
Devan yang baru saja tiba di rumah sakit langsung masuk ke ruangan tempat kakeknya di rawat.Di ruangan itu Devan melihat ada beberapa orang yang sedang berbincang dengan kakeknya.
"Devan,kamu sudah datang nak."ucap Kakek senang.Beberapa orang yang ada disana pun ikut mengalihkan tatapan mereka ke arah tatapan Kakek Adam.
"Iya kek,Devan disini.Bagaimana keadaan kakek?"tanya Devan sambil berjalan mendekat.
"Sama sekali tidak baik Van."ucap Adam lirih.Wajahnya terlihat sangat pucat.
"Kakek jangan putus asa,Devan yakin kakek pasti sembuh."ucap Devan menyemangati kakeknya.
"Yah,semoga saja.Oh ya Van,perkenalkan ini tuan Mario,anak teman kakek sudah jejak lama."ucap kakek Adam memperkenalkan orang yang tengah berdiri disisi kanannya.
"Halo Devan,senang berkenalan dengan pewaris tunggal keluarga Ghenio.Saya Mario."ucap pria paruh baya yang berna Mario
"Saya Devan tuan,senang juga berkenalan dengan anda."ucap Devan menyambut uluran tangan Mario.
"Devan,yang ini tante Jasmin,dan putrinya Lucia."lanjut kakek Adam memperkenalkan istri dan putri Mario.
"Ohh,halo tante saya Devan."sapa Devan pada kedua perempuan yang berdiri di belakang Mario.
"Kamu tampan sekali nak,senang bisa mengenalmu."ucap Jasmin ramah.Sementara itu Lucia terlihat begitu menikmati ketampanan Devan,sekilas pipi Lucia merona saat pandangan mata mereka bertemu.
"Devan,kakek ingin meminta satu hal pada kamu,dan kakek harap kamu bisa memenuhi keinginan trakhir kakek ini."ucap Kakek Adam dengan suara lemah.
"Kakek bicara apa,jangan bilang seperti itu kek,kakek pasti akan sembuh.Devan janji,apapun yang kakek mau akan Devan lalukan,tapi kakek harus berjanji tidak akan mengatakan hak itu lagi."Adam tersenyum penuh arti.Dia tau jika cucunya tidak akan mengecewakannya.
"Kakek ingin kamu menikah dengan Lucia."ucap Kakek Adam membuat Devan seketia membeku di tempat.Permintaan kakeknya seperti sebuah petir yang menyambar di siang bolong.Devan menatap Lucia yang tampak begitu bahagi.Gadis itu cantik,sangat cantik,tapi Devan sama sekali tidak tertarik.Cintanya hanya untuk Kinan.
"Kau sudah berjanji pada kakek,Devan.Dan kakek mau kamu menikah dengan Lucia."ucap Kakek lagi.
"TIDAK."suara bariton dari arah pintu membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka.Semua melihat Danu yang berdiri di ambang pintu terlihat begitu marah.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan papa melakukan ini pada putraku Pa.Devan memiliki kehidupan sendiri,jangan mempermainkan kehidupannya sama seperti dulu papa mempermainkan kehidupanku.Devan akan menikah dengan pilihannya,bukan pilihan papa."ucap Danu tegas,rahangnya sampai mengeras mengingat dulu juga papanya hampir melalukan hal yang sama,jika saja saat itu Danu tidak pergi ke Indonesia,mungkin kehidupannya akan berakhir mengenaskan.
"Pa tenang.Kita bisa bicarakan ini baik-baik kan.Lagi pula papa sedang sakit,jadi aku mohon bersikap baiklah sebentar."ucap Amel menenangkan suaminya.
"Tidak,Devan tetap harus menikah dengan Lucia.Kau sudah berjanji dengan kakek Devan,kau tidak bisa ingkar."Kakek Adam memegang dadanya yang kembali sakit,dadanya semakin sesak.Semua orang panik.
"Kek,kakek kenapa?"ucap Devan yang begitu panik."Mah cepat panggil dokter."ucap Devan lagi
Amel pun segera berlari memanggil dokter.Tak lama dokter datang,semua yang ada di ruangan itu keluar dan hanya menyisakan kakek Adam dan dokter yang tengah memeriksa keadaan Adam.
Luar ruangan
"Tuan Danu,tolong maafkan kami.Kami tidak menyangka jika akan seperti ini jadinya,jika kami tau anda tidak setuju dengan perjodohan ini,kami pasti tidak akan menerima lamaran Tuan Adam untuk putri kami."ucap Mario di sela kekhawatiran mereka.
