
Kini Kinan sudah duduk di antara keluarga Devan. Kinan merasa sangat gugup saat kakek Adam menatap Kinan dengan intens, seakan Kinan sedang menghadapi interview kerja di sebuah perusahaan besar.
"Siapa nama kamu?" tanya kakek Adam sarkas, membuat Kinan seketika terkejut.
"Nama saya Kinan kek." jawab Kinan cepat.
"Umurmu berapa?" tanya kakek Adam lagi
"Du_a puluh satu kek." jawab Kinan semakin gugup
"Kau benar-benar mencintai cucuku dan ingin menikah dengannya?" semua orang mengulum senyum saat melihat wajah Kinan merah padam. Terutama Devan yang sejak tadi ingin sekali terbahak melihat wajah calon istrinya yang begitu lucu.
"Iya kek."jawab Kinan.
" Apa kau yakin memilih cucuku yang lembek ini? apa kau tidak akan menyesal nantinya. Jika kau mau berfikir ulang, aku akan berikan waktu untuk berfikir." ucap Kakek Adam yang seketika mengundang gelak tawa bagi semua yang mendengar, sementara wajah Devan berubah masam karna ucapan kakeknya.
"Kek, Kinan tidak akan mau berfikir ulang. Karna dia mencintaiku." ucap Devan cepat.
"Benarkah, kau sangat percaya diri sekali cucuku. Lalu bagaiman denganmu Kinan?" menatap Kinan dengan kerlingan mata, mengisyaratkan bahwa Kinan harus mengikuti permainan kakek Adam." apa kau tidak ingin berfikir ulang, aku yakin kau ingin berfikir ulang." ucap Kakek Adam lagi. Tapi Kinan tidak menjawab, dia masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Kinan, kakek Adam bertanya padamu." ucap Anel cepat. Anel menyenggol lengan putrinya hingga Kinan tersadar.
"Mmm, i_ya kek, mungkin Kinan harus berfikir ulang." jawab Kinan cepat. Kinan merasa jika dirinya sedang di kerjai, dan saat melihat isyarat kakek Adam, Kinan pun mengerti, dan kini Kinan juga ingin mengerjai Devan.
"Tuh kan, kau dengar sendiri, Kinan pasti sudah buta dengan rayuanmu, maka dari itu kakek meneyuruhnya untuk berfikir ulang." ucap Kakek Adam menggoda Devan.
"Sayang, apa yang kau katakan. Kau tidak serius dengan ucapanmu kan, kau tidak akan mengikuti usulan kakek kan sayang." ucap Devan panik. Sementara kinan hanya mengedikkan bahunya tanda tidak perduli.
"Sayang, ayolah, kau pasti sedang mengerjaiku kan? katakan jika kau tidak serius." bujuk Devan
"Sudah Dev, kamu jangan memaksa Kinan, sekarang kita mulai makan malamnya dulu. Silahkan nak Nathan, nak Anel." ucap kakek Adam pada sahabat putranya itu. Sementara Devan hanya melongo mendengar ucapan kakeknya itu.
"Tapi kek_" Devan ingin protes, tapi Amel langsung menyela ucapan putranya
__ADS_1
"Devan, tidak sopan bicara saat kita sudah mau memulai makan malam, kau tidak lihat jika calon mertuamu sudah terlalu lama menunggu." tegur Amel pada putranya itu.
"Hahhhhh." Devan menghela nafasnya dengan berat. Dia tidak habis fikir kenapa sekarang jadi dirinya yang di kerjai." Maaf mah." sesal Devan
Semua hampir tertawa melihat Devan yang memperlihatkan wajah lemas nya. Karna Kinan juga sama sekali tidak mengindahkan ucapan Devan, dia terus saja mengabaikan ucapan Devan. Semua pun akhirnya melanjutkan makan malam mereka yang sempat tertunda karna kakek Adam. Sementara itu Devan masih saja memikirkan ucapan Kinan, dia cukup takut dengan ucapan calon istrinya.
***
Setelah selesai makan malam, semua keluarga duduk di ruang keluarga Danu. Semua terlihat begitu akrab seolah tidak ada yang terjadi. Mungkin karna kakek Adam memang sudah menerima Kinan sebagai calon cucunya. Mengingat jika Nathan lah ayah dari gadis yang kini akan bersanding dengan cucunya.
Sementara semua keluarga sedang membicarakan pernikahan Devan dan Kinan. Kedua sejoli itu sedang berada di taman belakang. Devan sedang membujuk Kinan untuk tidak mengikuti usulan dari kakeknya, untuk tidak berfikir ulang lagi.
"Sayang, kau tidak akan mengikuti usulan kakek kan? kau sedang bercanda kan sayang?" tanya Devan dengan nada memelas.
"Hmmm, tidak. Aku akan mengikuti usulan kakek untuk berfikir ulang. Karna usulan kakek itu benar kak, kau itu lembek, dan tidak tegas sama sekali. Bahkan untuk memperjuangkan aku saja, kau sampai di bantu oleh kak Lucia." ucap Kinan yang membuat Devan semakin frustasi.
"Itu tidak benar sayang, aku tidak meminta bantuan pada Lucia, dia yang ingin membantuku. Lagipula kau tau kondisi kakek waktu itu kan, aku hanya takut jika kakek semakin parah jika aku tidak mengikuti kemauannya." jelas Devan
"Cihhh, itu kan alasanmu saja." ucap Kinan ketus. Kinan hendak beranjak dari kursi yang di dudukinya bersama Devan. Tapi tangan besar Devan langsung menarik tangan Kinan sampai gadis itu terjatuh di pangkuannya.
