
Satu minggu berlalu, kini Kinan merasa jika tangannya sudah sembuh. Dan besok Kinan harus terbang ke Bali untuk mewakili Fandra menghadiri pertemuan disana. Saat ini Kinan tengah berada di kantor untuk menyiapkan berkas-berkas penting yang akan di bawanya besok.
"Hayy Ki." sapa Alin yang baru saja masuk ke ruangannya.
"Lo ngapain kesini?" tanya Kinan ketus
"Gitu amat sih nanya nya buk, lagi pms lo ya." ledek Alin
"Gak usah becanda, ini kantor bukan tempat buat bercanda." ucap Kinan serius
"Yeee, sewot amat. Gue juga tau ini kantor, gue kesini kamu nyerahin ini dari perusahaan papa." Alin menyodorkan sebuah berkas pada Kinan.
"Ehhh ya, lo benaran bakalan ke Bali besok?" tanya Alin yang sudah duduk di depan Kinan
"Hmmm, kak Fandra gak bisa berangkat, soalnya proyek disini kan udah mau rampung, jadi kak Fandra harus extra mengontrol agar tidak terjadi kesalahan nantinya. Makanya gue yang dikirim, lagipula lumayan kan sekalian rifres nich otak." jawab Kinan capat
"Ihhh enak banget sih lo, gue ikut aja kali ya. Kayaknya seru tuch." ucap Alin mulai berandai-andai
"Gak usah banyak ngayal dech, gue gak bakalan mau ngajak lo." ucap Kinan cepat, karn jika sampai Alin ikut, iya yakin pekerjaannya akan berantakan.
"Ihhhh, lo kok gitu sih. Gue ikut ya ki, plis." Mohon Alin.
Kinan sedikit berfikir, lalu di otaknya terlintas ide yang bisa membuat Alin mengurungkan niatnya."Ok, tapi lo ijin dulu sama kak Fandra." ucap Kinan dengan seriangai jailnya.
Alin terlihat berfikir, ia tidak mungkin berani meminta ijin ke Fandra, karna jika Alin ikut hanya karna ingin liburan Fandra pasti akan marah. Karna Kinan ke sana kan untuk menghadiri rapat.
Alin mendengus kesal, pasti Kinan sengaja. Karna Kinan tau jika dirinya tidak berani dengan kak Fandra."Yaudah dech, gue gak jadi ikut." putus Alin yang langsung mendapat kekehan dari Kinan.
"Yaudah, pulang sono, gue mau pulang. Mau siap-siap buat besok." ucap Kinan yang langsung meninggalkan Alin sendiri.
Alin yang masih duduk langsung berlari menyusul Kinan keluar dari ruangan Kinan. Mereka keluar dari perusahaan Sanjaya lalu mengambil mobil masing-masing. Merkea pun melajukan mobil mereka ke arah berlawanan. Kinan pulang ke rumahnya begitupun dengan Alin.
***
__ADS_1
Ke'esokan harinya Kinan sudah siap dengan satu koper kecil yang akan ia bawa ke Bali. Kinan sedang menunggu Nathan yang akan mengantarnya ke bandara.
"Mah, Papa mana sih, kok lama banget. Kinan bisa ketinggalan pesawat nich." ucap Kinan. Dia sejak tadi sudah duduk gelisah, melihat arloji yang melingkar di tangannya.
"Bentar lagi juga turun sayang, kamu yang sabar donk. Lagian pesawat kamu kan take off nya jam 10. Ini baru juga jam 8." ucap Anel cepat.
Kinan menyandarkan punggungnya di sofa, menghela nafas berkali-kali, sungguh tidak sabar ingib segera sampai di Bali. Karna setidaknya Kinan bisa sedikit melupakan rasa sesak di hatinya karna Devan. Ia ingin berusaha melupakan laki-laki itu. Karna Kinan sadar jika ia sudah tidak mungkin bisa mendapat cinta darinya. Devan sudah memiliki kekasih, dan Kinan tidak boleh egois. Dia sudah memutuskan untuk menghapus cintanya, melupakan Devan dan menjauh dari laki-laki itu.
Beberapa sat kemudian Nathan terlihat turun, tampang tanpa Dosa pun ia tampakan di harapan Kinan yang sejak tadi sudah gelisah menunggunya.
"Ma-
"Tidak usah bicara Pa, Kinan sudah telat ini." Sela Kinan. Dia tau Jika ayahnya bicara pasti akan membuang waktu lagi.
Kinan segera berpamitan pada Anel lalu berlalu keluar menyeret koper miliknya. Diikuti Nathan.
satu jam berlalu, Kini Kinan sudah berada di dalam pesawat. Ia memilih tempat duduk di dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan dari sana. Kinan menyandarkan punggungnya di sandara tempat duduk dengan memejamkan matanya, berharap bayangan Devan akan pergi seiring kepergiannya. Dan saat Kinan kembali,ia sudah bisa menata hidupnya yang baru.
