Will You Marry Me

Will You Marry Me
Kecurigaan Anel (part 1)


__ADS_3

Hari ini Nessa kembali ke rumah sakit karna harus melakukan pengecekan. Satu jam Nessa berada di ruang tunggu, dia merasa gelisah. Sangat terlihat jelas dari cara Nessa duduk, sejak tadi duduknya tidak tenang. bahkan sesekali Nessa mengehela nafasnya dengan berat, seperti ada beban berat yang dia pikul.


Beberapa menit kemudian Nessa merasakan ada yang ikut duduk di sebelahnya. Jantungnya berdebar cepat, entah kenapa Nessa merasa panas.


1 menit, 2 menit, 3 menit. Masih belum ada suara, Nessa semakin gelisah di tempatnya. Dia merasa ada yang aneh, karna Nessa sangat tau jika yang duduk di sebelahnya adalah Ken, Nessa bisa sangat tau karna sudah hafal dengan bau Farum yang di gunakan oleh pria itu.


"Hai, kai sudah lama menunggu?"


Deg....!


Jantung Nessa berdetak sangat keras saat mendengar suara wanita yang sangat dekat. Belum lagi Nessa merasakan kursi yang dia duduki bergoyang pertanda jika yang duduk di sebelahnya sudah beranjak dari duduknya.


"Tidak, aku baru saja selesai." jawab Ken.


" Baiklah, kita jadi makan siang bersama kan?" wanita yang bersama Ken terdengar sangat senang, seolah mereka baru saja jadian. Dan itu membuat Nessa merasa sesak.


"Tentu saja, silahkan." Ken mempersilahkan wanita itu untuk mendahuluinya.


Dan Nessa hanya bisa menunduk mendengar langkah kaki yang semakin lama semakin terdengar menjaduh. Entah kenapa Nessa merasa hatinya di remas oleh tangan tak kasat mata. Rasanya sangat menyakitkan. Apa ini adalah balasan untuknya karna sudah menolak Ken, tapi Nessa tidak boleh egois. Ken pantas bahagia dengan wanita yang sempurna.


"Kau harus kuat Nessa, kau bisa. Ken pantas bahagia." batin Nessa


*****


Sementara itu tidak jauh dari Nessa duduk Ken masih berdiri dan memperhatikan Nessa yang terlihat mengusap wajahnya. Ya, Nessa menangis, karna dirinya.


"Apa kau akan terus menyiksanya seperti itu?" tanya Anne yang sedang berdiri di belakang Ken. Anne adalah kakak perempuan Ken yang paling dekat dengannya.


"Mungkin. Aku hanya ingin dia menyadari perasaannya padaku.Dan tidak menolakku lagi" jawab Ken tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok gadis yang tengah duduk sambil tertunduk lesu.


"Benarkah, atau mungkin dia akan semakin menjauh darimu. Jangan sampai kau menyesalinya Kenzo."


"Aku tidak akan menyesalinya, karna aku yakin dia akan segera menyadari perasaannya. Apa kau tidak melihat bagaimana raut wajahnya yang berubah saat kau datang menyapaku."

__ADS_1


"Hmmm, aku bisa melihat. Tapi gadis yang kau kejar kali ini berbeda Ken. Aku yakin dia akan mengiklaskammu pada wanita lain karna kekurangannya. Dan jika aku benar, maka aku adalah orang pertama yang akan mentertawakanmu." ucap wanita itu dengan penuh keyakinan.


"Dasar kakak laknat. Pergi kau , aku tidak ingin melihat wajahmu itu." ucap Ken cepat.


"Ow, slow men. Kau sangat cepat marah. Baiklah, awas jika kau meminta bantuanku lagi." Anne berjalan dengan wajah kesal, tapi tidak jauh Anne kembali berbalik." Ohhh ya Ken, sebelum kau menjadikannya calon istri, sebaiknya kau memberitau Mommy tentang ini. Itupun jika kau berani."


Ken berbalik menatap kakaknya dengan tajam, dia sangat tau maksud dari kakaknya itu."Apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskannya, walaupun Mommy tidak menerimanya." ucap Ken tegas.


"Hmmmm, itu terserah kau saja. Kalau aku sih tidak masalah. Tapi aku harap kau bisa menjaga gadis itu, aku yakin jika Mommy tau dia tidak akan tinggal diam." ucap Anne lalu pergi meninggalkan adiknya.


Ken berbalik, ia kembali memperhatikan Nessa." Aku tidak perduli jika Mommy tidak suka padamu nantinya Ness, tapi yang jelas aku mencintaimu." gumam Ken dengan tatapan sendu.


