
Kinan yang baru saja sampai di prusahaan langsung menuju ruangannya, karna sebentar lagi meeting akan segera di mulai, dan dia harus segera menyiapkan berkas untuk di bawa meeting Fandra nanti. Selang beberapa menit Kinan pun selesai memeriksa berkas yang akan di bawa kakaknya. Kinan yang melihat jam hampir menunjukan pukul 10 pagi dimana meeting akan segera di mulai pun bergegas menemui kakaknya.
"Kak meetingnya su_" Kinan menghentikan ucapannya saat melihat sosok yang sangat ia kenal tangan duduk bersama kakaknya dan saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit Kinan artikan.
"Maaf, Kinan kira kakak sedang tidak ada tamu." ucap Kinan sedikit gugup karna tatapan Devan terhadapnya.
"Tidak masalah, lagipula tamu kakak kan Devan. Tapi lain kali biasakan untuk mengetuk pintu dulu sebelum kau masuk ke ruangan kakak." ucap Fandra tegas. Fandra memang tidak membeda-bedakan Kinan dengan karyawan lain walau Kinan adalah adik kandungnya. Karna ini adalah sebuah prusahaan, dan Fandra harus profesional.
Kinan menunduk malu."Iya kak, maaf. Kinan kesini untuk mengingatkan kakak jika lima belas menit lagi kita ada meeting dan yang lainnya sudah menunggu kita di tuangan meeting." jelas Kinan.
"Baiklah, pergilah dulu. Kakak ada sedikit pembicaraan penting dengan Devan, 5 menit lagi kakak akan menyusul." ucap Fandra yang langsung di angguki Kinan dan segera keluar dari ruangan Fandra.
Kinan yang baru saja menutup pintu ruangan kakaknya langsung memegang dadanya yangs terasa ingin meledak.Tatapan Devan dan senyum tipis yang di perlihatkan Devan membuat jantungnya memanas. Kinan segera meninggalkan ruangan Fandra setelah detak jantungnya sudah kembali normal.
Sementara itu Devan yang baru saja keluar dari ruangan Fandra merasa sedikit lega, pasalnya niat baik yang di utarakan Devan di sambut baik oleh Fandra. Dan saat ini Devan hanya harus berbicara pada kedua orang tuanya,tapi sebelum itu Devan masih harus menunggu jawaban dari Kinan, dan semoga kali ini Kinan tidak mengecewakannya. Karna Devan sempat mendapat telpon dari Fani jika Kinan sempat menemuinya dan menanyakan kebenaran pada gadis itu.
*****
Jam berlalu sangat cepat, waktu makan siang pun telah tiba. Kinan yang baru saja keluar dari ruangan kakaknya bermaksud untuk pergi keluar untuk makan siang. Tapi Kinan mengurungkan niatnya saat seorang OB memberikan kotak makan dan sebuket bunga pada Kinan.
Kinan membaca sepucuk surat yang terselip di buket bunga itu.
"Jangan keluar untuk makan siang, makanlah makanan yang sudah aku siapkan untukmu. Aku mencintaimu. Devan." Kinan kembali merasa jantungnya berdetak cepat.Tanpa Kinan sandari ia sampai tersenyum sendiri saat membaca surat yang di tunjukan untuknya .
"Ehmmmm." suara dehaman milik Fandra membuat Kinan terlonjak kaget dan baru menyadari jika kakaknya sudah berdiri di belakangnya.
"Kau menghalanginya jalanku Dek, jika tidak ingin di anggap gila, baca surat cintamu di ruanganmu saja." ucapan Fandra membuat Kinan merasa malu, ia di pergoki kakaknya sendiri saat tersenyum sendiri di lorong ruangan mereka.
"Kakak mau kemana?" tanya Kinan saat melihat kakaknya melewatinya dan berjalan ke arah liff
"Tentu saja pulang, kau mau kakakmu ini mati kelaparan karna tidak makan siang, kau sih enak dapat kiriman dari Devan." ucap Fandra yang membuat Kinan kembali merona membayangkan surat yang Devan kirim untuknya.
"Cihhh, harusnya aku meminta dia membawakan ku makanan juga untuk syarat saat dia mengutarakan maksudnya pagi tadi." gumam Fandra sebelum kembali melangkahkan kakinya.
__ADS_1
Sementara Kinan langsung masuk ke dalam ruangannya untuk menikmati makan yang dikirim Devan untuknya.Kinan membuka kotak makan itu dan langsung melahap habis makanan yang di depannya itu. Bukan karna makanan itu di kirim oleh Devan, tapi karna makanan itu juga sangat enak. Dan pastinya Devan mengirimkan makanan favoritnya.
Ting....
Notifikasi pesan dari ponsel Kinan mengalihkan pandangannya. Kinan melihat sebuah pesan masuk yang menunjukan jika pesan itu dari Devan. Kinan pun segera membuka pesan itu .
"Bagaiman makanannya Sayang, enak kan?" Devan
Kinan tersenyum malu saat Devan memanggilnya dengan sebutan sayang. Dan tanpa menunggu lama kinan dengan segera membalas pesan itu.
