Will You Marry Me

Will You Marry Me
Mendapat jawaban


__ADS_3

Pagi ini Devan berencana untuk pergi ke perusahaan Sanjaya, karna ada urusan penting yang harus di selesaikan dengan Fandra. Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali mobil yang di kendarai Devan harus berhenti karna kemacetan yang memang tidak pernah meninggalkan ibu kota Jakarta. Devan yang baru saja keluar dari kemacetan membelokan mobilnya ke arah perusahaan Sanjaya yang memang adalah tujuannya. Tapi baru saja Devan berbelok ia melihat seorang gadis tengah di lecehkan oleh seorang pria, tanpa berfikir Devan turun dari mobilnya dan langsung menghajar pria itu sampai tersungkur ke tanah.


Brukkk


Pria itu tersungkur ke tanah dengan menahan rasa sakit di wajahnya.


"Breng*ek, kau berani mengganggu kesenanganku hahhhh." triak pria itu dan langsung bangkit untuk memukul Devan,tapi dengan lihai Devan menangkis pukulan pria itu dan kembali memukulnya hingga pria itu kembali tersungkur di tanah.


"Awas kau nanti wanita ja*ang, jangan harap aku akan melepaskanmu." ucap pria itu lalu berlalu meninggalkan Devan dan wanita yang Devan tolong.


"Anda tidak apa-apa nona?" tanya Devan saat melihat kondisi wanita itu begitu mengenaskan. Wajahnya di penuhi luka dengan pakaian di bagian lengannya robek, mungkin karna tarikan tangan pria tadi.


"Hiksss....trimakasih tuan, jika tidak ada anda saya tidak tau akan jadi apa saya setelah ini." ucap wanita itu sambil menangis sesenggukan.


Devan membuka jasnya lalu menutupi tubuh gadis itu. "Saya akan mengantar anda ke rumah sakit, sepertinya anda perlu perawatan nona." ucap Devan lalu menuntun wanita itu ke dalam mobilnya.


Devan melajukan mobilnya setelah mereka masuk ke dalam mobil, sesekali Devan melirik gadis itu yang masih menunduk dengan tubuh masih gemetar. Selang beberapa saat mobil Devan tiba di sebuah rumah sakit besar yang ada di kota itu, Devan menyuruh suster untuk membawa wanita itu ke ruang IGD dan memeriksanya.


"Tunggu tuan." wanita itu menahan tangan Devan yang hendak pergi meninggalkannya. "Trimakasih karna sudah mau menolong saya. Nama saya Zeline Zakeisha, boleh saya tau nama anda tuan?" tanya Zeline dengan mata sayu


"Saya Devan." jawab Devan cepat. "Masuklah, saya harus pergi karna ada urusan penting." ucap Devan lagi.


"Maaf tuan Devan, boleh saya meminta bantuan anda sekali lagi?" tanya Zeline ragu


"Tentu saja, katakanlah." jawab Devan cepat. Ia ingin segera menemui Fandra.


"Bisakah anda memberi saya pekerjaan, saya sangat takut jika mantan kekasih saya itu datang lagi." ucap Zeline yang masih merasa trauma dan terguncang.


"Saya akan coba bicara dengan kakak saya, siapa tau dia masih membutuhkan pegawai, dan ini kartu nama saya.Hubungi saya jika kau memerlukan bantuanku."

__ADS_1


Zeline menerima kartu nama Devan lalu masuk ke dalam ruang IGD. Sedangkan Devan langsung meninggalkan rumah sakit karna ingin secepatnya menemui Fandra.


****


Sementara di tempat lain Kinan sedang berdiri di depan sebuah kamar hotel dengan raut wajah sedikit takut. Ia ingin menemui pemilik dari kamar itu untuk memastikan sesuatu. Dengan prasaan berdebar kinan mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar itu, tapi baru setengah tangan Kinan melayang, pintu kamar itu sudah terbuka, menampakan sososk yang Kinan cari saat ini.


"Kinan, kau disini? kau mencari Devan ya? dia tidak ada disini Ki." Fani memberitau walau Kinan belum bertanya apapun.


Kinan meremas ujung pakaiannya untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Tidak Fan, aku tidak mencari kak Devan,mmm, aku mencarimu." ucap Kinan cepat


Fani mengerutkan dahinya menatap Kinan penuh selidik."Kau mencariku, ahhhh baiklah ayo masuk, kita bicara di dalam ya." Fani mengajak Kinan masuk dan mempersilahkannya duduk.


"Mau minum apa Ki?" tanya Fani yang tengah berdiri du depan kulkas yang tengah dia buka.


"Apa saja." jawab Kinan singkat.


Fani mengambil dua botol minuman Orange lalu berjalan ke arah sofa dan ikut duduk disana. "Sekarang katakan, ada hal penting apa sehingga membuatmu ingin menemuiku?" tanya Fani to the poin.


"Bicara yang jelas Kinan, ayo lah, kenapa kau seperti takut padaku? aku tidak akan menggigitmu." ucap Fani sedikit bercanda agar Kinan tidak merasa tegang.