*****


Sepulang dari rumah sakit Nessa terlihat murung, dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya. Anel yang tau ada apa dengan putrinya itu hanya bisa mendesah pasrah, dia tidak mungkin ikut campur dengan masalah percintaan putrinya itu. Tapi yang jelas Anel tau jika putrinya dalam bahaya jika sampai berhubungan dengan Ken.


"Mah, kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Nathan saat melihat Anel hanya duduk dan menatap lurus ke depan.


"Hmmm. Aku hanya memikirkan keadaan Nessa, sampai sekarang dia belum mendapatkan Donor yang pas, aku takut Mas."ucap Anel sedih.


"Mungkin." jawab Anel ragu." Mas, aku bisa minta tolong?"


"Apapun untukmu sayang."


"Bisakah kau mencaritahu latar belakang Keluarga Kenzo Wisma Adiputra. Putra tunggal keluarga Wisma."


Nathan menyeritkan dahinya mendengar ucapan istrinya." Untuk apa kau mencari tau tentang keluarga itu, apa kau memiliki masalah dengan mereka. Atau dengan istri dari Wisma?" tanya Nathan cepat.


"Tidak, aku tidak mungkin punya masalah dengan mereka. Aku hanya ingin tau, bukankah rumah sakit wisma tempat Nessa mencari donor mata itu milik mereka. Aku hanya ingin tau tentang latar belakang keluarga mereka." jelas Anel


"Kau menyembunyikan sesuatu sayang?" tanya Nathan penuh selidik. Dia tau jika istrinya sedang menyembunyikan sesuatu.


"Aku akan cerita saat kau sudah mendapatkan informasi tentang mereka. Secepatnya." ucap Anel cepat.

__ADS_1


"Baiklah, sesuai permintaanmu nyonya Sanjaya." ucap Nathan menggoda Anel.


"Hmmmm, terserah. Bagaimana pekerjaanmu?" Anel mengambil majalah yang tergeletak di atas meja. Membuka setiap lembarnya untuk mengalihkan perhatiannya dari Nathan.


"Cukup baik, rencananya aku akan membangun satu perusahaan lagi untuk Dika. Setelah Dika lulus nanti dia bisa mengelolanya sendiri. Bagaimana manurutmu sayang?"


Anel menurunkan majalah yang dia baca, menatap suaminya dengan dahi berkerut." Membuat perusahaan untuk Dika?"


"Hmmm, aku ingin Dika mandiri. Dan perusahaan itu nanti juga akan maju seperti Sanjay Group." jelas Nathan


"Baiklah, tapi sebaiknya kita bicarakan ini pada Dika dulu. Aku takut dia tidak setuju, dan sebaiknya juga kita membicarakan ini pada Fandra. Sebagai kakak tertua dia harus tau kan."


"Aku sudah memberitau Fandra tentang ini. Dan yah, dia memang sedikit keberatan, karna Fandra ingin mengajak Dika untuk bergabung dengan perusahaan Sanjaya. Tapi aku akan membicarakan ini lagi nanti." jelas Nathan


"Baiklah, tapi sebaiknya kita harus bicara langsung pada Dika dan Fandra. Jika Dika setuju pasti Fandra setuju."


"Iya aku tau, Besok aku akan menghubungi Dika agar dua pulang. Karna pembangunan perusahaan akan di lakukan satu bulan lagi."


"Perusahaan apa yang akan kau bangun untuk Dika?"


"Hampir sama dengan perusahaan kita yang di Paris, karna Dika sedikit banyak sudah tau cara menghandel perusahaan yang ada di sana. Jadi tidak akan sulit untuk Dika mengelolanya nanti." jelas Nathan


"Hmmmm, pemikiran yang baik Mas. Tapi, bisakah sore nanti kau mengantarku ke rumah Fandra, aku sangat merindukan Darren dan Daffa."


"Tentu saja, aku juga sangat merindukan mereka."


"Baik, kalau begitu kita ajak Nessa juga. Aku yakin dia akan senang bertemu dengan si kembar."


"Ide bagus sayang."


"Ohhh ya mas, jangan lupa untuk permintaan pertamaku."


"Baik sayang, aku akan menghubungi Aldo dan menyuruhnya menyelidiki keluarga Wisma, terutama putra tunggalnya. Kau puas." Nathan mencubit gemas hidung Anel. Sementara Anel hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


Anel hanya ingin mastikan rumor yang sedang beredar tentang Ibu dari Kenzo. Dan jika kecurigaan Anel benar, dia tidak akan mungkin membiarkan Nessa terluka. Anel akan melindungi Nessa apapun yang terjadi.


[Bersambung]


__ADS_2