Will You Marry Me

Will You Marry Me
Ujung penantian.


__ADS_3

Deg....!


Detak jantung Kinan berpacu begitu cepat, wajah yang slama ini dia lihat dalam tidur panjanganya kini tersenyum menatapnya. Mata itu menyiratkan kerinduan yang mendalam.


Pelan tapi pasti Kinan melangkahkan kakinya, mendekati sosok yang begitu dirindunya.


"I-ni be-benar kamu?" Kinan mengusap wajah Devan dengan tangan gemetar, air mata nya sudah tumpah memenuhi wajah cantiknya.


"Maaf sayang." ucap Devan.


Kinan langsung memeluk Devan dengan erat, menumpahkan rasa rindunya yang mungkin sudah di ujung penantian. Tidak ada yang bisa dia katakan, hanya tangis rindu yang terdengar disana. Seluruh keluarga meninggalkan mereka berdua, memberi waktu untuk keduanya. Mungkin butuh waktu cukup lama untuk kedua.


Sebenarnya tidak hanya Kinan yang terkejut, semua orang yang tidak mengetahui jika Devan sudah sadar merasa sangat terkejut. Puji syukur mereka panjatkan pada hyang khuasa.


"Kak, Ini benar kau?" Kinan melepas pelukannya, dia kembali bertanya karna masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Meski dirinya dalam dekapan Devan.


"Tentu saja ini aki sayang, kau masih tidak percaya." Devan mengarahkan tangan istrinya untuk menyentuh wajahnya." Coba rasan, apa ini tidak nyata bagimu. Aku disini, aku sudah kembali Kinan."


"Hikkss." Kinan kembali memeluk Devan, dia benar-benar mendapatkan kembali cintanya.


"Kak, jangan tinggalkan aku lagi, aku sungguh tidak sanggup jika kau sampai melakukan ini lagi padaku." ucap Kinan


Devan mengangkat wajah Kinan, memberi ciuman bertubi, kerinduannya terhadap sang istri pun begitu besat. Betapa tidak, saat ini istrinya sedang mengandung, dan jahat baginya menyakiti istrinya seperti ini. Tapi ini bukan kealahan Devan juga, mungkin takdir sedang menguji keduanya.


"Berhentilah menangis, kasihan anak kita jika Mommy nya terus menangis." Devan mengelus perut Kinan yang sudah membucit. Rasa bahagia begitu besar ia rasakan." Nak, maafkan Daddy, Daddy sudah membuat Mommy mu lama menunggu." Devan berjongkok di depan Kinan, dia mendekatkan telinganya dan sesekali mencium perut Kinan." Daddy berjanji, tidak akan pernah membuat kalian menunggu lagi. Daddy juga akan merawat Mommy dan kau dengan baik."


"Daddy janji?" ucap Kinan dengan suara yang di buat seperti anak kecil, seakan anak merekalah yang bicara.


"Tentu saja Daddy Janji." jawab Devan

__ADS_1


"Kak, bisa kita duduk sebentar, aku lelah." rengek Kinan. Dia benar-benar sangat lelah, karna kejadian hari ini sangat menguras tenaganya.


"Tentu saja sayang, tapi setelah ini kita pulang yah, ini sudah terlalu malam. Tidak baik untuk kesehatan mu." ucap Devan. Dia menuntun Kinan duduk di kursi yang tersedia disana.


Cukup lama keduanya menikmati indahnya malam di atas gedung itu, Devan yang merasa sudah terlalu larut mengajak Kinan pulang. Tapi bukan kerumah orang tuanya. Karna Fandra sempat mengirimkan pesan jika seluruh keluarga sedang berada di kediaman Sanjaya.


Pukul 11 malam


Devan dan Kinan sampai di kediaman Sanjaya, semua orang sedang menunggu kedatangan mereka. Tidak ada yang menutup mata, karna kebahagiaan mereka, membuat semua orang tidak merasa lelah ataupun mengantuk.


