Will You Marry Me

Will You Marry Me
Kedatangan Kakek Adam


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu, hari pernikahan Devan dan Kinan pun semakin dekat. Tapi hari ini di kediaman Danu bukannya ada canda tawa karna pernikahan putra tunggal mereka akan menikah, malah keteganganlah yang tengah terjadi di rumah itu. Ya, kakek Adam tiba-tiba menyambangi kediaman Danu setelah 28 tahun lamanya Kakek Adam tidak pernah menginjakan kakinya di rumah putra tunggalnya itu. Sontak saja semua yang ada di sana sangat terkejut, tidak terkecuali Danu dan Amel.


"Aku menginginkan penjelasan dari kalian semua, terutama padamu Devan. Kakek sungguh kecewa padamu, karna kau sama sekali tidak menganggap aku


kakekmu lagi. Apa orang tua ini sungguh sudah tidak berarti lagi untuk kalian." ucap Adam tegas, tapi dari nada suaranya menyiratkan kesedihan.


"Maafkan Devan kek, Devan ti_


"Jangan menyalahkan Devan pa, aku yang salah. Tapi ini semua demi kebaikan Devan sendiri, karna aku tidak mungkin membiarkan anakku satu-satunya menikah dengan wanita yang tidak dia cintai. Kami sangat menyayangi papa, terutama aku, walau memang selama ini aku begitu keras pada papa, tapi aku sama sekali tidak berniat memusuhi papa yang bahkan notabenya papa kandungku sendiri." ucap Danu tertuntuh lemah. Sebenarnya Danu sangat merindukan papanya, tapi rasa kecewa di hatinya sungguh membuatnya lebih memilih menjauh dari papanya itu.


Adam menatap putranya yang menunduk di depannya, Adam juga sangat merindukan putranya itu, karna kesalahannya sendiri, dia harus kehilangan sosok putra kandungnya selama puluhan tahun.


"Tatap mata papa jika kau sedang berbicara denganku Dan, itu sangat tidak sopan. Menundukan kepala saat kau bicara dengan orang tua." ucap Adam menyadarkan Danu.


Danu mengangkat kepalanya, melihat wajah papanya yang begitu lemah, tua dan kriput. Danu melihat setetes air mata di pelupuk mata tua itu. Hatinya begitu sakit melihat orang tua satu-satunya itu menangis karna anak durhaka sepertinya. Tanpa keraguan Danu menghambur ke pelukan papanya yang sudah lama tidak ia rasakan. Danu menangis tersedu melepas rasa rindunya. Biarlah semua melihat sisi lemahnya, biarlah orang tau jika seorang Danu bisa menangis dan sangat rapuh.


"Hikss....maafkan Danu pa, maafkan Danu." ucap Danu di sela tangisannya


"Papa yang harusnya minta maaf sama kamu Dan, papa terlalu keras saat mendidik kamu, papa harusnya tidak terlalu memaksakan kehendak papa padamu." balas Adam.


Semua orang ikut menangis melihat Adam dan Danu menangi, mereka seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu.


Danu melepas pelukannya, menatap wajah pria tua di depannya itu dengan seksama. Tidak berubah, Danu melihat wajah papanya masih tidak berubah. Walau memang sudah banyak keriputan di wajahnya.


"Devan, kesini nak, duduk disini." ucap Adam menepuk ruang kosong di sebelahnya


Devan mendekat ke ruang kosong yang ada di sebelah kakeknya setelah Danu bergeser ke samping kiri.


"Iya kek."


" Maafkan kakek ya, karna sudah memaksa kamu menikah dengan Lucia, dan membuat kamu dan Kinan mendapat masalah karna kakek." ucap Adam setelah Devan duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kakek tau Kinan?" tanya Devan


"Papa tau darimana?" imbuh Danu


" Hahahah, kakek tau dari Lucia, dan kakek juga tau Kinan itu anak Nathan, sahabat kamu kan Dan." ucap Kakek Adam yang membuat semua orang melongo.


"Kapan Lucia memberitahu kakek?" tanya Devan Dengan raut wajah penuh selidik. Bahkan Devan menatap Adam dan Lucia secara bergantian.


