rapih,semua anggota perlahan mendekat dan tanpa suara. Tapi...


Duarhh!!


Beberapa bom tiba-tiba saja meledak dan menewaskan para anggota yang dekat dengan titik ledakan. Sementara yang lumayan jauh terpental dan mengakibatkan luka yang lumayan serius


"Kenapa tiba-tiba ada bom?bukankah semuanya sudah dipastikan tadi?" Tanya Bim kepada Ezil yang ada disampingnya karena Ezil juga bertugas memeriksa keamanan markas lawan tadi


"aku juga tidak tau ketua" ucap Ezil yang juga heran,padahal semuanya baik-baik saja saat dia memeriksanya tadi


"Ketua,Sail mengkhianati kita. Dia sengaja memberikan informasi palsu kepada kita dan membuat kita masuk kedalam perangkap"


"Apa?!. Cepat hubungi markas dan minta bantuan"


"Baik"


Orang itupun segera menghubungi markas dan menyampaikan perintah Bim tadi. Sementara itu Bim bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk dan menyiapkan senjatanya


"Saat situasi nya semakin gawat,kau harus lari Ezil. Kau masih terlalu muda untuk mati disini"


"jangan mengatakan itu seolah-olah kau berharap kau akan mati. Kita pasti bisa selamat dari sini"


"Kau benar juga. Maaf menunjukkan sisi memalukan ku padamu"


.


.


Sudah lebih dari 10 menit tapi bantuan tidak kunjung datang. Kelompok Bim semakin terpojok dan sedikit sekali anggota yang masih tersisa. Mereka kesulitan untuk menyerang balik karena informasi palsu yang diberikan oleh Sail


"Kenapa bantuannya tidak datang juga?"


"Aku tidak tau ketua"


Saat mengintip musuh,Bim tertembak dibahunya,tenyata lokasinya sudah dikunci oleh musuh


"ketua,apa kau baik-baik saja?!" tanya Ezil khawatir


"Aku baik-baik saja. Ayo cepat bersembunyi"


Ezil pun mengangguk dan mereka pun mundur dan memilih tempat untuk bersembunyi


Tembakan terus datang dari pihak musuh sampai anggota kelompok Bim hanya tersisa dia dengan Ezil. Bim mulai kesulitan untuk mengangkat bahunya dan darah yang keluar juga semakin banyak


Ezil menolong dengan segenap kemampuan yang dia bisa. Dia membalut luka Bim dan menghentikan pendarahannya, meskipun itu tidak terlalu berakibat lain


"Saat berhasil keluar dari sini aku pasti akan membunuh Sail" ucap Bim sambil menahan sakit dari bahunya


"diam ketua,jangan banyak bergerak"


"Iya iya"


Dorr!!!


Peluru datang dari arah belakang mereka,untung saja Bim bereaksi dengan cepat dan bisa menghindari peluru tadi serta menolong Ezil


"ketua..kau sepertinya kesakitan,apa mau kubawakan obat?" Ucap sang pelaku sambil menyeringai dan tentu saja dengan pistol ditangan kirinya


"Sail kau sialan!!"


"Hahaha,sekarang ini aku jauh lebih kuat darimu. Aku sudah bosan dengan perlakuan para anggota yang sewenang-wenang kepadaku,dan lihat mereka semua...mereka semua mati..hahaha"


Ezil kesal melihat Sail yang senang dengan kematian rekan-rekan nya. Ezil pun menatap tajam kearah Sail dan ingin sekali membunuh orang didepannya itu


"sekarang saatnya kau yang menyusul mereka"


Sail pun mengarahkan pistolnya dan bersiap menembak lagi. Situasinya berbahaya sehingga Bim memutuskan untuk melindungi Ezil dan pergi berlindung kembali,hanya itu yang bisa dia lakukan untuk sekarang ini


"woii,sampai kapan kau mau bersembunyi ha?!!"


Sail menembak kesembarang arah dan tidak terfokus kesatu titik hanya untuk sekedar menggertak Bim yang sudah mulai kehilangan tenaga karena kehilangan cukup banyak darah


"ketua,lukamu terbuka"


"Ini bukan apa-apa"


Meski berkata tidak apa-apa,wajah Bim sangat pucat dan napasnya juga tidak beraturan. Ezil kesal karena dia hanya menjadi beban bagi Bim


Bim dan Ezil terus menghindari tembakan dan berusaha mencari tempat perlindungan


Dorr!!


Peluru mengenai kaki Bim dan membuatnya terjatuh serta tidak bisa berlari,Ezil langsung saja membantu ketuanya itu


"aku bosan bermain kejar-kejaran dengan kalian. Sekarang..matilah.."


Sail mengarahkan pistolnya kepada Bim yang sudah tidak bisa lari lagi. Ezil kesal dan menatap tajam kearah sail. Tanpa diduga oleh Bim ataupun Ezil,Sail menembak kearah Ezil dan bukannya Bim


Dorr!!


Ezil pikir kalau dia akan mati,karena dia yakin sekali kalau dia tidak sempat untuk menghindari tembakan tadi. Tapi dia tidak merasakan sakit dan membuka matanya. Saat dibuka,dihadapannya ternyata ada Bim yang melindunginya dari tembakan


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Bim sambil memuntahkan darah


"Sekarang matilah...ketua Bim"


Sail menembak punggung Bim berulang kali sambil tertawa dan dia baru berhenti saat pelurunya habis. Bim terus saja menahan peluru tadi menggunakan tubuhnya demi melindungi Ezil


"ketua!!"


Bim pun terjatuh dan tersungkur ditanah. Ezil tak kuasa menahan tangisnya apalagi saat darah Bim mulai merembes kemana-mana


"ketua!ketua!!"


"hahaha,sudah kuduga kalau kau akan melindunginya. Kau masih saja terlalu baik hati untuk seorang pembunuh. Nah anak kecil, sekarang giliran mu untuk pergi ke neraka"


Ezil kesal dan mengambil pistol dari kantong Bim dan menembak kearah Sail. Sail menghindari setiap serangan yang diberikan meskipun memerlukan usaha ekstra karena kemampuan menembak Ezil lumayan hebat


"kau lumayan juga anak kecil. Tapi itu masih belum cukup untuk membunuhku!!"


Sail terus maju sambil menghindari arah datangnya peluru dan saat sudah dekat dia langsung saja memukul Ezil dengan tinjunya


Ezil kesakitan dengan pukulan dibagian perut,tapi dia langsung bangkit lagi dan menghindari serangan selanjutnya. Tapi itu tidak bertahan lama,Ezil menerima pukulan dari Sail secara beruntun dan membuatnya terpental serta tersungkur ketanah


"aku tidak perlu menggunakan senjata untuk anak kecil seperti mu"


Sail terus maju dan menyerang Ezil tanpa henti,Ezil bahkan muntah darah karena pukulan yang terlalu kuat


"ini melelahkan jadi aku akan segera mengakhirinya"


Sail pun kembali mengeluarkan Pistolnya dan mengarahkan nya kepada Ezil,Ezil sudah tidak sanggup untuk bergerak lagi


"selamat tinggal...Ezil"

__ADS_1


Dorr!!!


__ADS_2