Will You Marry Me

Will You Marry Me
Kehamilan Kinan


__ADS_3

Di dalam sebuah kehidupan pasti akan tumbuh kehidupan baru. Dan saat Ini Kinan merasakan hal itu. Kecurigaan saudarinya ternyata 100% benar. Dan itu membuat Kinan sangat bahagia.


Flashback on


"Selamat nona, usia kandungan anda baru berusia 2 minggu." ucap seorang dokter paruh baya.


"Be_narkah dok, sa_ya hamil?" bibir Kinan bergetar, air mata nya menggenang di pelupuk mata. Dia tidak menyangka jika akan di karuniai anak secepat ini.


"Benar Nona, saya tidak mungkin salah." jawab dokter itu.


"Ness." Kinan menggenggam tangan Nessa erat, dia masih belum percaya jika di rahimnya kini tengah tumbuh kehidupan baru.


"Nona harus menjaga kesehatan nona, dan ini resep vitamin dan penguat kandungan. Nona bisa menebusnya di apotek." lanjutnya.


"Baik, trimkasi dok." ucap Kinan mengambil resep dari tangan dokter


Flashback off


.


"Kita jadi ke mall Ki?" pertanyaan yang membuat lamunan Kinan buyar.


"Tentu saja, jika tidak, mama akan curiga dengan kita." jawab Kinan


"Tapi kau kan sedang hamil."


"Aku tidak apa-apa Sya, kau tidak usah khawatir. Kau dengar sendiri kan jika dokter bilang kandunganku baik-baik saja."


"Baiklah, tapi kita sebentar saja yah. Kau harus cepat istirahat."


"Baiklah."


Mobil yang mengantar keduanya melaju menuju mall. Di dalam perjalanan kaduanya hanya diam, mereka larut dalam fikiran mereka masing-masing.


Selang beberapa jam mobil mereka tiba di parkiran Mall. Mereka bedua langsung turun dan masuk ke dalam Mall. Tidak lupa kedua bodyguard yang menjaga mereka terus mengikuti kemana nona mereka pergi.


"Ki, bisa kau ambilkan aku barang ini." mengeluarkan sebuah catatan kecil lalu menyodorkannya ke Kinan.


"Tentu saja, biar aku carikan. Kau tunggu disini yah."


"Cepat kembali yah. Itu barangnya hanya sedikit."


"Iya, kau duduk disini. Tempatnya tidak jauh, hanya beberapa meter di depanmu."


Nessa duduk di kursi yang tersedia di sana. Sementara Kinan membeli keperluan yang di perlukan oleh Nessa. Bodyguard yang mengikuti mereka pun selalu waspada. Yanh satu mengikuti Kinan dan satunya lagi berada tidak jauh dari Nessa. Perintah dari atasan mereka sangatlah penting.

__ADS_1


Tapi entahlah, apa yang di lihat oleh bodyguard yang di menjaga Nessa. Perhatiannya teralihkan dan hanya dalam hitungan detik Nessa menghilang. Bodyguard itu panik, dia memanggil temannya lalu meninggalkan Kinan yang masih asyik memilih barang tanpa tau apapun.


****


Kediaman wisma


Bruk....!


Tubuh Nessa tersungkur di lantai yang dingin, Nessa yang malang meringis saat merasakan lututnya yang terasa sakit. Dia tidak tau siapa yang membawanya, menyeretnya dengan kasar dan membawanya entah kenapa.


"Mom, apa yang Mommy lakukan kepadanya." teriak Anne saat melihat Nessa tertunduk di lantai.


"Berhenti Anne." menghentikan langkah Anne yang ingin membantu Nessa." Jangan coba-coba membantu perempuan yang tidak tau diri ini." mencengkram dagu Nessa hingga gadis cantik itu meringis.


"Si_apa anda, kenapa an_da membawa saya kesini?" bibir Nessa bergetar, badannya terasa lemas karna ketakutan.


"Hahahaha." Ratih tertawa keras saat mendengar pertanyaan Nessa. Dia semakin kuat mencengkram dagu Nessa." Siapa aku, kau bertanya siapa aku." menghempas tubuh Nessa semakin keras ke lantai.


"Mom, Mommy sudah keterlaluan." ucap Anne berlari mendekati Nessa yang begitu terlihat ketakutan.


"Kamu jangan takut ya, aku akan ngelindungin kamu." ucap Anne ke Nessa.


"Hiksss.....ak_u dima_na, aku ingin pulang." ucap Nessa dengan tubuh bergetar hebat


"Kamu_


Deg.....!


Jantung Nessa berdetak cepat, kepalanya terasa sangat pusing. Ucapan wanita di depannya membuat Nessa seketika membeku."I_ibu Kenzo?" ucap Nessa lirih.