"Sebelum kau dan Lucia memutuskan terbang ke Indonesia." jawab Adam santai.


"Apa." triak yang lainnya kompak


Flashback On


"Ada apa kakek memanggil Lucia?" tanya Lucia pada kakek Adam.


"Kakek ingin bertanya padamu Lucia, apakah kau menyukai Devan?"


"Jika kau menyukai Devan, kakek akan membantumu menjauhkan Devan dari wanita itu. Kau tidak usah khawatir nak, Kakek akan melakukan apapun untuk kalian."


Lucia menggenggam tangan kakek Adam erat, wajah cantik yang penuh dengan senyuman itu menatap kakek adam dengan lembut." Kek, kakek tidak perlu melakukan hal itu. Lucia mengerti jika Cinta itu tidak bisa di paksakan. Devan mencintai Kinan, dia sudah berjanji akan kembali dan menikahinya, Lucia tidak ingin menjadi wanita perusak hubungan orang kek. Kakek tau gak, kalau karma itu lebih menakutkan daripada kakek saat marah." ucap Lucia sedikit bercanda.


"Hahaha, jadi kamu lebih takut sama karma ketimbang kakek." ucap Kakek Adam dengan tawa renyah.


"Jadi gimana kek? kakek masih mau jodohin Lucia sama Devan?" tanya Lucia lagi


"Hmmm, rencana tetap berjalan, kakek ingin melihat seberapa besar perjuangan Devan mengejar cintanya. Dan siapa calon nama calon Devan tadi, dan keluarganya, apa kamu tau?"


"Namanya Kinan kek,dia putri tunggal dari Jhonatan Sanjaya."


"Jadi, Kinan itu putri sahabat Danu, pantas saha Danu begitu membelanya. Hmmmm, baiklah."

__ADS_1


"Baiklah apa kek?" tanya Lucia dengan senyum jail


"Baiklah, jika kamu ingin mereka bersama, kakek tidak akan memaksa kalian, tapi semua tidak aka mudah. Kau mengerti maksud kakek, Lucia."


Lucia manggut-manggut tanda mengerti." Siap di langsanakan Kakek."


Flashback off


"Jadi kakek dan Lucia ngerjain aku?" tanya Devan dengan wajah malu


"Hahahaha, iya Van, karna aku lebih takut dengan karma ketimbang dengan wajah marah kakek." jawab Lucia dengan tawa renyah.


"Cihhh, kau sungguh kakak ipar durhaka." Devan berdecak kesal mendengar jawaban Lucia. Sementara Lucia yang melihat wajah masam Devan semakin mengeraskan tawanya.


"Kapan kamu akan mengenalkan Kinan pada kakek Van, kakek juga ingin mengenal calon cucu mantu kakek." ucap Kakek Adam cepat


"Besok Devan akan mengajak Kinan kesini untuk makan malam kek." ucap Devan cepat.


"Baiklah, Sekalian undang keluarga Nathan juga, kakek sudah lama tidak bertemu dengan sahabat mu itu Dan." ucap Adam pada putranya Danu.


" Tentu saja Pa, Nathan pasti senang bisa bertemu dengan papa." ucap Danu.


"Lalu Fino, bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Adam lagi.


"Dia baik pah, tapi saat ini Fino beserta anak istrinya sedang tidak berada di Indonesia, mereka sedang berlibur ke Paris pah, tapi saat pernikahan Devan mereka pasti pulang, papa bisa bertemu Fino saat itu." ucap Danu yang langsung di angguki oleh Adam.


Pembicaraan yang menegangkan berubah menjadi canda tawa. Perubahan kakek Adam merubah semuanya, Danu bisa melihat sisi papanya yang hangat seperti dulu sebelum mamanya meninggal, dan merubah sikap papanya. Danu mengerti jika papanya mungkin kesepian, dan itu juga karna ulahnya. Danu lebih memilih tinggal di Indonesia daripada menemani masa tuanya di Berlin.


[Bersambung]


🍃Para pecinta Devan dan Kinan, Author mau menebar undangan pernikahan Devan dan Kinan yang akan di adakan minggu depan. Dateng ya semua, dan jangan lupa bawa amplopnya itu isian nya harus banyak ya😂

__ADS_1


__ADS_2