
Hari ini hari yang panjang untuk Nessa, setelah beberapa kali di bujuk, dia akhirnya mau ikut berkunjung ke kediaman Fandra, padahal Nessa benar-benar malas. Dia masih memikirkan kejadian siang tadi.
"Kau sedang ada masalah?" pertanyaan Rania membaut Nessa mengalihkan pandangannya. Saat ini mereka sedang berada di taman belakang, menemani Nathan dan Anel yang sedang bermain dengan si kembar Darren dan Daffa.
"Hmmm." jawab Nessa lemas.
"Memikirkan Ken?" tanya Rania cepat
" Hahhhh." Nessa menghela nafasnya yang terasa berat. Nessa bingung harus menjawab pertanyaan Rania seperti apa
"Aku tau semuanya, Kinan sudah cerita ke aku tentang Ken. Menurut aku, lebih baik kamu fikirkan baik-baik. Jangan sampai kamu mengambil keputusan yang salah."
"Tapi aku takut kak."
"Nessa, ketakutan itu hanya ada di dalam hati kamu. Dan belum tentu ketakutan kamu itu semuanya benar. Fikirkan saja dulu sebelum semuanya terlambat."
Nessa memikirkan ucapan Rania, dia tau jika mungkin dirinya sudah terlambat.
Rania menepuk pundak Nessa, dia tau jika adik iparnya itu sedang mengalami kebingungan. "Jangan terlalu di fikirkan, fokus sama pengobatan kamu aja yah, jadikan cinta itu no 2. Jika Ken memang jodoh kamu, aku yakin kalian akan di persatukan."
"Iya kak."
*****
Kediaman keluarga Wisma
"Ken." panggil seorang wanita paruh baya yang tengah duduk di sofa ruang tamu dengan majalah di tangannya. Tatapan matanya begitu tajam, menatap putra tunggalnya hanya berjalan melewatinya tanpa menyapanya sama sekali.
"Mommy perlu sesuatu?" tanya Ken dengan malas.
"Mommy ingin bicara denganmu Ken." ucap Ratih.
"Tapi Ken lelah Mom, Ken ingin langsung ke kamar." tolak Ken. Dia sangat tau apa yang ingin Mommy'nya bicarakan. Dan Ken sangat tidak suka dengan pembahasan itu.
"Kali ini jangan menolak Mommy Ken, jika kau tidak ingin membicarakan maslah ini, maka Mommy akan langsung membuatkan pesta pertunanganmu." ancam Ratih.
"Kenapa Mommy masih tidak mengerti, Ken punya kehidupan sendiri. Ken punya pilihan sendiri Mom." ucap Ken cepat
__ADS_1
"Pilihan sendiri !." wajah Ratih terlihat meremehkan, dia sangat tau watak putranya itu." mana pilihanmu Ken? bawa ke hadapan Mommy secepatnya, itupun jika kamu memang tidak membohongi Mommy. Dan yah, Mommy beri waktu satu minggu, jika kamu tidak bisa membawa pasanganmu maka kamu harus mau menerima pilihan Mommy." Ratih meletakan majalahnya di meja lalu berlalu meninggalkan Ken yang masih berdiri di tempatnya.
Plakk......
"Apa kau bisa memenuhi keinginan Mommy ken?" Pertanyaan yang sudah jelas jawabannya." Aku yakin kau bisa Ken, tapi bisakah Mommy menerima pilihanmu, menerima kekurangan yang dimiliki Nessa." Ken diam, dia tau jawabannya.
"Tidak. Itu jawaban yang pasti Ken. Dan aku ingin kau memikirkan ini, jangan sampai kau membuat kesalahan dengan membawa Nessa ke hadapan Mommy. Karna aku yakin Mommy tidak akan tinggal diam. Kau sudah pernah melihat apa yang Mommy perbuat dengan kehidupanku dulu kan, itu bukti nyata Ken." menepuk pundak Ken." Fikirkan sebelum terjadi sesuatu pada gadis malang itu."
Setelah mengatakan itu Anne langsung meninggalkan Ken, merenungi semua ucapannya. Semoga saja Ken bisa mengerti. Karna Anne tidak ingin Nessa bernasib sama seperti kekasihnya dulu.
Ken hanya bisa mendesah pasrah, dia tau apa yang akan terjadi jika Mommynya sampai mengetahui keadaan Nessa. Dan Ken tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada wanita yang dia cintai.
Sementara itu di dalam kamar Ratih sedang menghubungi seseorang kepercayaannya untuk menyelidiki siapa wanita yang sedang dekat dengan putranya, karna Ratih tidak ingin putranya memilih wanita yang salah.