"Sayang, mama sangat merindukan kamu." ucap Amel sambil memeluk erat tubuh putra satu-satunya itu.


"Maafkan Devan yang sudah membuat mama dan yang lainnya khawatir."


Amel melepas pelukannya lalu memukul lengan Devan cukup keras." Jadi ! Sejak kapan kau sadar hm? Tega sekali kau melakukan semua ini, menyembunyikan semuanya dan membuat semua orang khawatir." ucap Amel dengan nada kesel.


Devan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa bersalah karna sudah membohongi semuanya." Maaf mah, Bi. Devan sengaja melakukannya, karna ingin memberi kejutan untuk Kinan. Dan Kak Fandra dan Alin juga tau itu."


Amel, Anel dan juga Ani melihat ke arah Fandra dan juga Alin. Tidak lama kemudian tangan ketiga ibu itu langsung terngkat dan menjewer anak mereka masing-masing. Teriakan ketiganya pun tidak bisa terhindarkan.


"Aduh Ma, sakit ini. Lagian kak Fandra dan Kak Devan yang mengancam Alin, jadi Alin terpaksa bohong." ucap Alin membela diri. Jeweran mamanya memang selalu terasa menyakitkan.


"Mama gak perduli. Yang jelas kamu salah tau." ucap Ani dengan nada galak.


"Hmm, dan kamu Fandra, kamu yang paling tua kan. Harusnya kamu beri contoh yang baik untuk adik-adik kamu, bukan malah mendukung mereka." ucap Anel.


"Iya Ma, Tapi Fandra cuma membantu Devan. Aduhh ma, lepasin, harga diri Fandra bisa jatuh di depan Daffa dan Darren ini."


"Bodo amat, mama gak perduli."

__ADS_1


"Dan kamu Devan, sudah membuat semua khawatir, kamu malah santai dan tidak memberitahu semua orang jika kamu sudah sadar. Dasar keterlaluan." kini giliran Amel yang memarahi Devan.


"Iya mah, maaf." jerit Devan tertaha.


"Oma, kok Daddy di Jewel. Semua agi main jewel-jewelan ya. Dallen boyeh ikut gak?" tanya Darren polos. Pria kecil itu baru saja datang, dia tadi sedang ke toilet.


"Iya sayang, Oma dan yang lainnya sedang main jewer- jeweran, tapi Darren tidak boleh ikut ya, karna ini khusus orang dewasa." ucap Anel. Dia semakin keras menjewer Fandra hingga membuat Fandra semakin kesakitan.


"Aduh Ma, udah dong." ucap Fandra cepat. Telinganya terasa ingin putus karna mamanya menariknya cukup keras.


Semua melepas tangannya dari telinga anak-anak mereka. Mereka merasa sudah puas menghukum anak mereka yang sudah berani berbohong. Sementara para ayah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istri dan anak mereka. Tapi semua merasa bahagia. Karna duka yang mereka rasakan sudah terlewatkan. Dan semoga tidak ada lagi ketegangan yang berarti.


.


.


( Tamat)


*Cerita Devan dan Kinan Author tamatkan saja. Tapi kalian jangan berkecil hati ya, Karna akan ada extra Part nantinya yang menceritakan tentang kehamilan Kinan, dan betapa repot nya Devan mengurus Kinan yang menjadi extra manja.


Disini juga akan ada sedikit cuplikan kisah Alin, Randy dan juga Dion. Author belum menulis kisah mereka. Dan mungkin akan Author putuskan cerita mereka di NovelToon. Dengan Judul yang berbeda.


Nah, untuk kisah Nessa, sementara Author kat. Belum kepikiran akan alur ceritanya. Mungkin setelah selesai cerita Alin.


🙏 Trimakasi yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita Devan dan Kinan. Authot meminta maaf jika banyak kekurangan dalam cerita ini. Karna Author masih harus banyak belajar dalam hal menulis. Semoga kita semua selalu di beri kesehatan*.


.


.

__ADS_1


__ADS_2