Will You Marry Me

Will You Marry Me
Penculikan


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan gaun pengantin dan juga yang lainnya, sore ini Kinan memiliki janji dengan Alin dan juga Zeline untuk jalan-jalan di Mall untuk mencari keperluan mereka, Kinan juga menghubungi Lucia untuk ikut dengan mereka, tapi Lucia menolak dengan alasan akan menemani Amel untuk mengecek semua keperluan pernikahan.


"Ehhh, kita kemana dulu ya?" tanya Zeline saat ketiganya sudah menapakan kaki mereka di dalam mall.


"Kita ke atas dulu yuk, kita cari aksesoris untuk gaun kita." ucap Alin penuh semangat.


"Boleh juga, tapi setelah itu kita nyalon yah, gue pengan wajah gue ini keliatan glowing gitu, siapa tau aja di pesta Kinan nanti gue bia ketemu cow ganteng bin tajir, lumayan lah buat gue gebetan." ucap Zeline tertawa kecil.


"Hemmm, di fikiran lo cowok mulu. Fikiran karir dulu lah." balas Alin cepat


"Ya kan bisa nyambil Al, kayak pepatah yang biasa aku dengar, sambil nyelam minum air." ucap Zeline lagi.


"Yahh, keselek donk lo." balas Alin dengan gelak tawa nyaring.


"Husss, lo bikin kita jadi pusat perhatian tau, cewek kok ketawanya kayak cowok gitu." tegur Kinan saat semua orang memperhatikan mereka karna tawa nyaring Alin.


"Sory." ucap Alin sambil tersenyum menampakan deretan gigi putihnya.


"Baiklah, ayo kita kesana, sepertinya disana bagus." tunjuk Zeline ke salah satu tempat aksesoris yang tersedia di mall itu.


Mereka pun mencari apa yang mereka cari di tempat itu, karna terlalu fukus dengan apa yang mereka cari mereka sampai tidak memperhatikan di sekeliling mereka. Ke tiga wanita itu tidak tau sama sekali jika mereka sedang di ikuti oleh seseorang.


"Ki, yang ini bagus yah." Zeline menunjuk sebuah kalung berlian yang begitu elegan." Sepertinya ini sangat cocok dengan gaun pernikahanmu." lanjutnya


"Wahhh, kau benar Zel, ini sangat bagus Ki, kau ambil yang ini saja, sangat cocok dengan gaunmu, dan kau pasti akn terlihat sangat cantik." timpal Alin


"Baiklah, aku ambil yang ini saja." Kinan mengikuti ucapan Zeline dan Alin untuk mengambil kalung itu, karna Kinan juga setuju jika kalung itu sangat cocok dengan gaunnya.


Setelah selesai memilih aksesoris mereka pun keluar dari stand itu. Ketiganya berjalan ke arah salon yang biasa mereka bertiga datangi selama beberapa minggu ini


"Kalian masuk duluan yah, aku mau ke toilet sebentar, udah kebelet ini." ucap Kinan saat mereka baru saja sampai di depan salon tersebut.


"Yaudah, lo cepetan balik ya Ki."ucap Alin yang langsung di angguki Kinan.


Kinan berlari kecil menuju toilet wanita yang terletak tidak jauh dari salon, dan langsung masuk ke dalam toilet tersebut. Di dalam toilet Kinan yang baru keluar dari buang air kecil langsung membersihkan tatanan rambutnya yang sedikit berantakan dan memeriksa wajahnya jika ada sesuatu yang menempel di wajahnya. Setelah selesai Kinan pun keluar dari dalam toilet itu, tapi saat Kinan baru saja melangkah keluar tiba-tiba ada dua orang pria yang menghadangnya. Salah satu dari pria itu membekap mulut Kinan dengan saputangan yang pastinya sudah di berikan obat bius yang membuat Kinan seketika melemah.


"Haemmm." triak Kinan di sisa tenaganya. Sampai akhirnya Kinan tidak sadarkan diri.


