Will You Marry Me

Will You Marry Me
Kejutan untuk Kinan


__ADS_3

Satu minggu berlalu, kondisi kakek Adam semakin membaik dan hari ini ia di perbolehkah untuk pulang.


"Sekarang kakek sudah lebih baik, kapan kalian akan melangsungkan pertunangan kalian?" tanya Adam pada Devan dan Lucia yang kini tengah duduk di hadapannya.


Devan dan Lucia saling menatap, mereka tidak tau harus menjawab apa. Karna mereka belum merencanakan hal itu.


"Begini kek, sebenarnya Lucia masih ingin mengenal Devan lebih jauh lagi, dan karna kakek sudah sembuh, Lucia mau meminta sesuatu pada kakek, apa boleh kek?" tanya Lucia cepat.


"Tentu saja sayang, katakanlah." ucap Kakek Adam tersenyum. Dia tidak akan pernah menolak keinginan calon cucu menantunya.


"Lucia tau jika orang tua Devan berada di Indonesia, dan Lucia berancana ingin meminta restu pada mereka sebelum kami bertunangan. Kalau kakek mengijinkan , bolehkah kami mengunjungi mereka, yah sekalian berlibur gitu kek." ucap Lucia dengan wajah gembira dan penuh antusias.


Sementara Devan yang ada di sebelah Lucia menatap Lucia dengan tajam. Devan berfikir apa yang sedang di rencanakan olehnya saat ini.


"Hmmm, baiklah, tapi jika mereka menolakmu, kau harus segara kembali kesini, tidak perlu menunggu mereka dan langsungkan pertunangan kalian secepatnya." ucap Adam tegas.


"Trimkasi kek, tentu saja aku akan segera kembali." ucap Lucia cepat


"Tapi Devan akan kembali bersama istrinya kek." batin Lucia.


**


Hari semakin siang, Devan mengajak Lucia untuk makan siang di luar, membiarkan kakek Adam beristirahat karna baru sampai di kediamannya.


"Apa yang kau rencanakan Luc? kenapa kau mau mengajakku pulang ke Indonesia?" tanya Devan cepat saat mereka sudah duduk di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai pengunjung.


"Tenanglah Dev, kau itu sungguh tidak sabaran." Lucia berdecak kesal saat Devan sama sekali tidak sabar."Aku mengajakmu ke Indonesia agar kau bisa menceritakan semua pada Kinan, agar tidak terjadi salah faham nantinya.Dan sebelum kau pulang, kau hubungi orang tuamu dulu. Suruh mereka menyiapkan pernikahanmu segera, kau bisa menikah dengan Kinan secepatnya. Dan untuk urusan kakek biar aku yang urus." ucap Lucia cepat


"Kau bercanda,bagaimana jika kakek sakit lagi. Aku tidak ingin kakek kenapa-napa." ucap Devan tegas.Sebenarnya dia senang dengan rencana Lucia, tapi Devan masih memikirkan kondisi kakeknya


"Jangan fikirkan kakek, aku sudah bilang kan, biar aku yang urus semuanya." ucap Lucia yang semakin kesal.


"Baiklah, kapan kita kembali ke Indonesia?" tanya Devan


"Lusa, kita akan kembali lusa. Aku akan meminta waktu liburan sampai satu bulan kepada kakek. Dan kau tenang saja, orang tuaku sudah tau tentang rencana ini, dan mereka juga akan datang ke pesta pernikahanmu. Tapi tolong jangan ada media yang meliput pernikahanmu, karna itu akan sangat berbahaya." jelas Lucia yang langsung di angguki oleh Devan.


Mereka melanjutkan obrolan mereka sampai jam makan siang selesai. Devan segera mengantar Lucia ke perusahaan tempatnya bekerja. Sementara Devan kembali ke perusahaannya setelah satu minggu tidak datang, karna mengurus kakeknya. Untunglah ada Fani yang begitu bisa di andalkan Devan.


**


**


Dua hari berlalu, kini Devan dan Lucia tengah berada di pesawat penerbangan menuju Indonesia. Devan sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kinan, walaupun sebelum ini Devan sempat mendapat penolakan dari Amel, tapi untunglah Devan bisa meyakinkan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bandara Soekarno Hatta


Devan dan Lucia di sambut hangat oleh Amel dan Danu.Mereka lah yang menjemput Devan untuk memastikan ucapan putranya jika dia tidak berbohong. Di sepanjang perjalanan Amel dan Lucia sedikit berbincang masalah rencana mereka. Dan saat ini Amel sudah tau jika Lucia gadis yang baik, dan Amel sangat senang akan hal itu.


Mobil yang di kendarai Danu sampai di rumahnya, mereka ber empat pun segera masuk ke dalam.


"Nah, ini kamarmu Luc ia, jangan sungkan yah, anggap rumah sendiri." ucap Amel cepat


"Trimakasih tante." ucap Lucia cepat.


"Baiklah, kalau begitu tante tinggal yah, kamu istirahat saja dulu." lanjut Amel yang di angguki Lucia dengan senyum di wajahnya.


Amel berlalu meninggalkan Lucia menuju dapur, Amel ingin membuat makan malam spesial karna ia sudah mengundang Kinan untuk datang makan malam. Yang jelas malam ini Devan sudah harus menjelaskan semua pada Kinan agar tidak ada salah faham nantinya.


Kamar Devan


Devan merebahkan tubuhnya yang lelah ke atas tempat tidur, senyum di wajahnya tidak surut-surut saat malam nanti ia akan bertemu dengan Kinan. Selama ini mereka hanya berkomunikasi lewat pesan atau panggilan vidio call saja. Tapi kali ini Devan akan segera bertemu dengan pujaan hatinya.


