Will You Marry Me

Will You Marry Me
Ujian untuk Kinan


__ADS_3

Satu minggu berlalu, semua keluarga besar kedua belah pihak sudah mengetahui hubungan Kinan dan Devan. Tentu saja itu membuat kedua keluarga sangat bahagia, terutama untuk Anek dan Amel. Mereka jadi tidak perlua repot menjodohkan keduanya lagi, karna ternya mereka sudah memiliki perasaan satu sama lain.


Hari ini sebenarnya hari dimana dua keluarga ingin memutuskan hari pernikahan bagi Devan dan Kinan, tapi harapan itu harus pupus karna Devan harus kembali ke Berlin karna kakek Devan di kabarkan masuk rumah sakit.Dan itu membuat Devan sangat kecewa, tapi tidak untuk Kinan. Ia sangat mengerti kondisi Devan saat ini, dirinya tidak ingin egois hanya untuk kebahagiaan nya semata.Kinan ini memulai suatu hubungan dengan rasa kasih sayang untuk seluruh keluarga Devan, bukan hanya karna ia mencintai Devan saja. Tapi sebuah pernikahan adalah hal yang menyatukan dua keluarga dan saling menerima.


"Sayang, aku sungguh minta maaf, aku berjanji akan segera kembali setelah kakek sembuh." ucap Devan yang kini tengah berada di sebuah cafe bersama dengan Kinan.


"Kak, kau itu kenapa. Aku sungguh tidak apa-apa, bahkan jika kau menyuruhku untuk menunggu hingga seribu tahunpun akan aku tunggu. Ini tentang kakekmu, dia saat ini lebih membutuhkanmu kak, jadi jangan sampai kau durhaka kepadanya hanya karna aku." ucap Kinan cepat


"Ternyata aku salah menilaimu Ki, kau benar-benar sudah pintar menggombal sekarang." ledek Devan dengan kekehan kecil.


"Hmmm, tentu saja. Lagipula aku punya tunangan, tapi tidak pernah menggobaliku." balas Kinan ketus


"Wahhh, apa saat ini kau sedang ingin aku gombali sayang.Tapi tidak, untuk apa aku harus terlalu banyak berkata manis jika aku sudah melakukannya dengan tindakan." ucap Devan semakin erat menggenggam tangan Kinan." Dan yah, apa kau lebih suka pria yang gombal tapi di belakang mu selingkuh, atau kau lebih memilih pria sepertiku yang setia dan selalu menunjukan pembuktian di banding terlalu banyak menggombal?" tanya Devan lagi


Kinan terlihat berfikir." Baiklah, aku kalah. Aku lebih suka tindakan dari pada ucapan." ucap Kinan akhirnya.


"Baiklah, sekarang kita kembali ke kantor, aku bisa dimarahi kak Fandra jika terlambat membawamu ke hadapannya." ucap Devan yang mendapat kekehan dari Kinan.


Saat ini Fandra memang lebih tegas dengan mereka berdua, pasalnya Fandra tidak ingin memberi kemudahan untuk Devan. Fandra ingin mengetes calon adik iparnya terlebih dulu sebelum mereka menikah. Walaupun memang terus sudah Devan kantongi darinya.


**


**


Waktu cepat berlalu, Kinan yang baru saja turun dari mobil Devan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Hari ini ia sungguh lelah, dan Devan tau itu. Devan ingin memberi waktu Kinan untuk istirahat sebelum besok ia berangkat ke Berlin.


"Ness, kok kamu sendiri dirumah, mama sama papa kemana, terus Dika, dia belum pulang?" tanya Kinan saat melihat Nessa tengah duduk sendiri di ruang tengah.

__ADS_1


"Kau sudah pulang Ki. Mama dan papa sedang keluar,katanya ada hal penting, dan Dika, dia sedang di kamar,baru saja pulang." jelas Nessa


Kinan menghempas tubuhnya di sofa sebelah Nessa,kepalanya sedikit sakit karna pekerjaan yang begitu banyak. Padahal dirinya baru menjadi sekertaris, apalagi jika dia yang memimpin perusahaan pasti kepalanya akan meledak seketika.


"Ki kau masih disitu? kau tidak apa-apa kan?" tanya Nessa saat tidak mendengar suara Kinan.