"Slamat tinggal kak Devan, aku berharap kakak bisa bahagia bersama dengan Fani. Semoga aku bisa dengan cepat melupakan kakak dan bisa iklas melepas kakak setelah ini." Kinan mambatin dengan mata yang masih terpejam
"Maaf nona, boleh saya duduk di sebelah nona. Karna tidak ada kursi kosong selain disini." ucap Pria itu dengan sopan.
"Tentu saja, silakan tuan." ucap Kinan mempersilahkan tanpa ragu, karna tidak mungkin Kinan tidak mempersilahkannya. Kursi dan pesawat itu kan bukan miliknya.
Pria itu duduk, mencari kenyamanan untuk dirinya, karna sebentar lagi pesawat akan lepas landas. "Saya Kenzo." ucap Kenzo memperkenalkan dirinya sebelum ia duduk di sebelah Kinan.
Kinan mengerutkan dahinya ragu untuk menyambut uluran tangan pria yang bernama Kenzo. Tapi Kinan sedikit tidak enak, ia pun membalas uluran tangan Kenzo.
"Kinan." ucap Kinan cepat
Setelah jabatan tangan mereka lepas, Entah kenapa Kenzo begitu tertarik akan Kinan, sejak pertama melihat Kinan memasuki pesawat tadi.
"Kamu ke Bali hanya sendiri saja?" tanya Kenzo basa-basi.
__ADS_1
"Iya, saya hanya sendiri." jawab Kinan cepat, Kinan membuka buku Novel yang ia bawa untuk menghilakan bosan.
"Apa kamu tidak takut? sangat berbahaya untuk seorang gadis cantik seperti anda pergi sendiri ke Bali." ucap Kenzo dengan senyum tipis
"Anda tidak usah khawatir tuan Kenzo, karna saya ke Bali bukan untuk berlibur, tapi saya sedang menggantikan kakak saya untuk menghadiri pertemuan di sana. Jadi saya disana tidak sendiri, ada utusan kakak saya yang lain juga disana." jalas Kinan tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca. Kinan sebenarnya tidak tertarik berbincang dengan Kenzo, tapi tidak sopan juga tidak menjawab pertanyaan orang.
"Panggil saya Ken saja, tidak pakai tuan. Saya seperti sudah tua sekali dengan panggilan itu." ucap Ken setelahnya.
"Ternyata kamu wanita yang hebat, masih sangat muda tapi sudah berkarir. Saya suka wanita seperti mu." ucap Ken penuh arti.
Kinan seketika menoleh ke arah Ken, ia sedikit takut saat melihat tatapan mata Ken kepadanya. Sedangkan Ken yang menyadari itu langsung tertawa melihat perubahan raut wajah Kinan.
"Hahaha, apa yang kamu fikirkan Kinan. Aku tidak ada maksud apa-apa. Lagi pula aku ini seorang Dokter bedah syaraf, dan aku ke Bali untuk mengunjungi orang tua ku,bukan untuk berbuat jahat padamu." ucap Ken yang mengerti perubahan wajah Kinan.
Kinan merubah raut wajahnya saat mengetahui fakta jika Kenzo seorang Dokter, karna Kinan selalu mengagumi setiap pria yang berkutat di bidang kedokteran. Belum lagi Kenzo memang sangat tampan, dan tidak ada tampang kriminal dari yang Kinan lihat.
"Maaf, aku hanya takut." ucap Kinan sedikit malu
Kenzo terkekeh melihat wajah Kinan yang malu kepadanya."Tidak masalah, itu sangat wajar. Bagaimana jika kita berteman, aku akan mengajakmu berwisata di Bali sebelum kamu kembali ke Jakarta." ucap Kenzo dengan senyumnya yang begitu mempesona." Berapa hari kamu di Bali?" tanya Kenzo lagi
"Sepertinya menarik, tapi janji kau tidak akan berbuat jahat." ucap Kinan masih sedikit takut." Aku di Bali hanya seminggu." jawab Kinan lagi
"Aku tidak akan berbuat apapun padamu, jadi tidak usah takut. Kalau kau tidak percaya, kau boleh menyimpan pisau di tasmu agar jika aku berbuat jahat kau bisa langsung membunuhku." ucap Kenzo tanpa ragu.
Kinan mentap Kenzo dengan mata tanpa berkedip, ia sungguh tidak menyangka jika Kenzo akan bicara seperti itu. Kinan pun hanya menanggapi ucapan Ken dengan senyuman tanpa berniat membalasnya. Kinan yakin jika ini jalan tuhan mempertemukannya dengan Kenzo. Karna semua tidak mungkin kebetulan
*******
Kenzo wisma Adiputra [Seorang dokter muda dan sangat tampan, perawakannya tinggi, putih dengan rahang yang begitu sempurna. Kenzo mempunyai sifat yang humoris dan sangat cepat akrab kepada siapun.
🍃Cucok gak sih saingannya Devan. Hmmmm, mau Kinan sama Devan atau Kenzo sama Kinan☺
__ADS_1
👍Jangan lupa dukungan kalian ya🙏