******
Kediaman Sanjaya
Anel yang baru saja selesai membersihkan meja makan langsung kembali ke kamarnya. Dia melihat Nathan sedang duduk bersandar di sofa yang ada di kamar itu dengan laptop yang setia berada di pangkuannya. Meskipun perusahaan Sanjaya sudah di kelola oleh Fandra, Nathan masih sering membantu Putranya itu, bahkan sekarang Nathan harus memikirkan Dika, dan berancana membangun sebuah perusahaan untuk putra bungsu nya itu.
"Hmmm."
"Pah, gimana?"
Nathan menghentikan aktifitasnya lalu menatap sang istri yang terlihat serius."Gimana apanya?"
Anel mendengus kesal mendengar pertanyaannya di jawab pertanyaan."Ihhhh, itu loh soal tadi siang."
"Tadi siang, yang mana sih Mah." Nathan sengaja mengerjai Anel, karna istrinya itu sangat jarang marah kepadanya.
Anel semakin kesal, dia tau suaminya itu pura-pura tidak tau."Ok, malam ini papa tidur di luar." ancam Anel yang membuat Nathan menciut.
"Ok, ok sayang. Cepet banget marah." mematikan laptopnya lalu meletakannya di atas meja." Aldo sudah menyelidiki semuanya. Dan ini laporan dari Aldo." menyodorkan berkas pada Anel lalu ikut duduk di tepi tempat tidur.
Anel mengambil berkas itu lalu membaca isinya. Anel membaca setiap tulisan itu dengan teliti, Mata Anel membola sempurna saat melihat fakta Ibu dari Ken." Apa semua ini benar Pah?" masih fokus ke tulisan yang tercetak di kertas putih di depannya.
"Seratus persen Sayang. Istri dari Wisma putra itu adalah seorang wanita arogan, dia bahkan pernah menghancurkan keluarga kekasih putri sulungnya hingga mereka sampai hidup di jalanan."
__ADS_1
"Benarkah?, separah itu?" tanya Anel tak percaya
"Iya sayang, dan pria itu sekarang bekerja di perusahaan kita. Namanya Kenan, dia karyawan yang baik." jelas Nathan.
"Dia bekerja di perusahaan kita?"
"Iya, dia keponakan dari pak Broto. Dan aku menerima Kenan karna tidak ada satupun perusahaan yang mau menarimanya bekerja. Tapi sebelum aku menerimanya, aku sudah menyelidiki kasusnya, karna tidak ingin kedepannya terjadi masalah. Dan saat itu juga aku mengetahui fakta tentang istri Wisma."
"Kasihan ya pah. Lalu tentang ini Pah." tunjuk Anel pada Fakta selanjutnya.
"Hmmmm, semua juga tau itu sayang. Ratna memiliki rahasia yang tidak di ketahui oleh Wisma. Istri dari Wisma itu memang penjudi kelas atas, dan karna kekayaan suaminya, polisi tidak bisa apa-apa jika menyangkut tentangnya."
Anel membekap mulutnya yang terbuka lebar. Dia cukup terkejut, karna yang dia dengar selama ini hanya rumor saja."Kalau begitu, Nessa dalam bahaya pah"
"Nessa, ada hubungan apa Nessa dengan keluarga Wisma?" tanya Nathan cepat.
"Kenzo, putra tunggal keluarga Wisma. Dia pria yang di cintai Nessa pah, tapi Nessa masih belum memberi keputusan terhadap Ken, karna Nessa minder akan keadaannya."
"Benarkah?"
"Aku takut pah, istri tuan Wisma akan melakukan hal yang buruk terhadap Nessa."
"Tenang mah, kau lupa siapa ayah Nessa." Menggoda Anek dengan kedipan mata.
" Tentu saja aku ingat ayah Nessa, tapi apa hubungannya dengan Nessa."
"Maksud aku bukan ayah kandung Nessa ma. Tapi Aku, aku mah." menunjuk dirinya sendiri agar Anel mengerti." Aku ayah Nessa, tidak akan aku biarkan siapapun menyakiti putriku."
"Tapi Pa."
Nathan menggenggam tangan Anel, meyakinkan istrinya itu jika semua akan baik-baik saja." Kau harus yakin sayang, seorang Nathan Sanjaya tidak akan pernah membiarkan putrinya dalam bahaya. Dan percaya, jika putra dari Wisma itu memang mencintai Nessa, dia akan melindungi Nessa Mah. Karna aku sudah menyelidiki tentang Ken, dia pria yang baik."
"Hahhhh. Semoga ya pah." ucap Anel yang terlihat begitu khawatir. Dia masih meragu, karna fakta tentang Ibu Ken membuat Anel takut, walaupun Tuan Wisma adalah pria yang terkenal baik hati dan ramah, dan itu menurun pada Ken, tapi Anel tetap tidak tenang.
" Semoga semua kekhawatiranku tidak akan terjadi." batin Anel
[Bersambung]
__ADS_1