"Hmmm, iya kau masih disini. Kenapa, memang aku kenapa?" tanya Kinan yang tidak mengeri maksud ucapan Nessa


"Emm, itu_aku mendengar dari mama jika pernikahanmu di tunda sementara karna Devan akan kembali ke Berlin, aku sangat mengkhawatirkan mu Ki." ucap Nessa cepat


Kinan memegang tangan saudarinya itu dengan senyum tulus di wajahnya, yah walau Nessa tidak mungkin bisa melihatnya, tapi Kinan yakin Nessa bisa merasakan ketulusan nya. "Aku tidak apa-apa Sya, lagipula Devan pergi untuk mengurus kakenya,bukan untuk selamanya. Dan masalah pernikahan, jika kami memang sudah di takdirkan untuk bersama, maka mautpun tidak akan bisa memisahkan kami."


"Baiklah, aku tidak bisa melihat wajahmu, tapi aku sangat yakin jika kau wanita yang kuat, dan aku harus mengikuti jejak saudariku yang cantik ini." ucap Nessa dengan tersenyum.


"Hmmm, itu harus, karna saat ini kau sudah menjadi bagian keluarga Sanjay, jadi kau karus kuat lahir batin.Ok." ucap Kinan penuh semangat."Ahhh ya, besok setelah mengantar kak Devan ke bandara aku harus mengantarmu kontrol ke rumah sakit, jadi bangunlah lebih pagi, jika tidak aku akan meninggalkanmu." lanjutnya.


"Baiklah, aku akan bangun lebih pagi untuk bersiap. Aku harap besok kau tidak menangis di bandara dan membuatku malu." ejek Nessa dengan kekehan.


"Hmmm, baiklah, kita lihat saja nanti." ucap Nessa cepat


"Aku akan naik ke kamarku, kau mau aku antar ke kamarmu Sya?" tanya Kinan sebelum beranjak pergi


"Tidak Ki, kau pergilah, aku masih ingin disini. Sebenar lagi makan malam tiba, cepatlah mandi dan segera turun." ucap Nessa


"Ok, aku ke atas yah. Jangan kemana-mana ok." ucap Kinan lalu berlenggang menuju kamarnya di lantai atas.


**

__ADS_1


**


Pukul 7 malam


Kinan, Dika dan juga Nessa tengah duduk di meja makan.Mereka bertiga menikmati makam malam dengan sedikit gurauan kecil.


"Kak, kenapa kau tidak ikut ke Berlin saja bersama kak Devan?" tanya Dika ke Kinan


"Cihhh, jangan mengada-ngada Dika, mana mungkin aku meninggalkan pekerjaanku yang banyak itu. Dan lagipula untuk apa aku ikut kesana, aku belum menjadi istrinya kak Devan." ucap Kinan cepat


"Siapa tau kakak ingin mengenal keluarga Kak Devan yang lainnya kan, aku dengar kak Devan masih punya Paman disana." ucap Dika lagi


"Tidak Dika, aku belum berani mengenal Pamannya, karna yang aku tau paman kak Devan itu bermuka dua. Itu kata kak Fandra." jelas Kinan.


"Aku juga pernah mendengarnya, tapi sudahlah jangan di fikirkan. Oh ya kak Nessa, besok kakak ada cek ke rumah sakit kan?" tanya Devan ke Nessa


"Hmmm, dan besok kakak akan di antar Kinan." ucap Nessa.


"Maaf ya kak, Dika tidak bisa mengantar kakak, karna besok Dika harus menggantikan kak Kinan menemani kak Fandra." ucap Dika ke Nessa


"Hmmm tidak masalah Dika, aku tau suatu saat nanti kau akan memegang salah satu prusahaan papa, jadi kau harus belajar dari sekarang bukan. Maaf jika aku selalu menyusahkan kalian, aku benar-benar minta maaf." ucap Nessa dengan wajah sendu.


"Kak, apa yang kau katakan, kami ini keluargamu, kami saudaramu yang akan selalu menjagamu dan juga menyayangimu, jadi berhenti bersedih dan menganggap jika kau selalu menyusahkan kami." ucap Dika tegas.


"Benar yang di katan Dika, Sya. Kamu adalah saudara kami, jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Dan selalu ingat kasih sayang kami yang selalu ada untukmu." imbuh Kinan


Nessa menitihkan air matanya kembali, ia sungguh sangat beruntung berada di tengah-tengah keluarga yang begitu sangat menyanginya. Sampai dia lupa dengan kekurangannya.

__ADS_1


[Bersambung]


🍃Untuk kalian yang udah gak sabar dapet undangan dari Devan dan Kinan, kalian harus menunggu sekiranya satu bulan ya. Karna Devan masih punya urusan penting,jadi harap bersabar, karna kalian pasti akan di undang semua, kecuali Author😁


__ADS_2