Devan mendekatkan wajahnya semakin dekat. Dan saat bibirnya dan bibir Kinan hampir bersentuhan.
"Kak kau ingin ik_" ucapan Dika membuat keduanya kelabakan. Sementara Dika menutup wajahnya karna tidak sengaja mengganggu calon pengantin baru." Upz, sory kak. Aku tidak tau." ucap Dika membalikan badannya reflek.
"Kami akan segera pulang. Papa menyuruhku untuk memanggilmu." ucap Dika dan langsung meninggalkan Kinan dan Devan yang masih berdiri dengan wajah malu.
"Maaf, aku tidak bermaksud_"
"Aku harus pulang kak, papa dan yang lainnya pasti sudah menunggu." potong Kinan cepat. Wajah Kinan sudah sangat panas karna terciduk oleh adik laki-lakinya. Dia sungguh malu saat ini.
" Baiklah, biar aku yang mengantarmu yah." putus Devan
"Tidak kak, aku akan pulang bersama orang tuaku dan Dika saja. Bukankah itu sama saja." ucap Kinan cepat.
__ADS_1
" Baiklah, tapi jangan lupa mengirim pesan jika kamu sudah sampai yah." pesan Devan yang langsung di angguki Kinan.
" Baiklah."
Devan mengantar Kinan sampai di depan mobil Nathan. Setelah berpamitan pada keluarga Devan, Kinan langsung masuk ke dalam mobil orang tuanya. Nathan melajukan mobilnya keluar dari area rumah Danu. Di dalam perjalanan Dika terus saja menggoda Kinan. Kinan yang merasa malu pun merasa kesal dengan ocehan adiknya itu, bahkan Kinan sampai memukul lengan dika berkali-kali saking kesalnya.
"Kalian itu seperti tom and jary saja, bercanda seperti bocah." ucap Anel saat melihat tingkah anak-anaknya itu.
"Habis Dika tuch ma, ngeselin." ucap Kinan sabik berdecak kesal.
"Kalian itu sama saja." imbuh Nathan yang membuat Dika tertawa puas, semetara Kinan semakin di buat kesal.
"Ki, bagaimana kesan pertama kamu bertemu dengan kakek Adam?" tanya Nathan cepat. Kinan yang menatap keluar kaca mobil mengalihkan pandangannya.
" Serem pah, tatapannya itu mengujam sampai ke jantung." ucap Kinan yang membuat Nathan terkekeh mendengar jawaban putrinya.
" Kakek Adam itu baik kok Ki, kamu saja yang belum mengenal kakek Adam. Nanti kalau kamu sudah menjadi cucu menantunya kamu pasti akan tau bagaimana sifat asli kakek Adam." Jelas Nathan.
"Kalau memang begitu, kenapa kakek Adam tidak menyetujui pernikahan kami waktu itu pa?" tanya Kinan cepat.
Nathan tersenyum melihat sekilas wajah putrinya dari kaca yang tergantung di atas kepalanya." Kakek Adam saat itu tidak tau jika kamu itu putri papa. Dan saat kakek Adam tau, dia langsung menyetujuinya, dan masalah Devan pulang ke Indonesia dan mengatakan jika kakeknya belum menyetujui hubungan kalian, itu karna memang rencana kakek Adam untuk mengetahui seberapa besar usaha Devan untuk mendapatkan kamu."
"Papa tau dari mana?"
"Kakek Adam yang menceritakan semua itu pada papa. Dia juga meminta maaf karna keisengannya membuat kamu sampai berakhir di penculikan waktu itu." jelas Nathan.
"Jadi kamu tidak usah takut lagi pada kakek Adam, dia memang seperti itu. Mungkin karna kakek Adam itu kesepian, dan juga kan Devan itu cucu satu-satunya, jadi sangat wajar jika kakek Adam ingin Devan cepat menikah. Mengingat umur kakek Adam yang sudah semakin sepuh, dia pasti ingin cepat memiliki cicit." imbuh Anel.
Mendengar ucapan Anel yang mengatakan soal anak secara tidak langsung. Wajah Kinan kembali memasas, dia masih membayangkan kejadian tadi. Dan berlanjut dengan fikiran bagaimana dengan malam pertamanya nanti. Dengan hanya memikirkan itu saja membuat jantung Kinan serasa mau lepas dari gagangnya. Dan saat itu tiba mungkin Kinan akan mengurung dirinya di dalam kamar mandi,agar Devan tidak langsung meminta haknya sebagai suami, atau mungkin Kinan akan berharap saat itu tamu bulanan nya akan datang. Ahhhh, membayangkan tingkah konyolnya itu membuat Kinan tersenyum sendiri, membuat Dika yang duduk di sebelah Kinan semakin takut melihat tikah kakak perempuannya yang sudah seperti orang gila.
[Bersambung]
🍃Author sungguh minta maaf karna up tidak sesuai target, karna di kehidupan nyata sedang ada upacara keagamaan. Jadi mohon permaklumannya ya, Author juga sudah sangat berusaha agar bisa up walau hanya satu bab saja.
__ADS_1
Trimakasih🙏