Danu menatap Mario dengan wajah terkejut,Papanya sungguh keterlaluan,bahkan dia sudah melamar gadis itu untuk Devan.
"Saya juga minta maaf,saya sudah menolak ini dengan tidak baik.Tapi kami benar-benar minta maaf tuan Mario,kami tidak bisa menikahkan putra kami dengan putri anda.Karna putra kami memiliki pilihannya sendiri,dan kami juga sudah melamarnya untuk Devan."jelas Danu blak-blakan.Dia tidak ingin berbohong tentang apapun dan menyakiti putri sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.
"Tentu saja tuan Mario,kami senang karna anda mau mengerti situasi kami."percakapan mereka berhenti saat sorang suster keluar dan memanggil nama Devan.
"Tuan Devan."panggil suster cepat.
"Iya,saya sus."Devan segera mendekat ke tempat suster itu berdiri.
"Tuan Adam ingin bertemu dengan anda."ucap suster itu lalu meninggalkan Devan .
Devan langsung masuk ke dalam setelah suster itu berlalu.Di dalam ruangan itu Devan melihat kakeknya terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan yang awalnya tidak ada.Dan denyut nadi kakeknya terdengar sangat lemah.
"Tuan,tolong jangan membuat pasien terlalu banyak berfikir,itu sangat berpengaruh dengan kondisinya.Saat ini juga kondisi pasien sangat turun drastis,jadi jika bisa buatlah apapun yang membuat kondisi pasien bisa lebih baik."ucap Dokter yang menangani Adam lalau keluar dari dalam ruangan itu.
Devan berjalan mendekat ke arah tempat kakeknya berbaring.Wajah Devan seperti langit mendung yang sama sekaki tidak ada cahaya disana.Kali ini Devan sungguh di libatkan dengan sebuah pilihan yang sangat sulit.Devan tidak tau apakah dia akan bisa melewati semua ini,atau dia akan mengiklaskan cintanya.
__ADS_1
"De_van."suara panggilan yang begitu lemah dan tatapan sayu terdengar di indra pendengaran Devan.Tubuh yang lemah itu mencoba menggenggam tangan Devan.
"Devan disini kek,kakek harus kuat.Maafkan Devan kek,maafkan Devan."ucao Devan dengan suara lemah.Saat ini Devan sungguh tidak berdaya,dia tidak tau harus berbuat apa.Devan tau jika kakeknya tidak akan menyerah begitu saja.
"To_long pe_nuhi permintaan ter_akhir dari kakek,Devan.Kakek ha_nya ingin itu saja."ucap Kakek Adam lagi.
Devan menundukan kepalanya,menempelkan kepalanya di tangan Adam.Air mata Devan sudah membasahi wajahnya,hatinya sesak saat mengingat Kinan yang menanti kepulangannya.Devan tidak bisa menyakiti gadis yang begitu dia cintai,tapi Devan juga tidak bisa mengorbankan nyawa kakeknya.
Devan menarik nafasnya lalu perlahan menghembuskannya. "Baiklah kek,Devan bersedia menikah dengan Lucia.Tapi bolehkah Devan meminta sesuatu pada kakek."ucap Devan akhirnya.
"Katakanlah nak."
"Devan belum siap untuk menikah,bolehkan Devan bertunangan saja dulu kek."Devan mencoba bernegosiasi,dia akan mencari cara untuk keluar dari situasi ini.Setidaknya mengulur waktu sampai kondisi kakeknya membaik.
"Baik_lah,yang terpenting kau sudah memenuhi permintaan kakek."ucap Kakek Adam senang.
"Kakek istirahatlah,Devan akan keluar menemui tuan Mario."ucap Devan cepat.
Devan keluar dengan wajah dingin dan kaku.Tidak ada senyum dan keramahan di wajahnya.Devan menatap lurus ke depan,melihat satu persatu orang yang ada di depannya.
"Tuan Mario."Devan menghirup udara yang banyak sebelum melanjutkan ucapannya."Saya bersedia bertunangan dengan putri anda."
Duarrr....!
[Bersambung]
**
**
😭Devan jahat banget sih,author gak nyangka akan begini akhirnya.
__ADS_1
Jangan lupa dukungan untuk Kinan dan Devan ya.Vote,like dan comment yang banyak untuk mempersatukan cinta keduanya👍