Will You Marry Me

Will You Marry Me
Tragedi


__ADS_3

Beberapa menit setelah Lucia pergi, Kinan tersadar dari lamunannya karna mendengar sebuah suara yang menyentak pendengarannya. Kinan mendongakan kepalanya saat suara pintu seperti di tendang begitu keras, terdengar suara Lucia berteriak.


"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan brengsek." Lucia memberontak dari pria yang menyeretnya ke ruangan Kinan.


Cklak...!


Lampu ruangan itu menyala dan menerangi setiap sudut ruangan yang gelap. Mata Kinan melebar saat melihat seorang pria tengah menarik rambut Lucia dengan kasar, seriangai di wajah pria itu terlihat sangat menakutkan.


Clak.....clak....clak


Suara derap langkah kaki mengalihkan pandangan Kinan, sorot mata Kinan melihat sosok gadis yang begitu ia kenal beberapa hari ini tengah berjalan di belakang Lucia dan pria yang ada di sampingnya.


Zeline, gadis yang Kinan kenal adalah Zeline, gadis itu terlihat sangat berbeda, jika Kinan selalu melihat Zeline berpenampilan sangat polos, tapi saat ini Kinan melihat Zeline dengan pakaiannya yang glamor dan sexy. Kinan bahkan hampir tidak mengenali Zeline yang dia kenal.


Zeline berdiri tepat di depan Lucia lalu menamparnya dengan keras. Lucia bahkan sampai merintis di buatnya."Hehhhhh, kau fikir aku bodoh gadis sialan, kau dengan wanita itu sama saja." menunjuk ke arah Kinan." Kalian sudah berani bermain-main denganku, terutama kau gadis bodoh, kau fikir aku tidak tau terang rencanamu hehhh." Zeline mencengkram rahang Lucia dengan kuat, membuat Lucia merasa sangat kesakitan.


"Aku tidak_ pernah takut denganmu, dasar psikopat." ucap Lucia dengan susah payah.


Zeline menyeringai saat Lucia tidak memiliki rasa takut sama sekli. Ia melepas cengkeramannya daru rahang Lucia dan beralih menatap Kinan, kali ini Zeline berjalan ke arah Kinan dengan tatapan yang membuat bulu kuduk Kinan meremang seketika.


"Tidak, jangan dekati dia Zeline, jangan sakiti dia Zeline aku mohon." triak Lucia. Tapi sayangnya Zeline tidak mengindahkan triakan Lucia, dia terus berjalan ke arah Kinan sampai tepat berdiri di depannya.


"Hay, Kinan. Apa kabarmu hehhh, kau terlihat baik-baik saja bukan. Hahahaha, calon pengantin perempuannya ada disini !, lalu bagaimana bisa pernikahannya di adakan." gelak tawa Zeline menggema di ruangan itu, membuat siapapun akan merinding takut mendengarnya.


"Kau gila Zeline, kau gila." Desis Kinan dengan tatapan tajam.


"Wowwww, amazing Kinan. Berhenti menatapku seperti itu, atau kau akan aku buat buta seperti Nessa." Zeline mencengkram rahang Kinan dengan kuat hingga Kinan meringis merasakan sakit di wajahnya.


"Aku tidak takut denganmu, atau pun dengan ancamanmu, karna aku yakin kak Devan akan kesini untuk menyelamatkan kami." ucap Kinan di sela rasa sakitnya.


Rahang Zeline mengeras, ia melepas cengkraman tangannya lalu melayangkan tamparan kesar di pipi kanan Kinan.


Plakkk.....!


Zeline menarik keras rambut Kinan, hingga wajah Kinan mendongak ke atas. Wajah Kinan yang merah dengan sudut bibirnya yang kembali mengeluarkan darah segar membuat Zeline tergelak keras, tapi dia masih belum merasa puas. Dia ingin menyiksa Kinan lagi, agar Kinan memohon kepada Zeline untuk melepaskannya. "Hahahah, kau pasti akan mati di tanganku Kinan, karna Devan hanya milikku, hanya milikku, kau mengeti."

__ADS_1


Zeline menghempas kuar kepala Kinan ke depan. " Mario, ikat mereka dengan kuat dan jangan sampai mereka lolos." ucap Zeline pada Mario


"Siap bos." orang yang berna Mario langsung mengikat Kinan dan Lucia.


Setelah keduanya terikat dengan baik, Zeline pun memulai aksinya, menyiksa Kinan hingga mau melepaskan Devan untuknya, tapi seperti cinta Kinan yang kuat, ia pun harus kuat untuk bertahan. Triakan rasa sakit Kinan hampir beriringan dengan triakan Lucia yang memohon agar berhenti menyiksa Kinan, Lucia bahkan memohon agar dirinya bersedia menggantikan Kinan. Tapi Zeline memang seorang psikopat, dia sama sekali tidak punya rasa kasihan, padahal Kinan sudah tertunduk lemas di depannya.


**


**


Sementara itu Fandra dan Devan sudah ada di lokasi yang mereka dapat dari surah yang di tinggalkan Lucia di dalam mobilnya. Devan sungguh tidak mengerti kenapa Lucia sampai melakukan hal itu, padahal wanita itu sudah ia tolak dan membuatnya sakit hati.


