Will You Marry Me

Will You Marry Me
Extra part (End)


__ADS_3

Hari semakin sore, Aline ingin berpamitan pulang kepada Kinan dan juga Devan. Tapi saat Kinan baru keluar dari dalam kamar mandi, Aline melihat Kinan meringis seperti sedang menahan sakit.


"Ki, lo kenapa?" tanya Aline Khawatir.


Aline membantu Kinan berjalan ke arah tempat tidur, Di sana Aline Menidurkan Kinan dan segera turun untuk mencari Devan.


"Kak."teriak Aline


"Kak Devan."


Aline berlari ke belakang, berharap Devan ada di sana. Tapi sayangnya pria itu tidak ada di sana. Aline kembali berlari ke halaman depan, di sana ia melihat Devan sedang berbicara dengan tukang kebunnya.


"Astaga kak, aku mencari kakak kemana-mana taunya kakak ada disini." ucap Aline dengan nafas terengah


"Kamu kenapa sih Al, lari-lari kayak orang kesetanan?"


"Gak usah banyak tanya, cepet ikut." Aline menarik tangan Devan bak anak kecil yang tidak bisa menjelaskan apapun.


"Al, ngapain sih tarik-tarik. aku bisa jalan sendiri."


" Iya aku tau, tapi bisa cepet gak sih, Kinan lagi kesakitan itu, kayaknya dia bakalan lahiran deh kak." ucapan Aline sontak membuat Devan panik. Devan langsung berlari ke atas tanpa memperdulikan Aline.


"Dihh, sekarang aja kayak orang kesetanan." Aline ikut berlari ke atas, dia juga sama paniknya.


Di kamar


"Kak sakit banget kak." jerit Kinan tertahan, saat ini sakit di perutnya bertambah terus.

__ADS_1


"Sabar ya sayang, kita ke rumah sakit sekarang."


"Aline, tolong kamu ambil peralatan bagi yang ada di tas itu yah. Semua sudah kakak siapkan." Aline mengangguk, dia langsung mengambil apapun keperluan Kinan.


"Al, kamu ikut kakak sekarang ya, dan nanti di mobil tolong kamu hubungi kak Fandra dan Kak Rania." Aline kembali mengangguk, dia mengikuti Devan dari belakang yang sedang menggendong Kinan.


Aline bisa melihat bagaimana paniknya pria itu, walau memang dia mencoba untuk tenang.


Di dalam perjalanan Kinan terus saja mengeluhkan sakitnya, tapi sesekali dia diam saat rasa sakit itu menghilang. Jangan tanya bagaimana reaksi Aline saat berada di dekat Kinan yang begitu kesakitan, Aline bahkan mengeluarkan keringat dingin saat melihat saudarinya itu mengerang dan meremas tubuhnya sebagai pelampiasan.


Beberapa menit kemudian mobil mereka tiba di rumah sakit, di sana terlihat Fandra bersama suster dan dokter yang ada menghampiri Kinan membawa brankar. Mereka langsung membawa Kinan ke ruang bersalin.


Di dalam ruang bersalin, Dokter sedang mengecek bukaan pada Kinan, dan ternyata itu baru bukaan 5, Kinan pun di perkenankan untuk sedikit berjalan-jalan agar bukaannya lebih cepat.


"Sayang, apa sangat sakit." tanya Devan saat Kinan berjongkok sebentar karena rasa sakit yang mulai datang.


"Hmm, sangat sakit kak."jawab Kinan.


"Kan aku sudah bilang untuk sesar saja, astaga." Devan mengacak rambutnya sampai berantakan, dia benar-benar tidak tega melihat istrinya yang begitu tersiksa.


Beberapa saat kemudian Kinan kembali berteriak, kali ini dia merasa ada yang membasahi area pahanya. Teriakan Kinan semakin keras saat rasa sakit kian datang tanpa henti.


"Devan, bawa Kinan ke dalam, aku akan memanggil dokter, sepertinya air ketuban Kinan sudah pecah." ucap Rania, dia berlari ke ruangan dokter untuk memberi tau dokter.


Sementara Devan sudah berada di ruangan bersalin. Kinan yang sudah tidak tahan terus saja meronta, mengatakan semua hal yang ingin dia katakan, mencoba menghilangkan rasa sakit yang muncul akibat desakan yang begitu kuat.


Dokter dan suster datang, dokter yang menangani Kinan mengatakan Jika Kinan sudah bisa melahirkan sekarang. Beberapa kali Dokter memberi instruksi pada Kinan untuk mengikutinya, tapi sayangnya masih belum juga lahir, sampai tenaga Kinan hampir habis di buat nya.

__ADS_1


"Sayang, coba sekali lagi yah, demi cagoan kecil kita, berusahalah sayang."bisik Devan. Air mata Devan sudah tumpah sejak tadi, melihat bagaimana perjuangan seorang wanita melahirkan keturunan untuk mereka.


Dokter kembali Memberi instruksi kepada Kinan, dalam satu kali tarikan nafas akhirnya putra dari Devan dan Kinan lahir. Tangisan seorang bayi laki-laki memenuhi ruangan itu, tangis haru dari dalam dan luar ruangan itu terdengar nyata.


"Akhirnya." Semua orang mengucap rasa syukur setelah melewati ketegangan yang baru saja tercipta.


Devan mengambil putranya, menatap wajah mungil yang di nanti selama kurang lebih 9 bulan ini. Rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu.


"Apa anda sudah menyiapkan nama untuknya Tuan?" tanya seorang suster.


Devan mengangguk lalu tersenyum ke arah putranya dengan berkata.


"Aska Faresta Ghenio." ucap Devan dengan bangga.


"Nama yang bagus tuan, saya akan mencatat nama itu."


Suster pergi meninggalkan Devan di ruangan bayi, pandangan mata Devan tak henti-hentinya menatap wajah tampan putranya itu.


"Kelak kau akan menjadi putra yang Daddy dan Mommy banggakan. Di saat kau berhasil dengan semua impianmu, semoga Daddy masih berada di sampingmu nak."


(End)


**Yeee will you marry Me benar-benar Tamat ya kali ini. Nah untuk pertanyaan kapan cerita Aline di buatkan rumah sendiri, kalian harus sedikit bersabar lagi ok, karena Author janji akan segera di rilis.


Author berterimakasih atas dukungan kalian selama ini, dan juga untuk kesabaran kalian menunggu kelangsungan cerita ini.


Sampai jumpa di cerita selanjutnya ya🙏

__ADS_1


Dan Jika berkenan kalian bisa baca dulu novel terbaru Author yang berjudul Love is Blind.


Terimakasih🙏**


__ADS_2