Kinan menghela nafasnya dalam lalu menatap Fani dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Fani.


"Sebelumnya aku minta maaf jika pertanyaan ku kali ini akan menyinggung perasaanmu Fan, tapi aku harus memastikan sesuatu sebelum menjawab pernyataan dari seseorang." ucap Kinan lugas, ia kembali menarik nafasnya dan membuang secara perlahan sebelum melanjutkan ucapannya.


"Apa benar kau tidak memiliki hubungan apa-apa dengan kak Devan, Fan? apa benar kalian hanya bersandiwara karna kak Devan membenciku dan ingin membalas sakit hatinya padaku?"


Deg....!


Fani cukup terkejut dengan pertanyaan Kinan, kenapa Kinan bisa bertanya seperti itu,atau mungkin Devan sudah jujur kepada Kinan.Fikiran Fani melayang kesana kemari,tapi untuk apa dirinya takut mengatakan kebenaran.

__ADS_1


Fani memegang erat tangan Fani dengan tersenyum tulus ke arah Kinan. "Devan itu pria yang baik Ki, dia sangat mencintaimu walau kau pernah menolaknya, meski itu tidak secara langsung. Percayalah,apapun yang di katakan olehnya itu semuanya benar, dan cobalah untuk memahaminya kali ini Ki, dan cobalah untuk memantapkan hatimu jika kau juga mencintainya."


"Tapi Fan, bagaimana denganmu?" pertanyaan Kinan membuat Fani seketika terbahak. Apa yang di fikirkan gadis di depannya ini, apa dia masih mengira jika Fani memiliki perasaan pada Devan. Sungguh konyol.


"Kenapa kau memikirkan aku Ki, aku ini hanya sekertaris Devan tidak lebih dari itu. Aku dan Devan bersahabat sejak kami duduk di bangku kuliah, aku sama sekali tidak pernah menyukainya. Dia itu menyebalkan, dan aku tidak suka pria menyebalkan seperti itu." jelas Fani yang membuat Kinan merasa lega.


"Apa Devan sudah mengutarakan perasaannya padamu? atau dia bahkan sudah melamarmu." goda Fani yang membuat Kinan seketika merona karna malu.


"Heyyy, ayolah wajahmu memerah Kinan." ucap Fani lagi dengan terkekeh geli melihat wajah malu Kinan.


"Berhenti menggodaku Fan, tidak ada yang terjadi." ucap Kinan mencoba membodohi Fani. Tapi sepertinya Kinan salah besar, karna Fani jelas sudah tau semuanya.


"Kau tidak usah bohong kepadaku Kinan, aku mengenal Devan. Dia itu tipe pria yang langsung ke sasaran tanpa mau bertele-tele, apalagi menyangkut dengan gadis yang ia cintai." ucap Fani hang membuat Kinan semakin malu.


"Lalu apa jawaban mu saat dia melamarmu?"


"Fan,apa yang kau katakan. Kak Devan belum mengatakan apapun." ucap Kinan bohong, tentu saja. Ia masih melau untuk mengakui itu.


"Hahahaha, jangan membuatnya menunggu lama, jika tidak dia akan berpaling ke wanita lain.Dan kau, akan menyesal." goda Fani lagi.


"Cihhh,iya-iya. Kau memang sahabatnya yang tau segalanya. Aku harus pergi, hari ini aku harus menghadiri rapat penting, jika aku terlambat maka kak Fandra akan langsung mengamuk padaku." ucap Kinan lalu bangkit dari duduknya.


"Baiklah, hati-hati di jalan, dan cepat katakan iya padanya." triak Fani saat Kinan sudah berjalan keluar kamarnya.Sedangkan Kinan hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya membalas ucapan Fani.


Kinan meninggalkan hotel tempat Fani menginap,melajukan mobilnya menembus jalanan yang sudah tidak terlalu macet. Di dalam perjalanan menuju kantor, wajah kinan terus saja menampakan keceriaan. Ia ingin segera mengakhiri hari ini dan segera mengungkapkan perasaannya yang selama tiga tahun ini ia pendam.Rencananya malam nanti Kinan akan mengajak Devan ke tempat dimana dulu Devan mengatakan cintanya, dan kali ini Kinan akan menjawab pernyataan Devan di tempat itu juga .


[Bersambung]


🍃Pemberitauan :Untuk hari Senin sampai jumat author akan up doble ya. Tapi Sabtu dan minggu Author hanya akan up satu bab saja, karna hari itu author memiliki tugas revisi novel Cinta pengganti 1. Jadi kalian jangan nuntut up doble di dua hari itu ya.

__ADS_1


Jangan lupa selalu mendukung novel ini dengan cara Like,comment dan vote kalian. Dan beri bintang lima jika kalian menyukai novel ini, karna itu akan membuat author semakin semangat untuk melanjutkan novel ini. Walaupun author memang masih harus banyak belajar.🙏


__ADS_2