**


**


20 menit berlalu, Alin dan Zeline yang menunggu kedatangan Kinan terlihat sangat gelisah. Karna sudah cukup lama Kinan pergi tapi tidak ada tanda-tanda Kinan akan kembali.

__ADS_1


"Zel, gue susulin Kinan dulu yah, gue takut terjadi sesuatu sama dia, perasaan gue juga gak enak nihh." ucap Alin mengutarakan isi hatinya.


"Yaudah, lo cek gih, gue juga takut dia kenapa-napa."balas Zeline cepat.


Tanpa menunggu lama Alin segera menyusul Kinan di toilet. Tapi saat Alin sampai di toilet wanita, Aline tidak menemukan Kinan disana. Alin mulai panik, dia takut terjadi sesuatu pada sepupunya itu. Alin pun berlari menuju stand salon untuk memberi tau Zeline.


"Zeline, Kinan tidak ada di toilet." ucap Alin dengan wajah pucat dan penuh kekhawatiran


"Lo serius Al, lo gak lagu ngepreng gue kan?" tanya Zeline penuh selidik.


"Ihhh gue serius Zel, gue udah cari Kinan di semua sudut toilet, tapi dia tidak ada. Gue takut dia di culik Zel, soalnya kemarin Kinan cerita jika ada yang legi neror dia." jelas Alin yang membuat Zeline menjadi ikut panik.


"Mendingan kita cari dulu dia, dan coba lo hubungin ponselnya, siapa tau aja aktif, biar gue cari Kinan di bawah, siapa tau dia lagi nyari seauatu." ucap Zeline cepat.


Zeline segera mencari Kinan di bawah, sementara Alin mencoba untuk menghubungi ponsel Kinan.


"Ahhhh, kenapa gak aktif sih." ucap Alin mulai frustasi.


Alin tidak kehilangan akal, dia pun segera menghubungi Di van dan memberitau Devan jika Kinan menghilang. Rak butuh waktu lama, Devan pun kini sudah berada di mall tempat Kinan dan Alin datangi.


"Al, bagaimana bisa Kinan hilang?" tanya Devan dengan nada khawatir.


Alin yang sejak tadi menahan tangisannya akhirnya pecah juga, Alin menangis karna takut terjadi sesuatu yang buruk pada sepupunya itu." Hiksss.....aku tidak tau kak, tadi Kinan pamit ke toilet sama kami, tapi setelah 20 menit Kinan gak balik-balik juga hiksss."


"Zeline kak, dia sedang mencari Kinan di bawah."jawab Alin cepat.


"Yaudah, kamu sekarang hubungi kak Fandra, tapi beritau dia jangan sampai memberi tau siapapun, termasuk Kak Rania, Aku akan mengecek cctv yang ada di mall ini, mengerti Al."Alin mengangguk cepat.


"Berhentilah menangis, aku yakin Kinan akn baik-baik saja." Devan mengelus lembut kepala Alin untuk memenangkannya. Alin memang sudah Devan anggap sebagai adiknya sendiri.


"Iya kak, kakak hati- hati." ucap Alin menatap kepergian Devan.


1 jama berlalu, Devan dan Fandra sudah mengecek semua cctv yang terdapat di mall itu, tapi sialnya cctv yang ada di dekat toilet itu mati. Entah kenapa, tapi sepertinya memang sengaja di rusak seseorang, seperti penculikan ini memang sudah di rencanakan.


"Kak tunggu." panggil Alin saat kedua kakaknya itu sudah mulai frustasi.


"Ada apa Al?" tanya Fandra menatap Alin.


"Kak coba perhatikan ini, kenapa tukang sampah ini memasukan plastik sampah itu ke dalam mobil mewah ini?" tunjuk Alin pada salah satu layar yang yang merekam kejadian di tempat parkir depan mall.


Devan dan Fandra saling tatap, lalu sat mereka mengeti Devan dan Fandra langsung melihat layar yang Alin pelototi sejak tadi .