"Hmmm, enak. Darimana kakak bisa tau makanan kesukaanku?" Kinan
"Hahahha, kau lupa sayang, jika kita itu tumbuh besar bersama." Devan
"Iya aku lupa, aku seperti baru mengenal kakak. Kakak sedang apa sekarang?" Kinan
"Baiklah, lupakan masa lalu kita, dan aku ingin memulai masa depan denganmu." Devan
"Aku sedang berada di prusahaan papa." Devan
"Oh ya, malam nanti aku ingin kita bertemu di taman saat terakhir kita bertemu sebelum kakak pergi ke Berlin. Ada yang ini Kinan katakan pada kakak." Kinan
"Baiklah, aku harap itu kabar gembira. I love you." Devan
Kinan tidak membalas pesan terakhir Devan. Ia ingin mengatakan kata-kata itu setelah bertemu dengan Devan nanti.
****
Tanpa terasa waktu cepat berlalu, Kinan tidak sabar ingin malam cepat datang, begitupun dengan Devan. Perasaan cinta yang saling berbalas membuat keduanya begitu bahagia dan tidak sabar ingin bertemu.
Sore itu Devan yang baru saja keluar dari perusahaan papanya di kagetkan dengan sosok gadis yang ia tolong pagi tadi. Ya, gadis yang sedang berdiri di depannya sekarang adalah Zeline, gadis itu terlihat takut dengan tubuh gemetar seperti terakhir Devan meninggalkannya di rumah sakit.
Brukkk
__ADS_1
Zeline memeluk tubuh Devan dengan mendadak hingga membuat Devan tidak bisa menghindar. Zeline mengeratkan pelukannya sambil menangis sesenggukan.Hingga setiap pasang matanya yang melihat keduanya memikirkan hal yang tidak-tidak. Mengingat anak tunggal dari Danu belum memiliki kekasih, dan mereka mengira jika wanita uang memeluk Devan saat ini adalah kekasihnya.
"Zeline lepas." ucap Devan sambil melepas pelukannya.
"Kenapa kau disini, bukankah kau masih di rumah sakit?" tanya Devan cepat. Tapi Zeline masih tetap diam dan menundukan kepalanya dalam.
"Baiklah, sekarang ikut denganku." ajak Devan yang langsung di tolak oleh Zeline.
"Tidak, jangan bawa aku kembali ke rumah sakit itu, aku mohon. Aku_aku takut dia kembali, dia sudah kembali dan menyerangku tadi. Aku mohong jangan bawa aku kesana lagi." ucap Zeline dengan air mata mengalir deras.
Devan yang melihat kondisi Zeline begitu memperhatikan membuat Devan tidak tega. "Baiklah, aku akan membawamu ke tempat aman. Jadi tenangkan dirimu dulu." Devan menuntun Zeline ke dalam mobilnya.
Devan melajukan mobilnya ke tempat dimana Zeline tidak akan di temukan. Di dalam perjalan Devan meminta Zeline untuk menceritakan semuanya, dan Zeline pun akhirnya menceritakan bagaimana Ibu tirinya menjual dirinya pada seorang pria. Dan sialnya mantan kekasih Zeline juga ikut terlibat dalam semua ini.
Devan yang mendengar cerita Zeline begitu iba. Ia pun berjanji akan membantu gadis lugu itu untuk keluar dari jeratan pria brengsek yang sudah membeli Zeline dari ibu tirinya.
Satu jam kemudian mobil Devan sampai di sebuah bangunan menyerupai sebuah hotel, ia membawa Zeline turun dan masuk kedalamnya. Devan membawa Zeline ke apartemen yang Devan beli dari jerih payahnya sendiri.Disana Zeline akan aman karna disana penjagaannya cukup ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam apartemen itu jika tidak ada izin dari pemilik apartem.
"Sementara kau tinggal disini, ini adalah apartemenku. Jadi kau bebas menggunakannya." jelas Devan
"Trimakasih sekali lagi, maaf karna aku sudah menyusahkanmu." ucap Zeline cepat. Zeline mengagumi pria yang kini tengah berdiri di depannya. Ia merasa nyaman berada dalam perlindungan Devan, dan entah kenapa Zeline sama sekali tidak takut kepada Devan,padalah bisa saja Devan bukanlah orang baik. Tapi keyakinan Zeline lebih kuat dari keraguannya, ia yakin jika Devan bukan orang jahat.
"Istirahatlah, aku harus segera pergi. Karna aku sudah ada janji dengan seseorang." ucap Devan lagi
"Dengan kekasihmu?" tanya Zeline penasaran.
"Bukan." jawab Devan lalu segera pergi dari Apartemennya dan meninggalkan Zeline yang slah faham akan jawabannya.
Jawaban Devan memberi harapan lebih untuk gadis itu.Wajah Zeline bahkan menampakan keceriaan saat Devan mengatakan secara langsung jika ia tidak memiliki kekasih.Tapi yang Zeline tidak tau dari maksud itu adalah Ya,Devan tidak memiliki kekasih, tapi ia memiliki calon Istri yaitu Kinan.
[Bersambung]
🍃Hayyy, author sudah bilang kan jika di cerita Devan dan Kinan akan ada banyak konflik sebelum kebahagiaan mereka benar-benar hadir di hidup mereka. Jadi Author mohona jangan ada yang sampai menghujat ya. Karna tidak akan seru jika sebuah cerita tidak memiliki konflik. Kalian bisa berkomentar apapun asal itu positif, dan membangun semangat.
__ADS_1
🙏Trimakasih☺