Drrttt


Suara gentar ponsel milik Devan membuat yang empunya tersadar dari lamunannya. Devan segera mengambil ponselnya dan membuka pesan yang dikirim oleh Kinan.


"Sepertinya ada yang lupa dengan diriku saat ini😠. Apa kakak benar-benar tidak rindu padaku?" Kinan


Devan tersenyum melihat pesan singkat yang dikirim Kinan dengan emoji marahnya.


Devan sengaja menekankan kata Sexy agar Kinan mereka kesal dengannya. Dan malam nanti Devan akan memberi kejutan paga wanita yang sangat ia cintai.


"Ohooo, baiklah tuan play boy. Awas jika nanti kau pulang,maka aku tidak akan mau bicara padamu." Kinan


"Hahahaha, tidak masalah nona jutek. Aku juga tidak ingin bicara padamu." Devan


"Cihhh, baiklah. Awas saja nanti." Kinan


Kinan yang sedang berada di kamarnya sungguh kesal mendapat balasan seperti itu dari Devan. Ia berjanji jika nanti Devan pulang, dia tidak aka mau bicara dengan pria itu. Tidak akan mau.


Sementara Devan tertawa puas di dalam kamarnya. Dia berhasil membuat Kinan kesal saat ini. Dia pun memutuskan untuk tidak membalas pesan dari Kinan agar kekasihnya itu lebih marah padanya. Setelah meletakan ponselnya, Devan bergegas membersihkan tubuhnya, dia ingin keluar untuk membeli bunga untuk kejutan malam nanti yang di tujukan untuk Kinan.


**


"Devan, kau mau kemana?" tanya Amel saat melihat putranya itu sudah berpaikan rapi.


"Devan mau keluar sebentar ma, ada yang ingin Devan cari untuk Kinan." jawab Devan cepat.

__ADS_1


"Baiklah, cepat kembali." ucap Amel lagi


"Siap ma." Devan berlalu meninggalkan rumahnya dengan mobil yang biasa ia gunakan. Di dalam perjalanan Devan terlihat begitu bahagia, senyum di wajahnya sama sekali tidak ada hentinya.


Setengah jam kemudian mobil Devan terparkir di depan sebuah toko bunga. Dia segera masuk ke dalam toko tersebut untuk mencari yang dibutuhkan.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya sorang pelayan toko saat melihat Devan sedang melihat-lihat jangan bunga yang tersedia disana


"Aku ini membelu buket bunga tulip,berapa warna yang tersedia disini?" tanya Devan pada pelayan toko.


"Hari ini hanya tersedia tiga warna tuan, beberapa warna lainnya cukup sulit di dapat." jawab pelayan toko


"Baiklah, kalai begitu aku ambil semua, dan kirim semua itu ke alamat ini." Devan menyodorkan alamat rumah orang tuannya.


"Baiklah tuan, segera akan kami persiapkan." ucap pelayan itu lagi


Devan keluar dari dalam toko dan hendak masuk ke dalam mobiknya. Tapi saat Devan membuka pintu mobilnya, ia mendengar ada yang memanggilnya.


"Devan." panggil seorang wanita yang tidak jauh dari Devan


"Zeline, kau disini !,apa kau tidak bekerja?" tanya Devan saat Zeline sudah berada di depannya. Wajah wanita itu sudah lebih baik, ia terlihat lebih ceria.


"Tidak, hari ini aku ijin karna harus kontrol ke rumah sakit." jawab Zeline cepat."Ohh ya, kau kemana saja beberapa hari ini, kenapa tidak pernah datang lagi ke perusahaan sanjaya?" tanya Zeline yang beberapa hari ini kehilangan sosok Devan.


"Iya, aku beberapa hari ini kembali ke Berlin karna ada urusan penting." jawab Devan cepat.


"Ohh, begitu. Tadi aku lihat kamu keluar dari dalam toko bunga itu, kau sedang mencari sesuatu? kenapa kau keluar tidak membawa apa-apa?" tanya Zeline penasaran.


"Aku sedang mencari bunga untuk kejutan seseorang yang spesial." jawab Devan


Deg....!


Jantung Zeline berdetak cepat saat Devan mengatakan hal itu."Un_tuk orang spesial, siapa?ahh maaf, maksudku apa untuk orang tuamu, atau kakakmu mungkin?" tanya Zeline dengan rasa gugup. Zeline sampai mengeluarkan keringat di tangannya karna takut akan jawaban Devan selanjutnya


"Hahaha, aku ini anak tunggal Zeline, dan ulang tahun pernikahan orang tuaku masih jauh. Aku membelikan kejutan untuk calon istriku." jawab Devan terlihat begitu bahagia .


Duarrr..!


Wajah Zeline terlihat pucat mendengar ucapan Devan.Ternyata Devan tidak memiliki kekasih tapi ia memiliki calon istri.Calon istri."Ingat itu Zeline,Calon istri." ucapan Devan terngiang-ngiang di telinga Zeline, hatinya kini hancur. Harapan yang baru saja tumbuh seketika sirnah begitu saja.


"Ahhh, apa kau akan segera menikah? Selamat ya, aku doakan selalu bahagia." ucap Zeline cepat.


"Trimakasih Zeline, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi." Devan pergi meninggalkan Zeline yang masih mamatung melihat kepergian Devan.

__ADS_1


[Bersambung]


🍃Halo, halo, halo. Marry Christmas bagi agama yang menjalankannya. Semoga kita semua selalu di lindungi oleh tuhan,dan jangan lupa selalu menjaga diri dan menjalankan 3M ya🙏Salam sayang dari Author.


__ADS_2