
Tubuh Lucia ambruk saat peluru yang melesat ke arah Kinan berhasil mengenai perutnya. Devan yang melihat itu ingin sekali membantu Lucia, tapi Devan tidak bisa, karna kini dia harus melumpuhkan Zeline terlebih dulu.
"Lucia." triak Kinan dengan lemah saat melihat tubuh Lucia ambruk di depannya.
Fandra membawa adiknya mendekat ke tubuh Lucia yang berada di depan mereka.
"Ka_u ti_dak apa-apa ka_n Ki?" tanya Lucia dengan suara lemah
"Kenapa kau bodoh sekali hehhh, kenapa kau membantuku sampai seperti ini? memang aku ini siapa? aku bahkan yang mengambil tunanganmu Luc, kau membuat aku berhutang banyak padamu, bagaimana aku bisa membalas semuanya....hikss." ucap Kinan dengan tangis yang mulai pecah saat melihat kondisi Lucia, walaupun kondisinya juga sangat buruk.
Lucia tersenyum mendengar ucapan Kinan, sesekali Lucia terlihat meringis menahan rasa sakit di perutnya." Ji_ka aku se_lamat, aku a_kan menagihnya nanti."
"Kau boleh menagihnya jika kau selamat, tapi bagaimana jika kau tidak selamat....hikss, kau membuatku dapat masalah besar Lucia." Kinan menggenggam erat tangan Lucia sebelum akhirnya kesadaran Lucia hilang.
Beberapa menit kemudian polisi datang dan langsung meringkus Zeline. Sementara Lucia dan Kinan sudah di larikan ke rumah sakit. Kondisi Kinan memang terlihat begitu mengenaskan, tapi luka sayatan yang ada di tubuh Kinan tidak separah satu luka yang di terima Lucia.
Rumah sakit
"Kak, bagaimana Lucia? apa dia baik-bik saja?" tanya Kinan yang baru saja sadarkan diri. Kinan pingsan setelah Lucia.
"Aku belum tau sayang, Lucia masih di ruang operasi, disana ada mama dan papa yang sedang menunggu operasinya selesai. Sementara mama Anel dan papa Nathan sedang menuju kesini, dan kak Fandra juga sedang mengurus administrasi kalian." jelas Devan
"Kak, apa kai sudah memberitahu orang tua Lucia?" tanya Kinan dengan suara yang begitu lemah. tangannya masih gemetar karna rasa trauma yang Kinan alami.
"Hmmm, aku sudah menghubungi mereka, tapi mungkin mereka baru akan sampai besok sore. Ada apa?"
"Aku takut kak, pasti orang tua Lucia akan menyalahkanmu atas kejadian ini."
Devan membelai surai Kinan lembut, dia tau calon istrinya itu pasti sangat khawatir." Tenanglah sayang, orang tua Lucia itu sangat baik, mereka tidak menyalahkan aku ataupun kau, ini semua musibah, jadi berhenti memikirkan hal itu. Sekarang istirhat yah, aku akan menemanimu disini."
Kinan mengangguk lalu menutup matanya. Kinan tidak bisa berhenti memikirkan semua kejadian itu, ia masih takut jika orang tua Lucia tidak akan bisa menerima ini. Beberapa menit kemudian Anel dan Nathan datang, mereka masuk ke ruang rawat Kinan dengan wajah penuh rasa khawatir.
"Van, bagaimana keadaan Kinan, dia baik-baik saja kan?" tanya Anel saat melihat putrinya menutup mata dengan wajah penuh luka sayat dan lebam
"Iya Bi, Kinan baik-baik saja. Kinan baru saja tidur, dan dokter bilang Kinan harus banyak istirahat, karna mental Kinan sedikit terguncang karna Zeline menyiksanya cukup lama." ucap Devan tertunduk lemah, ia sebenarnya merasa sangat bersalah, karna dialah yang sudah membawa Zeline masuk ke dalam hidupnya.
__ADS_1
"Lebih baik kau pulang, biar kami yang menjaga Kinan disini." ucap Nathan dingin. wajah Nathan terlihat tidak bersahabat, dia sedikit kecewa karna Devan tidak bisa menjaga putrinya dengan baik. Dan bahkan secara tidak langsung Devanlah yang membawa bencana ini.
"Tapi Paman_
"Pulanglah nak, biar kami yang menemani Kinan, kau bisa kembali nanti." Anel mencoba memberi pengertian pada Devan, karna Anel tau suaminya tidak mau di bantah.
"Baiklah Bi, Devan akan melihat keadan Lucia sebentar sebelum pulang." ucap Devan lalu menyalami kedua tangan calon mertuanya sebelum meninggalkan ruangan Kinan.
******
Ruang operasi
"Van, bagaiman keadaan Kinan? kenapa kau kesini? siapa yang menjaga Kinan disana?" tanya Amel saat melihat putranya berjalan dengan lemah ke arahnya.
"Kinan masih terguncang akibat siksaan yang di lakukan Zeline kepadanya, tapi lukanya tidak terlalu parah. Saat ini paman Nathan dan Bibi Anel yang menjaganya." jawab Devan tanpa semangat." Bagaiman dengan Lucia ma? apa dokter belum keluar juga?" tanyanya lagi
" Belum Van, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk." doa Amel." Kamu lebih baik pulang dan bersihkan badanmu, istirahat sebentar, jika kau sudah lebih baik baru kembali kesini lagi."