"Kak, apa semua orang- orang kita sudah siap?" tanya Devan


"Semua sudah siap di titik masing-masih, tinggal menunggu intruksi dari penyelidik yang masuk ke gudang tua itu. Kita harus sedikit bersabar Dev, jangan gegabah." ucap Fandra cepat.


"Tapi kak, aku sungguh khawatir dengan Kinan, perasaanku sungguh tidak enak." ucap Devan yang sejak tadi sudah uring-uringan


"Kau kira aku tidak merasakan itu, dia itu adikku, aku tau adikku sedang dalam bahaya, tapi kita tidak bisa membahayakan nyawa Kinan dan Lucia karna kita gegabah mengambil tindakan." ucap Fandra cepat


"Baik, sekarang kita ke dalam." ucap Fandra cepat.


Mereka pun masuk ke dalam gudang tua itu, satu persatu penjahat yang berjaga di dalam gudang itu di lumpuhkan, sampai akhirnya titik dimana Kinan dan Lucia di sekap pun di temukan. Mendengar kondisi Kinan yang di siksa oleh Zeline membuat Devan dan Fandra murka, mereka bedua langsung menuju ruangan itu.


Sesampainya di ruangan itu, Devan langsung menendang pintu ruangan itu hingga terpental. Sementara orang yang berada di ruangan itu terlihat terkejut melihat kedatangan Devan berdiri dengan tangan terkepal dan rahang mengeras menahan amarah. Sorot matanya tajam seperti elang yang siap memangsa mangsa yang ada di depannya.


"Kinan." triak Devan saat melihat kondisi Kinan yang begitu mengenaskan.


"Jangan mendekat, atau akan aku akhiri hidupnya saat ini juga." ucap Zeline yang sudah mengarahkan pisau yang dipegangnya ke leher Kinan.


"Stop Dev, ikuti kemauannya, dia itu psikopat." ucap Lucia cepat.


"Hahahah, kau benar Lucia. Aku memang psikopat, dan itu semua karna kau Devan, aku mencintaimu Van, dan kau, kau malah mencintai gadis sia*an ini." Zeline berteriak sambil terus mendekatkan pisau itu di leher Kinan.


"Tidak, aku mohon, jangan sakiti Kinan, dia tidak bersalah Zeline, aku yang bersalah karna sudah menolongmu. Jika aku tau kau perempuan yang tidak tau trimakasih maka aku tidak akan pernah menolongmu." ucap Devan cepat.

__ADS_1


Deg.....!


Zeline merasa ucapan Devan sangat tajam, dia mengingat bagaimana Devan menolongnya dan menyelamatkannya dari ibu tiri dan juga mantannya. Wajah Zelinw terlihat sendu saat mengingat hal itu, tapi sayangnya itu tidak bertahan lama, wajah Zeline kembali dingin, seringai jahat di wajahnya kembali terlihat.


Srekkk...!


Satu sayatan kembali mendarat di wajah Kinan, hingga Kinan yang sudah tidak berdaya semakin lemas. Devan yang melihat hal itu semekain marah, matanya semakin memerah.


Fandra yang berada di dekat jendela merasa sangat marah melihat kondisi adik kesayangannya itu, ia pun memberi kode pada Devan agar menjauhkan Zelinw dari Kinan, agar dia bisa leluasa menangkap Zeline.


"Cukup, jangan sakiti dia lagi, sekarang apa maumu Zeline? aku akan melakukan apapun yang kau inginkan." ucap Devan mengalah, Devan melihat Fandra ada di balik jendela ruangan itu dan memberi isyarat yang cukup Devan mengerti.


"Hahahhaha." Zeline tergelak mendengar nada pasrah dari mulut Devan. "Aku ingin kau menikah denganku, maka aku akan melepaskan Kinan." ucap Zeline terlihat puas.


"Baik, aku akan menuruti semua kemauanmu, tapi tolong lepaskan Kinan dan Lucia sekarang." ucap Devan cepat.


"Hahahaha, kau kira aku ini bodoh Van." menatap Devan dengan tajam." Mario, lepaskan Lucia." perintah Zeline


Mario pin melepas Lucia, tapi Kinan tetap dalam tawanannya.


"Aku akan melepaskan Kinan saat kita sudah menikah." ucap Zeline dengan seringai licik.


"Mario, lepas ikatan wanita sia*an ini."perintah Zeline lagi.


Mario dengan sigap membuka ikatan Kinan, lalu Zeline membiarkan Kinan berada di bawah kuasa Mario. Dan saat Zeline berjalan mendekat ke arah Devan, Fandra segera menerobos jendela dan dengan cekatan melumpuhkan Mario dengan sekali sayatan di leher.


Sementara Zeline yang panik langsung mengeluarkan pistol dari dalam sakunya dan melesatkan satu peluru ke arah Kinan dan Fandra.


Dor...!


"Tidak." triak Devan.


[Bersambung]


🍃Bab selanjutnya akan up malam nanti, jadi Jangan lupa Like, vote dan comment kalian ya.🙏

__ADS_1


__ADS_2