"Sial, pasti ini penculiknya. Mereka membawa Kinan dengan kantung sampah itu." ucap Fandra cepat.

__ADS_1


"Brengsek, mereka tidak akan aku ampuni." umpat Devan sambil memukul tembok yang ada di ruangn itu, wajah Devan mengeras melihat bagaimana penjahat itu memperlakukan calon istrinya.


"Pak, bisa anda zoom plat mobil ini, agar kami bisa lebih jelas melihatnya." pinta Fandra pada petugas cctv.


Petugas itu menuruti kemauan Fandra. Setelah mendapatkan petunjuk Devan, Alin dan Fandra segera menuju kantor polisi, mereka meminta bantuan untuk melacak pemilik plat mobil tersebut, serta melaporkan kejadian penculikan yang terjadi pada Kinan.


"Al, kau bilang Zeline tadi bersamamu, lalu dimana dia? kenapa dia tidak menyusul kita?" tanya Devan saat ingat jika Zeline juga ada di mall itu saat Kinan di culik.


Aline yang baru ingat dengan Zeline sedikit merasa aneh." Kakak benar, kenapa aku melupakan gadis itu ya. Aku coba menghubungi dia dulu ya." ucap Alin lalu mencoba menghubungi Zeline, tapi sayangnya pemilik ponsel itu sama sekali tidak menjawab panggilan darinya.


"Tidak di angkat kak." lapor Alin.


"Yasudah, biarkan saja. Mungkin dia sudah pulang saat tidak menemukan kita di mall itu." balas Devan.


***


***


Sementara itu Kinan yang baru saja sadar dari pingsannya mencoba untuk memulihkan pengelihatannya yang masih terasa kabur. Kinan melihat sekeliling tempat itu, kotor dan kumuh, itulah yang pertama kali Kinan lihat. Saat Kinan sadar akan kejadian yang menimpanya, Kinan baru menyadari jika saat ini dirinya tengah duduk di sebuah kursi kayu dengan tangan terikat ke belakan dan kaki juga terikat di kedua sisinya.


"Hahahahahah." tawa seorang wanita terdengar begitu nyaring di pendengaran Kinan. Dia seperti mengenali suara itu.


"Rupanya kau sudah sadar jal*ng, bagaimana rasanya berada di tempat kumuh dan kotor ini? kau suka?" tanya wanita itu dengan tawa mengerikan.


Kinan yang masih mencoba untuk tenang mencoba untuk bertanya pada wanita yang ada di balik pintu tuangan itu."Siapa kau, kenapa kau menculiku dan menyekapku disini, apa salahku padamu?" tanya Kinan dengan nada bergetar.


"Hahahaha." tawa itu kembali terdengar, bahkan tawa itu semakin dekat seiring dengan langkah kaki yang terdengar mendekat ke arah Kinan. Dengan hanya memanfaatkan sinar yang masuk di cela-cela pentilasi tidak bisa membuat Kinan melihat sosok yang sedang mendekat ke arahnya dengan jelas.


"Siapa kau? dan apa maumu?"tanya Kinan lagi saat sosok wanita itu ada di hadapannya.


Wanita yang berdiri di depan Kinan dengan jarak 3 meter di depannya terdengar terkekeh mendengar pertanyaan Kinan. Kinan mendengar wanita itu kembali melangkah satu kali ke depan Kinan.


"Aku hanya ingin Devan, Kinan."


Deg....!


"Suara itu." batin Kinan


[bersambung]


🍃Pemberitaun : untuk tanggal 31 dan 1 will you marry me tidak akan up. Karna Author ingin menghabiskan tahun baru bersama keluarga. Tapi kalian jangan kecewa dulu ya, karna akan kembali up di tanggal 2 nya. dengan jadwal yang masih sama kok.


Semoga kalian selalu di beri kesehatan sampai bisa melihat cucu-cucu kalian menikah.🙏

__ADS_1


__ADS_2