"Kenapa? Kamu terkejut gadis buta."Ratna tertawa keras, membuat Nessa semakin merasa takut mendengar tawa itu." Kau berharap menjadi nyonya Wisma, apa kau tidak melihat bagaimana kondisimu. Kau itu buta, tidak pantas dengan putraku. Kau fikir kau itu anak sultan, bahkan kau cuma anak angkat keluarga Sanjaya. Derajat mu itu tidak lebih tinggi dari bi*atang."


Nessa diam, air mata nya semakin deras mengalir. Hinaan yang terlontar dari mulut Ratna membuat Nessa terluka. Ya, dia hanya seorang gadis buta, anak angkat dari keluarga Sanjaya. Tapi dia tidak serendah itu, berharap menjadi seorang nyonya Wisma. Nessa sangat tau diri, dia mengerti jika semua itu tidak mungkin.


"Jauhi putraku, atau selamanya kau akan menyesal. Aku tidak akan membiarkan putraku menikahi gadis cacat sepertimu."


Hati Nessa semakin sakit, belum apa-apa dia sudah di tolak mati-matian. Sesak, itulah yang Nessa rasakan saat ini. Menangis, hanya itu yang bisa Nessa lakukan, dia tidak ingin membela diri ataupun melawan ucapan wanita yang notabenya Ibu Kenzo, pria yang memang dia cintai.


"Mom, stop." triak Anne." Mommy sudah keterlaluan." menatap Ratna dengan tajam." Jika Ken tau ini semua, dia akan semakin membenci Mommy. Gadis ini tidak bersalah Mom, Ken yang mencintainya." ucap Anne dengan berani.


Sejak dulu Anne selalu diam, bahkan cintanya di hancurkan pun dia diam. Tapi kali ini tidak, adiknya tidak akan bernasib sama sepertinya. Anne akan melakukan apapun demi cinta adiknya.


"Kau membela wanita cacat ini, kau sudah berani dengan Mommy. Apa kau tidak tau apa yang bisa Mommy lakukan jika kau berani menentang Mommy Anne." ucap Ratna penuh ancaman.


"Buat apapun yang membuat Mommy puas." membantu Nessa berdiri." Aku tidak akan membiarkan Mommy menghancurkan Ken."

__ADS_1


"Benarkah. Baiklah, Mommy akan melihat seberapa besar kekuatanmu menentang Mommy."


"Ayo Nessa, akan aku antar kau pulang." Membantu Nessa berjalan menuju pintu utama.


"Berhenti kalian." ucap Ratna menggema.


"Jangan hiraukan Ness, jalan." bisik Anne.


Nessa mencoba kuat, kakinya yang gemetar ia paksakan untuk melangkah. Nessa tidak tau siapa yang sedang menuntunnya, tapi yang Nessa tau dia adalah kakak Ken. Nessa bisa menyimpulkan itu dari ucapan gadis yang membelanya.


"Nessa."


Deg....!


Langkah Nessa terhenti, suara yang membuatnya di hina saat ini terdengar menyebut namanya dengan lembut.


Kenzo, saat ini pria itu sedang berdiri di depan Nessa, menatapnya dengan dahi berkerut. Di dalam fikirnya, bagaimana bisa gadis yang begitu ia cintai berada di rumahnya.


"Kak, apa yang sudah terjadi." mendekati keduanya. Tapi reaksi yang di perlihatkan Nessa sangat mengejutkan. Nessa mundur, berlindung di balik punggung Anne.


"Menjauh Ken, kakak akan jelaskan nanti. Kakak harus mengantar Nessa pulang dulu."


"Tidak." semakin mendekat." Jelaskan dulu apa yang terjadi, kenapa Nessa jadi seperti ini. Apa ini ulah Mo_."


"Ken, kita akan bicarakan ini nanti." potong Anne. Dia sungguh tidak tega, merasakan tubuh Nessa yang semakin gemetar. Bahkan tangan Nessa sudah mengeluarkan krihnat dingin dan mencengkram kuat lengan Anne.


Ken pasrah, dia mundur dan membiarkan kakaknya membawa Nessa. Ken bisa melihat bagaimana wajah Nessa yang pucat, tubuh gemetar dan keringat yang terlihat menetes di wajahnya.


"Jangan takut, Ken sudah menjauh. Ayo, aku antar kau pulang." ucap Anne mencoba menuntun Nessa.


Nessa mengikuti arahan Anne, tapi baru beberapa langkah.


"Brakkkk."


Tubuh Nessa ambruk, Ken dan Anne yang melihat itu langsung panik. Terutama Ken, dia langsung membawa Nessa ke rumah sakit.


[Bersambung]


.


.


Hmmmm, gimana ya reaksi keluarga Sanjaya jika tau putri mereka masuk rumah sakit karna keluarga Wisma. Akankah Nathan menghancurkan keluarga Wisma dan menentang Ken untuk mendekati Nessa lagi.


Di tunggu kelanjutannya besok.

__ADS_1


Jangan lupa Like, comment dan vote kalian. Ok.


__ADS_2