"Baik mah. Mah, papa dimana? kenapa tidak ada disini?" tanya Devan
Devan tidak bertanya lagi, ia menyalami tangan mamanya lalu segera meninggalkan rumah sakit. Tapi sebelum Devan pulang dia memutuskan untuk ke kantor polisi untuk memberi tuntutan pada Zeline agar wanita itu tidak lagi mengganggu keluarganya suatu saat nanti. Devan akan memastikan jika wanita itu akan membusuk di penjara.
****
***
Dua hari berlalu, operasi Lucia di nyatakan berhasil dan kini wanita itu sudah baik-baik saja dan masih dalam proses pemulihan. Dan orang tua Lucia pun sudah ada di Indonesia, mereka sama sekali tidak marah dan menyalahkan siapapun atas kejadian yang menimpa putri mereka. Sementara Kinan sudah dinyatakan baik-baik saja, walaupun terkadang dia masih sering mengigau karna bayangan penyiksaan itu datang di saat Kinan tidur.
Dan saat ini semua orang tengah berada di ruangan Lucia untuk menjenguknya.Anel, Nathan, Amel, Danu, Fandra, Kinan, Devan, Alin, dan juga Nessa. Mereka semua ada di ruangan Lucia saat ini. Karna Kinan bersikeras untuk menemui Lucia.
"Hai Lucia, bagaiman kabarmu? kau kasih belum sembuh? cihhh lemah." canda Kinan saat dia mengunjungi ruangan perawatan Lucia.
Lucia terkekeh mendengar ucapan Kinan." Hmmm, aku tidak lemah Ki, aku hanya sengaja pura- pura sakit karna aku betah di rumah sakit." ucap Lucia membalas candaan Kinan
"Kau gila, aku saja tidak suka tinggal disini, kau malah betah." ucap Kinan sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Lucia tersenyum penuh arti. "Hmmm, karna jika aku berada di rumah sakit aku merasa tidak kesepian, ada banyak orang yang memperhatikanku, terutama aku bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuaku lagi." ucap Lucia menatap ayah dan ibunya.
"Sayang, maafkan mamah dan papah, kami tau selama ini kami selalu sibuk dengan pekerjaan kami sampai tidak sempat memperhatikan kamu sayang, tolong maafkan kami." ucap Mama Lucia yang terlihat begitu menyesal.
"Tidak apa-apa mah, Lucia mengerti kok jika kalian bekerja untuk Lucia, dan Lucia juga minta maaf karna belum bisa membahagiakan mama dan papa."
"Tidak masalah nak, kamu sudah sangat membuat kami bahagia, dengan menjadi anak yang baik dan mau menolong sesama. Meskipun kami tidak mendidikmu secara langsung, bahkan kami sering mengabaikanmu. Tapi kami sangat bangga karna apa yang aku lakukan saat ini." timpal Papa Lucia
"Orang tuamu benar nak, kau anak yang sangat baik, jika orang tuamu sibuk bukan berarti mereka tidak menyayangimu, itu semua karna mereka ingin memberikan yang terbaik untuk putri mereka." imbuh Anel.
"Ki, kau masih ingat janjimu saat aku sekarat dua hari yang lalu?" tanya Lucia menetap Kinan.
"Tentu saja aku ingat, kau boleh meminta apapun padaku, dan aku pasti akan memberikannya." ucap Kinan yakin.
"Baiklah, kalau begitu maukah kamu menjadi adikku, aku tidak punya saudara, bahkan ayah dan ibuku juga anak tunggal, aku sangat ingin mempunya saudara." ucap Lucia sedih
Kinan menggenggam tangan Lucia erat, sorot mata Lucia menandakan jika dirinya sangat kesepian selama ini." Tentu saja aku mau, aku akan sangat bahagia memiliki kakak perempuan yang sangat baik sepertimu. Bahkan kau juga boleh menganggap kak Fandra sebagai kakakmu dan Nessa sebagai adikmu, bahakn Ayah dan Ibuku juga boleh kau anggap orang tuamu." ucap Kinan penuh semangat.
"Benar kak Lucia, aku juga akan senang punya kakak yang sangat baik sepertimu." timpal Nessa.
"Jika kau menjadi kakak adik-adikku yang cantik ini, maka kau juga akan menjadi adikku, mulai sekarang kau tidak akan kesepian, datanglah ke kediaman Sanjaya kapanpun kau mau, kami akan menerima mu dengan senang hati." imbuh Fandra
"Tentu saja sayang, kau akan menjadi putri kami juga." ucap Anel lembut.
Lucia meneteskan airmata bahagia, saat apa yang dia inginkan terkabulkan. Bahkan Lucia yang hanya ingin mendapat satu saudara malah mendapat begitu banyak saudara. Dan jug mendapat orang tua Double.
"Ehhhh, tapi kak Devan itu pengecualian ya, dia tidak akan aku bagi." ucap Kinan cepat.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Kinan yang begitu konyol. Canda tawa pun terdengar di ruangan itu, dan semua akan berlanjut di acara pernikahan Devan dan Kinan yang akan berlangsung 2 minggu. Itu keputusan final karna mereka harus menunggu Lucia pulih terlebih dulu. Dan masih ada satu masalah yang menunggu mereka, yaitu Kakek Adam.
[Bersambung]
🍃Author minta maaf karna kemarin gak bisa up, karna mendadak Fetigonya kambuh, karna gak sengja kena hujan. Dan semoga mulai besok Author bisa up normal lagi ya.
Jangan lupa selalu Like, comment dan vote kalian ya. Supaya Author bisa terus semangat melanjutkan cerita ini🙏
__ADS_1